Tradisi Jabutan dalam Perayaan Maulid Nabi di Jawa Timur

Gresik – 1miliarsantri.net : Perayaan Maulid Nabi di malam 12 Rabiul Awal atau lebih dikenal dengan bulan Mulud (dalam bahasa jawa), menjadi waktu pengingat umat muslim akan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan Maulid Nabi Setiap tahunnya diperingati dalam acara muludan dengan membaca rowi dan sholawat nabi. Beberapa daerah di Jawa Timur memiliki tradisi unik dalam melaksanakan muludan yaitu jabutan. Tradisi peraayaan maulid nabi tersebut masih dilestarikan sampai saat ini, seperti di daerah Gresik, Surabaya, Malang, dll. Selama bulan Mulud dapat kita jumpai di musholla, masjid, sekolah ikut memeriahkan acara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semua umat muslim menyambut gembira dengan harapan mendapat syafa’at dari nabi kelak di akhirat. Selain menjadi bulan pengingat kelahiran nabi, perayaan maulid nabi di bulan ini menjadi waktu yang ditunggu anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua untuk melakukan tradisi jabutan. Prosesi Tradisi Jabutan dalam Perayaan Maulid Nabi Tradisi jabutan di Masjid Darul Muttaqin Tradisi jabutan yang dimiliki daerah Jawa Timur, masih ada sampai saat ini. Jabutan merupakan sesuatu yang diambil dengan cara menjabut. Tradisi jabutan berarti mengambil sesuatu yang diikat serta digantungkan di atas dan diambil saat tiba pembacaan Fahtazzal. Barang yang biasanya digantung adalah makanan ringan, uang, bunga, aksesoris, bumbu dapur, peralatan rumah tangga, dll. Setiap daerah memiliki barang yang dipajang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Tradisi secara turun temurun ini, turut meramaikan perayaan acara maulid nabi dan mengundang antusias masyarakat untuk hadir. Masyarakat yang hadir bebas memilih tempat duduk sesuai dengan incaran apa yang akan diambil dari barang yang digantung. Namun tidak boleh asal mengambil, masyarakat harus membaca rowi dan sholawat nabi dalam diba’ terlebih dahulu, secara berurutan. Untuk mengingat dan menyambut dengan suka cita akan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada saat pembacaan Fahtazzal baru diperbolehkan untuk menjabut barang-barang yang digantungkan dan dilanjut berdiri membaca sholawat Ya Nabi Salam Alaika. Begitu ramai dan gembira masyarakat untuk menjabut barang-barang tersebut dan diharapkan sesuatu yang diambil menjadi berkah maulid nabi. Baca juga : Rahasia Maulid Nabi yang Jarang Diketahui Prosesi Tradisi Perayaan Maulid Nabi

Read More

Education City: Kota Ilmu di Jantung Qatar dan Inspirasinya bagi Santri

Education City Qatar adalah kota ilmu modern yang berdiri di jantung Doha. Di tengah gurun Qatar yang luas, kawasan ini berbeda dari hiruk pikuk pusat kota. Proyek ambisius dari Qatar Foundation ini membentang lebih dari 12 kilometer persegi, dirancang bukan sekadar kompleks universitas, melainkan kota pendidikan lengkap dengan sekolah, kampus, laboratorium riset, perpustakaan, museum, ruang hijau, hingga fasilitas olahraga kelas dunia.

Read More
Patrick Kluivert

4 Kabar Bahagia Didapat Patrick Kluivert Jelang Lawan Saudi Arabia!

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menerima empat kabar positif sekaligus menjelang duel melawan Arab Saudi dan Irak pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, 9-12 Oktober 2025. Kabar menggembirakan tersebut datang dari para pemain andalan yang tengah bersinar di klub masing-masing. Emil Audero Masuk Best XI Liga Italia Kabar paling membanggakan hadir dari kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. Penampilan gemilangnya bersama Cremonese membuatnya terpilih ke dalam Best XI pekan ketiga Liga Italia 2025-2026. Audero melakukan sembilan penyelamatan krusial saat melawan Hellas Verona, sehingga sejajar dengan pemain top seperti Bremer, Hakan Calhanoglu, Luka Modric, dan Kenan Yildiz. Berdasarkan data FotMob, Audero kini menjadi penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak di Serie A hingga pekan ketiga, yakni 17 kali. Ia unggul atas David de Gea yang mengoleksi 13 saves bersama Fiorentina. Prestasi ini tentu memberi suntikan moral besar bagi Patrick Kluivert dalam menatap laga penting Timnas Indonesia. Baca juga: Daftar 30 Pemain yang Dipanggil Patrick Kluivert untuk Laga di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Jay Idzes Antar Sassuolo Raih Kemenangan Perdana Kabar baik juga datang dari Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia yang bermain untuk Sassuolo. Bek berusia 25 tahun itu tampil kokoh saat membantu timnya meraih kemenangan perdana musim ini dengan skor 1-0 atas Lazio. Idzes beberapa kali sukses meredam ancaman striker Lazio, Taty Castellanos. Bahkan, ia berhasil menggeser posisi kapten Sassuolo, Filippo Romagna, untuk menjadi pilihan utama Fabio Grosso. Duetnya dengan Tarik Muharemovic kini menjadi andalan lini pertahanan Neroverdi. Shayne Pattynama Bersinar di Liga Champions Asia Nama lain yang juga mencuri perhatian adalah Shayne Pattynama. Pemain keturunan Ambon itu tampil penuh saat Buriram United menang 2-1 atas Johor Darul Tazim di ajang AFC Champions League Elite 2025-2026. Dengan catatan pertahanan solid, Pattynama meraih rating 7,8 dari FotMob, hanya kalah dari Peter Zulj dan Suphanat Mueanta.

Read More
Gudang Garam

Gudang Garam Bangkrut! Sejarah Panjang Dari Kretek Rumahan hingga Konglomerasi Nasional!

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Siapa yang tidak pernah mendengar nama Gudang Garam? Perusahaan rokok legendaris asal Kediri ini bukan sekadar merek, melainkan simbol dari perjalanan bisnis keluarga yang sukses menjadi raksasa nasional. Dimulai dari usaha rumahan, kini Gudang Garam berdiri sejajar dengan perusahaan besar lain di Indonesia. Sejarah panjang, strategi bisnis, hingga kisah kejayaan dan tantangan yang dihadapi, membuat perjalanan Gudang Garam selalu menarik untuk diulas lebih dalam. Sejarah Berdirinya Gudang Garam Untuk memahami besarnya nama Gudang Garam saat ini, kamu perlu melihat kembali awal perjalanannya. Didirikan oleh Surya Wonowidjojo pada tahun 1956, perusahaan ini awalnya hanya memproduksi kretek kelobot secara sederhana. Produk rokok tersebut ternyata diterima dengan sangat baik di pasaran. Tidak lama kemudian, nama usahanya berganti menjadi Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam pada tahun 1958. Dari sinilah perjalanan panjang Gudang Garam sebagai perusahaan resmi dimulai. Sejak generasi pertama hingga kini diteruskan oleh generasi kedua, bisnis keluarga ini mampu bertahan menghadapi dinamika industri rokok di Indonesia. Baca juga: Tulis Ucapan Menyentuh! Presiden FIFA dan Erick Tohir Ternyata Sahabatan! Masa Kejayaan Gudang Garam Ketika bicara soal masa kejayaan Gudang Garam, dekade 1980-an hingga 2019 bisa disebut sebagai periode emasnya. Perusahaan ini bukan hanya memiliki pabrik raksasa dengan luas lebih dari 200 hektare, tetapi juga mencetak laba hingga triliunan rupiah setiap tahunnya. Produk legendaris seperti Surya bahkan menjadi ikon yang tetap populer sampai sekarang. Saat itu, saham Gudang Garam di pasar modal juga sempat menyentuh hampir Rp 90.000 per lembar. Dengan dividen tinggi dan keuntungan konsisten, perusahaan ini menjadi incaran investor di dalam maupun luar negeri. Diversifikasi Bisnis Gudang Garam Perjalanan Gudang Garam tidak berhenti di industri rokok saja. Di bawah kepemimpinan Susilo Wonowidjojo, perusahaan ini mulai merambah ke sektor infrastruktur. Melalui anak perusahaan PT Surya Kerta Agung, mereka mengelola jalan tol. Tidak hanya itu, Gudang Garam juga membangun Bandara Dhoho Kediri lewat PT Surya Dhoho Investama. Langkah ini menunjukkan bagaimana Gudang Garam berupaya menjaga keberlangsungan bisnis di tengah tantangan besar industri rokok.

Read More
Sumber: Rencanamu.id

Wajib Tahu Perguruan Tinggi Bukanlah Pabrik: Menjaga Amanah Pendidikan dan Akhlak Generasi Emas

1miliarsantri.net: Perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia kini tengah menghadapi kritik serius. Salah satu isu utama adalah kecenderungan kampus besar untuk merekrut mahasiswa baru dalam jumlah yang semakin banyak, seolah-olah perguruan tinggi adalah pabrik yang berorientasi pada kuantitas produksi. Padahal, esensi perguruan tinggi bukan sekadar mencetak lulusan massal, melainkan mendidik manusia paripurna yang berilmu, berakhlak, dan siap memimpin bangsa.

Read More

Kemenag Buka Bantuan Perpustakaan Masjid 2025, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Tegal – 1miliarsantri.net : Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga ruang belajar, diskusi, dan pusat literasi umat. Kabar baik datang dari Kementerian Agama (Kemenag) yang resmi meluncurkan program Bantuan Operasional Perpustakaan Masjid 2025. Program ini memberi kesempatan bagi pengurus masjid di seluruh Indonesia untuk mengajukan bantuan dana guna memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan. Pendaftaran sudah dibuka sejak 2 September hingga 30 September 2025. Menariknya, proses pengajuan dilakukan sepenuhnya secara daring melalui platform Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI). Jadi, tak perlu ribet bolak-balik kantor, semua bisa diurus dari laptop atau bahkan smartphone. Apa Saja yang Bisa Dibiayai Bantuan Ini? Bantuan operasional yang diberikan berupa dana tunai yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan perpustakaan masjid. Beberapa di antaranya meliputi: Dengan dukungan ini, perpustakaan masjid diharapkan bisa lebih modern, ramah pengunjung, dan relevan dengan kebutuhan generasi sekarang. Perpustakaan Masjid sebagai Pusat Pembelajaran Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menegaskan betapa pentingnya peran perpustakaan di masjid. “Perpustakaan masjid adalah jantung pembelajaran di lingkungan masjid. Dengan bantuan ini, kami ingin memperkuat fungsi masjid sebagai pusat informasi dan edukasi keagamaan yang dapat meningkatkan kualitas umat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/9/2025), dikutip dari laman resmi Kemenag. Pernyataan ini sejalan dengan upaya Kemenag menjadikan masjid lebih dari sekadar tempat ibadah. Masjid juga bisa menjadi ruang edukasi, literasi, bahkan pusat kegiatan sosial yang memperkuat kualitas masyarakat. Syarat Mengajukan Bantuan Tidak semua perpustakaan masjid otomatis bisa mendapat bantuan. Ada sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi, antara lain: Syarat-syarat ini dibuat agar dana benar-benar tepat sasaran dan digunakan secara maksimal. Dokumen yang Harus Disiapkan Selain memenuhi syarat umum, pengurus masjid juga diminta menyiapkan proposal lengkap dengan isi sebagai berikut:

Read More

Dakwah Ekologis dalam Kehidupan: Menyeru Manusia, Menyelamatkan Alam

Surabaya – 1miliarsantri.net : Dakwah ekologis dalam kehidupan bermaksud menjaga fitrah manusia dan alam sekitar tetap harmonis berdampingan. Manusia lahir, tumbuh, dan berkembang bersama dengan lingkungan sekitarnya. Namun, di era modern ini, dakwah ekologis perlu digencarkan kembali mengingat hubungan manusia dengan alam seringkali tidak lagi harmonis. Kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga perubahan iklim global menjadi bukti bahwa manusia kerap lalai menjaga bumi. Padahal, Islam menegaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi, yang tidak hanya mengatur kehidupan sosial, tetapi juga menjaga keseimbangan alam semesta. Dakwah ekologis yang menyeru manusia untuk menyelamatkan alam, perlu lebih sering disuarakan kepada masyarakat. Kehidupan di pondok pesantren bisa menjadi contoh nyata kedekatan manusia dengan alam. Saya sendiri tinggal di pondok yang terletak di tengah hamparan sawah hijau. Setiap pagi, Allah menghadirkan kicauan burung, semilir angin, dan keelokan gunung yang megah, seakan mengingatkan kita pada kebesaran-Nya. Kehidupan sederhana ini sesungguhnya adalah pelajaran bahwa manusia bisa hidup damai bersama alam, tanpa harus merusaknya. Landasan Teologis Dakwah Ekologis Al-Qur’an berulang kali menegaskan pentingnya menjaga bumi. Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf: 56: وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا  “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya…” Ayat ini menjadi dasar tegas bahwa segala bentuk kerusakan lingkungan adalah perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW pun memberi teladan yang sama. Beliau bersabda: “Jika kiamat telah tiba, sementara di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit tanaman, maka jika ia mampu menanamnya, hendaklah ia menanamnya.” (HR. Ahmad). Hadits ini menegaskan bahwa menjaga alam bukan sekadar aktivitas duniawi, tetapi juga amal shalih yang bernilai ibadah. Dengan demikian, dakwah ekologis adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar: mengajak manusia menjaga bumi, dan melarang mereka merusaknya. Baca juga : Spirit Muslim Merawat Lingkungan: Jihad Ekologis dalam Menjaga Alam Pesantren dan Dakwah Ekologis Pesantren sejak lama dikenal sebagai pusat pendidikan agama sekaligus tempat melatih kesederhanaan hidup. Namun, dalam konteks dakwah ekologis, pesantren memiliki potensi besar sebagai pelopor gaya hidup ramah lingkungan. Pondok Berdekatan dangan Alam Pedesaan Kehidupan nyantri di ma’had tahfidzul qur’an Darul Hijrah Salam di Pandaan, yang saya alami sehari-hari adalah contoh bagaimana santri bisa hidup dekat dengan alam. Udara segar, lingkungan hijau, dan sawah yang luas mengajarkan arti kesederhanaan. Santri terbiasa hemat air, tidak berlebihan dalam makanan, serta menjaga kebersihan lingkungan pondok. Hal-hal sederhana ini sejatinya adalah praktik dakwah ekologis yang harus terus dipertahankan. Salah satu contoh lebih nyata adalah Pesantren Tholabie Ilmi di Malang. Pondok ini mengajarkan para santri bertani, beternak, dan bahkan merawat tanaman hidroponik dengan bantuan teknologi internet. Dengan pendekatan modern dan enterpreneurhip, pesantren tidak hanya mendidik santri memahami ilmu agama, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan menjaga alam dan sekaligus mencetak alumninya menjadi wirausaha di masa depan. Pesantren ini bisa menjadi model eco-pesantren enterpreneur yang mengintegrasikan dakwah, ilmu pengetahuan, dan ekologi.

Read More
Erick Tohir

Tulis Ucapan Menyentuh! Presiden FIFA dan Erick Tohir Ternyata Sahabatan!

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan ucapan selamat kepada Erick Thohir yang baru saja dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia. Erick resmi menduduki jabatan tersebut setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Ia menggantikan Dito Ariotedjo yang sebelumnya menjabat posisi tersebut. Ucapan selamat Infantino disampaikan melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, pria asal Swiss itu menuliskan apresiasi atas perjalanan karier Erick yang sebelumnya dikenal sebagai Ketua Umum PSSI. “Ucapan selamat yang tulus kepada Erick Thohir atas penunjukannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia. Saya yakin beliau akan membawa visi dan kepemimpinan dalam peran baru ini,” tulis Gianni Infantino, Kamis (18/9/2025). Baca juga: Rekap Pertandingan BRI Super League: Banyak Kejutan Terjadi dan Persija Tergeser dari Puncak Klasemen Turun ke Posisi 2 Dukungan dari FIFA untuk Erick Thohir Infantino menilai Erick memiliki rekam jejak positif di dunia olahraga, khususnya sepak bola Indonesia. Selama menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Erick dinilai berhasil melakukan pembenahan di tubuh federasi, termasuk mendorong perbaikan tata kelola sepak bola nasional. “Sebagai Ketum PSSI, Erick telah melakukan pekerjaan luar biasa. Saya percaya kepemimpinannya akan semakin mendorong perkembangan olahraga di Indonesia,” lanjut Infantino. Ia juga menyebutkan harapan agar sepak bola semakin dekat dengan generasi muda di Tanah Air. Rangkap Jabatan dan Aturan FIFA Meski resmi menjadi Menpora, Erick Thohir masih menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023–2027. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai potensi rangkap jabatan. Menanggapi hal tersebut, Erick menegaskan akan mengikuti mekanisme FIFA. “Nanti ada proses di FIFA. Mereka yang akan menentukan status saya ke depan,” ujar Erick usai pelantikan.

Read More
Patrick Kluivert

Daftar 30 Pemain yang Dipanggil Patrick Kluivert untuk Laga di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Patrick Kluivert resmi memanggil 30 pemain untuk menghadapi Timnas Indonesia vs Arab Saudi dan Irak pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang akan berlangsung pada 9-12 Oktober 2025. Langkah ini diambil karena jadwal pertandingan sangat padat, hanya berjarak tiga hari antara laga pertama melawan Arab Saudi dan laga kedua menghadapi Irak. Meski regulasi hanya memperbolehkan 23 pemain masuk daftar susunan laga, Kluivert tetap membawa skuad lebih besar untuk mengantisipasi kemungkinan cedera maupun akumulasi kartu. Komposisi Pemain yang Konsisten dari September 2025 Patrick Kluivert diperkirakan tidak akan melakukan banyak perubahan. Komposisi yang ia gunakan pada FIFA Matchday September 2025 melawan Taiwan dan Lebanon kemungkinan besar tetap dipertahankan. Saat itu, Kluivert memanggil 27 pemain, kemudian menambah tiga nama baru yakni Miliano Jonathans, Mauro Zijlstra, dan Adrian Wibowo. Strategi mempertahankan skuad ini dinilai penting agar chemistry antarpemain tetap terjaga menjelang laga krusial di babak kualifikasi. Peluang Ole Romeny Tampil Salah satu perhatian utama tertuju pada kondisi Ole Romeny, penyerang Oxford United. Pemain berusia 25 tahun itu sedang dalam tahap pemulihan cedera, namun disebut sudah menghubungi Patrick Kluivert untuk menyatakan keinginannya membela Timnas Indonesia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan akhir menunggu hasil pemeriksaan tim medis. “Ole ada kirim pesan ke Patrick, dia ingin main. Cuma recovery-nya harus dijalani,” ujarnya. Jika benar pulih pertengahan bulan ini, Romeny berpotensi menggantikan Mauro Zijlstra dalam daftar panggil. Baca juga: Indonesia U-23 Menang 5 Gol Lawan Macau, Modal Berharga Kontra Korsel U-23 Di Laga Pamungkas Prediksi Daftar Pemain Berikut prediksi daftar 30 pemain Timnas Indonesia melawan Arab Saudi dan Irak di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia: Kiper: Emil Audero, Nadeo Argawinata, Ernando Ari Belakang: Mees Hilgers, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Sandy Walsh, Yance Sayuri, Rizky Ridho, Justin Hubner, Jay Idzes, Jordi Amat, Dean James, Shayne Pattynama, Eliano Reijnders

Read More

Cek! Ini Daftar 108 Santri Melaju ke Semifinal MQK Internasional 2025, Namamu Termasuk?

Tegal – 1miliarsantri.net : Dunia pesantren kembali diramaikan kabar menggembirakan. Panitia Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional 2025 akhirnya mengumumkan nama-nama peserta yang berhak maju ke babak semifinal. Dari sekitar 10 ribu pendaftar, hanya 108 santri terbaik yang berhasil bertahan. Pertanyaannya, apakah nama kamu termasuk di dalamnya? Persaingan menuju semifinal tidak main-main. Dari ribuan santri yang mendaftar, hanya 467 yang lolos untuk mengikuti babak penyisihan. Setelah melalui ujian yang ketat, jumlah itu kembali menyusut menjadi 108 orang saja. Bisa dibayangkan, betapa tegangnya menunggu hasil seleksi ini. Babak penyisihan MQK sendiri telah digelar secara daring pada 3–4 September 2025 lalu, yakni sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Para peserta diuji kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis teks-teks klasik dalam Kitab Kuning secara mendalam. Untuk menjaga objektivitas, panitia menunjuk 24 kiai sebagai dewan hakim, dibantu 8 panitera serta 8 tenaga IT. Semua bekerja sama memastikan jalannya lomba virtual berjalan tertib dan lancar. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno, menyebut hal ini sebagai bukti kesiapan pesantren menghadapi era digital. “Pesantren tidak hanya mampu bersaing dalam keilmuan, tetapi juga membuktikan kesiapan dalam transformasi digital,” katanya, Kamis (4/9/2025), dikutip dari laman resmi Kemenag. Menggelar lomba online dengan ribuan peserta tentu bukan tanpa hambatan. Beberapa daerah sempat terkendala jaringan dan listrik. Namun semua bisa diatasi dengan baik. Direktur Pesantren Ditjen Pendis, Basnang Said, menegaskan bahwa hal ini menunjukkan pesantren makin siap menghadapi tantangan zaman. “Kita patut bersyukur, meski sempat terkendala jaringan internet dan listrik di beberapa titik, semuanya dapat diatasi dengan baik. Ini menunjukkan bahwa sistem dan SDM pesantren sudah sangat siap,” tuturnya. Perjuangan para semifinalis berikutnya akan berlangsung di Pesantren As-’Adiyah Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1–7 Oktober 2025. Pemilihan lokasi ini bukan kebetulan. As-’Adiyah dikenal luas sebagai pusat keilmuan Islam di kawasan timur Indonesia. Pesantren ini memiliki sejarah panjang dalam melahirkan ulama dan cendekiawan Muslim. Tidak heran bila dijadikan tuan rumah babak puncak MQK Internasional. Baca juga: Gelombang Startup Indonesia: Fintech dan Agritech Memacu Revolusi Ekonomi Digital Delapan Cabang Lomba yang Dipertandingkan Santri putra maupun putri akan beradu kemampuan dalam delapan majelis lomba, yaitu:

Read More