Jamaah Haji Singapura Keluhkan Panasnya Cuaca di Tanah Suci
Singapura — 1miliarsantri.net : Warga Singapura yang menunaikan ibadah haji tahun ini harus berjuang melawan panas terik, cuaca kering, dan kerumunan massa yang super padat. Mereka yang kembali ke rumah pada Selasa (25/6/2024) setelah menyelesaikan serangkaian ibadah haji di Tanah Suci mengingat suhu yang melebihi 50 derajat Celcius saat mereka melakukan ritual keagamaan di ruang terbuka.
Ibadah haji tahunan, yang jatuh pada bulan Juni tahun ini, telah menyebabkan lebih dari 1.300 kematian dari 1,8 juta jamaah di seluruh dunia, menurut pihak berwenang Saudi.
Suhu mencapai 51,8 derajat Celcius di Masjidil Haram di Mekah pekan lalu, menurut laporan media yang mengutip Pusat Meteorologi Nasional negara tersebut.
Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, dan semua umat Islam yang memiliki kemampuan harus menyelesaikannya setidaknya satu kali. Karena tingginya permintaan, negara-negara diberi kuota jamaah untuk mencegah kepadatan yang berlebihan.
Mirip dengan tahun 2023, Singapura mendapat alokasi 900 tempat tahun ini. Calon jamaah dapat memilih lebih dari 20 paket yang disetujui yang ditawarkan oleh delapan agen perjalanan resmi untuk perjalanan antara 3 Juni dan 7 Juli.
Gelombang pertama jamaah Singapura yang menyelesaikan haji kembali pada hari Senin (24/6/2034).
Menanggapi pertanyaan CNA (channel news asia), Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengatakan jamaah haji Singapura secara umum dalam kondisi kesehatan yang baik.
Dua agen perjalanan yang dihubungi CNA memiliki sekitar 320 jamaah. Ada yang menderita batuk dan demam, namun tidak ada yang menderita penyakit serius.
Para peziarah disarankan untuk menjaga diri mereka tetap terhidrasi dan menghindari aktivitas di luar ruangan ketika suhu mencapai puncaknya sekitar tengah hari, kata MUIS dan agen perjalanan.
Mereka juga diminta untuk tetap sehat dan bugar dalam persiapan perjalanan mereka beberapa minggu sebelumnya.
Agen perjalanan juga telah melatih petugas medis untuk menemani rombongan mereka.
Direktur Layanan & Perjalanan Noor Mohamad, Juyda Noor Mohamad, yang mendampingi rombongan turnya, mengatakan suhu rata-rata berkisar 43 hingga 47 derajat Celcius hampir setiap hari.
Agensinya menangani lebih dari 100 jamaah berusia 30 hingga 77 tahun. Ada pula yang menderita batuk dan sakit tenggorokan.
Agensi Halijah Travels mengatakan demam, infeksi saluran pernapasan atas, tumit pecah-pecah, dan lecet akibat berjalan adalah hal yang umum terjadi pada jamaah haji.
“Kadang-kadang jamaah mengalami dehidrasi, jadi kami memberikan mereka rehidrasi jika diperlukan (melalui infus di fasilitas medis),” terang General Manager Haffidz Abdul Hamid.
Dokter hewan Hasnul Ismail, yang masih menjalani ibadah haji, mengatakan kepada CNA bahwa dia berolahraga secara teratur dan mengontrol pola makannya di rumah, tetapi masih jatuh sakit dan diberi antibiotik minggu lalu.
Dr Hasnul, yang dijadwalkan kembali pada 5 Juli, mengatakan cuacanya terasa lebih panas dibandingkan perjalanan sebelumnya pada tahun 2012 dan 2014.
Alat penyiram air dan kabut air di luar masjid, serta ventilasi di area terlindung membantu mengatasi panas, tambah pria Singapura berusia 53 tahun yang menjalankan praktik dokter hewan di Malaysia.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


