Bapak Para Nabi ini Berbohong di Hadapan Penguasa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setiap orang beriman diharuskan berkata jujur. Sebab perkataan demikian adalah wasilah menuju ketakwaan. Namun ini ada orang shaleh, bahkan bukan cuma shaleh, ini nabi sekaligus rasulullah yang terpaksa tidak berkata jujur. Nabi satu ini harus berbohong demi kemaslahatan tertentu. Siapa dia? Dia adalah Khalilullah (el-khalil) Nabi Ibrahim Alaihissalam. Nabi yang sejak kecil sudah dibersamai Allah sehingga tumbuh menjadi insan pemberani menghadapi raja Namrud (Nimrod). Kisah dia berbohong terjadi beberapa kali. Pertama adalah saat dia menghancurkan berhala-berhala yang disembar banyak orang. Kemudian menyisakan satu berhala yang paling besar. Ketika orang-orang bertanya kepada Ibrahim siapa yang menghancurkan berhala – berhala itu, dia menjawab, bahwa yang menghancurkan mereka adalah berhala yang besar. Penguasa Namrud murka mendengar jawaban itu. Dia menghukum Ibrahim dengan membakarnya. Tapi karena ibrahim ditemani Allah, maka sang nabi yang seharusnya merasakan panas dan terbakar hancur, malah justru merasakan dingin dan ketenangan saat nyala api menjilati tubuhnya. Bohong yang kedua adalah saat berjalan bersama istri tercinta Sarah. Wanita satu ini dikenal berparas cantik. Kecantikannya membuat orang-orang di sekitarnya hormat kepada wanita tersebut. Bahkan ada yang mengatakan, bahwa pria yang tertampan adalah Nabi Yusuf. Sedangkan wanita tercantik adalah Sarah, istri Ibrahim. Nah, suatu ketika, Sarah bersama Ibrahim datang ke sebuah daerah. Penguasa di sana masyhur sebagai pria yang gemar menyetubuhi wanita cantik. Bila si penguasa mengetahui ada perempuan cantik sudah bersuami, maka dia akan membunuh si suami dan mempersunting si wanita tersebut. Saat Ibrahim bersama Sarah tiba di daerah tersebut, informasi menyebar ke banyak orang. Penduduk di sana mengagumi paras cantik Sarah. Bahkan info itu sampai ke telinga si penguasa. Itu sultan langsung bernafsu hendak menemui Sarah dan mempersuntingnya.

Read More

Al-Faqih al-Muqaddam Dikenal Sebagai Leluhur Habaib

Jakarta — 1miliarsantri.net : Salah seorang leluhur para habaib yang mulia adalah Muhammad bin Ali Ba’alawi (574 H / 1178 M – 653 H/ 1256 M) atau yang dikenal dengan julukannya ‘si ahli fikih utama zahir dan batin’ atau al-faqih al-muqaddam. Dialah yang kelak menurunkan banyak alim dan waliyullah dengan berbagai marga, seperti Assegaf, Basyaiban al-Husaini, bin Syihabudin (Shihab/Shahab) Alaydrus, al-Attas, al-Kherid, Baharun, bin Syekh Abubakar, dan banyak lagi. Ada sebuah kisah menarik tentangnya. Suatu ketika dia berjalan ke arah pantai mendekati jilatan air di sana. Dari kejauhan, seorang anaknya mengikuti si ayah untuk mengetahui apa yang akan dilakukan. Ketika al-Faqih al-Muqaddam sampai di tepi lautan, dia mengumandangkan laa ilaaha illa Allah. kemudian semua makhluk yang ada di sekitarnya ikut berdzikir kalimat tahlil tersebut. Kisah ini begitu masyhur di kalangan ulama pegiat tarekat. Ini merupakan kisah yang menggugah kesadaran pelaku spiritualisme untuk memperbanyak dzikir mengingat Allah. Semasa hidupnya, al-Faqih al-Muqaddam dikabarkan mampu melihat masa depan keturunannya. Dia melihat anak, cucu, cicit, dan sesudahnya, akan banyak menghadapi rintangan dakwah. Ada yang menzalimi mereka, menghalangi dakwahnya, dan lain sebagainya. Berdasarkan penyingkapan tabir penglihatan batin tersebut, dia memohon tiga hal kepada Allah, sebagaimana ditulis oleh mantan Ketua Umum Rabithah Alawiyah sekaligus pernah menjabat mustasyar PBNU Habib Zen bin Umar bin Smith dalam bukunya Rangkaian Mutiara 99 Tokoh Ulama Dzuriyat Rasulullah dari Masa ke Masa. Doa tersebut adalah sebagai berikut:Pertama, agar anak, cucu, cicit, dan keturunan setelahnya senantiasa tawadhu’, rendah hati, sehingga perangai dan kepribadian mereka sama dengan akhlak orang-orang yang miskin. Maksud doa ini adalah agar anak cucunya terhindar dari sifat takabur dan menjauhkan diri dari kekerasan, dan menggantinya dengan akhlak sebagai bagian dari dakwah yang disebarkannya.

Read More

Israel Ancam dan Serang Lebanon

Lebanon — 1miliarsantri.net : Lebanon dalam keadaan perang akibat ancaman dan serangan dari israel. Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan, ancaman dari Israel membuat Lebanon menghadapi perang psikologi. “Pertanyaan semua orang adalah ‘apakah itu perang?’ Ya, kita dalam keadaan perang. Akibat serangan Israel, ada banyak korban tewas dari pihak sipil dan non sipil dan desa-desa yang hancur,” ungkap Mikati seperti dinukil dari Sputnik, Selasa (02/4/2024). Pada 18 Juni, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan pihaknya telah menyetujui rencana operasional serangan di Lebanon. Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz kemudian mengatakan bahwa Israel “sedikit lagi” memutuskan untuk “mengubah aturan” terhadap Hizbullah dan Lebanon, mengancam akan menghancurkan gerakan tersebut “dalam perang habis-habisan” dan “memukul keras” Lebanon. Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan gerakan tersebut dapat menyerang Israel utara jika konfrontasi semakin meningkat. Situasi di perbatasan Israel-Lebanon memburuk setelah dimulainya serangan militer Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Read More

PBNU dan Al-Azhar Mesir Berencana Dirikan Pusat Bahasa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima kunjungan Wakil Grand Syekh Al-Azhar Mesir Mohammed Abdel Rahman Ad Duweiny. PBNU dan Al-Azhar tertarik untuk melakukan kerja sama untuk mendirikan pusat bahasa. Setelah pertemuan, Ketua KH Ulil Abshar Abdalla yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menjelaskan, PBNU dan Al-Azhar sedang merencanakan kerja sama untuk mendirikan pusat pendidikan bahasa Arab karena Al-Azhar memiliki kurikulum khusus pendidikan atau pengajaran bahasa Arab bagi orang-orang asing. “Mendirikan pusat bahasa itu penting sekali untuk mengader ulama-ulama, pimpinan-pimpinan, aktivis-aktivis kita sehingga kita bisa lebih menyuarakan Islam Indonesia itu ke Timur Tengah,” terang Gus Ulil, Selasa (2/7/2024). Gus Ulil juga menerangkan bahwa PBNU memberikan ancar-ancar waktu untuk mendirikan pusat bahasa di akhir tahun 2024. Pendirian pusat bahasa juga merupakan upaya mengenalkan budaya Islam Indonesia pada Timur Tengah terutama Mesir. “Karena bagaimanapun harus diakui pengetahuan orang Timur Tengah tentang Islam di Indonesia sebetulnya belum terlalu banyak walaupun hubungan antara Timur Tengah dengan Indonesia terutama Mesir cukup lama tetapi hubungannya asimetrik tidak seimbang,” ungkapnya. Kunjungan Wakil Grand Syekh Al-Azhar itu juga mengupayakan peningkatan kerja sama antara NU dan Al-Azhar dalam bidang pendidikan dan peningkatan jumlah mahasiswa NU di Al-Azhar.

Read More

Musim Haji Tahun 1979 Diusik Serangan Teroris di Masjidil Haram

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pada Februari 1979, Imam Khomeini memimpin revolusi di Iran. Sosok yang disebut sebagai ayatullah (‘cahaya Tuhan’) oleh para pengikutnya itu berhasil menjungkalkan kekuasaan Shah, yang dipandangnya sebagai antek negara-negara Barat. Sistem yang baru pun dikukuhkan. Iran seketika berubah dari sebuah negara kerajaan sekuler menjadi “negara Islam” yang berhaluan Syiah. Revolusi Iran 1979 menjadi inspirasi gerakan-gerakan anti-Barat di dunia Arab. Bagi Juhaiman al-‘Utaibi dan kelompoknya, kemampuan Khomeini untuk menggulingkan kekuasaan pro-Barat adalah penyemangat untuk melakukan hal yang sama di Arab Saudi. Dan, ia memilih musim haji pada tahun itu sebagai momen untuk beraksi. Pada Oktober 1979, penyelenggaraan haji di Tanah Suci diikuti hampir satu juta orang jamaah. Mereka tentunya berasal dari pelbagai penjuru dunia. Hingga awal November tahun itu, semua berlangsung aman dan normal. Namun, situasi berubah drastis pada tanggal 20 November 1979 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1400 H. Saat itu, Syekh Muhammad bin Subail sedang memimpin shalat subuh berjamaah di depan Ka’bah. Di belakangnya, terdapat Juhaiman al-‘Utaibi dan pendukungnya yang berjumlah sekira 200 orang. Mereka sedang menyusup di antara jamaah Masjidil Haram dan pura-pura ikut shalat. Baru saja selesai mengucapkan salam, Syekh Ibnu Subail tiba-tiba dibekap dari belakang oleh seorang pendukung Juhaiman al-‘Utaibi. Tidak cukup dengan menyandera sang imam, beberapa anggota gerombolan ini merebut mikrofon Masjidil Haram. Seketika, orang-orang Juhaiman yang tadi menyamar sebagai jamaah mengeluarkan senjata api. Mereka menembaki para penjaga yang saat itu hanya dibekali pentungan. Keributan di sekitar Ka’bah kian menjadi-jadi. Sebab, para teroris itu memblokir semua pintu sehingga banyak orang tidak bisa keluar dari Masjidil Haram. Gerombolan bersenjata api ini bahkan menyandera sejumlah jamaah. Seorang dari para perusuh tersebut kemudian membacakan teks pidato yang sudah dipersiapkan sebelumnya. “Kami menyerukan bahwa hari ini Imam Mahdi telah datang! Ia akan memerintah dengan keadilan di bumi setelah dipenuhi ketidakadilan dan penindasan!” serunya. Sosok “imam mahdi” yang dimaksud ialah Muhammad bin Abdullah al-Qahtani, yakni saudara iparnya Juhaiman al-‘Utaibi. Kemudian, Juhaiman mengambil mikrofon dan meneruskan pembacaan orasi. Ia juga menyuruh “pasukan al-Ikhwan”-nya agar menembaki siapapun yang menolak instruksi mereka atau berusaha keluar dari Masjidil Haram. Aparat keamanan maupun militer Arab Saudi tidak bisa langsung menguasai kondisi. Sebab, Juhaiman dan kelompok terorisnya tidak hanya memblokir tiap pintu, tetapi juga menyandera dan menodongkan senjata api pada jamaah yang masih berada di dalam Masjid Suci. Ketika peristiwa nan menegangkan ini terjadi, raja Saudi sedang beristirahat di Istana Riyadh lantaran mengidap flu. Adapun Pangeran Fahd sedang berada di Tunisia, memenuhi undangan presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter.

Read More

Dahsyatnya Membaca Surah Yasin

Jakarta — 1miliarsantri.net : Surah Yasin disebut juga sebagai jantung Al-Qur’an. Dari Anas radhiyallahu anhu mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassallam pernah bersabda: Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunya kalbu (inti) dan kalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin. Sementara menurut Al Ghazali, surah Yasin dinamakan jantung Al-Qur’an karena inti uraiannya berkisar tentang keimanan yang baru dapat dinilai benar dengan pengakuan terhadap Hari Akhir. Terdapat banyak hadits yang menyebut keutamaan membaca surah Yasin. Berikut beberapa keutamaan membaca surah Yasin seperti disebutkan dalam hadits: Dalam buku “Tafsir Ibnu Katsir – Surah Yasin” disebutkan kemuliaan membaca surah Yasin terutama pada malam hari dapat melunturkan dosa-dosa. Al-Hafiz Abu Ya’la mencatat bahwa Abu Hurairah telah berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa membacakan Ya Sin pada malam hari, maka setelah bangun waktu subuh ia diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT, dan siapa pun membacakan Ha Mim di mana Ad-Dukhan (Asap) disebutkan, maka setelah bangun waktu subuh ia diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.” Baca juga:Hati Hati Dengan Ipar, Rasululloh Sampai Bilang Ipar Itu Maut loh Hadist ini dari Ma’qil bin Yasar, dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacakanlah surah Yasin pada orang yang hampir mati di antara kalian.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa’i dalam Amal Al-Yaum wa Al-Lailah. Kata Ibnu Hajar dalam Bulugh Al-Maram hadits ini dianggap shahih oleh Ibnu Hibban). Hadits ini serupa dengan anjuran Rasulullah SAW untuk mentalqin orang-orang yang mati dengan kalimat ‘La ilaha illallah’. Surah Yasin yang dibacakan untuk orang yang tengah menghadapi ajalnya dimaksudkan untuk memohon agar rahmat dan berkah diturunkan baginya. Ini juga dimaksudkan agar rohnya keluar dengan mudah. Dalam surah Yasin menyebutkan tentang tauhid, akhirat, berita gembira berupa surga bagi ahli tauhid. “Dikatakan (kepadanya), ‘Masuklah ke surga!’Ia berkata: ‘Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.” (QS Yasin 26–27). Menurut Ibnu Qayyim, ayat-ayat dalam surat Yasin itu membuat ruh menjadi gembira sehingga mayit akan menyukai perjumpaan dengan Allah sebagaimana Allah pun menyukai perjumpaan dengannya.

Read More

Alquran Peringatkan Bahwa Istri dan Anak Bisa Menjadi Musuh dalam Selimut

Surabaya — 1miliarsantri.net : Alquran Surat At-Tagabun Ayat 14 dan 15 menjelaskan bahwa di antara para istri dan anak-anaknya ada yang menjadi seperti musuh bagi orang beriman. Apa maksud peringatan tersebut? Prof KH Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan, Imam At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa menurut Ibnu Abbas ayat 14 dan 15 itu turun berkaitan dengan kasus sekian banyak penduduk Makkah yang ingin berhijrah tetapi dihalangi oleh istri dan anak-anak mereka. Kemudian setelah pada akhirnya mereka berhijrah, mereka menemukan rekan-rekan mereka yang telah terlebih dahulu berhijrah, telah memiliki pengetahuan yang memadai tentang Islam. Ketika itu mereka menyesal dan bermaksud menjatuhi hukuman terhadap istri dan anak-anak mereka yang menjadi penyebab ketertinggalan itu. Riwayat lain menyatakan bahwa ayat 14 itu turun di Madinah berkaitan dengan kasus Auf bin Malik al- Asyja’iy yang istri dan anak-anaknya selalu menangis jika Auf hendak ikut berperang (jihad). Istri dan anaknya melarangnya ikut jihad, khawatir mereka ditinggal mati oleh Auf. Menyadari hal itu, ia mengadu kepada Nabi Muhammad SAW dan turunlah ayat ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌمٌ “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. (QS At-Tagabun ayat 14). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar.” (QS At-Tagabun ayat 15) Dalam penjelasan Tafsir Ringkas Kementerian Agama, pada ayat tersebut orang-orang beriman diperingatkan tentang istri dan anak-anak mereka. “Wahai orang-orang yang beriman! Hendaknya kamu waspada. Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu dunia-akhirat.” Kadang-kadang istri dapat menjerumuskan suami dan anak-anak dapat mencelakakan bapaknya untuk melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dengan mengawasi dan menanamkan pendidikan agama kepada mereka, dan jika kamu memaafkan mereka ketika mereka melakukan kesalahan, dan kamu menyantuni mereka dengan sikap yang lembut, serta memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, maka sungguh, Allah Mahapengampun kepada hamba-hamba-Nya, Mahapenyayang kepada seluruh makhluk-Nya. Manusia harus menyadari dengan penuh keinsafan peringatan Allah pada ayat 15 ini. Sesungguhnya harta kamu yang sangat kamu cintai dan anak-anak kamu yang menjadi kebanggaan kamu hanyalah cobaan bagimu, apakah kamu mengelolanya dengan baik dan benar, serta mendidik mereka dengan agama yang lurus, dan di sisi Allah pahala yang besar bagi orang-orang beriman yang mengelola harta dengan baik dan mendidik anak-anak dengan benar. Ayat di atas dalam penjelasan Tafsir Tahlili Kementerian Agama, mengandung makna bahwa Allah SWT menjelaskan ada di antara istri-istri dan anak-anak yang menjadi musuh bagi suami dan ayahnya. Istri-istri dan anak-anak ada kalanya mencegah mereka (suami/ ayah) berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghalangi mereka beramal saleh yang berguna bagi akhirat mereka.

Read More

Hizbullah Lakukan Serangan Terhadap Zionis Israel

Ankara — 1miliarsantri.net : Konfrontasi antara Hizbullah Lebanon dan zionis Israel semakin memuncak. Kedua belah pihak bersiap-siap untuk saling melakukan serangan. Menyikapi hal ini, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut menyarankan warga AS untuk menghindari perjalanan ke Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan dengan Israel. “Kami mengingatkan warga Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Lebanon. Lingkungan keamanan masih rumit dan dapat berubah dengan cepat,” kata pernyataan Kedubes Amerika Serikat di Beirut, Selasa (2/7/2024). Kedutaan Besar tersebut mengatakan bahwa warga Amerika tidak boleh melakukan perjalanan ke Lebanon selatan, daerah perbatasan dengan Suriah, dan pemukiman pengungsi di tengah kekhawatiran akan perang besar-besaran antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon. Pernyataan itu turut menambahkan pemerintah Lebanon tidak dapat menjamin perlindungan warga Amerika Serikat terhadap pecahnya kekerasan dan konflik bersenjata secara tiba-tiba. “Warga Amerika Serikat di Lebanon tidak boleh melakukan perjalanan ke Lebanon selatan, daerah perbatasan Lebanon-Suriah, atau pemukiman pengungsi,” tegasnya. Pada Rabu (26/6/2024) lalu, Jerman dan Belanda meminta warganya meninggalkan Lebanon di tengah kekhawatiran akan perang antara Hizbullah dan Israel. Kanada, Makedonia Utara, dan Kuwait sebelumnya telah menyampaikan seruan serupa. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Jumat (21/6/2024) menyampaikan keprihatinan “mendalam” atas peningkatan ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon, dan mengatakan bahwa dunia “tidak bisa membiarkan Lebanon menjadi seperti Gaza.” “Hari ini saya merasa terdorong untuk menyampaikan keprihatinan mendalam saya terhadap eskalasi antara Israel dan Hizbullah di sepanjang Garis Biru,” terang Guterres kepada wartawan di New York. Dia merujuk pada “eskalasi retorika perang dari kedua belah pihak seolah perang habis-habisan sudah di depan mata.” Sembari memperingatkan agar konflik regional di Timur Tengah jangan sampai meluas, Guterres mengatakan “Satu langkah gegabah, satu kesalahan perhitungan, bisa memicu bencana yang jauh melampaui batas, dan sejujurnya, tak terbayangkan.” “Mari kita perjelas: Rakyat di kawasan ini dan rakyat di seluruh dunia tidak bisa membiarkan Lebanon menjadi seperti Gaza,” sambungnya. Guterres menyoroti banyaknya orang yang kehilangan nyawa serta maupun yang mengungsi karena rumah dan mata pencaharian mereka hancur. Sekjen PBB juga menyinggung soal pasukan Israel yang menyerang beberapa kota di Lebanon selatan dengan ledakan hingga menyebabkan kebakaran hutan yang menyebar dan mengancam wilayah permukiman. “Bahan peledak yang belum meledak dan sisa-sisa perang berserakan di wilayah itu,” lanjutnya. Insiden semacam itu, ujarnya, “Menimbulkan ancaman tambahan bagi orang-orang di Israel dan Lebanon, dan bagi para personel PBB serta pekerja kemanusiaan.” Dia mendesak[pihak-pihak terkait untuk menerapkan secara penuh resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701, segera menghentikan pertikaian, serta terus melindungi warga sipil.

Read More

Guru Besar UIN Walisongo Respons Deligitimasi Kiai NU Sebab Dekat Pemerintah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof Syamsul Ma’arif mengatakan bahwa hubungan ulama dan umara atau pemimpin pemerintahan sudah terjalin kuat sejak lama. Menurut dia, akrabnya kaum ulama dengan unsur pemerintahan di Indonesia sudah dimulai dari masa perjuangan kemerdekaan. Kala itu, imbuhnya, para kiai ikut menyerukan santri-nya untuk ikut berjihad mengusir penjajah. “Hubungan ulama dan umara di Indonesia begitu kuat dan ini sudah berlangsung sejak lama. Hal ini bisa tergambar dari seruan Mbah Hasyim Asy’ari di masa perjuangan, yang berbunyi ‘hubbul wathan minal iman,’ artinya ‘cinta negara atau nasionalisme adalah bagian dari keimanan’,” ucap Syamsul dalam keterangan media di Jakarta, Senin (1/7/2024). Dia menyebut, kedekatan kedua pihak ini bisa membawa manfaat bagi banyak orang. Oleh sebab itu, ulama yang memiliki kedekatan tertentu dengan pemerintah tidak bisa langsung dinilai sebagai kezaliman, terlebih jika menelisik akar historis simbiosis keduanya yang sudah tertanam sebelum Indonesia merdeka. Selain itu, dia menilai belum tentu hasil akhir dari kolaborasi ulama dan pemerintah menghasilkan kemudaratan bagi rakyat. Menurutnya, kolaborasi yang terjadi menghasilkan perundang-undangan dan tata kelola negara yang lebih komprehensif karena melibatkan ulama yang menjadi corong kepentingan masyarakat. Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah periode 2022-2025 ini pun menyebutkan, eksistensi Indonesia sebagai negara multikultural turut didukung oleh para kiai dan ulama yang mampu mengakomodasi berbagai golongan budaya dan kepercayaan. “Ulama moderat adalah kalangan yang lebih luwes dalam menyikapi perbedaan dan dinamika Indonesia sebagai suatu bangsa. Wajar jika kemudian dalam perkembangannya, mereka memiliki kedekatan tersendiri dengan pemerintah Indonesia. Ulama moderat tidak hanya bicara dalam koridor hukum agama semata, namun juga bisa menempatkan kaidah agama dalam bingkai kenegaraan Indonesia,” ujarnya. Lebih lanjut, mantan Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang itu menilai munculnya upaya delegitimasi terhadap ormas keagamaan belakangan ini biasa terjadi di negara demokrasi dan cukup ditanggapi dengan santai. “Terkait dengan adanya upaya delegitimasi ulama moderat, khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama yang dianggap ‘cinta dunia’ karena kedekatannya dengan Pemerintah, kita cukup tanggapi dengan santai saja. Bisa jadi ungkapan itu keluar karena rasa cemburu pihak tertentu terhadap kerja sama yang baik antara ulama dan umara,” tuturnya.

Read More

Makam Mbah Moen Jadi Wisata Religi Jamaah Haji dan Umrah

Mekah — 1miliarsantri.net : Almaghfur KH Maimoen Zubair atau dikenal Mbah Moen wafat lima tahun lalu, pada 2019 di Kota Suci Makkah. Almarhum Mbah Moen dimakamkan di taman makam Ma’la, Makkah, yang tidak pernah sepi peziarah, terutama jamaah haji dan umrah asal Tanah Air. Makam almarhum Mbah Moen terletak di Blok 70, Nomor 151, empat makam dari tembok arah jalan raya. Jamaah haji dan umrah asal Indonesia meluangkan waktu untuk menziarahi makam mbah Moen. Mereka membaca tahlil dan doa di makam pengasuh Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Salah satu peziarah makam Mbah Moen bernama Alwi, jamaah haji dari Surabaya. Ia dan empat sahabatnya menziarahi makam Mbah Moen setelah sebelumnya berdoa di pusara istri Rasulullah, Sayyidah Khadijah, yang berada di taman pemakaman yang sama dengan Mbah Moen. “Saya (ziarah) ke makam Siti Khadijah radhiyallahu ‘anha dulu mas. Su’ul adab nanti,” ucap Alwi Senin (1/7/2024). Peziarah lainnya adalah Ustadz Mahbub Marzuki dari Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan. Ia dan rombongan jamaah haji tampak khusyuk membaca rangkaian tahlil dan doa di makam Mbah Moen. “Alhamdulillah bukan hanya musim haji, tapi juga setiap bawa jamaah umrah saya selalu agendakan ke sini, makam orang saleh, yang luar biasa ada Siti Khadijah ummahatul mukminin, Syekh Nawawi Albantani, Mbah Moen,” kata Ustadz Mahbub, yang juga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan.

Read More