Teknologi Teleportasi Lelaki Misterius Era Nabi Sulaiman

Jakarta — 1miliarsantri.net : Manusia belum dapat menciptakan teknologi teleportasi. Hanya, pengiriman benda-benda dari jarak jauh dalam sekejap itu sudah bisa kita saksikan dalam film-film fiksi ilmiah. Star Trek hingga kartun Doraemon memperkenalkan kepada kita apa dan bagaimana teleportasi tersebut. Teknologi berbasis digital sudah menunjukkan gejala teleportasi. Kecepatan manusia berhubungan dengan manusia lain yang berada di negara nun jauh disana via internet merupakan praktik pengiriman data supercepat melalui jarak ribuan kilometer. Saat ini pun kita bisa berkomunikasi secara digital dengan telepon seluler. Adanya teknologi meta membawa manusia ke alam baru yakni metaverse. Teknologi yang menghadirkan manusia di alam digital. Kembali ke soal teleportasi, nenek moyang manusia dengan kecerdasannya sudah bisa melakukan hal tersebut. Hal ini sebagaimana yang dikisahkan dalam Alquran. “Berkata Sulaiman, “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri.” Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin. “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip (QS An-Naml 27:38-40). Alquran memperkenalkan teknologi teleportasi lewat kisah Nabi Sulaiman dalam tiga ayat di atas. Dikutip dari Percikan Sains dalam Alquran karya Bambang Pranggono, kisah tersebut berawal dari laporan burung hudhud yang mengabarkan adanya ratu di Negeri Saba yang masih menyembah matahari. Ratu itu pun memiliki singgasana yang agung. Nabi Sulaiman lalu memerintahkan kepada para pembesar untuk memindahkan singgasana itu sebelum rombongan ratu tiba ke istananya. Dikisahkan, ratu harus menempuh jarak 2000 km dari Yaman ke Yerussalem. Ifrit, jin yang cerdik kemudian menyanggupi untuk memindahkan singgasana itu dalam tempo beberapa detik. Selama gerakan orang bangkit berdiri dari duduk. Namun, seorang manusia yang berilmu (dari Kitab Suci) menyanggupinya untuk memindahkan singgasana itu lebih cepat dalam kedipan mata. Muhammad Ibn Jarir at Thabary, dalam tafsirnya, menerangkan, orang berilmu tadi membaca asma Allah tertentu sehingga lebih sakti dari jin. At Thabary menyebutkan, asma yang disampaikan yakni “Ya Tuhan kami, Tuhan segala sesuatu, Tuhan yang satu, tidak ada Tuhan selain Engkau, datangkan padaku singgasana itu.” Bambang Pranggono menulis, hal yang menarik adalah demo kesaktian tadi bukan mukjizat Nabi Sulaiman. Teleportasi dilakukan oleh manusia biasa yang berilmu. Manusia ini pun bisa mengalahkan kekuatan gaib dari jin. Hingga kini, kemampuan teleportasi pada seorang ahli hikmah pada zaman Nabi Sulaiman tersebut belum bisa dicapai. Hanya, dalam buku The Stars My Destination karya A. Bester mengungkapkan, pada 2510, teleportasi manusia sudah menjadi umum. Ketika itu terjadi, alat transportasi lain menjadi usang karena manusia bisa pergi ke segala penjuru di ruang angkasa dalam seketika. Instant travelling dengan pikiran ini disebut dengan istilah jaunting. Maka, Bambang Pranggono pun mengajak kita bersyukur bahwa Alquran sudah mengenalkan teleportasi lebih dulu jauh sebelum adanya penemuan ilmiah. Pendiri Askar Kauny Ustaz Bobby Herwibowo menjelaskan, Allah SWT menghadirkan teknologi teleportasi pada seorang lelaki di zaman Nabi Sulaiman. “Jadi maknanya teknologi manusia juga bisa melakukan itu, sekarang kalau tentang teknologi teleportasi, Allah sudah pernah menghadirkan teknologi teleportasi di dunia ini di zaman Nabi Sulaiman Alaihissalam,” ujar dia beberapa waktu lalu.

Read More

Jelang Kepulangan, Masih Banyak Jamaah Haji Lakukan Tawaf Wada

Mekah — 1miliarsantri.net : Jamaah Haji Indonesia telah memasuki fase kepulangan ke Tanah Air. Namun, sebagian jamaah haji Indonesia ternyata masih ada yang semangat melaksanakan ibadah sunah di Masjidil Haram. Bahkan, pada hari kepulangan masih ada jamaah yang melaksanakan tawaf Wada. Namun, Kepala Daker Makkah, Khalilurrahman mengimbau kepada jamaah haji Indonesia untuk tidak melakukan ibadah sunnah atau tawaf pada hari kepulangan. Sehingga, jamaah tidak tertinggal saat pemberangkatan ke Jeddah atau ke Madinah. “Jangan ada jamaah yang berpikiran untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dengan alasan apapun, baik itu alasannya ingin melaksanakan ibadah tawaf sunnah kah ataupun tawaf wada,” terang Khalil saat diwawancara di Daker Makkah, Kamis (27/6/2024) Jika jamaah haji sudah mengetahui kepulangan satu hari sebelumnya, kata dia, maka laksanakanlah tawaf wada pada malam harinya. Karena, dua jam sebelum pemberangkatan, jamaah sudah harus siap menunggu di lobi hotel. “Jangan ketika sudah mengetahui jadwal pemberangkatan jam 08.00 baru melaksanakan tawaf wada jam 06.00 atau jam 07.00,” sambung Khalil. Menurut dia, masih ada jamaah yang berpikiran sempit terkait pelaksanaan tawaf. Mereka beranggapan bahwa jika setelah tawaf kembali lagi ke hotel, maka tawaf wada-nya tidak sah. Padahal, menurut Khalil, tidak demikian. “Jangan ada jamaah yang melaksanakan tawaf wada lagi. Karena kalau jamaah sudah melaksanakan tawaf wada tidak perlu mengulangi sampai dua kali. Tawaf wada yang dilaksanakan sah walaupun jarak antara keberangkatan jamaah dengan tawaf wada itu ada lebih dari enam atau tujuh jam. Jadi tidak perlu ada pengulangan. Tawaf wada sah,” lanjutnya. Dia menuturkan, pada masa kepulangan ini kloter-kloter awal telah diberangkatkan dari Kota Makkah menuju Jeddah dan juga ada yang ke Kota Madinah. “Hari ini kita akan memulangkan kloter-kloter dari Kota Makkah menuju Jeddah dan juga dari Madinah. Yang dari Madinah kita akan memulangkan lima kloter,” ungkap Khalil.

Read More

Pejuang Palestina Kenalkan Rudal ‘Panah Merah’

Gaza — 1miliarsantri.net : Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas), mengungkap penggunaan peluru kendali Cina, yang disebut “Panah Merah”. Senjata itu bakal digunakan untuk menargetkan kendaraan militer Israel. Pada Senin (24/6/2024), Brigade al-Qassam menyiarkan adegan kendaraan rekayasa OFK menjadi sasaran peluru kendali “Panah Merah”, di sebelah barat kawasan Tal Zu’rob di kota Rafah, selatan Jalur Gaza. Panah Merah adalah rudal anti-tank generasi kedua, dan merupakan kategori rudal yang dikendalikan dengan metode kabel optik. Rudal Panah Merah terdiri dari proyektil anti-lapis baja, yang terdiri dari hulu ledak, roket berbahan bakar padat, dan unit kontrol yang terhubung ke platform peluncuran melalui kabel, untuk mengarahkannya secara visual ke sasaran. Rudal ini memiliki kemampuan tinggi untuk mencapai sasaran dari jarak berkisar antara 3 dan 4 kilometer, dan merupakan salah satu sistem rudal terpenting yang diandalkan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Cina sejak akhir tahun 1980-an. Rudal tersebut diproduksi pada tahun 1980, dan digunakan dalam Perang Bosnia dan Herzegovina dan dalam pertempuran setelah revolusi Suriah. Beratnya 25 kilogram. Rudal tersebut diluncurkan dari darat, dan juga dapat diluncurkan melalui kendaraan tempur atau helikopter serang. Dalam laporan sebelumnya yang diterbitkan oleh Sputnik pada tahun 2021, industri militer Cina memproduksi beberapa jenis sistem rudal anti-tank portabel generasi ketiga, termasuk rudal yang serupa dengan rudal Amerika, FGM-148 Javelin. Menurut pakar militer Kolonel Hatem Al-Falahi, rudal Panah Merah, yang menurut kelompok perlawanan baru-baru ini mulai digunakan, merupakan tambahan kualitatif, karena membantu menghantam kendaraan dan kendaraan lapis baja dari jarak hingga 4 kilometer. Al-Falahi menambahkan, dalam analisis situasi militer di Jalur Gaza, rudal jenis ini memiliki kemampuan tinggi untuk mengenai kendaraan dan lapis baja. Al-Falahi percaya bahwa penemuan rudal ini merupakan indikasi bahwa perlawanan memiliki lebih banyak senjata yang mampu menyerang kendaraan lapis baja, dan mengatakan bahwa waktunya mencerminkan strategi perlawanan untuk menyerang unit militer dari jarak jauh.

Read More

Sabda Rasulullah SAW Terkait Meningkatnya Populasi Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW dalam sabdanya menjelaskan bahwa di masa yang akan datang nanti jumlah umat Islam atau Muslim di dunia akan sangat banyak, namun seperti buih. Hadits ini sesuai dengan hasil penelitian lembaga Pew Research Center. Rasulullah SAW juga menjelaskan, ketika jumlah Muslim menjadi sangat banyak di dunia, akan ditanamkan Al wahn kepada hati umat Islam oleh Allah SWT. Berdasarkan data yang dipublikasikan Pew Research Center (pada 2011) populasi Muslim dunia diperkirakan meningkat dari 1,6 miliar pada tahun 2010 menjadi 2,2 miliar pada 2030. Secara global, populasi Muslim diperkirakan akan tumbuh sekitar dua kali lipat dibandingkan populasi non-Muslim selama dua dekade (tahun 2010 – 2030), dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 1,5 persen bagi umat Islam, dibandingkan dengan 0,7 persen bagi non-Muslim. Berikut ini hadits Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa jumlah Muslim akan menjadi banyak di masa mendatang. عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ Dari Tsauban ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.” Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Imam Abu Dawud) Masih berdasarkan data Pew Research Center, jumlah Muslim diperkirakan akan terus bertambah di Amerika Serikat (AS). Bahkan pada 2040 akan lebih banyak jumlah Muslim di Amerika Serikat daripada jumlah Yahudi di Amerika Serikat. Sementara di urutan pertama masih didominasi umat Kristiani, di urutan kedua terbanyak ada umat Islam di tahun 2040 di Amerika Serikat . Di saat yang sama, setidaknya 20 negara di dunia menghadapi ancaman kepunahan populasi secara drastis. Sementara negara berpenduduk mayoritas Muslim ini diprediksikan meningkat. Data prediksi kenaikan populasi ini merujuk hasil studi Pew Research antara 2020 hingga 2050 mendatang. Berikut ini 17 negara mayoritas berpenduduk Islam yang populasinya diproyeksikan meningkat tajam: Pertama, Suriah Populasi Muslim pada 2050 : 31,22 jutaPerkiraan peningkatan populasi antara tahun 2020 dan 2050 : 8,63 juta Persentase peningkatan : 38 persen Sebanyak 93 persen dari populasi Suriah adalah Muslim. Sekitar tiga perempat dari mereka adalah penganut sekte Islam Sunni, diikuti oleh Muslim Syiah sebesar 13 persen dan Alawit sebesar 11 persen. Suriah merupakan salah satu negara yang populasi Muslimnya akan meningkat paling banyak pada 2050. Kedua, Guinea Populasi Muslim pada 2050 : 19,56 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 8,76 juta Persentase peningkatan : 81 persen Guinea adalah negara mayoritas Muslim di Afrika Barat, dengan tingkat kelahiran yang tinggi, yaitu 4,5 kelahiran per wanita. Populasi semua kelompok yang tinggal di negara ini diproyeksikan akan tumbuh pada tingkat yang sama antara sekarang dan 2050. Demografi agama akan tetap sama seperti pada 2020, dengan 85 persen Muslim dan 10 persen Kristen. Ketiga, Turki Populasi Muslim pada 2050 : 89,32 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 10,23 juta Persentase peningkatan : 13 persen Turki memiliki sejarah Islam yang kaya dan populer di seluruh dunia karena arsitektur Ottoman dan masjid-masjidnya. Sebanyak 98 persen dari populasi mengidentifikasi dirinya sebagai Muslim, dan persentase ini diperkirakan akan dipertahankan selama tiga dekade ke depan. Keempat, Malaysia Populasi Muslim pada 2050 : 32,72 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 10,65 juta Persentase peningkatan : 48 persen Malaysia adalah negara yang dikenal dengan koeksistensi agamanya, dengan Muslim, Buddha, dan Hindu yang hidup berdampingan secara harmonis. Islam adalah agama yang paling banyak dipraktikkan dan paling cepat berkembang di negara ini, dengan lebih dari 66 persen penduduk Malaysia mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim. Pada 2050, angka ini diproyeksikan naik menjadi 72,4 persen, sementara pangsa penganut Buddha diperkirakan turun dari 15,7 persen menjadi 10,8 persen, sedangkan populasi Hindu akan mengalami sedikit penurunan menjadi 5 persen pada 2050 dari 5,8 persen pada 2020. Kelima, Arab Saudi Populasi Muslim pada 2050 : 42,49 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 11,8 juta Persentase peningkatan : 38 persen Arab Saudi adalah rumah bagi tempat-tempat tersuci dalam Islam, di Makkah dan Madinah. Negara ini adalah produsen minyak terbesar di Timur Tengah dan merupakan salah satu negara terkuat di kawasan ini. Sebagian besar penduduknya beragama Islam, dengan sekitar 90 persen menganut aliran Sunni. Keenam, Senegal Populasi Muslim pada 2050 : 27,56 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 12,08 juta Persentase peningkatan : 78 persen Muslim merupakan 96,6 persen dari populasi Senegal. Pada 2050, angka ini akan meningkat menjadi 97,5 persen karena proyeksi peningkatan populasi kelompok ini sebesar 78 persen selama tiga dekade ke depan. Ketujuh, Somalia Populasi Muslim pada 2050 : 26,10 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 13,99 juta Persentase peningkatan : 116 persen Somalia memiliki salah satu tingkat kelahiran tertinggi di dunia, dengan rata-rata 6,42 kelahiran per wanita. Somalia merupakan negara yang didominasi oleh Muslim dengan 99 persen penduduknya menganut agama Islam. Populasi mereka kemungkinan akan meningkat dua kali lipat pada 2050 dan umat Islam akan menguasai 99 persen dari populasi menurut Pew Research Center. Kedelapan, Sudan Populasi Muslim pada 2050 : 64,72 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 26,29 juta Persentase peningkatan : 68 persen Sudan adalah rumah bagi hampir 40 juta Muslim, yang merupakan sekitar 97 persen dari keseluruhan populasi negara ini. Jumlah komunitas Muslim diproyeksikan tumbuh lebih dari dua pertiga pada 2050.

Read More

Wakil Grand Syekh Al-Azhar Menekankan Kedudukan Turos

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Grand Syekh Al-Azhar Kairo, Prof Dr Muhammad Ad-Duwaini berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Senin (24/6/2024). Dalam kesempatan tersebut, terdapat tiga poin penting yang disampaikan. Dalam kesempatan tersebut yang turut menyambut Wakil Grand Syekh Al-Azhar di antaranya Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, serta Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh beserta jajaran pimpinan MUI dan ormas Islam. Dalam kunjungan kali ini juga dilengkapi pula dengan sesi tanya jawab saat forum diskusi bersama Wakil Grand Syekh Al-Azhar. Syekh Ad-Duwaini mengatakan, pertama, turos atau kitab-kitab klasik merupakan warisan keilmuan Islam. Al Azhar mempunyai pengalaman lebih dari 1.000 tahun tanpa berhenti dalam menjaga, mengembangkan, dan menyebarkan warisan keilmuan Islam. Menurutnya, turos bukanlah sebab kemunduran umat Islam. Justru sebaliknya, ia bagian dari harta warisan paling berharga umat Islam dalam menjaga jati diri dan menguatkan generasi penerus untuk terus berpegang teguh kepada pemahaman agama yang benar, yaitu kepada Alquran dan sunnah. “Kedua, Al-Azhar dalam menjaga dan mengembangkan turos. Pemahaman terhadap turos harus juga dibarengi oleh kesadaran akan dinamika perkembangan keilmuan dan keadaaan umat saat ini,” terang Wakil Grand Syekh Al-Azhar Kairo ini di MUI. Di hadapan pimpinan MUI serta para perwakilan ormas Islam, Syekh Ad-Duwaini menyampaikan pemahaman yang baik terhadap Turos sebagaimana yang dilakukan oleh Al-Azhar dapat melahirkan pandangan yang wasathi. Di samping itu, lahirnya kemampuan untuk bersinergi dan menghormati pendapat orang atau kelompok lain. Sebab, menurut dia wasathiyah bukanlah sebuah slogan dan pemanis bibir saja. Wasathiyah adalah konsep yang berakar kuat dari pemahaman yang benar, dijaga, dikuatkan, disinergikan dan disebarkan oleh para ahli yang mengaku wasathi. Adapun dalam konteks yang dimaksud adalah peran yang juga digawangi oleh MUI sebagai payung besar ormas Islam di Indonesia. Oleh karenanya, pemahaman para alim ulama terkait Turos sangatlah penting. “Ketiga, penyesuaian masa kini, berdasarkan keilmuan turos tersebut dengan melihat perkembangan yang terjadi sekarang,” ujar Syekh Ad-Duwaini.

Read More

Juru Kunci Senior Ka’bah ke 77 Meninggal Dunia

Mekah — 1miliarsantri.net : Di tengah euforia usai puncak ibadah haji menyeruak kabar duka. Tidak banyak yg tahu. Bahkan, mungkin saat diumumkan sholat jenazah di Masjidil Haram. Setiap usai sholat Fardhu. Juru kunci senior Kabah, Dr Saleh bin Zain Al-Abidin Al-Syaibi, meninggal di Makkah, Jumat 15 Dzulhijjah bertepatan 21 Juni 2024. Jenazah disholatkan usai sholat subuh, Sabtu 16 Dzulhijjah 1445, di Masjidil Haram. Al-Syaibi adalah juru kunci yang ke-77 sejak penaklukan Makkah oleh Rasulullah SAW pada tahun ke-6 H atau ke-109 sejak zaman Qusayy bin Kilab (400-480 M). Kakek keempat Rasulullah SAW. Menjabat juru kunci senior sejak 1980. Menggantikan sang paman, Syeikh Abdullah al-Syaibi. Profesinya almarhum terakhir juga sebagai dosen di Universitas Ummul Qura Makkah. Juru kunci adalah profesi kehormatan yg diemban keluarga besarnya, Bani Syaibah. Beliau cicit keturunan Syaibah bin Utsman bin Abi Thalha. Kepada sang buyut, Rasulullah SAW pernah bersabda, seraya serahkan kunci Kabah: خذوها يابني طلحة بأمانة الله سبحانه تالدة خالدة لا ينزعها منكم إلا ظالم “Ambillah, hai Bani Thalhah, selama-lamanya. Tidak ada yang bisa mengambilnya darimu kecuali penindas (orang zalim)”. Sabda tersebut diucapkan ketika ada yg hendak merebut pengelolaan Ka’bah darinya. Sementara, Alquran menetapkan wewenang itu melalui firman-Nya: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا “Allah perintahkan kamu untuk menunaikan/menyerahkan amanah kepada yg berhak …”. (QS an-Nisa ayat 58) Profesi juru kunci disebut “sidaanah”. Profesi paling bergengsi dan tertua di kota Mekkah. Merekalah yang berwenang memegang kunci Kabah dan segala yang terkait dengan Kabah, membuka dan menutup pintu, memberikan izin atau tidak kepada yang akan memasukinya, mengganti kiswah Kabah, mencucinya dan melumurinya dengan wangi-wangian. Banyak yg mengira itu dilakukan pemerintah kerajaan. Secara teknis mungkin ya. Kerajaan punya anggaran berlimpah. Tetapi, harus seizin dan dihadiri juru kunci.

Read More

Kisah Nabi Hezqiyal Diwafatkan 100 Tahun dan Dihidupkan Lagi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Alquran menceritakan banyak kisah masa lalu yang memiliki sejuta hikmah. Salah satu peristiwa yang dikisahkan dalam Alquran yakni seorang lelaki yang dibangkitkan Allah selama seratus tahun kemudian dibangkitkan kembali. Salah satu keajaiban yang dikisahkan dalam salah satu ayat pada Surah Al-Baqarah tersebut adalah kisah makanan pria itu yang belum berubah meski sudah didiamkan selama seratus tahun. Berikut redaksi lengkapnya. اَوْ كَالَّذِيْ مَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ وَّهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَاۚ قَالَ اَنّٰى يُحْيٖ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ فَاَمَاتَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهٗ ۗ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۗ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍۗ قَالَ بَلْ لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ اِلٰى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۚ وَانْظُرْ اِلٰى حِمَارِكَۗ وَلِنَجْعَلَكَ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَانْظُرْ اِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوْهَا لَحْمًا ۗ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗ ۙ قَالَ اَعْلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ au kallażī marra ‘alā qaryatiw wa hiya khāwiyatun ‘alā ‘urụsyihā, qāla annā yuḥyī hāżihillāhu ba’da mautihā, fa amātahullāhu miata ‘āmin ṡumma ba’aṡah, qāla kam labiṡt, qāla labiṡtu yauman au ba’ḍa yaụm, qāla bal labiṡta miata ‘āmin fanẓur ilā ṭa’āmika wa syarābika lam yatasannah, wanẓur ilā ḥimārik, wa linaj’alaka āyatal lin-nāsi wanẓur ilal-‘iẓāmi kaifa nunsyizuhā ṡumma naksụhā laḥmā, fa lammā tabayyana lahụ qāla a’lamu annallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?” Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab, “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Saya mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah Ayat 259). Ditukil dari Waktu dalam Perspektif Alquran dan Sains terbitan Balitbang Kemenag, pada ayat 259 Surah al-Baqarah di atas, tampak kegalauan lelaki yang disebut dalam kitab tafsir tersebut adalah Nabi Hezqiyal, seorang nabi dari kalangan Bani Israil yang ditawan oleh Raja Nebukadnedzar (dalam tafsir lainnya disebut Nabi Uzair). Lelaki tersebut galau ketika melihat kota yang hancur berantakan, temboknya telah roboh menutupi atapnya. Diperkirakan kota yang hancur itu adalah Yerusalem, ibukota kerajaan Yudea setelah terjadinya penyerangan oleh Raja Kaldan (Khaldea)-Babilonia, Bukhtanashshar (alMaghluts, 2002) (dalam literatur Barat raja tersebut adalah Nabuchadnezzar) pada tahun 587 SM (Carter, 1985) atau 586 SM (Amstrong, 1997), yang menghancur leburkan Yerusalem beserta Haikal Sulaiman. Kegalauan Hezqiyal terungkap dalam kata-katanya, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?”. Seketika Nabi Hezqiyal mengalami tiga kejadian penting, yaitu: Beliau diwafatkan selama 100 tahun, kemudian dibangkitkan/dihidupkan lagi. Setelah bangkit atau hidup, diperlihatkan bahwa “makanan dan minuman” yang ia bawa sebagai bekal, belum berubah sama-sekali, masih seperti sedia kala, yaitu masih seperti 100 tahun yang lalu. Karyawan Otoritas Barang Antik Israel (IAA) bekerja untuk mengungkap pusat penyimpanan administratif sejak zaman Raja Hizkia dan Manasye, di Yerusalem, 22 Juli 2020. Lebih dari 120 tayangan meterai yang distempel pada guci berusia 2.700 tahun dapat menunjukkan bahwa pajak dikenakan dikumpulkan secara teratur untuk produk-produk pertanian seperti anggur dan minyak zaitun, pada periode raja-raja Yudea. – Nabi diperlihatkan bagaimana Allah membangkitkan kembali keledai yang sudah menjadi tulang-belulang, kembali hidup. Ketika Nabi Hezqiyal dihidupkan kembali, Allah bertanya kepadanya, “Berapa lama kamu tinggal di sini?”; dan Nabi Hezqiyal menjawab, “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya. Jawaban Nabi Hezqiyal cukup manusiawi karena ketika mati selama 100 tahun, fungsi memori otak tidak bekerja sehingga ingatannya ketika hidup kembali masih menggunakan memori 100 tahun yang lalu. Allah lalu menjelaskan bahwa Hezqiyal telah dimatikan 100 tahun lamanya. Kemudian beliau disuruh melihat bekal makanan dan minumannya; ternyata bekal itu masih tetap utuh seperti sedia kala, seperti 100 tahun yang lalu dan tidak berubah.

Read More

Tajikistan Resmi Melarang Penggunaan Jilbab

Tajikistan — 1miliarsantri.net : Pemerintah Tajikistan resmi melarang penggunaan hijab untuk Muslimah pada 19 Juni 2024 lalu. Hal ini seiring dengan disahkannya undang-undang baru yang mengatur pakaian Islami dan perayaan Idul Fitri oleh parlemen negara tersebut. RUU yang disetujui oleh majelis tinggi parlemen itu, Majlisi Milli, pada 19 Juni, muncul setelah bertahun-tahun diberlakukannya tindakan keras tidak resmi terhadap hijab di negara mayoritas Muslim tersebut. Berikut ini sejumlah fakta seputar pelarangan hijab yang diberlakukan Tajikistan sebagaimana dihimpun Pertama, tindakan keras pemerintah terhadap hijab dimulai pada 2007, meluas ke semua institusi publik dan menyebabkan penggerebekan pasar dan denda di jalan. Pada 2015 misalnya, Polisi mengatakan bahwa selama setahun terakhir, mereka telah menutup sekitar 160 toko yang menjual jilbab, dan meyakinkan 1.773 wanita untuk berhenti mengenakan jilbab. Kedua, pada 2018, pemerintah juga mengeluarkan buku panduan setebal 376 halaman, berjudul ‘Buku Panduan Pakaian yang Disarankan di Tajikistan’, yang menguraikan apa yang harus dikenakan perempuan di negara itu untuk berbagai kesempatan. Daftar tersebut menguraikan bahan, panjang dan bentuk pakaian yang dapat diterima. Buku ini juga melarang pakaian hitam di pemakaman; sebagai gantinya, buku ini merekomendasikan pakaian biru dengan jilbab putih untuk acara-acara seperti itu. Ketiga, jilbab disebut busana asing. Presiden Emomali Rakhmon juga memperingatkan orang-orang Tajik: “Jangan menyembah nilai-nilai asing, jangan mengikuti budaya asing. Kenakan pakaian dengan warna dan potongan tradisional, bukan hitam.” “Bahkan saat berkabung, wanita Tajik harus mengenakan pakaian putih, bukan hitam,” katanya. Keempat, berdasarkan undang-undang baru, individu yang mengenakan jilbab atau pakaian keagamaan terlarang lainnya dapat dikenakan denda yang besar hingga 7.920 somoni (sekitar 700 dolar AS). Perusahaan yang mengizinkan karyawannya mengenakan pakaian terlarang berisiko dikenakan denda sebesar 39.500 somoni (3.500 dolar AS). Pejabat pemerintah dan pemimpin agama akan menghadapi denda yang lebih besar yaitu 54 ribu-57.600 somoni (4.800 dolar AS sampai 5.100 dolar AS) jika ditemukan melakukan pelanggaran. Kelima, pelarangan hijab ini merupakan bagian dari serangkaian 35 tindakan yang berkaitan dengan agama, dalam sebuah langkah yang digambarkan oleh pemerintah sebagai “melindungi nilai-nilai budaya nasional” dan “mencegah takhayul dan ekstremisme”. Keenam, setelah pertama kali melarang jilbab di lembaga-lembaga publik, termasuk universitas dan gedung-gedung pemerintah, pada tahun 2009, rezim di Dushanbe mendorong sejumlah aturan formal dan informal yang dimaksudkan untuk mencegah negara-negara tetangga menggunakan pengaruh mereka, namun juga memperkuat kontrol mereka terhadap negara tersebut. Ketujuh, sebelum larangan tersebut, pemerintah telah bekerja keras untuk mempromosikan budaya dan cara berpakaian Tajik. Pada September 2017, pemerintah mengaktifkan pesan kepada pengguna ponsel, mendesak mereka untuk mengenakan pakaian nasional Tajik. Pesan-pesan itu berbunyi: “Mengenakan pakaian nasional adalah suatu keharusan!”, “Hormati pakaian nasional,” dan “Mari kita jadikan ini sebagai tradisi yang baik untuk mengenakan pakaian nasional.” Kedelapan, meskipun larangan hijab sekarang resmi, Tajikistan telah melihat beberapa pembatasan yang disahkan dalam hal berpakaian dan penampilan. Pada 2007, kementerian pendidikan Tajikistan melarang pakaian Islami dan rok mini gaya Barat bagi para siswa. Larangan tersebut akhirnya diperluas ke semua institusi publik.

Read More

Polemik Alokasi Kuota Haji 2024 Menjadi Bumerang Kemenag

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kontroversi kuota haji 2024 kembali memanas, memicu perdebatan antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR. Sumber perselisihan adalah alokasi tambahan 20 ribu kuota jamaah yang diperoleh dari hasil diplomasi Presiden Joko Widodo dengan pemerintah Arab Saudi. Masalah ini bermula ketika Kemenag pada Februari 2024 memutuskan untuk membagi tambahan kuota menjadi 10 ribu untuk haji khusus dan 10 ribu untuk haji reguler. Keputusan ini bertentangan dengan hasil Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI pada 27 November 2023. Ace Hasan Syadzily, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar, mengungkapkan kritik kerasnya. “Seharusnya, 20 ribu kuota tambahan ini dibagi sesuai UU No. 8 tentang Penyelenggaraan Haji & Umroh. Rinciannya, 221.720 untuk jamaah haji reguler dan 19.280 untuk jamaah haji khusus,” jelasnya Selasa (25/6/2024). Ace menegaskan bahwa pembagian kuota ini sudah dibahas secara mendalam selama tiga minggu dalam Rapat Panja Haji Komisi VIII. Hasilnya kemudian menjadi dasar Keputusan Presiden RI No. 6 tahun 2024 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2024. “Presiden Jokowi memikirkan rakyat yang antre ingin berhaji, bukan untuk memfasilitasi orang berduit yang akan berhaji,” tegas Ace, menekankan tujuan awal penambahan kuota.

Read More

Penghulu dan Penyuluh Diminta Edukasi Bahaya Judi Online pada Calon Pengantin

Jakarta — 1miliarsantri.net : Judi online semakin meresahkan dan menyasar seluruh lapisan masyarakat. Kepala Subdirektorat Bina Kepenghuluan Kemenag, Anwar Saadi minta menyisipkan materi pencegahan judi online dalam bimbingan dan penyuluhan agama kepada masyarakat. Menurutnya, diperlukan instruksi khusus kepada penghulu dan Penyuluh Agama Islam se-Indonesia untuk memasukkan materi bahaya judi online pada kegiatan Penyuluhan maupun Bimbingan Perkawinan. “KUA telah memberi pembekalan Bimbingan Perkawinan pada calon pengantin. Salah satu materi umumnya adalah peran dan tanggung jawab suami dan istri, termasuk pembekalan menjaga keutuhan keluarga. Namun, karena kasus judi online ini materi spesifik, ke depan, materi ini juga akan menjadi materi penting dalam Bimbingan Perkawinan,” papar Anwar. Selain penghulu, lanjutnya, materi ini juga harus menjadi bahan edukasi dan bimbingan kepada jemaah binaan Penyuluh Agama Islam se-Indonesia. Anwar menyebut, upaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap Satgas Judi Online yang dibentuk pemerintah untuk menangani masalah darurat judi online. Sebab menurutnya, maraknya judi online menyebabkan kerusakan di berbagai lini kehidupan, tidak hanya melanggar pidana, tapi juga berakibat pelaku depresi, bunuh diri, KDRT, hingga pada perceraian rumah tangga. “Banyak kasus perceraian karena dilatarbelakangi dampak perjudian. Keutuhan sebuah keluarga sangat diuji apabila ada anggota keluarga, terutama kepala keluarga melakukan aktivitas perjudian. Selain buang waktu, merusak ekonomi keluarga, hingga berakibat pengabaian dan semena-mena terhadap keluarga,” lanjutnya. Anwar menyebut, terminologi judi tidak ada yang positif. Menjanjikan kemenangan, yang didapat justru kekalahan, kemiskinan, konsumtif, serta menjadi salah satu penyebab orang terdorong mengadu nasib dengan berjudi.

Read More