KKHI Memberikan Arahan Jamaah Sakit Saat Wukuf

Makkah – 1miliarsantri.net : Penanggung Jawab Safari Wukuf di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Dokter Budiana Rismawan, mengatakan, salah satu layanan yang hanya ditemukan di KKHI Makkah yaitu safari wukuf pada prosesi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Safari wukuf ditujukan untuk jamaah haji sakit yang kondisinya tidak dapat melaksanakan wukuf secara mandiri. “Jamaah haji sakit tersebut nantinya akan diantar menggunakan alat transportasi darat ke area Arafah untuk melaksanakan wukuf. Namun tidak seluruh jamaah haji sakit dapat menjalankan safari wukuf. Jamaah haji sakit perlu memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut,” terang Dokter Budiana kepada media di Makkah, Sabtu (24/6/2023). Adapun kriteria Jamaah Haji sakit saat wukuf :Pertama, jamaah haji sakit dengan kesadaran yang baik dengan Hemodinamik (sirkulasi) stabil dan Mean Arterial Pressure (MAP) paling rendah 65 mmHg. Kedua, saturasi oksigen > 89 dengan nasal kanula 2-3 ltr/mnt. Ketiga, transportable yang berarti pada saat pemindahan tidak memperberat kondisi fisik, tidak berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatan jamaah haji sakit. Keempat, tidak mengidap penyakit menular atau tidak infeksius. Kelima, penyakit tidak dalam periode akut. Keenam, tidak dalam krisis hipertensi.

Read More

Khatt Shebib, Bangunan Tembok Raksasa Yang Masih Misterius

Jakarta – 1miliarsantri.net : Ada tembok membentang sepanjang 150 km di Yordania, namun tujuan dibangunnya tembok ini masih misterius. Tembok ini pertama kali ditemukan pada 1948 oleh diplomat Inggris, Sir Alec Kirkbride yang bertugas di negara Timur Tengah itu. Saat berada di atas pesawat, dia melihat tembok tersebut. Sampai saat ini, para sejarawan dan arkeolog masih bingung dengan tembok yang disebut Khatt Shebib itu, yang membentang dari utara-timur laut sampai selatan-barat daya sepanjang 106 km. Tembok ini dilengkapi dengan perluasan dinding paralel, dan ada dua rangkaian bentangan tambahan, sehingga total panjang tembok menjadi 150 km. Menurut para peneliti dari Universitas Western Australia dan Universitas Oxford, seperti dilansir laman Realm of History, tinggi tembok mencapai 1 meter dan lebar rata-rata hanya setengah meter. Ada juga susunan ‘menara’ melingkar dengan diameter mulai dari 2 hingga 4 m, dan struktur ini mungkin dibangun setelah tembok selesai dibangun.

Read More

Napak Tilas Penyebaran Islam di Tanah Borneo

Jakarta – 1miliarsantri.net : Jika seorang raja memeluk Islam, maka Islam-lah seluruh rakyatnya. Mungkin kaidah tersebut tak hanya terjadi di kerajaan-kerajaan Islam di tanah Jawa. Pentingnya kedudukan penguasa di tengah masyarakat Banjar juga membuat hal yang sama berlaku di tanah Borneo. Sejak berdiri, Kesultanan Banjar memang telah memiliki ikatan kuat dengan Kesultanan Demak di Jawa. Hal tersebut rupanya berdampak besar bagi pembentukan Kesultanan Banjar. Mengutip dari Hikayat Banjar, disebutkan bahwa sistem pemerintahan Kesultanan Banjar memiliki banyak kemiripan dengan yang diterapkan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Sistem tersebut terutama kondisi di mana istana merupakan miniatur kosmos dengan sultan sebagai pusat atau intinya. Dengan adanya filosofi tersebut, kedudukan sultan menjadi sangat penting bagi rakyatnya. Hal tersebut pun berdampak positif dalam penyebaran Islam yang dilakukan Kesultanan Banjar. Maka, makin luas kekuasaan kerajaan, makin luas pula agama Islam itu diterima. Dalam situs resmi Kesultanan Banjar disebutkan luasnya wilayah kekuasaan Banjar. Wilayah tersebut menggeser seluruh posisi kerajaan Hindu di Kalimantan Selatan. Wilayah inti kesultanan meliputi lima negeri besar, yakni Kuripan (Amuntai), Daha (Nagara-Margasari), Gagelang (Alabio), Pudak Sategal (Kalua) dan Pandan Arum (Tanjung). Mengutip Hikayat Banjar, sejak zaman pemerintahan kerajaan Hindu, wilayah yang termasuk mandala Kerajaan Banjar meliputi kawasan barat hingga negeri Sambas (Kerajaan Sambas kuno). Kemudian, kawasan ujung timur hingga negeri Karasikan (Kerajaan Tidung kuno). Seluruh kawasan tersebut lebih kurang sama dengan wilayah Borneo-Belanda. Dilihat dari wilayah kekuasaannya, maka tampak jelas meluasnya penyebaran Islam di Kalimantan. Belum lagi melihat suku Banjar yang merupakan kelompok masyarakat Melayu yang terbanyak di Kalimantan. Bahkan, dibanding para pendatang, suku Banjar telah menguasai wilayah Kalimantan lebih dahulu. Maka tugas sebagai juru dakwah pun dipegang oleh mereka. “Kesultanan Banjar mengalami masa kejayaan pada abad ke-17, yang pada masa itu belum banyak suku pendatang mendominasi seperti saat ini seperti suku Jawa, Bugis, Mandar, Arab dan Cina,” tulis web resmi Kesultanan Banjar. Sebagai penyebar Islam di Kalimantan, Kerajaan Banjar juga memiliki ulama ternama yang menjadi ujung tombak dakwah. Tak sedikit ulama yang lahir dari Banjar kemudian menjadi dai nusantara. Disebutkan Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia III: Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Islam di Indonesia, pada abad ke-18 tercatat ada seorang ulama besar di Kerajaan Banjar. Ulama tersebut yakni Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari (1710-1812). Dia lahir di Martapura. Sang ulama dikirim dan dibiayai pihak kesultanan untuk menempa ilmu agama ke Tanah Suci. Saat itu Kesultanan Banjar tengah dipimpin Sultan Tahlil Allah. Saat pulang dari Haramain, sang ulama pun ditugasi menyebarkan dakwah Islam di Banjarmasin.

Read More

MUI Keluarkan Fatwa Pelarangan Khatib Wanita

Jakarta – 1miliarsantri.net : Terkait pernyataan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang akan memperbolehkan wanita menjadi khatib Jumat, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru No.38/2023 tentang Hukum Wanita Menjadi Khatib dalam Rangkaian Shalat Jumat. Fatwa tersebut menegaskan, shalat Jumat yang khutbahnya dilakukan wanita di hadapan laki-laki hukum khutbah dan shalat Jumatnya tidak sah. Fatwa yang ditetapkan pada 13 Juni 2023 ini dikeluarkan MUI untuk menjawab keresahan masyarakat. Hal itu bermula dari pernyataan pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, dalam cuplikan video menyebut wanita boleh menjadi khatib saat shalat Jumat. “Karena itu, MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum wanita menjadi khatib dalam rangkaian shalat Jumat sebagai pedoman,” terang Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorum Niam Sholeh, melalui keterangan pers, Jumat (23/6/2023). Dalam fatwa tersebut disebutkan, shalat Jumat merupakan kewajiban muslim laki-laki dan mubah (boleh) dilakukan oleh muslimah. Di dalam shalat Jumat, ada salah satu rukun yang bernama khutbah. Sebagai rukun, maka khutbah memiliki kedudukan begitu penting dan tidak dapat ditinggalkan. “Khutbah merupakan bagian dari ibadah mahdlah yang harus mengikuti ketentuan syariat di antaranya harus dilakukan oleh laki-laki, khutbah Jumat yang dilakukan wanita di hadapan jamaah laki-laki hukum khutbahnya tidak sah,” ujar Kiai Niam.

Read More

Pesona Tan Eng Kian Yang Rela Belajar dan Masuk Islam

“Raden, bimbinglah saya untuk memeluk agama Islam, saya merasa cocok dengan Islam, seperti yang Raden Arya Damar dan Dewi Dilah lakukan.” tutur Dewi Kian di hadapan Arya Damar dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit. Itulah momen puncak dari proses pembelajaran agama Islam oleh Tan Eng Kian (Dewi Kian) sang selir cantik Raja Majapahit Prabu Brawijaya V di Palembang yang diarahkan langsung oleh Arya Damar menemui titik terang. Dewi Kian benar benar menyatakan keislamannya dengan tulus kepada Raden Arya Damar. “Alhamdulillah akhirnya Tuan Putri mendapatkan hidayah juga,” ujar Raden Arya Damar menyukuri karunia hidayah bagi Dewi Kian. Begitulah, akhirnya Dewi Kian secara tulus menyatakan syahadat di depan para ulama Kadipaten Palembang, terutama disaksikan langsung oleh Arya Damar. Dewi Kian berpindah agama dari Buddha ke agama Islam tanpa paksaan dari siapa pun. Dengan demikian, seiring dengan semakin dekatnya Dewi Kian akan melahirkan, ia semakin intens mendalami risalah ajaran Islam, terutama menelaah kandungan Al-Quran. Dewi Kian yang dikenal tidak hanya cantik tapi pintar ini pun hanya mempelajari beberapa bulan saja tentang Islam, namun dia sudah menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang sangat pesat. Bukan saja belajar membaca dengan ilmu tajwid, tetapi juga memperdalam kandungan isi Al-Quran dari para ulama Palembang, dan terutama Raden Arya Damar. Sang Dewi merenungkan dalam-dalam pernyataan Arya Damar bahwa janin yang dibacakan Al-Quran akan menjadi cerdas. Istri selir Prabu Brawijaya V yang baru tergolong mu’alaf itu menyadari terhadap kemurahan ajaran Islam, misalnya terkait dengan menjalankan ibadah salat. Dari khazanah yang ia pelajari, misalnya seseorang tidak bisa berdiri ketika salat, hendaknya ia duduk. Jika duduk pun tak mampu, maka ia boleh menunaikan ibadah sholat sambil berbaring. Jika berbaring pun tak kuasa, ia bisa menjalankan salat dengan mempergunakan isyarat mata. Nah, kalau isyarat mata pun tak bisa dikerjakan, maka ia akan disalatkan. Walaupun tengah hamil besar, namun hal itu tak sampai menghalangi semangat Dewi Kian untuk mendapatkan penjelasan mengenai esensi agama Islam. Suatu hari Dewi Kian bertanya kepada Arya Damar mengenai Nabi dan Rasul. “Apa itu Nabi dan Rasul?” tanya Dewi Kian. “Kalau Nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu dari Allah, tetapi untuk dirinya sendiri. Sementara Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dari Allah, selain untuk dirinya sendiri juga diperuntukkan umat manusia,” jelas Arya Damar. Dewi Kian pun mengangguk sembari memikirkan pertanyaan selanjutnya. Tapi sepertinya Arya Damar tahu apa yang sedang dipikirkan Dewi Kian seraya menerangkan tentang Siddharta Gautama (Buddha) dan Nabi Muhammad SAW. “Sidharta Gautama itu diperkirakan salah seorang Nabi di antara 124.000 orang (Nabi) di dunia, sedang Rasul berjumlah 314 orang dan hanya 25 orang Rasul saja yang disebutkan di dalam Al-Quran. Tapi dalam hal ini Nabi Muhammad bukan saja seorang Nabi, tetapi juga Rasul Allah yang terakhir. Artinya, setelah Nabi Muhammad, maka tidak ada lagi utusan Tuhan karena sudah disempurnakan dalam agama Islam!” terang Arya Damar.

Read More

Demonstrasi Di Depan Al Zaytun Rusuh, Pendemo Minta Bertemu Langsung Dengan Panji Gumilang

Indramayu – 1miliarsantri.net : Aksi demonstrasi yang dilakukan massa yang menamakan Forum Solidaritad Dharma Ayu didepan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (22/6/2023), sempat diwarnai sejumlah kericuhan. Aksi memanas saat massa pengunjuk rasa beberapa kali mendesak barisan polisi untuk bisa semakin mendekat ke gerbang Al Zaytun. Unjuk rasa itu dilakukan massa yang menamakan Forum Solidaritas Dharma Ayu. Pada Kamis siang, massa sempat berupaya mendekati pintu masuk sisi utara dan selatan Al Zaytun, namun diadang barisan polisi. Saling dorong pun terjadi, dari pihak Al Zaytun juga menyiagakan sejumlah anjing pelacak untuk menghalau para demonstran. Aksi unjuk rasa sempat kondusif, di mana perwakilan ormas atau LSM satu per satu menyampaikan orasinya. Sekitar pukul 14.45 WIB, aksi unjuk rasa kembali memanas. Bermula saat ratusan pengunjuk rasa kembali berusaha menerobos barisan polisi dan memaksa untuk melakukan aksi depan gerbang Al Zaytun. Salah seorang koordinator aksi, dengan menggunakan pengeras suara, sempat meminta massa terus maju. Padahal, polisi sudah berulang kali menenangkan mereka. Saling dorong kembali terjadi. Massa mendesak untuk bisa menemui langsung pimpinan Al Zaytun, Panji Gumilang. Situasi semakin memanas ketika ada oknum yang melempar batu dan mengenai aparat kepolisian. Polisi kemudian mengamankan dua orang yang diduga melakukan pelemparan batu. Massa aksi unjuk rasa terbagi di sisi utara dan selatan pintu masuk Ponpes Al-Zaytun. Di sisi utara, pengunjuk rasa yang mendesak masuk diadang personel kepolisian yang bertugas mengamankan demonstrasi. Saat itu terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dan polisi. Massa aksi di utara itu kemudian memutar jalan dan bergabung dengan pengunjuk rasa yang berada di sisi selatan. Ratusan peserta unjuk rasa yang dipimpin koordinator dari mobil komando itu juga diadang barisan polisi. Namun, mobil komando beserta para demonstran di belakangnya tetap memaksa maju untuk menerobos barisan polisi. Sejumlah polisi terpaksa mundur, bahkan terlihat ada yang terjatuh. Massa aksi yang mendesak masuk itu diadang barisan polisi di lapisan kedua. Saling dorong kembali terjadi.

Read More

Pemerintah Saudi Mengimbau Jamaah Agar Menggunakan Masker

Makkah – 1miliarsantri.net : Presidensi Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengimbau ke seluruh jamaah yang mengunjungi tempat-tempat suci di Tanah Suci untuk mengenakan masker medis. Seruan keselamatan publik ini muncul di tengah tingginya wisatawan dengan jumlah yang signifikan. Peningkatan jumlah peziarah tahun ini berkaitan dengan pelonggaran pembatasan perjalanan domestik dan internasional. Melalui pernyataan resmi yang dirilis di Twitter, Presiden Umum Umum mengatakan, “Imbauan tersebut bertujuan untuk memastikan keselamatan para peziarah dan orang lain.” Pernyataan tersebut menekankan “pentingnya komitmen untuk mengenakan masker medis dan mematuhi instruksi dari pegawai kepresidenan dan otoritas yang beroperasi di Masjidil Haram.” Akhir pekan ini, Kementerian Haji Saudi mengkonfirmasi lebih dari satu juta jamaah telah tiba di kerajaan. Jumlah ini menjadi yang terbesar selama tiga tahun ke belakang menyusul pelonggaran pembatasan yang awalnya diberlakukan karena pandemi COVID-19. “Sekitar 1.150.000 jamaah telah tiba di Arab Saudi untuk haji,” kata Mohammed Al Bijawi, Wakil Menteri Haji dan Umrah, seperti dikutip dari Gulf News, Rabu (21/6/2023). “Jumlah jamaah terus meningkat di tengah persiapan yang terus dilakukan,” imbuhnya.

Read More

Pemerintah Tetapkan Libur Idul Adha Menjadi 3 Hari

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan libur Idul Adha 2023 menjadi 3 hari, yaitu pada tanggal 28-30 Juni 2023. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Republik Indonesia Nomor 624 Tahun 2023, Nomor 2 Tahun 2023 dan Nomor 2 Tahun 2023. SKB 3 Menteri tersebut ditetapkan pada tanggal 16 Juni 2023 sebagai perubahan atas SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023 yang ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan SKB terbaru tersebut, libur Nasional dalam rangka Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 29 Juni 2023. Sementara itu, cuti bersama jatuh pada 28 dan 30 Juni 2023 yaitu pada Rabu dan Jumat. Keputusan bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Sebelum adanya penetapan tersebut, libur Idul Adha yang ditetapkan dalam SKB 3 Menteri hanya 1 hari, yaitu pada tanggal 29 Juni 2023. Perubahan atas penetapan hari libur tersebut dilakukan atas sejumlah pertimbangan, seperti meningkatkan mobilitas, masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Penetapan hari libur juga dalam rangka meningkatkan mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan pariwisata serta memberikan kesempatan kebersamaan anak dengan orang tua pada saat liburan sekolah pada Hari Raya Idul Adha Tahun 2023, maka perlu dilakukan perubahan terhadap cuti bersama tahun 2023.

Read More

UAH : Misteri Hari Kiamat Adalah Rahasia dan Milik Allah

Jakarta – 1miliarsantri.net : Hari kiamat merupakan peristiwa kehancuran menyeluruh pada bumi dan alam semesta berikut semua isinya. Pada hari kiamat nanti, tak ada satupun planet yang tersisa, termasuk bumi. Semua mahluk hidup akan mati, termasuk para malaikat. Namun, tidak ada satupun mahluk yang tahu kapan hari kiamat akan terjadi. Allah SWT telah mengatur waktunya sedetail mungkin, mencangkup detik, menit, jam, hingga harinya, sampai momentum. Dalam bahasa Arab disebut sa’ah. اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ “Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS Lukman: 34) Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, kata sa’ah yang disebutkan dalam ayat tersebut menunjukkan kesan waktu spesifik. Detail kapan terjadi hari kiamat hanya diketahui oleh Allah SWT. “Jadi yang pertama Allah ingin sampaikan bahwa hak prerogatif Allah yang tidak diturunkan kepada mahluk manapun pengetahuannya, yang pertama kali tentang kiamat karena itu kalau Anda mendengarkan kiamat terjadi tanggal sekian, bulan sekian, tahun sekian langsung dapat ditepis,” ulas UAH, Rabu (21/6/2023). Rasulullah SAW saja tidak tahu kapan terjadi hari kiamat. Padahal, beliau adalah manusia yang paling dicintai oleh Allah SWT. Demikian pula Malaikat Jibril yang sama sekali tidak tahu kapan terjadi hari kiamat. “Jibril saja tidak tahu, jadi kalau ada yang mengatakan ‘hati-hati kiamat terjadi tanggal sekian’. Jibril saja tidak tahu, apalagi kamu,” ujar UAH.

Read More

Mantan Pemimpin NII Beberkan Penyimpangan Al Zaytun

Bandung – 1miliarsantri.net : Mantan Pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) Jawa Barat, Entis Sutisna menjadi salah satu saksi hidup awal mula berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat. Meski tidak masuk dalam pengurusan Ponpes Al Zaytun, namun ia turut membantu pendirian Ponpes terbesar di Asia Tenggara tersebut. Entis juga menjadi salah satu orang yang berperan dalam mencari dana untuk membangun Ponpes Al Zaytun. Entis Sutisna mengaku, sudah aktif dalam pembangunan Ponpes yang dipimpin Panji Gumilang itu sejak tahun 1990 lalu. Kemudian tahun 2006, ia memutuskan untuk keluar karena adanya sejumlah penyimpangan yang menurutnya salah. Pada kesempatan itu, Entis Sutisna turut diundang menjadi salah satu narasumber dalam Diskusi Kebangsaan mewaspadai doktrin radikal melalui lembaga pendidikan di Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. “Saya aktif sampai tahun 2006 karena merasa adanya sejumlah penyimpangan yang tidak sesuai dengan syariat Islam,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Rabu (21/6/2023). Entis menambahkan, di balik kemegahan Ponpes Al Zaytun Indramayu, menurutnya berawal dari inisiatif anggota NII untuk membuat lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan ini dibuat dengan tujuan untuk pengkaderan di masa depan. “Setelah mendapat lahan yang luas, Ponpes Al Zaytun mulai dilakukan pembangunan pada tahun 1998. Selanjutnya pada tahun 1999 diresmikan dan mulai menerima santri baru,” imbuhnya.

Read More