Golongan Manusia yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sayyidatina Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anha adalah putri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan bahwa Sayyidatina Asma binti Abu Bakar menyampaikan sebuah hadits tentang orang-orang yang masuk surga tanpa hisab. Sayyidatina Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anha berkata bahwa mendengar baginda Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pada hari kiamat, semua orang akan dikumpulkan di suatu tempat. Suara yang diumumkan oleh malaikat pasti akan terdengar oleh semua orang.” Malaikat mengumumkan, “Di mana orang yang selalu mengingat dan memuji Allah SWT dalam keadaan senang atau susah? Mendengar pengumuman itu, sekelompok manusia berdiri dan masuk surga tanpa hisab.” Kemudian, malaikat mengumumkan lagi, “Di mana orang yang sibuk beribadah pada malam hari dan mejauhkan diri dari tempat tidurnya? Sekelompok manusia bangun dan masuk surga tanpa hisab.” Malaikat mengumumkan lagi, “Di mana orang yang perdagangan dan jual belinya tidak melalaikannya dari mengingat Allah SWT? Kemudian sekelompok manusia bangun dan masuk surga tanpa hisab.” Kisah ini juga diriwayatkan dalam hadits lain dengan tambahan bahwa akan diumumkan, “Penduduk Mahsyar akan melihat siapakah orang yang mulia?” Kemudian akan diumumkan lagi, “Mereka adalah orang yang kesibukkan perdagangannya tidak menghalangi dia dari mengingat Allah SWT dan dari mendirikan sholat.” (dari Kitab Durrul Mantsur)

Read More

Jamaah Haji Singapura Keluhkan Panasnya Cuaca di Tanah Suci

Singapura — 1miliarsantri.net : Warga Singapura yang menunaikan ibadah haji tahun ini harus berjuang melawan panas terik, cuaca kering, dan kerumunan massa yang super padat. Mereka yang kembali ke rumah pada Selasa (25/6/2024) setelah menyelesaikan serangkaian ibadah haji di Tanah Suci mengingat suhu yang melebihi 50 derajat Celcius saat mereka melakukan ritual keagamaan di ruang terbuka. Ibadah haji tahunan, yang jatuh pada bulan Juni tahun ini, telah menyebabkan lebih dari 1.300 kematian dari 1,8 juta jamaah di seluruh dunia, menurut pihak berwenang Saudi. Suhu mencapai 51,8 derajat Celcius di Masjidil Haram di Mekah pekan lalu, menurut laporan media yang mengutip Pusat Meteorologi Nasional negara tersebut. Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, dan semua umat Islam yang memiliki kemampuan harus menyelesaikannya setidaknya satu kali. Karena tingginya permintaan, negara-negara diberi kuota jamaah untuk mencegah kepadatan yang berlebihan. Mirip dengan tahun 2023, Singapura mendapat alokasi 900 tempat tahun ini. Calon jamaah dapat memilih lebih dari 20 paket yang disetujui yang ditawarkan oleh delapan agen perjalanan resmi untuk perjalanan antara 3 Juni dan 7 Juli. Gelombang pertama jamaah Singapura yang menyelesaikan haji kembali pada hari Senin (24/6/2034). Menanggapi pertanyaan CNA (channel news asia), Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengatakan jamaah haji Singapura secara umum dalam kondisi kesehatan yang baik. Dua agen perjalanan yang dihubungi CNA memiliki sekitar 320 jamaah. Ada yang menderita batuk dan demam, namun tidak ada yang menderita penyakit serius. Para peziarah disarankan untuk menjaga diri mereka tetap terhidrasi dan menghindari aktivitas di luar ruangan ketika suhu mencapai puncaknya sekitar tengah hari, kata MUIS dan agen perjalanan. Mereka juga diminta untuk tetap sehat dan bugar dalam persiapan perjalanan mereka beberapa minggu sebelumnya. Agen perjalanan juga telah melatih petugas medis untuk menemani rombongan mereka. Direktur Layanan & Perjalanan Noor Mohamad, Juyda Noor Mohamad, yang mendampingi rombongan turnya, mengatakan suhu rata-rata berkisar 43 hingga 47 derajat Celcius hampir setiap hari. Agensinya menangani lebih dari 100 jamaah berusia 30 hingga 77 tahun. Ada pula yang menderita batuk dan sakit tenggorokan. Agensi Halijah Travels mengatakan demam, infeksi saluran pernapasan atas, tumit pecah-pecah, dan lecet akibat berjalan adalah hal yang umum terjadi pada jamaah haji. “Kadang-kadang jamaah mengalami dehidrasi, jadi kami memberikan mereka rehidrasi jika diperlukan (melalui infus di fasilitas medis),” terang General Manager Haffidz Abdul Hamid. Dokter hewan Hasnul Ismail, yang masih menjalani ibadah haji, mengatakan kepada CNA bahwa dia berolahraga secara teratur dan mengontrol pola makannya di rumah, tetapi masih jatuh sakit dan diberi antibiotik minggu lalu. Dr Hasnul, yang dijadwalkan kembali pada 5 Juli, mengatakan cuacanya terasa lebih panas dibandingkan perjalanan sebelumnya pada tahun 2012 dan 2014. Alat penyiram air dan kabut air di luar masjid, serta ventilasi di area terlindung membantu mengatasi panas, tambah pria Singapura berusia 53 tahun yang menjalankan praktik dokter hewan di Malaysia.

Read More

Pasukan Zionis Israel Menghadapi Tekanan Kejiwaan Hingga Bunuh Diri

Gaza — 1miliarsantri.net : Lebih dari 250 hari sejak meletusnya agresi Israel terhadap Palestina di Gaza, tentara pendudukan Israel perlahan-lahan mengungkap masalah-masalah yang membunuh para tentaranya, serta faktor-faktor lain yang membatasi kemampuan mereka untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Dalam artikel bertajuk The Occupation Army Is Being Affected Seriously By Suicide, Low Morale And Mental Illness yang diterbitkan middleeasmonitor, kolumnis Aziz Mustafa berbicara tentang meningkatnya jumlah kasus bunuh diri, masalah psikologis yang serius, dan moral yang rendah. Gangguan stres pascatrauma (PTSD) adalah masalah yang nyata. Tentara rupanya telah membuka penyelidikan terhadap fenomena bunuh diri di kalangan tentaranya, karena mereka tidak mampu mengatasinya secara memadai. Ini adalah gejala dari penyakit mental yang mempengaruhi semakin banyak tentara Israel, dan bukan hanya di antara jajaran lainnya. Setidaknya seorang letnan kolonel telah melakukan bunuh diri, mendorong kepala Pusat Studi Bunuh Diri dan Sakit Mental Lior Tsfaty, Profesor Yossi Levi-Belz, mengatakan bahwa masalah ini sangat mengejutkan karena mereka tidak terbiasa dengan hal itu selama pertempuran, meskipun itu termasuk mereka yang menderita PTSD, yang terbangun setiap pagi karena berbagai pemandangan, suara, dan perasaan bersalah. Tetapi pihak militer menolak untuk mempublikasikan nama-nama tentara dan perwira yang telah melakukan bunuh diri dan merahasiakannya. Namun demikian, kita tahu bahwa antara 1973 dan 2024, 1.227 tentara Israel melakukan bunuh diri berdasarkan catatan resmi, tetapi jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. Beberapa pihak mengklaim bahwa tentara menutup-nutupi jumlah pastinya. Keinginan untuk berperang telah runtuh, meskipun kehancuran telah terjadi di Gaza. Tentara mulai goyah antara semangat militer yang memburuk dan keinginan untuk membelot. Dengan semakin banyaknya yang tidak mau bertugas di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Gaza, Israel menghadapi keruntuhan pasukan cadangannya dalam waktu dekat. Frustrasi dan kecemasan menyebar di antara para prajurit, yang menyebabkan hilangnya kesiapan tempur, moral yang rendah, serta rasa takut dan putus asa yang mendalam. Tentara Israel telah menemukan di Gaza bahwa meskipun mereka memiliki peralatan yang unggul dan pelatihan yang intensif, mereka telah menjadi sasaran empuk bagi para pejuang perlawanan. Jelas terlihat dari persentase tentara yang terbunuh dalam pertempuran bahwa kehidupan mereka di dalam tank telah menjadi neraka yang tak tertahankan. Perintah mereka termasuk tetap berada di dalam tank sepanjang waktu, dan mereka bahkan tidak boleh melihat keluar dari tank untuk berjaga-jaga jika ditembak oleh penembak jitu. Jangan tanya bagaimana mereka pergi ke toilet. Selain itu, tentara pendudukan kehilangan tingkat kepercayaan publik yang tinggi yang telah dinikmati selama beberapa dekade. Kepercayaan terhadap kepemimpinan tentara telah terkikis sejak perang dimulai di Gaza, turun secara signifikan dari 75 persen pada Maret menjadi 59 persen pada awal Mei, sementara 70 persen warga Israel tampaknya percaya bahwa Kepala Staf Jenderal Herzl Halevi harus mengundurkan diri karena kegagalan keamanannya pada tanggal 7 Oktober. Hal ini menjadi perhatian utama bagi tentara, yang menganggap tugas mempertahankan posisinya di hati warga Israel sebagai tugas resmi. Masalahnya belum terbantu dengan kegagalannya di Gaza, dan tentara yang kembali dari garis depan membuat komentar negatif, sehingga meningkatkan dampak kegagalannya pada citranya yang tadinya dipoles dengan baik.

Read More

Jusuf Kalla Himbau Pengurus DMI Istiqomah Memakmurkan Masjid

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009 dan 2014 – 2019, H.M Jusuf Kalla (JK) mengimbau pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) istikamah memakmurkan masjid. Bahkan masjid yang merupakan rumah Allah harus dijadikan energi meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. “Sekarang ada 800 ribu masjid di Indonesia, tersebar di banyak kawasan. Kalau semuanya digerakkan untuk memakmurkan masyarakat sekitar, maka ini akan menjadi inspirasi yang membangun negeri ini,” terang Ketua Umum DMI di Jakarta pada Minggu (30/6/2024). Jumlah tersebut jauh melampaui jumlah masjid di negara lain. Arab Saudi memiliki sekitar 200.000 hingga 300.000 masjid yang tersebar di seluruh negeri. Namun, di antara semua masjid tersebut, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah adalah dua tujuan utama wisata religi bagi umat Islam di seluruh dunia setiap saat. Mesir, dengan sejarah Islam yang panjang, memiliki sekitar 100.000 hingga 110.000 masjid. Negara Turki berada di urutan kelima dengan memiliki sekitar 80.000 hingga 85.000 masjid. Masjid-masjid di Turki sering kali menjadi titik fokus dalam arsitektur kota-kota besar seperti Istanbul, mencerminkan warisan kekayaan sejarah dan budaya Islam di negara ini. India memiliki sejarah peradaban Islam yang cukup panjang. Saat ini, India tercatat sebagai negara dengan Masjid terbanyak ketiga, memiliki sekitar 300.000 hingga 400.000 masjid. Berdasarkan data tersebut, jumlah masjid di Indonesia adalah terbanyak. JK mengatakan, dulu visi DMI sederhana, memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Sebab selama ini hanya berbicara memakmurkan masjid, tapi fungsi masjid itu hanya tempat ibadah. Padahal untuk lebih bermanfaat tentu harus memakmurkan jamaahnya juga. DMI mengemban amanah untuk melakukan hal tersebut. Terdiri dari 200 personel pengurus DMI dari berbagai profesi dan latar belakang, mereka dinilai cakap dan mampu menghidupkan dan meramaikan masjid untuk menjadi sentra pemberdayaan masyarakat sekitar. “Sebab siapapun yang hadir di sini, ada orang Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah atau siapapun, doanya pasti ditutup Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar (wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka),” ungkap JK.

Read More

Jamaah Haji Gelombang Dua Sudah Diberangkatkan ke Madinah

Mekah — 1miliarsantri.net : Jamaah haji Indonesia gelombang 2 mulai didorong dari Makkah ke Madinah pada Rabu (26/6/2024) lalu. Sebanyak 6.950 jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan. Mereka tergabung dalam 17 kelompok terbang (kloter). “Alhamdulillah Rabu lalu jamaah haji Indonesia gelombang kedua sudah diberangkatkan dari Kota Makkah menuju Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman saat diwawancaral di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Minggu (30/6/2024). Setelah melaksanakan ibadah di Madinah, baru mereka akan dipulangkan ke Tanah Air. Khalil pun mengimbau kepada jamaah yang akan berangkat ke Madinah untuk mematahi jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan oleh petugas haji di Makkah. “Jangan sampai jamaah masih melaksanakan ibadah sunnah ataupun ibadah yang lainnya di Masjidil Haram pada saat berangkatan,” harap Khalil. Sementara itu, salah satu jamaah yang diberangkatkan dari Hotel Yaqub Al Qoqandi I Makkah, Zulkifli mengaku merasa berat meninggalkan kota suci Makkah. Apalagi, ia harus menunggu 12 tahun lamanya untuk sampai ke Tanah Suci. “Sedih rasanya meninggalkan Makkah, entah kapan ke sini lagi,” ucap jamaah asal Batam itu. Zulkifli bersama jamaah lainnya tergabung dalam kloter 12 embarkasi BTH. Selama berada di Makkah hingga puncak haji, dia pun mengaku mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari para petugas haji.

Read More

Al Quran Isyaratkan Karakter Tentara Israel yang Penakut

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam artikel bertajuk The Occupation Army Is Being Affected Seriously By Suicide, Low Morale And Mental Illness yang diterbitkan middleeasmonitor, kolumnis Aziz Mustafa berbicara tentang meningkatnya jumlah kasus bunuh diri, masalah psikologis yang serius, dan moral yang rendah. Gangguan stres pascatrauma (PTSD) adalah masalah yang nyata. Tentara Israel rupanya telah membuka penyelidikan terhadap fenomena bunuh diri di kalangan tentaranya, karena mereka tidak mampu mengatasinya secara memadai. Ini adalah gejala dari penyakit mental yang mempengaruhi semakin banyak tentara Israel, dan bukan hanya di antara jajaran lainnya. Setidaknya seorang letnan kolonel telah melakukan bunuh diri, mendorong kepala Pusat Studi Bunuh Diri dan Sakit Mental Lior Tsfaty, Profesor Yossi Levi-Belz, mengatakan bahwa masalah ini sangat mengejutkan karena mereka tidak terbiasa dengan hal itu selama pertempuran, meskipun itu termasuk mereka yang menderita PTSD, yang terbangun setiap pagi karena berbagai pemandangan, suara, dan perasaan bersalah. Tetapi pihak militer menolak untuk mempublikasikan nama-nama tentara dan perwira yang telah melakukan bunuh diri dan merahasiakannya. Namun demikian, kita tahu bahwa antara 1973 dan 2024, 1.227 tentara Israel melakukan bunuh diri berdasarkan catatan resmi, tetapi jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. Beberapa pihak mengklaim bahwa tentara menutup-nutupi jumlah pastinya. Keinginan untuk berperang telah runtuh, meskipun kehancuran telah terjadi di Gaza. Tentara mulai goyah antara semangat militer yang memburuk dan keinginan untuk membelot. Dengan semakin banyaknya yang tidak mau bertugas di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Gaza, Israel menghadapi keruntuhan pasukan cadangannya dalam waktu dekat. Terkait hal ini, Alquran telah memberikan isyarat tentang karakter kejiwaan mereka. Bani Israil yang menjadi akar dari bangsa Yahudi dalam kisahnya terkenal sebagai umat yang penakut. Alquran mengisahkan bahwa Bani Israil tidak mau memasuki wilayah Kana’an karena takut berperang sehingga mereka membangkang kepada Nabi Musa alaihissalam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا ۖفَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami sampai kapan pun tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami tetap berada di sini saja.” (QS Al-Ma’idah Ayat 24) Maksud ayat di atas yaitu, sebagaimana dikutip Tafsir Ringkas Kementerian Agama, setelah orang-orang Yahudi menolak perintah dua utusan Nabi Musa, yaitu Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune. Kemudian orang-orang Yahudi berkata, “Wahai Musa! Meski engkau menyuruh kami untuk masuk ke Kana’an yang merupakan daerah orang Palestina, sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka, yaitu penduduknya yang merupakan orang-orang kuat lagi besar, masih ada di dalamnya. Karena itu, lebih baik pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan kemudian berperanglah kamu berdua untuk mengalahkan mereka. Sementara kalian berperang, biarlah kami tetap berada dan menanti di sini saja sambil menunggu hasil dari perjuanganmu.”

Read More

Kisah Pak Harto Bangun 999 Masjid di Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pada 1982, Presiden Kedua Infonesia, H.M Soeharto mendirikan Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) sebagai ajakan pada umat untuk menumbuhkan semangat bersedekah. Girah beramal, dalam upaya menghimpun daya dan dana untuk memenuhi kebutuhan kaum Muslimin di dalam melaksanakan ibadah mereka sebagai mayoritas di negeri ini. Membangun masjid yang merupakan cita-cita didirikannya YAMP, bagi Pak Harto merupakan kebutuhan yang tak terhindarkan umat Islam. Keberadaan masjid, selain sebagai sarana beribadah, juga merupakan simbol terwujudnya persatuan dan kesatuan masyarakat dalam ukhuwah Islamiyah. Dan, yang lebih penting, bagaimana kaum Muslimin bisa mencintai masjid sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya. Pertimbangan lain yang mendasari berdirinya YAMP kala itu adalah kemampuan pemerintah yang masih sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan umat Islam. Ajakan Pak Harto untuk memberikan sedekah tersebut kemudian ditanggapi Korps Pegawai Republik Indonesia atau Korpri (1982) dan anggota ABRI (kini bernama TNI) melalui surat Panglima ABRI, Jenderal Benny Moerdani. Maka, pada tahun 1982 juga, YAMP mengumpulkan dana yang berasal dari pegawai negeri sipil (Korpri), ABRI (termasuk Kepolisian RI) yang beragama Islam. Nilainya sebagai berikut: Rp 50 (untuk golongan I), Rp 100 (golongan II), Rp 500 (golongan III), dan Rp 1.000 (golongan IV). Jadi, penghimpunan dana berdasarkan jenjang masing-masing pegawai. Hal ini sesuai dengan surat edaran Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan (kini Kementerian Keuangan). Gagasan ini disampaikan Pak Harto selaku pemrakarsa YAMP kepada menteri keuangan pada 8 Desember 1982. Potongan gaji yang sedemikian kecilnya ternyata sangat bermanfat bagi umat Islam. Pak Harto sebagai sebagai seorang Muslim serta pendiri YAMP pernah menyatakan, “Bahwa dengan memberi sedekah sebesar itu harus dikelola secara profesional, akuntabel, dan transparan, diharapkan dapat memperoleh kepercayaan dan memberi manfaat yang besar bagi umat.” Tepat pada tahun 2009, sebagaimana yang sudah direncanakan, yayasan ini telah berhasil membangun sebanyak 999 unit masjid di seluruh Indonesia. Masjid terakhir diselesaikan tepat pada 2009 sesuai pesan Soeharto. Pembangunan masjid yang dilakukan YAMP memiliki bentuk yang khas. Pilihan jenis bangunan adalah bentuk Masjid Demak (Jawa Tengah) yang memiliki tiga cungkup dengan puncak masjid berbentuk segilima (yang menggambarkan Pancasila). Kemudian, terdapat bentuk lafaz Allah pada bagian tengah puncak itu.

Read More

Mengapa India Berbelot Membela Israel

Mumbai — 1miliarsantri.net : Sejak awal merdeka dari Inggris, India seperti banyak negara poskolonial lainnya adalah pendukung sengit Palestina dan penentang penjajahan oleh Israel. Namun terungkap belakangan, di bawah Perdana Menteri narendra Modi India justru memasok senjata ke Israel yang digunakan untuk melakukan genosida di Jalur Gaza. Apa yang berubah dalam 76 tahun belakangan? Setelah memperoleh Kemerdekaan pada tanggal 15 Agustus 1947, India dihadapkan dengan isu pembagian Palestina menjadi dua negara. India, di bawah Perdana Menteri Jawaharlal Nehru, memberikan suara menentang resolusi Majelis Umum PBB tentang pembagian Palestina pada 29 November 1947. Merujuk India Today, Pendirian Nehru didasarkan pada faktor moral dan geopolitik. Dari segi moral, Nehru mengikuti jejak mentornya, Mahatma Gandhi, yang sangat yakin bahwa orang-orang Yahudi telah melakukan kesalahan besar dalam upaya untuk “memaksakan diri mereka di Palestina dengan bantuan Amerika dan Inggris”. Menurut Gandhi, Palestina adalah milik bangsa Arab seperti halnya Inggris milik Inggris, atau Prancis milik Prancis, sebagaimana disebutkan dalam artikelnya di Harijan pada November 1938. Terlebih lagi, Nehru dan Gandhi telah melihat kengerian dari pemisahan berdasarkan agama antara India dan Pakistan. Mereka tidak ingin mendukung pertumpahan darah lagi dan percaya jika pemisahan harus dilakukan maka hal itu harus dilakukan dengan persetujuan orang-orang Arab Palestina. Dari segi geopolitik, Nehru mengetahui bahwa sebagai negara baru, India membutuhkan dukungan asing, terutama dari negara-negara Arab yang gigih menentang pembentukan Israel. Nehru juga khawatir pemberontakan di kalangan penduduk Muslim yang besar di India jika pemerintah mendukung lahirnya Israel. Israel akhirnya berdiri pada tanggal 14 Mei 1948. Tak lama kemudian, Israel mengirimkan surat ke negara-negara, termasuk India, meminta mereka untuk mengakui bangsa Yahudi. Meskipun India pada awalnya tidak menanggapi permintaan tersebut, India kemudian secara resmi mengakui Israel pada tanggal 17 September 1950. Namun hubungan diplomatik penuh harus menunggu beberapa dekade. Pengakuan India terhadap Israel terjadi setelah semua negara Arab tetangga Israel menandatangani gencatan senjata dengan negara Yahudi tersebut. Bahkan negara Muslim seperti Turkiye mengakui Negara Israel pada 1949. Korespondensi pertama Jawaharlal Nehru dengan Israel terjadi pada 1962 ketika ia menulis surat kepada Perdana Menteri Israel David Ben-Gurion selama perang dengan Cina. Nehru meminta bantuan Israel dalam bentuk senjata dan amunisi, dengan ketentuan dikirimkan tanpa bendera Israel untuk menghindari ketegangan hubungan India dengan negara-negara Arab. Namun, Ben-Gurion, meski menyatakan empati terhadap situasi India, menolak memberikan bantuan dalam kondisi seperti ini. Hanya ketika India setuju untuk menerima pengiriman berbendera Israel, Israel mulai menjalin hubungan dengan India pada tingkat yang strategis. India kembali terpaksa menghubungi Israel selama perang pada 1971 dengan Pakistan. AS saat itu sedianya mendukung Islamabad, tetapi Israel memilih untuk menjawab permintaan bantuan India. Dalam bukunya 1971: A Global History of the Creation of Bangladesh, sejarawan Srinath Raghavan mencatat bahwa Israel sendiri menghadapi kekurangan senjata dan tidak dapat memasok senjata secara langsung ke India. Namun Perdana Menteri Israel Golda Meir mengalihkan pengiriman yang ditujukan ke Iran ke India hanya dengan satu permintaan – menjalin hubungan diplomatik dengan imbalan senjata. Meskipun ada bantuan Israel pada 1971, India, di bawah kepemimpinan Indira Gandhi, tetap menjadi pendukung setia perjuangan Palestina. Pemerintahan Indira Gandhi secara konsisten mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, mengutuk pendudukan Israel dan menganjurkan solusi dua negara. Pada 1974, India secara resmi mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang dipimpin oleh Yasser Arafat, sebagai satu-satunya perwakilan rakyat Palestina yang sah. Arafat memiliki ikatan yang lebih dalam dengan Indira Gandhi, yang disebut sebagai “adik perempuanku”. Yasser Arafat mengunjungi India beberapa kali selama masa jabatan Indira Gandhi. Kunjungannya berperan penting dalam memperkuat hubungan politik dan diplomatik antara kedua pemerintah, karena India mengizinkan PLO membuka kantor di New Delhi pada 1975. Setelah Indira Gandhi dibunuh pada tahun 1984, Arafat datang ke pemakamannya. Menurut beberapa laporan, dia “menangis seperti anak kecil” di pemakaman Indira Gandhi. Pada 1988, India menjadi salah satu negara pertama yang mengakui Negara Palestina setelah PLO mendeklarasikan kemerdekaan. Pada tahun 1996, India membuka Kantor Perwakilannya di Gaza, yang kemudian dipindahkan ke Ramallah. Namun pada 1999, terjadi perang Kargil. Kala itu Pakistan dan India merebutkan wilayah perbatasan di Jammu-Kashmir tersebut. Kala itu, pada 3 Mei 1999, India merasa pasukan Pakistan hendak memasuki wilayah tersebut dan melancarkan serangan balasan, yang diberi nama sandi Operasi Vijay. Namun, pasukan India, yang menggunakan peralatan militer dan teknis yang sudah ketinggalan zaman, kesulitan menemukan dan menyerang tentara Pakistan yang bersembunyi di lokasi-lokasi strategis. India meminta bantuan. Namun New Delhi menghadapi embargo teknologi, ekonomi dan senjata oleh negara-negara, yang dipimpin oleh AS, karena uji coba senjata nuklirnya pada 1998. Hanya satu negara yang secara terbuka mendukung India, yaitu Israel. Israel, meskipun merupakan sekutu AS, membantu India dengan mortir dan amunisi, bahkan memberikan Angkatan Udara India rudal berpemandu laser untuk jet tempur Mirage 2000H miliknya. Dalam buku The Evolution of India’s Israel Policy karya Nicolas Blarel, Israel menghadapi tekanan dari AS dan komunitas internasional untuk menunda pengiriman peralatan pertahanan ke India. Namun Israel terus maju dan mengirimkan senjata yang sangat dibutuhkan tepat waktu.

Read More

Sebanyak 1.500 Pesantren Ikuti Program Kemandirian Ekonomi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemandirin pesantren menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Program ini telah bergulir sejak 2020 dan terus diimplementasikan melalui beragam pendekatan, salah satunya Pelatihan Kemandirian Pesantren. Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Mastuki mengatakan, Pelatihan Kemandirian Pesantren bergulir sejak 2021. Bersama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, kata Mastuki, Pusdiklat memulai proyek ini dengan melatih 105 Pondok Pesantren. Setahun berselang, program ini berhasil melatih 504 Pondok Pesantren. Jumlah ini terus meningkat tajam pada tahun 2023, dengan 1.494 Pondok Pesantren penerima pelatihan. “Untuk tahun 2024, Pusdiklat dan Direktorat PD Pontren menargetkan pelatihan bagi 1.500 Pondok Pesantren, dengan 850 pondok pada tahap pertama dan 650 pondok pada tahap kedua,” terang Mastuki di Ciputat, Sabtu (29/6/2024). Pelatihan 2024 ini dibagi dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama ada 21 angkatan yang dilaksanakan dalam lima gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 20-23 Mei 2024, diikuti gelombang kedua pada 28-31 Mei, lalu ketiga pada 4-7 Juni, dan gelombang keempat pada 10-13 Juni. Untuk gelombang kelima dijadwalkan berlangsung pada 24-27 Juni 2024. Program pelatihan gelombang ke-5 yang saat ini sedang berlangsun, dibagi menjadi empat Angkatan (9 – 12). Setiap Angkatan diikuti 40 peserta, perwakilan dari Pondok Pesantren yang telah lulus seleksi berkas dan proposal melalui aplikasi SIMBA. “Seleksi ketat dilakukan oleh Tim Ahli Kemandirian Pesantren untuk memastikan peserta memiliki potensi dan komitmen yang kuat dalam mengembangkan kemandirian ekonomi pesantren mereka,” sebut Mastuki. Pelatihan ini mengadopsi metode blended learning, yang menggabungkan pembelajaran online dan tatap muka. Peserta mengikuti sesi online selama empat hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan sesi tatap muka selama dua hari, dan diakhiri dengan Bimbingan Teknis (BIMTEK) selama dua hari. Metode ini dirancang agar peserta dapat memahami teori sekaligus mempraktikkan keterampilan yang diajarkan. Narasumber dalam pelatihan ini adalah Tim Ahli Kemandirian Pesantren yang ditetapkan melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Mereka terdiri para profesional yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang pemberdayaan ekonomi pesantren. Keberadaan narasumber ini sangat penting untuk memberikan wawasan dan bimbingan praktis kepada para peserta.

Read More

Kemenag Sulut Tingkatkan Kualitas Layanan Haji di Embarkasi Balikpapan

Balikpapan — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara akan meningkatkan kualitas layanan haji di Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur guna memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara H Sarbin Sehe, di Manado, Selasa, pihaknya selain meningkatkan layanan haji juga memberikan apresiasi kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan atas keberhasilan mereka dalam memberangkatkan jemaah haji tahun 1445 H. “Kami mengapresiasi kualitas layanan yang telah diberikan kepada seluruh jamaah, terutama jamaah haji asal Sulawesi Utara. PPIH Embarkasi Balikpapan telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang luar biasa dalam melayani para jamaah haji. Hal ini patut diapresiasi,” ujar Kakanwil. Selain itu, dirinya juga menyetujui rencana peningkatan layanan keamanan bagi jamaah calon haji. Menurutnya, layanan keamanan yang baik akan sangat membantu bagi jamaah. Namun demikian, ia meminta untuk tetap mempertimbangkan aspek syiar dan humanisme di asrama haji. “Keamanan memang penting, namun jangan sampai mengabaikan nilai-nilai syiar dan humanisme yang harus kita jaga,” kata Kakanwil yang didampingi Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) H Wahyuddin Ukoli.

Read More