Ketika Panglima Perang Mataram Membuat Peluru dari Timah Panas dengan Tangan Kosong di Palembang

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Raja Mataram Sultan Agung sedang berkunjung ke Banten didampingi Panembahan Puruboyo. Saat di Banten itu, Panglima Perang Mataram Panembahan Puruboyo mendapat informasi jika Raja Palembang hendak menyerbu Mataram. Kanjeng Adipati Gusti Pangeran Adipati Panembahan Puruboyo merupakan kakak beda ibu dari ayah Sultan Agung, Prabu Anyokrowati. Ia merupakan panglima perang Mataram yang sakti. Babad menceritakan, ia bisa membuat peluru menggunakan tangan kosong. Ini berbeda dengan cara orang Palembang yang membuat peluru dengan cara dicetak. Pasukan Palembang sudah berlatih siang malam, segala jenis senjata sedang dibuat. Meriam, bedil, peluru dari timah, baja, besi terus dibuat. Mendapat informasi itu, Panembahan Puruboyo lalu menyamar menjadi pekatik (juru tuntun kuda raja). Ia diam-diam pergi ke Palembang. Niat Raja Palembang menyerbu Mataram lantaran Raja Palembang telah mendengar kekuatan Sultan Agung yang sering menaklukkan daerah-daerah lain. Ia ingin menguji kekuatan Mataram. Setiba di Palembang, ia mendengar banyak cerita dari rakyat Palembang mengenai persiapan Palembang menyerbu Mataram. Ia pun diam-diam mencari tahu tempat-tempat yang perlu ia datangi. Salah satu yang harus ia datangi adalah tempat pandai besi membuat senjata. Ia begitu terkejut begitu melihat para pandai besi menyiapkan senjata yang dibutuhkan untuk perang. Kehadiran Panembahan Puruboyo pun tidak ada yang mencurigainya. Begitu banyak pandai besi yang bekerja membuat senjata yang diperlukan. Panembahan Puruboyo mendengar, para pandai besi itu selama bekerja selalu membicarakan rencana penyerbuan ke Mataram. Ia pun mendekati pandai besi yang sedang membuat meriam dan peluru. Ia pun memulai pembicaraan. “Ternyata peribahasa desa mawa cara, negara mawa tata itu benar adanya. Di sini orang membuat peluru dicetak. Di tempat saya orang membuat peluru tidak dicetak,” kata Panglima Perang Mataram itu. Yang diajak bicara tertawa mendengar pernyataan Panembahan Puruboyo. “Ki Sanak ini ada-ada saja, mana ada orang membuat peluru dicetak. Seberapa besar cetakan yang diperlukan untuk mencetak orang yang membuat peluru itu?” tanya pandai besi Palembang itu. “Maksud saya, bukan orangnya yang dicetak. Di tempat saya kalau membuat peluru tidak dicetak,” kata Panembahan Puruboyo mengoreksi kata-katanya. “ Di sini pun begitu, Kalau sudah jadi peluru yang tidka dicetak. Yang dicetak itu kan bakal peluru,” sahut pandai besi Palembang. Panembahan Puruboyo merasakan pernyataannya salah lagi. Ia pun segera mengoreksinya. “Betul Ki Sanak, memang berbeda. Di tempat saya membuat peluru itu dilakukan dengan cara timah yang masih mendidih dipelintir-pelintir pakai tangan sampai bulat. Bentuk memang kasar, tetapi lebih cepat pengerjaannya,” kata Panembahan Puruboyo. Para pandai besi Palembang yang mendengar tentu pada tertawa. Bagi mereka tidak mungkin membuat peluru dilakukan dengan cara itu. Mereka pun menanyakan daerah asal dan jati diri Panembahan Puruboyo. “Saya hanya orang desa di wilayah kekuasaan Mataram yang menjadi tetangga Palembang. Nama Saya Pak Jadhug,” jawab Panembahan Puruboyo. Pandai besi Palembang lalu menduga yang bisa membuat peluru dengan tangan kosong bisa jadi hanya para pembesar di Mataram, seperti para bupati dan para panglima. “Kalau seperti Pak Jadhug mana mungkin bisa melakukannya? Beda kalau disuruh membuat klepon, pasi bisa,” kata pandai besi Palembang. Panembahan Puruboyo pun membantahnya. Kata dia, tidak hanya pembesar yang bisa membuatnya. Rakyat biasa pun bisa membuat peluru dengan tangan kosong. Mereka pun meminta bukti, lalu meminta Panembahan Puruboyo menunjukkan kebisaannya membuat peluru. Panembahan Puruboyo pun segera mengambil timah mendidih dengan kedua tangannya, lalu ia adon sampai membentuk perlu bundar. Besarnya tidak berbeda dengan peluru yang mereka buat dengan cetakan. Dalam waktu sekejap, Panembahan Puruboyo telah membuat beberapa peluru, ketika pandai besi Palembang belum menyelesaikan satu peluru yang dicetak. Pandai besi lainnya pun berkerubung melihat keahlian Panembahan Puruboyo. Mereka meninggalkan pekerjaan mereka. Penanggung jawab di pembuatan senjata itu pun marah melihat hal itu. “Setan alas Mataram,” kata dia. Ia pun menuduh Panembahan Puruboyo sebagai mata-mata Mataram. Mendengar teguran itu, Panglima Perang Mataram itu pun berusaha menjauh, seperti orang sedang ketakutan. Ia menyandar pada meriam-meriam yang ada di situ. Meriam-meriam itu pun menjadi gepeng terkena tubuh Panembahan Puruboyo. Para pandai besi yang kemudian berganti gemetaran. Orang yang tadi menegur Panembahan Puruboyo segera meminta prajurit menangkap Panembahan Puruboyo. Begitu prajurit berbondong-bondong hendak menangkapnya, Panembahan Puruboyo lalu menjentik meriam-meriam dengan jarinya. Meriam-meriam terlempar ke arah orang-orang yang mengepungnya. “Hai, para prajurit Palembang, saya tidak bersalah. Jika kalian tunduk pada saya surga imbalannya. Jika tidak, tangkaplah meriam-meriam ini,” kata Panglima Perang Mataram itu sambil menjentik meriam. Para prajurit itu pun tak berdaya. Yang masih bisa melarikan diri segera melapor ke Patih yang kemudian melapor ke Raja Palembang. (mif) Baca juga :

Read More

Sejarah Perkembangan Kopi hingga Sempat Mengalami Pelarangan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Di Timur Tengah, tempat yang diyakini sebagai tumpah darah kopi, nama tanaman yang bijinya mendunia ini sama sekali tak pernah disebut dalam teks-teks sejarah kuno. Tidak ada bukti arkeologis bahwa kopi itu digunakan dalam bentuk apapun. Orang-orang Yunani, Romawi, Mesir, Arab, dan Persia tak pernah membuat catatan tentangnya. Bahkan Ibnu Battuta yang pernah pergi ke Yaman pada tahun 1330 juga sama sekali tak menyinggungnya. Padahal, pengelana Muslim ini terkenal detail dalam menggambarkan setiap aspek tempat-tempat yang dikunjunginya. Dia hanya memuji kebun buahnya, perkebunan kelapa sawit, perkebunan pisang, keanggunan dan keindahan para wanitanya serta pengabdian dan kontribusi mereka kepada keluarga mereka. Ibnu Battuta malah menyoroti keangkuhan warga ibu kota Ta’izz dan sama sekali tak menyebutkan kopi, baik tanaman, biji kopi, maupun minumannya. Kopi pertama kali menjadi sorotan di Makkah pada tahun 1511 ketika Khair Bey, gubernur kota itu, meminta sekelompok ulama untuk memutuskan apakah minum kopi adalah halal. Kelompok tersebut memutuskan kopi bukanlah minuman yang haram sesuai kaidah agama. Hal ini menyiratkan bahwa kopi sudah banyak digunakan di sana saat itu. Namun, kian sepinya masjid dan ramainya kedai kopi membuat sidang kembali digelar. Dua dokter ternama Persia yang tinggal di kota itu dipanggil. Mereka datang dengan pertimbangannya sendiri- seorang telah menulis tentang kekhawatiran ancaman kopi bagi dunia medis, lainnya menilai kopi itu “dingin dan kering” dan sangat tidak sehat. Hanya seorang mufti yang berbicara dalam pertemuan tersebut dan membela kopi. Tapi dia jelas-jelas minoritas yang tidak populer. Dia dihargai dengan celaan dan penghinaan dari orang-orang yang fanatik. Maka sebuah presentasi dibuat, ditandatangani oleh mayoritas dari mereka yang hadir, dan dikirim dengan segera oleh gubernur ke sultan di Kairo. Pada saat bersamaan, gubernur menerbitkan sebuah dekrit yang melarang penjualan kopi di depan umum. Putusan ini menyebabkan semua rumah kopi di Makkah ditutup, dan memerintahkan semua kopi yang ditemukan di sana, atau di gudang para pedagang, untuk dibakar. Minum kopi dilakukan secara kucing-kucingan. Namun umur pelarangan ini tak lama. Sultan Mesir lantas memutuskan kopi bukan minuman ilegal dan memerintahkan gubernur Makkah untuk mencabut dekrit itu. Nasib dua dokter yang antikopi sangat mengenaskan. Setelah dekrit dicabut, ia terusir dari Makkah. Riwayat keduanya berakhir di tiang gantungan setelah ketahuan berada di posisi yang berlawanan dengan penguasa Mesir yang baru dari Bani Usmaniyah, Selim I. Selim I, setelah menaklukkan Mesir, membawa kopi ke Konstantinopel pada tahun 1517. Minuman tersebut melanjutkan perjalanannya melalui Suriah, diterima di Damaskus (sekitar tahun 1530), dan di Aleppo (sekitar 1532), tanpa hambatan. Beberapa rumah kopi di Damaskus bahkan menjadi sangat populer pada masa itu. Popularitas kopi yang meningkat dan, mungkin, kesadaran bahwa penyebaran minuman yang terus berlanjut dapat mengurangi permintaan akan jasanya, menyebabkan seorang dokter di Kairo mengajukan pertanyaan (sekitar tahun 1523) kepada rekan-rekannya: Apa pendapat Anda tentang minuman keras yang disebut kopi yang diminum bersama-sama dan tanpa takaran? Apakah sebaiknya diizinkan atau dilarang? Ia menyampaikan kesimpulannya sendiri bahwa kopi itu haram. Pendapatnya didukung seorang ulama yang secara terbuka mengutuk kopi di depan jemaah masjid agung Mesir. Jamaah yang tak setuju, seperti ditulis dalam buku The Evolution of Coffee, berhamburan memenuhi kedai-kedai kopi. Opini publik terbelah, antara setuju kopi haram dan sebaliknya. Hal ini menyebabkan pemimpin pengadilan agama (qadi) mengadakan sidang dan memutuskan: kopi boleh dikonsumsi, asal tidak melenakan. Tindakannya ini “mempersatukan kembali pihak-pihak yang bertikai, dan membawa kopi lebih berharga dari sebelumnya.” Tak hanya di kalangan Muslim, pada awalnya kopi diperkenalkan di Eropa, juga mendapat perlawanan yang kuat dari Gereja Katolik. Apalagi, asal kopi adalah dari wilayah Muslim. Bahkan, saat itu muncul petisi yang meminta Paus Clemente VIII untuk menyatakan minuman hitam itu sebagai “minuman setan”. Paus, seperti ditulis BBC dalam sebuah ulasan mengenai kopi, memilih bersikap bijak. Ia bahkan kemudian dikabarkan menyukainya, dan menyatakan, “Minuman iblis ini begitu lezat … kita harus menipu iblis dengan membaptisnya.” Kopi dengan cepat menjadi populer di seantero Eropa. Kedai-kedai kopi berdiri di berbagai wilayah, dan permintaan akan kopi terus meningkat. Sementara di wilayah Muslim disibukkan dengan pelarangan kedai kopi dan kontroversi halal-haram minuman ini, kopi di Eropa dengan cepat menjadi komoditas berharga. Tanaman kopi banyak dicari di Eropa, sebelum akhirnya mereka menyadari, hanya iklim tropis lah yang cocok untuk kopi. Kerajaan besar Eropa seperti Belanda dan Prancis mencoba menanam kopi di wilayah jajahan mereka. Sukses. Dominasi negara-negara Islam atas perdagangan kopi melemah. Pada saat yang sama, Eropa menguasai perdagangan ’emas’ hijau ini. Kini, Eropa masih menjadi konsumen kopi terbesar dunia, hampir sepertiganya dari konsumsi di seluruh dunia. Kopi menjadi komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia, setelah minyak. Kopi ditanam di lebih dari 60 negara- meski hanya negara-negara di Sabuk Khatulistiwa yang menghasilkan kopi berkualitas- dan memungkinkan 25 juta keluarga di seluruh dunia untuk mencari nafkah darinya. Tidak menjadi bahan makanan pokok, namun kopi masih menjadi komoditas bisnis yang besar. SEJARAH PERSEBARAN KOPI DI DUNIA (yan) Baca juga :

Read More

Terhitung 36 Tahun Perlawanan Rakyat Palestina Kepada zionis, dari Batu hingga Taufan Al-Aqsa

Gaza — 1miliarsantri.net : Pada 8 Desember lalu menandai peringatan intifada pertama (intifada batu) yang diperjuangkan rakyat Palestina atas penolakan terhadap penjajahan pada 1987. Rakyat Palestina harus membayar mahal perlawanan tersebut. Namun, mereka tidak berhenti untuk melakukan perlawanan demi perlawanan. Rakyat Palestina memulai perlawanan engan batu lalu beralih ke perjuangan bersenjata. Kemudian, kemampuan militer mulai berkembang menjadi rudal, yang berujung pada Pertempuran Thufanul Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023. Di sisi lain, teroris Israel kian bringas dengan melakukan pembunuhan, penganiyaan, penangkapan, penghancuran rumah, hingga genosida di Jalur Gaza. Percikan perlawanan terjadi di Gaza, ketika sebuah truk militer Israel menabrak kendaraan yang membawa para pekerja Palestina yang kembali ke Jalur Gaza dari tempat kerja mereka di Israel. Peristiwa itu membuat empat warga Palestina syahid dan tujuh luka-luka. Intifada pertama meletus dan bergerak ke Tepi Barat. Intifada pertama kala itu, rakyat Palestina masih mengandalkan batu, meski sudah ada pula yang menggunakan senjata rakitan. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Nasional Palestina, 1.550 warga Palestina menjadi syahid selama intifada, yang apinya mereda dengan dimulainya proses politik dan penandatanganan Perjanjian Oslo pada September 1993. Sekitar 100.000 orang ditangkap, dan hampir 70.000 orang terluka. Data organisasi hak asasi manusia Israel B’Tselem menunjukkan, 741 rumah warga Palestina dibongkar dan ditutup sebagai hukuman terhadap aktivis Intifada, selain sekitar 1.800 rumah yang dibongkar dengan dalih membangun tanpa izin. B’Tselem menunjukkan, puluhan ribu warga Palestina disiksa selama penangkapan, dan 383 warga radikal Israel dan tentara Israel tewas. Dalam Pertempuran Thuufanul Al-Aqsa, tentara teroris Israel membunuh lebih dari 16.200 warga Palestina, melukai puluhan ribu orang, dan menghancurkan sekitar 280.000 unit rumah di Jalur Gaza. Perlawanan Palestina tidak berhenti di Intifada Batu. Namun, setelah itu mereka bangkit memperjuangkan pembebasan Masjid Al-Aqsa dari yahudisasi pada 1996. Mereka mereka bangkit mendukung Masjid Al-Aqsa pada 2000. Sementara Tepi Barat menjadi saksi serangkaian aksi perlawanan, Gaza berperang berturut-turut. Namun perlawanan Palestina belum membawa ke pembentukan sebuah negara. Jika PLO menganggap Otoritas Palestina sebagai inti, mengapa Palestina terus mengulangi pengalaman yang sama? Mahmoud Fatafta, seorang peneliti di bidang media dan politik, berkata, “Iman dan kebebasan adalah hal paling berharga yang dimiliki seseorang, dan siapa pun yang mempertahankan keyakinannya akan berusaha mencapai kebebasannya.” “Rakyat Palestina telah berupaya mencapai kebebasan mereka, bahkan jika mereka menghadapi kesulitan dan penderitaan, selama lebih dari satu abad, khususnya dengan dimulainya mandat Inggris terhadap penjajahan Israel,” lanjutnya. Dia melanjutkan Israel selalu menghancurkan tempat itu, membunuh orang Palestina, atau mengusirnya ke diaspora. Namun, mereka tidak menyerah, dan meskipun dalam kondisi yang keras, mereka bangkit dan menyulut perlawanan di setiap kesempatan ketika merasakan bahaya meningkat. Fatafta menilai, wajar bagi setiap orang untuk membela kemanusiaan dan harkat dan martabatnya. Semangat itu makin diperkuat saat umat Islam di Palestina menyaksikan teroris Israel dan warga Israel hampir setiap hari menodai Masjid Al-Aqsa. Hal itu membuat rakyat Palestina kebal dan terus melakukan perlawanan. Fatafta membandingkan dua perlawanan populer pada 1987 dan 2023 serta tanggapan Israel pada periode yang sama. Dia mengatakan, perlawanan rakyat Palestina selalu diikuti peningkatan agresi, diversifikasi dalam penggunaan alat-alat pembunuh dan penghancur, dan perluasan upaya-upaya untuk melakukan agresi. “Ada pergeseran respons Israel dari pembunuhan individu dan penghancuran sebagian, dalam serangan sebelumnya, menjadi perang genosida, sebagai respons terhadap pertempuran Thufanul Al-Aqsa,” katanya. Hal itu disebabkan Israel melihat ada ancaman nyata terhadap perlawanan rakyat Palestina. Perlawanan Palestina jauh lebih besar dibandingkan intifada sebelumnya. Namun, kata dia, perlawanan Palestina membuahkan hasil. Misalnya pencapain militer faksi pejuang Palestina saat ini yang bisa menggempur militer Israel di Jalur Gaza. Demikian juga kesepakatan pertukaran tahanan yang merupakan satu kemenangan bagi rakyat Palestina. (zul) Baca juga :

Read More

Ketua DPD RI Pertemukan Konjen Jeddah dan Kantor Urusan Haji, Bahas Perbaikan Haji 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melihat langsung dan mendapat komitmen peningkatan pelayanan haji 2024 dari para pihak yang terkait dengan penyelenggaraan haji. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Jeddah-Arofah-Mina-Makkah-Madinah, Ketua DPD RI juga mempertemukan Jajaran KJRI Jeddah dengan Kantor Urusan Haji di Jeddah. Pertemuan yang digelar Kamis (07/12/2023) waktu setempat itu dihadiri oleh Konjen RI Jeddah Yusran Bahauddin Ambary, Staf Teknis Urusan Haji-1 Nasrullah Jassam, Staf Teknis Urusan Haji-2 Muhammad Luthfi Makki, dan Koordinator Protokol/Pelaksana Fungsi Pensosbud-2 M. Ilham Effendy. Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD RI didampingi Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin Alamsyah dan Ichsanuddin Noorsy, serta sejumlah staf kesekjenan DPD RI. Sebelumnya, Ketua DPD RI telah meninjau langsung aktivitas peningkatan layanan di Arafah dan Mina. LaNyalla mengaku sengaja melakukan kunjungan ke lokasi secara non protokoler, karena untuk melihat secara langsung dan mendadak, peningkatan kualitas yang dijanjikan Kementerian Haji Saudi LaNyalla menyampaikan empat klaster keluhan yang masuk ke DPD RI, yakni, keterlambatan bus jemputan Jamaah di Muzdalifah, konsumsi sebelum ke Arafah dan setelah dari Mina yang tidak tersedia, over kapasitas pemondokan Jamaah, terutama di tenda Mina, lalu toilet di Arafah yang kurang, dan fasilitas untuk jamaah lanjut usia yang kurang. “Selain itu, saya juga ingin mendengar langsung kesiapan Indonesia terhadap perubahan regulasi Kerajaan Saudi, terkait penghapusan zonasi tenda di Mina, melalui metode siapa cepat dia dapat (first come first). Apakah Indonesia sudah memilih plot lokasi, dan akan mengajukan bidding lokasi tersebut. Seberapa kesiapan kita?,” tanya LaNyalla. Ketua DPD RI juga menyinggung perlunya koordinasi yang lebih intens antara Kantor Urusan Haji Kemenag RI dengan Konjen RI Jeddah. Mengingat beberapa tenaga kerja pendamping jamaah haji diambil dari para pekerja Migran yang sudah menetap di Arab Saudi, baik mahasiswa maupun non-mahasiswa. “Saya kira perlu keterlibatan Fungsi Bidang Tenaga Kerja di KJRI Jeddah, paling tidak untuk memberikan justifikasi data latar belakang para pekerja migran yang ada di Saudi. Sehingga Kantor Urusan Haji tidak salah pilih orang yang punya latar belakang permasalahan atau sedang bermasalah di Saudi,” tandasnya. Karena seperti diketahui, Kemenag membutuhkan sekitar 800 pekerja migran, terutama yang sudah bermukim di Saudi, sebagai tenaga pendukung Haji 2024. Sementara tidak semua mukimin di Saudi tinggal sesuai prosedur. Menurut La Nyala, masih ditemukan puluhan orang yang tinggal di Saudi karena tidak pulang setelah umroh dan banyak di antaranya yang bermasalah dengan pemberi kerja sebelumnya, sehingga mereka kehilangan paspor, karena ditahan majikan pemberi kerja. Atas hal itu, Konjen RI Jeddah Yusran B Ambary mengaku berterima kasih atas perhatian Ketua DPD RI. Pihaknya juga memaparkan bahwa program pasporisasi terhadap warga Indonesia di Saudi terus dilakukan. Bahkan di tahun ini dipermudah, tanpa harus melibatkan tim khusus dari kementerian dan lembaga di Jakarta untuk datang ke Saudi. Tetapi langsung ditangani KJRI. Sementara perwakilan Kantor Urusan Haji Nasrullah Jassam menyatakan Kemenag RI telah melakukan evaluasi, telaah dan pengambilan langkah atas permasalahan Haji 2023. “Terkait penjemputan di Muzdalifah yang terlambat, memang tidak hanya menimpa jamaah Indonesia, tetapi semua jamaah haji. Sehingga kami sudah menyampaikan nota protes terhadap Kementerian Haji Saudi,” tuturnya. Sementara persoalan konsumsi di Mina pada Haji tahun 2023, diakibatkan suplai air bersih yang terhambat. Sehingga menimbulkan persoalan di dapur umum Mina. Sedangkan untuk kekurangan jumlah toilet, khususnya di Arafah, Kemenag sudah mendapat komitmen dari Kementerian Haji Saudi untuk penambahan jumlah. Dari sebelumnya dengan rasio 1/150 menjadi 1/50. “Menyangkut over kapasitas jamaah di tenda Mina memang agak susah solusinya, karena memang rasionya di angka 0,9 meter persegi per jamaah. Padahal idealnya 1 sampai 1,5 meter persegi per jamaah. Kalau di Arafah kita mendapat rasio 1,2 meter persegi per jamaah,” tukasnya. Sedangkan suplay listrik yang sebelumnya dari generator, untuk tahun 2024 nanti dipastikan langsung dari pembangkit listrik Saudi. Sehingga arus yang masuk lebih stabil, diharapkan penerangan dan AC akan lebih stabil dan dingin. Terkait regulasi baru dari Kementerian Haji Saudi tentang pemilihan lokasi tenda di Mina dan Arafah, diungkap Nasrullah bahwa Indonesia masih mempertimbangkan dengan cermat. Mengingat lokasi yang lebih mendekat ke Jamarat, mobilisasi jamaah diatur melalui kereta api. “Akan lebih sulit mobilitas melalui kereta api, mengingat jamaah haji Indonesia jumlahnya mencapai 241 ribu di tahun 2024 nanti,” imbuhnya. Nasrullah meyakinkan Ketua DPD RI, bahwa pelaksanaan Haji 2024 akan lebih baik. Karena semua kebijakan yang diambil pemerintah melalui Kemenag RI mendasarkan kepada aturan yang diperketat dan pagu anggaran yang lebih tinggi, serta persyaratan-persyaratan yang wajib dipenuhi. Termasuk jarak pemondokan jamaah di Makkah yang paling jauh hanya boleh di kisaran 4 kilometer. “Selain penyediaan shuttle bus khusus Indonesia, kami juga memastikan tidak ada lagi lokasi pemondokan yang jauh, atau jalanan yang sulit diakses. Kalau jaman dulu ada lokasi di Bakhutmah, yang jalannya naik turun dan berbukit, atau Kuday yang terlalu jauh, sekarang sudah dihapus dari peta ploting lokasi pemondokan Jamaah Haji Indonesia,” ungkapnya. Kemenag RI telah menentukan lokasi, masing-masing di Jarwal, Mahbas Jin, Raudha dan yang terdekat di Misfalah, sekitar 800 meter dari Masjidil Haram. Sedangkan yang terjauh di Syisyah, sekitar 4,3 kilometer dari Masjidil Haram. “Semua pemondokan itu minimal setara dengan hotel Bintang 3, atau 4,” tambah Nasrullah. Terkait penambahan Kuota 20 ribu Jamaah dari Kerajaan Saudi, pihak Kemenag melalui Kantor Urusan Haji mengaku siap. Karena pemberian Kuota tambahan tersebut tidak mendadak seperti yang terjadi di musim Haji tahun 2023. “Terakhir yang dapat kami sampaikan, terhadap Jamaah Haji Lansia, kami di Indonesia mengubah kebijakan melalui pemeriksaan Kesehatan terlebih dahulu, baru pelunasan. Kalau sebelumnya, setelah lunas baru pemeriksaan Kesehatan, sekarang kita balik. Sehingga calon jamaah yang diketahui memiliki penyakit komorbid yang berat, akan terdeteksi di awal, sebelum melunasi biaya haji,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Masjid Otsman bin Qashqar yang dibangun tahun 1220 Masehi Dihancurkan Tentara Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara zionis Israel kembali menghancurkan Masjid Otsman bin Qashqar yang berada di kota tua Kota Gaza yang dibom oleh teroris Israel pada Kamis (07/12/2023). Masjid tersebut merupakan masjid bersejarah yang dibangun pada 620 Hijriyah (1220 Masehi). “Arkeologi kuno Masjid Otsman bin Qashqar di kota tua Kota Gaza hari ini dibom oleh pesawat tempur Israel, yang juga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada rumah-rumah di sekitarnya,” terang kantor berita Palestina, WAFA, dalam laporannya. Masjid Otsman bin Qashqar terletak di lingkungan al-Zaytoun, sebelah timur Kota Gaza. “Masjid ini dibangun pada tahun 620 Hijriyah (1220 M). Meskipun luasnya kecil, tapi merupakan salah satu masjid dan situs arkeologi tertua di Jalur Gaza,” lanjutnya. Masjid Ostman bin Qashdar berdiri di dekat Masjid Agung Al Omari yang sudah terlebih dulu hancur akibat agresi Israel. Sejak memulai agresinya ke Gaza pada 7 Oktober 2023, pesawat-pesawat tempur Israel telah menghancurkan puluhan situs arkeologi dan bangunan-bangunan bersejarah di wilayah tersebut. Tindakan Israel dipandang sebagai upaya terang-terangan dan disengaja untuk menargetkan warisan budaya Palestina. Menurut Kementerian Kebudayaan Palestina, sejauh ini pesawat tempur Israel sudah mengebom delapan museum, termasuk Museum Rafah, Museum Al Qarara, dan Museum Khan Younis. Israel pun menghancurkan sebagian besar Kota Tua Kota Gaza, termasuk puluhan bangunan bersejarah. Sembilan penerbit dan perpustakaan di Gaza juga telah hancur dibombardir Israel. Sedikitnya 21 pusat kebudayaan di sana pun mengalami kerusakan total atau sebagian. (zul) Baca juga :

Read More

Sejarah Nama Jagakarsa dan Perkembangan nya Hingga Saat ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Disalah satu wilayah Jakarta terdapat sebuah tempat yang bernama Jagakarsa dan menjadi buah bibir setelah terbongkarnya penemuan empat jenazah yang diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri PD (41 tahun). Keempat jasad tersebut adalah V (6 tahun), S (4 tahun), A (3 tahun), dan A (1 tahun) yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Jagakarsa. Jagakarsa yang kini mencakut enam kelurahan, yakni Kelurahan Serengseng Sawah, Jagakarsa, Lenteng Agung, Cipedak, Tanjung Barat, dan Ciganjur, ternyata punya sejarah panjang. Nama Jagakarsa berasal dari nama seorang pangeran dari Kesultanan Mataram Yogyakarta. Seperti dirawikan Zaenuddin HM dalam buku karyanya berjudul “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012, nama Jagakarsa berasal dari nama seorang panglima perang Kerajaan Mataram Yogyakarta yakni Raden Bagus Jagakarsa Surobinangun. Saat itu Raden Jagakarsa ikut berperang saat Kerajaan Mataram menyerang Belanda di Kota Batavia pada tahun 1628. Saat itu, Raden Jagakarsa menolak pulang karena gagal menaklukkan benteng Batavia. Dia menolak pulang ke Kerajaan Mataram karena takut kena hukuman penggal kepala. Ia pun memilih menetap di Batavia dan menikah dengan Putri Pajajaran yang saat itu tinggal di wilayah yang sekarang bernama Ragunan. Dari pernikahan tersebut lahir 2 anak yaitu Raden Mas Mohammad Kahfi dan Raden Mas Aria Kemang Yudhanegara. Rupanya Raden Jagakarsa mempunyai silsilah atau keturunan yang tinggal dan menetap di daerah tersebut. Pada masa lampau namanya begitu kesohor, sehingga orang-orang menyebut kawasan itu daerah Jagakarsa dan hingga kini diabadikan menjadi nama tempat tesebut. Jagakarsa dahulu adalah hutan belantara. Selepas penyerbuan tentara Kerajaan Mataram ke benteng VOC pada 1628 dan 1629, hutan-hutan di pinggiran Batavia dibabat. Pada 1628 saat pembukaan lumbung padi dari Karawang sampai wilayah selatan Batavia untuk mengepung VOC di Pasar Ikan, Jagakarsa termasuk wilayah yang dibuka. Awalnya, wilayah tersebut dijadikan sebagai tangsi dari pasukan Raden Prembun (De Haan, 1973) kemudian saat penyerbuan dan Mataram mengalami kegagalan, Jagakarsa dijadikan tempat pelarian pasukan Mataram. Pasukan VOC hanya mengejar pasukan Mataram hingga wilayah Jatinegara. Sisa-sisa pasukan di Jagakarsa dikenal sebagai istilah: Kaum Ganjuran, dari sinilah kemudian berkembang kata Ciganjur, Ganjuran adalah nama sejenis pohon Jati yang ada di sekitaran wilayah Jagakarsa. Kaum Ganjuran sendiri kemudian mengenal pemimpinnya bernama Surodipo yang dipanggil Kyai Raden Suro. Pada saat penyerbuan ke Batavia tahap dua tahun 1629, Surodipo dibawa ke Mataram dan langsung menerima titah dari Sultan Agung Hanyokrokusumo untuk memimpin 15 panatus (pasukan yang terdiri 100 orang) menyerbu wilayah Batavia. Pasukan Surodipo sendiri diambil dari wilayah Karawang, Pamanukan dan Indramayu, dari sinilah kelak dialek Jagakarsa dikenal sebagai ‘betawi ora’. Pasukan Surodipo di bawah komando Tumenggung Wiroguno. Pada serangan kedua tahun 1629, Pasukan Surodipo mengalami kehancuran total. Sementara Pangeran Wiroguno melarikan diri ke wilayah yang sekarang disebut Pejaten. Surodipo saat itu ditangkap di sekitar Gunung Sahari. Dia syahid setelah kepalanya dipenggal oleh Kapten Van Smurtssen seorang perwira dari pasukan bayaran VOC. Anak Surodipo yang bernama Raden Jagakarsa saat itu masih berusia 14 tahun, berhasil menyelamatkan diri ke wilayah yang sekarang dikenal sebagai Duren Tiga, dulu wilayah tersebut adalah hutan yang banyak dikelilingi pohon duren yang tumbuh liar. Dari Duren Tiga, Raden Jagakarsa kemudian diselamatkan oleh gerilyawan Wiroguno dan dibawa ke Tumenggung Wiroguno. Wiroguno sendiri membangun markas perlawanan VOC selama 3 (tiga) tahun, lalu pada 1632 Wiroguno membuat sebuah keputusan bahwa wilayah di luar Wiragunan (sekarang Pejaten, Ragunan dan Cilandak) adalah milik dari Raden Jagakarsa. Lalu Raden Jagakarsa menjadi penguasa wilayah ini sampai pada tahun 1685. (wink) Baca juga :

Read More

Rahasia Surat Ar Rahman Terdapat Ayat yang Diulang Sebanyak 31 kali

Jakarta — 1miliarsantri.net : Surat Ar-Rahman mempunyai sejumlah keistimewaan baik dari aspek pahala dan manfaat membacanya atau segi bahasanya. Salah satu contoh keistimewaan tersebut adalah bentuk pengulangan yang ada dalam surat Ar-Rahman. Kalimat فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ fa bi ayyi aalaai rabbikuma tukadzziban diulang sebanyak 31 kali dalam surah ar-Rahman. Arti dari ayat ini adalah: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Ungkapan ini ditujukan kepada bangsa jin dan manusia. Dalam surat ar-Rahman, Allah SWT menyebutkan nikmat-nikmat yang banyak sekali, yang Dia limpahkan kepada jin dan manusia agar mereka bersyukur dan tidak kufur terhadap nimat-nikmat tersebut. Banyaknya nikmat yang Allah SWT limpahkan itu menunjukkan kekuasaan dan rahmat-Nya yang sudah sepantasnya dijadikan sebagai satu-satunya yang berhak disembah. Adapun hikmah di balik pengulangan ayat ini, antara lain, sebagaimana yang kita ketahui bahwa Alquran diturunkan dalam bahasa Arab dan di antara gaya penyampaian (uslub)-nya adalah pengulangan ( tikrar) untuk menguatkan kesan dan mendalamkan pemahaman ayat. As-Suyuthi dalam kitabnya al-Itqan fi Ulumil Qur`an menyebutkan bahwa hal itu untuk memantapkan pemahaman, memberikan tekanan terhadap masalah yang dijelaskan, mengingatkan kembali, serta menunjukkan betapa besar dan pentingnya masalah itu. Hal itu sama seperti perkataan seseorang kepada orang yang selalu ditolong tapi dia mengingkarinya. Bukankah kamu dahulu fakir kemudian saya berikan kamu harta, apakah kamu mengingkari itu? Bukankah kamu dahulu tidak punya pakaian kemudian saya beri kamu pakaian, apakah itu juga kamu ingkari? Gaya bahasa seperti ini biasa digunakan dalam bahasa Arab. Lalu, pengulangan ayat ini bertujuan mengingatkan hamba untuk selalu ingat dan bersyukur kepada Allah SWT tanpa harus menunggu dan menghitung nikmatnikmat Allah yang tidak akan bisa dihitung. Surat Ar-Rahman dikenal juga dengan nama Arus Alquran, yang secara harfiah berarti Pengantin Alquran. Mengapa demikian? Prof Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al Misbah jilid 13 membenarkan bahwa Surat Ar Rahman memang dikenal dengan nama Pengantin Alquran. Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Segala sesuatu memiliki pengantinnya dan pengantin Alquran adalah Surat Ar Rahman.” Penamaan itu karena indahnya surat ini dan karena di dalamnya terulang sekian kali ayat fa bi ayyi ala’i Rabbikuma tukadziban, dan diibaratkan dengan aneka hiasan yang dipakai oleh pengantin. Prof Quraish menjelaskan, tema utama surat ini adalah uraian tentang nikmat-nikmat Allah SWT, bermula dari nikmat-Nya yang terbesar dan teragung, yaitu Alquran. Thabathabai berpendapat bahwa surat ini mengandung isyarat tentang ciptaan Allah dengan sekian banyak bagiannya di langit dan bumi, darat dan laut, manusia dan jin. Di mana Allah SWT mengatur semua itu dalam satu pengaturan yang bermanfaat bagi manusia dan jin. Bermanfaat untuk hidup mereka di dunia yang akan binasa dan yang kekal abadi di akhirat. Prof Quraish mengutip pendapat pakar tafsir Al Biqai bahwa tema utama Surat Ar Rahman adalah pembuktian tentang apa yang diuraikan pada akhir Surat Al Qamar yang lalu. Yakni tentang keagungan kuasa Allah SWT, kesempurnaan pengaturan-Nya, yang ditunjuk oleh perincian keajaiban makhluk-makhluk-Nya dan keserasian serta keindahan ciptaan-Nya yang dikemukakan pada surat ini. Yakni dengan jalan mengingatkan hal-hal tersebut kepada manusia dan jin. Dengan demikian, Al Biqai menyimpulkan, tujuan utama surat ini adalah menetapkan bahwa Allah SWT menyandang sifat rahmat yang tercurah kepada semua tanpa terkecuali. Nama Ar Rahman yang mengandung makna keluasan anugerah dan ketercakupannya bagi semua demikian juga Arus Alquran merupakan nama-nama yang paling tepat untuk menunjuk tujuan tersebut. Adapun ulama yang lain menilai bahwa Surat Makiyyah ini merupakan surat ke-43 yang diterima Nabi sebelum Surat Fathir dan sesudah Surat Al Furqan. Jumlah ayat-ayat sebanyak 77 ayat menurut cara perhitungan ulama Makkah dan Madinah, dan 78 ayat menurut cara perhitungan ulama Syam dan Kufah. (yan) Baca juga :

Read More

PP Muhammadiyah Gandeng Tokoh Lintas Agama agar Serukan Pemilu Jujur, Adil, Damai, Transparan dan Bermartabat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin bersama sejumlah tokoh lintas agama menyerukan Pemilihan Umum (Pemilu) tepat waktu, aman, damai, jujur, adil, bebas, rahasia, transparan dan bermartabat. Seruan itu disampaikan dalam Forum Peduli Indonesia Damai (FPID) di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (06/12/2023) untuk menyambut Pemilu Serentak yang dilaksanakan tak lama lagi pada Rabu, 14 Februari 2024. “Kita berharap supaya seluruh komponen masyarakat bersama-sama menjaga supaya pemilu ini bisa berlangsung jurdil (jujur dan adil) dan luber (Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia), itu yang paling penting karena hasil dari pemilu akan benar-benar membawa kemanfaatan jika prinsip luber-jurdilnya berjalan. Tapi kalau ada yang mencederai, maka akan menyebabkan ketidakharmonisan, dan itu yang kita harapkan tidak terjadi,” ungkapnya. Menurut Izzul, seruan bersama tersebut ditujukan bukan untuk pelaksana, penyelenggara, dan peserta pemilu saja, tetapi untuk seluruh masyarakat Indonesia agar bersama-sama menjaga dan mengawasi pelaksanaan pemilu 2024. “Karena kalau masyarakat itu peduli, tentu pelaksana pemilu maupun peserta pemilu tidak akan bisa main-main, tapi kalau masyarakat permisif dan larut pada money politic maka akan berpengaruh pada luber jurdil itu,” ucapnya. Seruan sikap bersama Forum Peduli Indonesia Damai sendiri menyuarakan sembilan poin yang dibacakan secara bergantian oleh para tokoh agama. Umat Islam diwakili oleh Izzul Muslimin dan KH. Marsyudi Syuhud, umat Kristen diwakili Pdt. Gomar Gultom, umat Katolik diwakili Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo, umat Konghucu diwakili Xs. Budi S. Tanuwibowo, umat Buddha diwakili Prof. Philip K. Wijaya, umat Hindu diwakili Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, dan umat Kepercayaan diwakili oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu. Sembilan poin tersebut antara lain; 1) Menjaga Persatuan dan Kesatuan Indonesia, serta mengedepankan dan mengutamakan Kepentingan Nasional di atas kelompok/golongan, dan atau kepentingan partai politik, 2) Meneguhkan kembali Konsensus Kebangsaan Indonesia Berbasis Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945, dalam seluruh aspek kehidupan Kemasyarakatan, Kebangsaan dan Kenegaraan, 3) Mendesak terselenggaranya Pemilihan Umum (Pemilu) Tepat Waktu, Aman, Damai, Jujur, Adil, Bebas, Rahasia, Transparan dan Bermartabat, serta mendesak terwujudnya Netralitas Penyelenggara Pemilu, Netralitas Aparatur Negara, Netralitas Aparatur Pemerintah dan Netralitas Aparatur Desa/Kelurahan dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden dan Pemilihan Legislatif, 4) Menjaga dan mewujudkan Stabilitas Sosial, Stabilitas Politik dan Stabilitas Keamanan Nasional, serta menghentikan, mencegah dan menghindari berbagai upaya adu domba, penyebarluasan berita bohong (hoax) yang berpotensi memecah-belah bangsa dan menghentikan aktivitas dan skenario konflik sosial dan konflik politik yang bisa mengarah pada situasi destruktif dan chaos, 5) Membangun Kesiapsiagaan Nasional untuk mewaspadai berbagai kemungkinan turbulensi politik dan berbagai ancaman, tantangan, gangguan dan hambatan keamanan, yang berbahaya dan merugikan kepentingan Nasional, 6) Mendesak Pemulihan Rasa Keadilan untuk Rakyat, Membersihkan Institusi Penegak Hukum dari unsur KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta Melakukan Pengawalan Berbagai Upaya Penegakan Hukum, sesuai dengan Amanat Perundang undangan dan Hati Nurani Rakyat, 7) Mendorong terwujudnya “Rekonsiliasi Nasional” dan Keakraban di antara para Pemimpin Bangsa, menyelamatkan Kehidupan Bangsa, kehidupan demokrasi yang beretika, dan lebih serius mengupayakan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia, 8) Menyerukan kepada semua Warga Bangsa untuk menggelorakan doa dan menggerakkan kekuatan spiemal war dan untuk Keselamatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, 9) Mengajak seluruh Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Tradisi di seluruh Indonesia, untuk merapatkan barisan, memperkokoh serta meneguhkan Solidaritas Sosial dan Solidaritas Kebangsaan, sebagai Gerakan Indonesia Damai di semua tingkatan, secara terpadu dan berkelanjutan. “Mau tidak mau Pemilu ini harus berlangsung sukses dan kesuksesan itu diharapkan akan membawa bangsa ini membawa kemajuan yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan apa yang kita serukan ini bisa menjadi perhatian kita semua dan bisa terwujud,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Beberapa Dalil Yang Menjelaskan Perihal Tertawa Menertawakan dan Wajib Kita Ketahui

Surabaya — 1miliarsantri.net : Tertawa adalah tindakan ekspresi yang umumnya terkait dengan kegembiraan atau hiburan. Ini merupakan respons alami terhadap sesuatu yang dianggap lucu atau menghibur. Dalam kehidupan sehari-hari, tertawa dapat menjadi cara yang baik untuk melepaskan stres, meningkatkan suasana hati, dan merasakan koneksi sosial dengan orang lain. Dalam hukum Islam, tertawa tidak dianggap sebagai sesuatu yang dilarang atau negatif. Sebaliknya, tertawa dipandang sebagai salah satu cara untuk merelaksasi diri, meningkatkan suasana hati, dan menikmati kegembiraan yang diberikan Allah SWT. Terdapat banyak riwayat dari Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan bahwa beliau sendiri tersenyum dan tertawa dalam berbagai kesempatan. Di dalam Alquran juga terdapat beberapa ayat yang membahas tentang tertawa. Tertawa dalam Alquran ditulis dengan kalimat dari kosa kata yang artinya tertawa. Setidaknya ada delapan ayat yang menyebut tentang tertawa di dalam Alquran. Berikut delapan ayat Alquran tersebut: Allah SWT berfirman:وَتَضْحَكُوْنَ وَلَا تَبْكُوْنَۙ Artinya: “Kamu mentertawakan dan tidak menangisi(-nya).” Dalam tafsir Tahlili Kemenag dijelaskan bahwa ayat ini diungkapkan dalam bentuk pertanyaan, maksudnya: Apakah layak bagi kamu, sesudah keterangan yang jelas itu bahwa manusia merasa heran terhadap Alquran, sedang Alquran membawa petunjuk untuk kamu ke jalan yang benar dan menghantarkan kamu ke jalan yang lurus; atau kamu masih memandangnya rendah dengan mencemoohkan dan berpaling dari padanya. Dalam ayat ini, Allah SWT berfirman: فَلْيَضْحَكُوْا قَلِيْلًا وَّلْيَبْكُوْا كَثِيْرًاۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ Artinya: “Maka, biarkanlah mereka tertawa sedikit (di dunia) dan menangis yang banyak (di akhirat) sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.” Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang munafik itu sepantasnya lebih banyak menangis daripada tertawa memikirkan nasib dan dosa mereka di dunia dan di akhirat karena mereka akan menerima azab yang pedih, sesuai dengan perbuatan mereka di dunia. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan kerugian karena perbuatan mereka sendiri, yaitu menghina dan mengejek orang-orang mukmin, membuat propaganda busuk untuk menghalang-halangi orang Islam dan mematahkan semangat perjuangan. Sedang di akhirat nanti membawa dosa yang banyak dan tidak dapat ampunan dari Allah SWT. Dalam ayat ini, Allah SWT berfirman: اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَۖ Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu selalu mentertawakan orang-orang yang beriman.” Dalam Tafsir Tahlili Alquran Kemenag dijelaskan, sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas dan berdosa dahulu selalu menertawakan orang-orang yang beriman. Ketika Nabi Muhammad membawa Alquran dengan ajaran Islam yang mengandung kebajikan, ia mendapatkan perlawanan yang hebat dari orang-orang musyrik Makkah. Perlawanan ini terutama dari para pembesarnya yang sejak nenek moyangnya sudah biasa menyembah patung berhala. Mereka menentang ajaran apa saja yang datang dari luar yang bertentangan dengan kepercayaan mereka. Telah menjadi kebiasaan bagi orang-orang besar yang bersandar kepada kekuasaan dan kebendaan atau kekayaan bahwa mereka selalu bersikap sinis atau mencemoohkan pihak lain yang tidak sejalan dengan kepercayaan dan kebudayaan mereka. Dalam ayat ini, Allah SWT berfirman: فَاتَّخَذْتُمُوْهُمْ سِخْرِيًّا حَتّٰىٓ اَنْسَوْكُمْ ذِكْرِيْ وَكُنْتُمْ مِّنْهُمْ تَضْحَكُوْنَ Artinya: “Lalu, kamu jadikan mereka bahan ejekan sehingga itu membuatmu lupa mengingat-Ku dan kamu (selalu) menertawakan mereka.” Pada ayat ini Allah menerangkan sebab musabab mereka disiksa dan diazab, serta jawaban yang menghina atas permintaan mereka kembali ke dunia. Hinaan itu muncul karena mereka menghina hamba-hamba Allah yang telah beriman, seperti Bilal, Khabbab, Ṣuhaib dan orang-orang mukmin yang lemah lainnya, selalu mendekatkan diri kepada Allah, menegaskan ikrar dan pengakuan keimanan mereka kepada-Nya, membenarkan para rasul yang telah diutus-Nya, senantiasa meminta ampunan dan memohon rahmat kepada-Nya karena Dialah pemberi rahmat yang sebaik-baiknya. Orang-orang kafir menghadapi orang-orang mukmin itu dengan sikap mengejek, menertawakan, dan menghina. Ayat ini juga menerangkan bahwa kesibukan orang-orang kafir itu mereka mengejek dan menertawakan orang-orang mukmin, membuat mereka lupa mengingat Allah. Allah SWT berfirman: فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِاٰيٰتِنَآ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَضْحَكُوْنَ Artinya: “Ketika dia (Musa) datang kepada mereka dengan membawa ayat-ayat (mukjizat) Kami, seketika itu mereka mentertawakannya.” Ayat ini menerangkan sikap Firaun dan kaumnya terhadap seruan Nabi Musa. Mereka meminta Nabi Musa menyampaikan bukti-bukti kerasulannya, lalu Nabi Musa menyampaikan mukjizat-mukjizatnya, di antaranya tongkat menjadi ular, tangan bercahaya, dan lain-lain. Tetapi mereka menertawakannya dan mengejeknya. Nabi Muhammad pun diperlakukan demikian oleh kaum kafir Makkah. Mereka menuduhnya pesihir dan pembohong (Ṣad [38]: 4), dan menuduh Alquran itu mimpi, rekayasa, atau syair gubahan Nabi Muhammad SAW (al-Anbiya [21]: 5). Apa yang disampaikan dalam ayat ini meringankan tekanan batin yang diderita Nabi SAW akibat penentangan yang keras dari kaum kafir Makkah. Dari isi ayat itu Nabi SAW memperoleh pelajaran bahwa sudah menjadi kebiasaan seorang nabi ditentang oleh kaumnya, karena itu yang ditentang bukan hanya dia, tetapi seluruh nabi. Ia harus sabar dan tabah menghadapi segala tantangan, sebagaimana Nabi Musa sabar dan tabah menghadapi Firaun dan balatentaranya, sehingga ia memperoleh kemenangan. Begitu pula Nabi Muhammad SAW, bila sabar dan tabah, maka ia juga akan memperoleh kemenangan atas kaum kafir Makkah di dunia ini juga, yang kemudian dibuktikan dengan hancurnya pasukan kafir Makkah pada Perang Badar. Allah SWT berfirman : فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ Artinya: “Dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” Dalam Tafsir Tahlili Alquran Kemenag dijelaskan bahwa setelah mendengar perkataan raja semut bahwa Sulaiman dan tentaranya tidak bermaksud membinasakan mereka dan berbuat jahat, Sulaiman pun tersenyum. Raja semut itu juga mengatakan bahwa seandainya ada di antara semut-semut itu yang terinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, maka hal itu bukanlah sengaja dilakukannya, tetapi karena Sulaiman dan tentaranya tidak melihat mereka, karena tubuh mereka amat kecil. Dalam ayat ini, Allah SWT berfirman: وَاَنَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَبْكٰى Artinya: “Bahwa sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” Allah-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis serta sebab-sebabnya. Maksudnya, Dia yang menjadikan manusia gembira karena perbuatannya yang baik, dan Dia yang menyebabkan manusia sedih, menangis dan prihatin karena perbuatannya, yaitu perbuatan yang menyenangkan atau menyusahkan. Allah SWT berfirman: فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَۙ Artinya: “Pada hari ini (hari Kiamat), orang-orang…

Read More

Beberapa Aturan Islam Yang Membawa Keuntungan Bagi Kesehatan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan yang mencakup ilmu, ekonomi, keamanan, hukum, hingga kesehatan. Bahkan, aturan Islam ini terbukti secara ilmiah dapat bermanfaat bagi kesehatan. Berikut daftar 19 aturan dalam Islam yang dapat membawa keuntungan bagi kesehatan: Mengutip situs kesehatan WebMD, minuman alkohol dapat menyebabkan sirosis hati, mengurangi konsentrasi, kanker, penyakit kardiovaskular, anemia, alzheimer, hingga membuka peluang terjadinya kecelakaan, Virus dan bakteri ini dapat menyebabkan muntah, demam, diare, kram perut, dan dehidrasi, yang semuanya dapat berakibat fatal dalam kasus yang ekstrim. Secara ilmiah, makan terlalu banyak dapat menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas, serta semua masalah kesehatan yang diakibatkannya. Demikian pula, makan terlalu sedikit mengakibatkan tubuh tidak menerima nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan dan kelangsungan hidup. Dalam beberapa penelitian lainnya disebutkan siwak dapat mencegah kerusakan gigi, penyakit gusi, hingga risiko kanker mulut. “Siapa yang memiliki rambut, maka muliakanlah ia.” (HR. Abu Dawud). Di Eropa pada abad pertengahan sempat mengalami berbagai wabah penyakit. Kebersihan diri yang diajarkan Islam dapat mencegah hal tersebut terjadi. (yus) Baca juga :

Read More