RTO Opung Dan YAMI Selenggarakan Baksos Pemeriksaan Mata Gratis & Bantuan Kacamata Bersubsidi

Bekasi – 1miliarsantri.net: Mata salah satu organ penting manusia yang harus selalu terjaga kondisinya. Kesehatan mata sangat penting untuk kualitas hidup, karena mata memungkinkan kita berinteraksi dengan dunia visual. Melihat kondisi masyarakat umum yang masih mengabaikan kesehatan mata, Rumah Tahfidz Opung “RTO Opung” bersama Yayasan Amal Mata Indonesia “YAMI” (Charity Vision) mengadakan “Baksos Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata Bersubsidi.” Baksos Pemeriksaan Mata dan Bantuan Kacamata Bersubsidi kolaborasi RTO Opung dan YAMI di selenggarakan di Aula RTO Opung, mulai pukul 08.00 WIB, hari ini Sabtu 19 Juli 2025. Syafrizal yang berprofesi sebagai penjahit, warga RT.001 RW.012 merasa sangat senang, “saya bersyukur mendapatkan pelayanan pemeriksa mata gratis dari Yayasan Amal Mata Indonesia, dan terima kasih pada pengurus RTO Opung yang telah menyelenggarakan kegiatan baksos.” Sementara itu menurut Rere, salah satu santriwati Rumah Tahfidz Opung dan bersekolah di SDN Jatimulya 09 Tambun Selatan yang ikut memeriksakan matanya mengatakan, “tadi sudah diperiksa, sempat ngga kebaca, tapi setelah diganti lensanya, alhamdulillah bisa.” Rere melanjutkan, senang bisa periksa mata. “Selama ini di kelas selalu kebagian duduk di belakang, jadi sulit melihat tulisan di papan tulis, kadang minta teman bacain, baru aku nulis”, imbuh Rere.

Read More

Janji Palsu di Negeri Para Komisaris

Surabaya – 1miliarsantri.net: Pemerintah pernah mengumandangkan janji besar: menciptakan 19 juta lapangan kerja dalam sepuluh tahun. Janji ini menjadi salah satu harapan utama masyarakat, terutama generasi muda, di tengah tantangan ekonomi global yang semakin sulit. Namun kini, janji itu terasa seperti ilusi. Di banyak kota dan kabupaten, terlihat fenomena ribuan anak muda terpaksa antre panjang demi satu posisi lowongan kerja. Mereka membawa map coklat berisi ijazah, sertifikat, dan harapan. Tapi yang mereka temui hanyalah ketidakpastian dan frustrasi. Jumlah pelamar kerja, tidak berbanding lurus dengan daya serap industri. Realitas ini diperkuat oleh data Bank Dunia yang menunjukkan bahwa sekitar 60% penduduk Indonesia hidup dalam kategori rentan miskin. Artinya, mereka tinggal satu langkah dari jurang kemiskinan struktural. Ketimpangan ekonomi semakin nyata, tetapi narasi pembangunan terus diglorifikasi tanpa evaluasi jujur terhadap dampaknya terhadap rakyat kecil. Sementara itu, para pejabat publik justru sibuk mengumpulkan jabatan. Data dari berbagai media dan investigasi menyebutkan, setidaknya 30 Wakil Menteri merangkap jabatan sebagai Komisaris di berbagai BUMN. Jabatan publik yang seharusnya menjadi bentuk amanah dan pengabdian, justru dijadikan ladang kekuasaan dan kenyamanan finansial. Padahal, dalam prinsip tata kelola pemerintahan yang sehat, rangkap jabatan adalah bentuk konflik kepentingan yang mencederai integritas lembaga negara. Ironisnya, kerusakan tata kelola ini bukan muncul tiba-tiba. Ia adalah warisan dari sepuluh tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang secara sistematis menabrak prinsip-prinsip meritokrasi, menyalahgunakan kewenangan, dan memaksa regulasi tunduk pada kehendak pribadi maupun lingkaran kekuasaannya. Demokrasi prosedural dikerdilkan menjadi formalitas, dan lembaga-lembaga negara yang semestinya menjadi penjaga akuntabilitas justru disusupi oleh loyalis. Penempatan pejabat berbasis kedekatan politik, bukan kompetensi, menjadikan birokrasi kehilangan ruh profesionalismenya. Apa gunanya bicara efisiensi jika yang terjadi justru pemborosan di tingkat elit? Pejabat rajin menyuruh rakyat hidup sederhana, tetapi mereka sendiri menikmati gaji ganda, fasilitas mewah, dan kekuasaan yang tumpang tindih. Retorika efisiensi hanya menjadi kebijakan sepihak yang membebani rakyat, bukan mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Kita bisa belajar dari negara seperti Selandia Baru atau Swedia, di mana standar etik pejabat publik sangat tinggi. Di Selandia Baru, seorang menteri bisa mengundurkan diri hanya karena memberi informasi internal kepada kolega bisnisnya—tanpa perlu ada kerugian negara, apalagi korupsi. Di Swedia, pejabat publik dilarang keras merangkap jabatan karena itu dianggap membuka celah penyalahgunaan wewenang. Bandingkan dengan Indonesia, di mana rangkap jabatan justru dianggap “biasa saja”, bahkan dibenarkan dengan berbagai alasan politis atau administratif. Dalam sistem demokrasi yang sehat, praktik semacam ini adalah bentuk penyimpangan. Di negeri ini, kita justru menyaksikan pelembagaan kepalsuan di berbagai level pemerintahan. Di mana janji ditebar hanya untuk kampanye, tapi realisasi dan tanggung jawabnya tak pernah ditagih secara serius.

Read More

Manfaat Sedekah Subuh, Untuk Dunia atau Akhirat?

Surabaya – 1miliarsantri.net : Di saat dunia masih sunyi, dan manusia baru terjaga dari lelap, ada amalan ringan yang membuka pintu langit, yaitu sedekah subuh. Tak hanya membawa ketenangan batin, sedekah di waktu fajar dipercaya menjadi waktu yang paling mustajab untuk mendapatkan keberkahan rezeki dan dikabulkannya doa. Di antara rutinitas dunia yang melelahkan, sedekah subuh menjadi jembatan penghubung antara harapan dan pertolongan Allah. Tapi pertanyaannya, apakah manfaatnya hanya untuk dunia semata, ataukah juga menjadi tabungan berharga di akhirat? Sedekah subuh merupakan amalan ringan tapi mempunyai dampak besar. Banyak orang mungkin belum tahu di balik waktu subuh yang masih sunyi, ternyata ada keberkahan luar biasa ketika kita ingin berbagi. Manfaat sedekah subuh tidak hanya untuk urusan dunia, tapi juga untuk bekal di akhirat. Siapa tahu, ini bisa menjadi kebiasaan baru kamu yang diam-diam membawa banyak kebaikan. Sedekah merupakan suatu ibadah yang istimewa, tapi ketika dilakukan waktu subuh, ada keutamaan tambahan yang tidak bisa diremehkan. Yuk, kita simak lebih dalam kenapa sedekah subuh begitu istimewa dan manfaat apa saja yang bisa dirasakan. Apa Saja Manfaat Sedekah Subuh? 1. Pintu Rezeki Terbuka Lebar Sejak di Pagi Hari Waktu subuh adalah saat yang sangat spesial. Di mana para malaikat turun dan mendoakan orang-orang beribadah. Ketika bersedekah di pagi hari, berarti memulai hari dengan membuka pintu kebaikan. Salah satu manfaat yang dirasakan adalah dimudahkan rezekinya. Banyak orang yang mengaku setelah rutin sedekah subuh, rezeki mereka menjadi terasa lebih lancar baik dari segi materi, kesehatan, maupun ketenangan batin. Kamu tidak perlu sedekah besar. Yang penting rutin dan dari hati. Meskipun seribu rupiah jika diniatkan dengan ikhlas maka akan menjadi ladang pahala. 2. Membersihkan Hati dan Menumbuhkan Rasa Syukur Sebelum matahari terbit, kamu sudah memulai hari dengan memberi. Hal itu bukan hanya keren, tapi juga membuat hati lebih ringan. Salah satu manfaat sedekah subuh yang sering disepelekan adalah pengaruhnya terhadap hati dan mental. Saat kamu berbagi, sebenarnya sedang mengalahkan rasa egois dalam diri sendiri. Rasa syukur akan tumbuh lebih besar karena sadar masih bisa memberi meski dalam keterbatasan. Dengan begitu energi positif akan kebawa sepanjang hari, dan kamu lebih tenang dalam menghadapi masalah. 3. Menghapus Dosa-Dosa Kecil Secara Konsisten

Read More

Tarif Dagang Adalah Daya Tawar Negara, Catatan Kritis Kesepakatan Indonesia Dan Amerika Serikat

Cimahi – 1miliarsantri.net: Kesepakatan perdagangan antara Amerika dan Indonesia yang diklaim oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui media sosial miliknya Truth Social, mengejutkan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri. Ada yang memuji diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, namun ada juga yang menyesalkan kesepakatan tersebut yang disinyalir merugikan posisi Indonesia. Berikut, 1miliarsantri.net menyajikan sebuah catatan kritis yang ditulis oleh HM Ali Moeslim dalam perspektfi Islam dengan judul : “Tarif Dagang Adalah Daya Tawar Negara.” Kesepakatan Perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat BENAR sebuah ungkapan “the beggars can’t be chooshers”, pengemis tidak bisa menjadi pemilih, berarti bahwa seseorang yang berada dalam posisi yang dibutuhkan atau meminta sesuatu dari orang lain tidak boleh pilih-pilih atau menuntut tentang apa yang mereka terima. Mereka harus berterima kasih atas apa pun yang ditawarkan kepada mereka. Baca juga : Presiden Prabowo Tegaskan Proyek Giant Sea Wall Akan Tetap dimulai Dengan Kekuatan Nasional Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (15/7) mengklaim telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Indonesia.Kesepakatan ia klaim tercapai setelah berbicara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Satu-satunya detail yang diungkapkan Trump tentang kesepakatan tersebut adalah AS hanya akan mengenakan tarif impor atas produk Indonesia sebesar 19%, turun dari 32% sebelumnya. Tarif 19% Tidak Gratis Dinikmati Indonesia Namun, tarif 19 persen itu tidak gratis untuk bisa dinikmati Indonesia. Ada beberapa syarat yang harus dipatuhi Indonesia bila ingin menikmati tarif itu; Di sini kita bisa menilai, betapa lemahnya “daya tawar” Indonesia di mata Amerika Serikat. Daya tawar sebuah negara itu tidak muncul begitu saja, namun lahir dari usaha keras terukur membangun stabilitas dan integritas dalam negeri. Rasulullah Memelihara Dan Menjaga Urusan Kaum Muslimin Bagaimana dulu Rasulullah SAW mendirikan dan membangun stabilitas dan integritas negara Islam Madinah? Kita tahu Beliau berkedudukan sebagai kepala negara, Qadli dan Panglima Militer. Beliau memelihara dan menjaga berbagai urusan kaum Muslim dan penduduk lainnya, menyelesaikan perselisihan-perselisihan di antara mereka. Jadi, sejak tiba di Madinah, Beliau mendirikan Daulah atau Negara Islam. Negara tersebut dijadikan pusat pembangunan masyarakat yang berdiri di atas pondasi yang kokoh yakni aqidah dan syariah, di antaranya dengan membuat Piagam Madinah. Madinah saat itu merupakan pusat persiapan kekuatan yang cukup untuk melindungi negara dan menyebarkan dakwah. Setelah seluruh persoalan stabil dan terkontrol, Beliau mulai menghilangkan rintangan-rintangan fisik yang menghadang di tengah jalan penyebaran Islam. Rasulullah SAW bersabda; إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ “Sesungguhnya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan kitab ini (Al Quran) dan menghinakan yang lain.” Kondisi dalam negeri Madinah menjadi stabil, terutama setelah guncangan hebat yang dirasakan oleh penduduk Madinah atas kekalahan kaum muslimin dalam perang Uhud. Stabilisasi dan integralisasi tercapai “hanya” dalam waktu 5 tahun.

Read More

Hikmah Musibah dalam Pandangan Islam

Surabaya – 1miliarsantri.net : Tidak ada satu pun manusia yang ingin ditimpa musibah. Namun, dalam takdir Allah, musibah bukan sekadar ujian, melainkan juga jalan untuk menyadarkan, menguatkan, bahkan mengangkat derajat hamba-Nya. Islam mengajarkan bahwa setiap kesulitan yang menimpa bukan tanpa makna. Di balik rasa sakit dan air mata, ada pelajaran berharga yang Allah sisipkan: tentang sabar, tawakal, dan kembalinya hati kepada Sang Pencipta. Musibah sejatinya bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan menuju kedewasaan spiritual. Pahitnya cobaan hidup pastinya akan dirasakan semua orang. Ada yang diuji dengan kehilangan, sakit, kegagalan, bahkan rasa kecewa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tapi di balik setiap musibah, sebenarnya tersimpan pelajaran besar. Dalam Islam, hikmah musibah bagian dari kasih sayang Allah kepada hambanya. Meskipun terasa berat di awal, namun bila direnungi lebih dalam, banyak makna luar biasa yang bisa dipetik. Musibah bukanlah tanda bahwa kita sedang dijauhkan dari rahmatnya. Justru lewat musibah itu Allah ingin mendekatkan kita padanya. Maka tidak heran, banyak orang yang justru berubah menjadi lebih kuat dan lebih sadar akan tujuan hidup setelah melewati badai kehidupan. Di sinilah letak indahnya hikmah musibah dalam pandangan Islam. Apa Hikmah di Balik Musibah? Ketika musibah datang, wajar hati ini terasa berat, pikiran kacau, dan perasaan seperti tidak tahu harus ke mana. Tapi coba kita tarik napas sejenak, dan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Musibah itu tidak datang begitu saja. Selalu ada maksud baik darinya, namun terkadang baru bisa kita pahami setelah semuanya berlalu. Ada beberapa hikmah di balik adanya musibah diantaranya: 1. Ujian yang Meningkatkan Derajat Dalam Islam, setiap musibah yang menimpa seorang Muslim bukanlah hukuman, tapi ujian. Bahkan Rasulullah SAW bersabda seseorang itu akan diuji sesuai dengan kadar keimanannya. Semakin tinggi iman, semakin besar pula ujian yang dihadapi. Ketika kita sedang tertimpa musibah atau kesulitan, dengan bersabar akan membawa kita kepada pahala yang besar dan akan meningkatkan kualitas iman kita. 2. Pembersih Dosa Setiap manusia pastinya pernah khilaf, baik disadari atau tidak. Dengan adanya musibah bisa menjadi sarana penghapus dosa. Dalam hadits dijelaskan tidaklah seorang Muslim tertimpa sakit, kesedihan, bahkan duri yang menusuk, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosanya. Jadi, hikmah musibah ini jarang disadari padahal ia membersihkan diri kita dari dosa-dosa masa lalu. 3. Membangun Kekuatan dan Ketangguhan Musibah melatih kita untuk menjadi pribadi yang tangguh. Mungkin kita akan menangis di awal, tapi seiring waktu berjalan, kita belajar untuk bangkit. Kita jadi lebih peka terhadap orang lain, lebih sabar, dan lebih bersyukur terhadap hal-hal kecil. Di sinilah letak indahnya hikmah musibah, ia membawa jiwa kita agar tidak mudah rapuh. 4. Menumbuhkan Kesadaran dan Introspeksi Diri

Read More

Etika Pergaulan dalam Islam: Panduan Bijak di Era Modern

Surabaya – 1miliarsantri.net : Di tengah gempuran budaya digital dan gaya hidup serba bebas, batas-batas dalam pergaulan kian kabur. Apa yang dulu dianggap tabu, kini mudah dianggap biasa. Dalam pusaran perubahan ini, Islam hadir membawa panduan abadi. Etika pergaulan yang tidak hanya menjaga kehormatan diri, tetapi juga membangun relasi yang sehat, bermartabat, dan penuh keberkahan. Di era modern serba terbuka, ajaran Islam tentang pergaulan justru semakin relevan, menjadi kompas moral yang menuntun kita tetap teguh di atas prinsip, tanpa kehilangan jati diri. Batasan interaksi sosial yang makin kabur di dunia digital, serta interaksi antar manusia terjadi tanpa sekat ruang dan waktu, mengingatkan kembali pentingnya etika pergaulan dalam Islam. Etika yang akan kita bahas disini bukan hanya soal batas-batas antara lawan jenis, tapi lebih luas lagi, yakni tentang bagaimana kita menjaga adab dalam berteman, berkomunikasi, bahkan dalam menyampaikan pendapat. Sebagai umat Muslim, kita memiliki pedoman yang jelas dan kaya akan nilai. Etika dibentuk bukan untuk menjadi pembatas melainkan untuk menjaga diri kita dan hubungan sosial yang kita bangun sehari-hari agar tetap terjalin dengan baik. Nah, pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana etika pergaulan dalam Islam bisa menjadi panduan bijak di era yang modern ini. Menjaga Adab, Fondasi Etika Pergaulan dalam Islam Jika kita bertanya “apa sih inti dari etika pergaulan dalam Islam?”, jawabannya sederhana yaitu, adab. Adab atau sopan santun adalah kunci utama dalam bergaul. Dalam hal ini Rasulullah SAW sendiri adalah contoh terbaik. Bahkan orang-orang yang dulunya menentang Islam bisa dibuat luluh hatinya karena akhlak beliau yang luar biasa. Islam mengajarkan bahwa setiap interaksi harus dilandasi niat baik, rasa hormat, dan tanggung jawab. Baik itu saat ngobrol langsung, chat di grup WhatsApp, atau komentar di media sosial, etika tetap harus dijaga. Misalnya, jangan gampang menyakiti perasaan orang lain lewat kata-kata kasar, jangan menyebarkan aib, dan jangan menuduh tanpa bukti. Dalam Islam, menjaga lisan dan sikap adalah bagian penting dari iman. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hal Ini tentunya bisa menjadi pedoman, apalagi di masa sekarang yang mana kita bisa berkomunikasi atau mengobrol apa saja melalui media sosial. Etika pergaulan dalam Islam membantu kita memilah mana yang pantas dan mana yang harus kita hindari. Selain itu, Islam sangat menghormati privasi dan kehormatan orang lain. Kita diajarkan untuk tidak mengghibah, menguping, tidak menyebar rahasia, apalagi mengadu domba. Semua itu jelas bisa merusak hubungan sosial, dan sangat bertentangan dengan nilai etika dalam Islam. Etika Pergaulan di Era Digital dan Dunia Nyata Seperti yang kita ketahui bahwa pada masa ini interaksi tidak hanya terjadi secara langsung, tapi juga lewat layar. Seperti melalui media sosial, YouTube, Facebook dan Instagram, yang mana kita bisa melakukan komunikasi, saling berinteraksi dan berkomentar, semua itu tentunya memerlukan adab. Nah, di sinilah tantangan terbesar kita saat ini, bagaimana tetap menjaga etika pergaulan dalam Islam meski komunikasi terjadi secara virtual. Islam tidak membatasi teknologi, tapi mengarahkan kita untuk menggunakannya dengan tanggung jawab. Misalnya, dalam pergaulan dengan lawan jenis, kita diajarkan untuk menjaga pandangan dan menjaga jarak, baik secara fisik maupun dalam komunikasi.

Read More

Pawai Obor Meriahkan Peringatan 1 Muharram 1447 H: Tradisi Bermakna dalam Menyambut Tahun Baru Islam

Surabaya – 1miliarsantri.net : Pada Jumat, 27 Juni 2025, umat Islam di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia, memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah. Momen ini bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriyah, tetapi juga peringatan atas peristiwa besar dan penuh makna dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW dari Kota Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Setelah 12 tahun berdakwah di Mekah, Rasulullah Muhammad SAW dan para pengikutnya menghadapi penindasan dari kaum Quraisy. Pada tahun ke-13 kenabian, sekelompok penduduk Yatsrib (kelak dikenal sebagai Madinah) menawarkan perlindungan melalui Bai’at al-Aqabah. Malam hari, Rasulullah bersama sahabatnya, Abu Bakar As-Shiddiq, meninggalkan Mekah secara diam-diam dan berlindung di Gua Tsur selama tiga hari untuk menghindari pengejaran.Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju Madinah melalui rute yang tidak biasa. Setibanya di Madinah pada 12 Rabiul Awal 1 H (27 September 622 M), mereka disambut dengan penuh sukacita. Rasulullah memilih tempat tinggal di rumah dua anak yatim, Sahl dan Suhail bin Amr, yang menjadi lokasi pembangunan Masjid Nabawi. Di Madinah, beliau juga menyusun Piagam Madinah, sebuah konstitusi yang mengatur kehidupan masyarakat multikultural dan menjamin hak-hak setiap individu, termasuk non-Muslim. Peristiwa hijrah ini bukan hanya peristiwa fisik perpindahan tempat, melainkan menjadi titik balik kebangkitan peradaban Islam yang menjunjung tinggi nilai keadilan, keimanan, dan persaudaraan. Hari tersebut menjadi waktu yang istimewa dan bersejarah bagi umat Islam, karena selain memperingati momentum hijrah, juga dijadikan ajang introspeksi dan pembaruan diri. Banyak kegiatan bermanfaat dilakukan umat Islam pada hari itu, mulai dari pengajian, dzikir bersama, tausiyah, hingga aksi sosial dan spiritual. Semua itu bermuara pada satu tujuan: menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, dan lebih beriman dalam menjalani kehidupan.  Salah satu tradisi khas masyarakat Islam Indonesia dalam menyambut Tahun Baru Islam adalah pawai obor. Tradisi pawai obor telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya keislaman yang hidup di berbagai daerah, dari desa hingga kota. Pawai obor biasanya digelar pada malam 1 Muharram, selepas salat Isya. Ratusan hingga ribuan masyarakat berkumpul di titik awal yang umumnya berada di sekitar masjid atau alun-alun kota, kemudian berjalan beriringan menyusuri jalan-jalan kampung atau kota sambil membawa obor menyala di tangan. Obor yang digunakan terbuat dari bahan sederhana—sebatang bambu sebagai pegangan, kain sebagai sumbu, dan minyak tanah sebagai bahan bakar. Saat dinyalakan, obor tersebut memancarkan cahaya kuning kemerahan yang menggugah suasana malam menjadi hangat, religius, dan penuh semangat. Obor-obor tersebut tidak hanya menjadi sumber penerangan, tetapi juga simbol harapan, semangat, dan petunjuk Ilahi yang menerangi perjalanan hidup umat manusia. Dalam arak-arakan pawai, peserta tak hanya berjalan membawa obor. Mereka juga melantunkan shalawat, zikir, doa-doa keselamatan, hingga menyanyikan lagu-lagu religi yang penuh semangat. Beberapa kelompok menghadirkan kesenian marawis, rebana, hingga drum band dari siswa madrasah dan sekolah-sekolah Islam. Alunan musik tradisional ini turut menghidupkan suasana dan menjadi sarana dakwah kultural yang efektif, terutama bagi generasi muda.

Read More

Penelitian Ungkap ’AI’ Dorong Kenaikan Gaji & Lapangan Kerja, Bukan PHK Massal

Jakarta – 1miliarsantri.net : Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ini tak selalu berarti ancaman untuk menggantikan pekerjaan manusia. Sebuah laporan terbaru dari PwC yang berjudul Global AI Jobs Barometer 2025 menepis kekhawatiran umum soal kecerdasan buatan (AI). Alih-alih menggantikan tenaga kerja manusia, teknologi ini justru mendorong peningkatan produktivitas, kenaikan gaji, dan penciptaan lebih banyak lapangan kerja di berbagai sektor. Meskipun terdapat kekhawatiran masyarakat terkait hadirnya AI dapat mengurangi nilai suatu pekerjaan bahkan menggantikannya, AI sejatinya membuat pekerja ’lebih bernilai’. Joe Atkinson, Kepala AI Global PwC mengatakan bahwa hal yang menyebabkan manusia bereaksi terkait isu ini adalah percepatan inovasi teknologi yang terjadi sangat cepat. ”Apa yang ditunjukkan oleh laporan tersebut, sebenarnya adalah keberadaan AI dapat menciptakan lapangan kerja baru. Kita tahu bahwa setiap kali terjadi revolusi industri itu lebih banyak pekerjaan yang tercipta daripada yang hilang. Tapi, tantangannya adalah keterampilan yang dibutuhkan pekerja untuk pekerjaan baru bisa sangat berbeda,” ujar Atkinson dikutip CNBC Make It. Dalam laporan tersebut, lapangan kerja dan gaji pekerja sama-sama naik di setiap pekerjaan yang mengadopsi AI dalam penerapannya seperti pekerjaan layanan pelanggan atau penggunaan perangkat lunak. Atkinson juga menerangkan bahwa tantangannya bukan tidak akan ada pekerjaan di masa depan, melainkan para pekerja harus siap beradaptasi dengan teknologi. AI sejatinya diproyeksi dan diciptakan sebagai jawaban untuk mendampingi serta meningkatan produktifitas pekerja, bukan untuk menggantikannya. Laporan tersebut menganalisis lebih dari 800 juta iklan pekerjaan dan ribuan laporan keuangan perusahaan di berbagai negara. Laporan itu juga menepis 6 mitos umum tentang dampak AI terhadap dinamika permasalahan kerja. Berikut ini adalah 6 mitos umum terkait kekhawatiran masyarakat dalam hadirnya AI dalam dunia kerja : Mitos : AI belum memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas pekerja. Laporan itu mengungkap bahwa sejak tahun 2022, pertumbuhan produktivitas disektor yang mengadopsi AI telah meningkat hampir empat kali lipat. Sementara itu, di sektor-sektor yang “paling tidak siap” terhadap AI itu mengalami sedikit penurunan. Menurut data PwC, industri yang terpapar AI seperti penerbitan perangkat lunak itu menunjukan pertumbuhan pendapatan per karyawan tiga kali lebih tinggi. Mitos : AI dapat berdampak terhadap penurunan gaji dan nilai suatu pekerjaan. Data tersebut menunjukan bahwa gaji pekerja dengan keterampilan AI rata-rata 56% lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja tanpa keterampilan AI dalam pekerjaan yang sama. Selain itu, upah meningkat dua kali lebih cepat di industri yang paling banyak terpapar AI dibandingkan dengan industri yang paling sedikit terpapar AI. Mitos : AI dapat menyebabkan menurunnya jumlah pekerjaan.

Read More

Makna Rukun Umroh : Mengasah Mental Pejuang  Tangguh, Siap Hadapi Ujian Kehidupan

Surabaya – 1miliarsantri.net : Sebagian masyarakat memandang umroh sekadar ibadah fisik, berpakaian ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul. Namun di balik setiap rukun yang dijalani, tersimpan pelajaran mendalam tentang ketundukan, kesabaran, dan perjuangan. Umroh sejatinya adalah latihan jiwa, di mana seorang Muslim ditempa untuk menjadi pribadi yang kuat, ikhlas, dan teguh dalam menghadapi ujian kehidupan. Setiap langkah di tanah suci bukan hanya ritual, tapi simbol perjalanan spiritual yang mengasah mental pejuang sejati. Mereka yang siap menghadapi dunia dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Mengasah jiwa untuk lapang dan tangguh menghadapi ujian apapun. Masih teringat dalam memori terkait percakapan teman tentang umroh. Dia menceletuk, “Mbak orang umroh itu lho 80% jalan-jalan lalu pamer. 20% paling ya ibadah. Sayang, uangnya.” Saat itu penulis memiliki impian untuk umroh di usia muda. Mendengar statement itu, sempat ragu menabung untuk umroh. Semua keraguan itu terjawab dari nasihat ustaz Sonny Abi Kim yang kebetulan muncul di fyp Tik Tok, “Umroh adalah saat yang paling indah untuk mengadu, menyampaikan segala keresahan, gelisah, sedih, cemas dan seringkali rasa yang membuat dada kita sempit. Maka semoga dengannya Allah karuniakan kepada kita dada yang lapang.” Dan alhamdulillah di awal tahun 2025 saat usia 30 tahun, Allah mengundang penulis dan keluarga untuk umroh. Selama perjalanan, MasyaAllah ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang memotivasi diri untuk lebih lapang menghadapi ujian. Ketika hidup terasa berat, jalan terlihat buntu, terbersit kata menyerah. Sejenak mengingat kembali pengalaman umroh, MasyaAllah rasanya ada energi masuk yang membuat diri ikhlas dan berani menghadapi apapun rintangan hidup. Lantas apa hubungan makna umroh dengan ujian hidup. Mari simak sampai akhir penjelasan detail dalam artikel ini!. Ihram: Pentingnya Tujuan Sejati Dalam Hidup Pertama kali miqat, hati terasa merinding seperti menjalani miniatur kematian. Tidak ada pakaian branded, ataupun semerbak parfum aroma mahal. Yang boleh dikenakan hanya sehelai kain putih tanpa jahitan dan wewangian.  Dari proses miqat mengingatkan kembali pentingnya memiliki tujuan sejati. Ketika seseorang memiliki tujuan besar, saat ditimpa badai ujian sekecil atau sebesar apapun tidak akan mudah menyerah dan terus bangkit. Dari pakaian Ihram saat miqat diingatkan kembali bahwa tujuan sejati manusia yaitu  “ “Innā lillāhi wa innā ilaihi rājiʿūn”“. Bahwa diri ini berasal dari Allah, hidup untuk Allah dan kembali kepada Allah. Jika kita menjadikan Allah tujuan dalam melangkah, kita tidak merasa cemas dalam memikirkan masa depan yang tidak pasti. Allah akan selalu melindungi kita yang termaktub dalam Al-Baqarah ayat 112, “Orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah serta berbuat ihsan, akan mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati.“ Tawaf: Butuh Konsisten Mencapai Tujuan Bagian rukun umroh yang membuat jantung berdebar adalah tawaf mengelilingi ka’bah ditengah jutaan umat manusia yang berdesak-desakan, kadang terasa sesak. Bagi introvert ini adalah tantangan tersendiri harus menghadapi keramaian. Anehnya penulis yang juga introvert, merasakan kedamaian mengelilingi ka’bah di tengah hiruk pikuk kerumunan lautan manusia. Dalam proses tawaf mencerminkan kehidupan itu sendiri. Dalam keseharian  kita harus terus berjalan, meski lelah. Kadang ada yang mendahului, kadang kita tertinggal. Tapi yang penting adalah tetap bergerak menuju tujuan. Dan terus berdoa agar tidak kehilangan harapan. Dalam proses mengelilingi ka’bah, sebagai manusia rasanya ditampar oleh realita. Selama hidup mungkin kita sering berjalan mengejar duniawi kesana kemari, lelah batin hingga akhirnya berniat untuk bunuh diri.

Read More