Sejarah Parfum: Mesir Kuno Hingga Persia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Memakai wangi-wangian adalah hal yang dianjurkan menurut ajaran Islam. Salah satu bentuk wewangian yang populer digunakan adalah parfum. Bangsa Mesopotamia yang menghuni daerah aliran Sungai Eufrat dan Tigris–kini Irak–diyakini sebagai pembuat parfum pertama, yakni pada masa sekira tiga ribu tahun sebelum Masehi (SM). Dari sana, pengetahuan tentang pembuatan wewangian ini terus menyebar, termasuk ke Mesir Kuno. Semula, parfum hanya dikenal dalam bentuk padat, bukan cairan. Wujudnya menyerupai dupa dan dipakai hanya untuk melengkapi ritual-ritual keagamaan. Namun, sejak penemuan kaca pada 1500 SM, parfum hadir sebagai cairan, bukan lagi padatan. Itu pun menjadi barang incaran individual, bukan hanya monopoli kaum pendeta. Wewangian lama kelamaan menjadi kebutuhan kaum bangsawan Mesir Kuno. Para raja dan ratu Mesir seperti berlomba-lomba mendapatkan parfum terbaik dengan wangi yang memanjakan hidung. Cairan beraroma itu lantas disimpan dalam wadah-wadah kaca, yang kadangkala dihargai lebih tinggi ketimbang permata. Para tetua adat Mesir Kuno memiliki pengetahuan mendasar tentang wewangian sebagai pelengkap ritual. Mereka terbiasa merendam kayu gaharu ke dalam air atau minyak. Aroma yang dihasilkan lantas ditambahi dengan madu atau bunga-bunga untuk meningkatkan keharuman. Air atau minyak itu lantas dioleskan ke dinding-dinding kuil atau proses pembalseman mumi. Kaum elite Mesir Kuno lantas mengadopsi tradisi ini. Bedanya, mereka menuangkan air atau minyak hasil rendaman kayu, bunga, dan bahan-bahan lain itu ke dalam bak mandi. Di sanalah, mereka berendam dan membersihkan badan. Untuk melindungi kulit dari terik matahari, krim pelembab pun dibuat dari bahan yang sama. Orang-orang Yunani dan Romawi Kuno juga menyenangi wewangian. Tak jauh berbeda dengan bangsa Mesir, mereka mengenal parfum. Kebanyakan pewangi itu dalam bentuk padat atau dupa, meskipun ada pula yang cairan. Khusus yang berupa minyak, masyarakat tersebut juga menyimpannya dalam botol-botol kaca. Bahkan, bangsa Yunani Kuno diyakini boros dalam menggunakan minyak wangi. Para pemikir setempat membuat beragam hipotesis mengenai indra penciuman. Seorang di antaranya, Theophrastus (371-287 SM), secara khusus meneliti berbagai aspek tentang parfum. Ia mengaitkan efeknya terhadap suasana hati dan proses berpikir manusia. Masyarakat Romawi, khususnya yang berasal dari kalangan elite, mencintai wewangian. Mereka biasa memakai minyak wangi minimal tiga kali sehari. Di pemandian-pemandian umum, biasanya terdapat ruangan yang disebut sebagai unctuarium. Di sana, para pengunjung dapat memanjakan diri dengan pelbagai minyak esensial dan aromatik sebelum mereka pulang. Kecintaan bangsa Romawi terhadap parfum, itulah antara lain yang menghubungkannya dengan dunia Islam. Kelak ketika Perang Salib berlangsung, para pemeluk Kristen itu mendapati bahwa Muslimin pun memakai parfum dan bahkan mengembangkan dengan amat baik industri minyak wangi. Di Asia pada masa kuno, parfum—baik yang berupa dupa maupun cairan—dikenal luas setidaknya sejak abad pertama SM. Ia sudah menjadi komoditas yang marak diperdagangkan di Jalur Sutra, yang menghubungkan antara Cina, India, Asia Tengah, Asia Barat, dan Eropa. Salah satu penyulingan minyak wangi—disebut sebagai ittar atau attar—yang paling awal diketahui ada di daerah sekitar aliran Sungai Indus. Keberadaannya tercatat dalam teks Ayurveda Hindu Charaka Samhita dan Sushruta Samhita. Pada 1975, arkeolog Dr Paolo Rovesti menemukan alat penyulingan di lembah Indus. Artefak yang berbahan dasar tanah liat itu diperkirakan berasal dari masa 3.000 SM. Penulis buku In Search of Perfumes Lost itu juga melaporkan cara masyarakat India Kuno membuat parfum dari alat tersebut. Pertama-tama, bejana tanah liat diisi dengan larutan bunga serta berbagai bahan lainnya. Tuangkan air mendidih secukupnya ke dalam bejana itu, lalu tutup dengan kain tenun. Uapnya akan meresap pada bahan tersebut. Terakhir, kain itu diperas untuk mengisolasi minyak wangi. Sebelum datangnya Islam, bangsa Arab telah dikenal sebagai pedagang di jalur maritim Samudra Hindia. Mereka terbiasa menjadi perantara berbagai komoditas dari Cina, Nusantara, dan India, ke wilayah-wilayah di Bulan Sabit Subur dan Eropa. Di antara barang-barang yang diperniagakannya ialah bahan-bahan parfum, semisal kamper, kasturi, dan rempah-rempah. Para pelaut Arab membawa kapur barus dari lokasi asalnya, Barus, Sumatra, ke Mediterania. Kapur barus merupakan salah satu primadona dalam dunia perdagangan sejak ratusan tahun silam. Di antara kegunaannya ialah sebagai campuran pewangi. Bahkan, inilah salah satu unsur yang ada dalam pembalseman mumi-mumi firaun di Mesir Kuno. Bangsa Persia pun menggemari parfum. Attar, yakni teknik penyulingan minyak wangi, terus dikembangkan, termasuk ketika Persia menjadi bagian dari kedaulatan Islam. Wewangian merupakan salah satu sumber inspirasi para penyair dan salik setempat. Seorang sastrawan-sufi, Fariduddin Attar, dahulunya merupakan penjual minyak wangi. Nama belakangnya menunjukkan hal itu. (jeha) Baca juga :

Read More

Menlu AS Yakin Gencatan Senjata Gaza Hampir Tercapai

Washington — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyatakan pada hari Jumat (19/7/2024) lalu bahwa gencatan senjata yang lama dinantikan antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas sudah di ambang pintu, mengatakan bahwa para negosiator sedang “menuju tahap akhir.” Amerika Serikat telah bekerja sama dengan Qatar dan Mesir untuk mencoba mengatur gencatan senjata dalam konflik Gaza guna membebaskan sandera yang ditahan sejak 7 Oktober dan mendapatkan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke dalam wilayah tersebut. Blinken mengatakan kepada Forum Keamanan Aspen di Colorado bahwa Hamas dan Israel telah menyetujui kerangka gencatan senjata yang diuraikan oleh Presiden AS Joe Biden pada Mei lalu setelah banyak dorongan dan diplomasi, tetapi mengatakan bahwa beberapa masalah perlu diselesaikan. “Saya yakin kita sudah sangat dekat dan sedang menuju tahap akhir dalam mencapai kesepakatan yang akan menghasilkan gencatan senjata, memulangkan para sandera, dan menempatkan kita di jalur yang lebih baik untuk membangun perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan. Masih ada beberapa masalah yang perlu diselesaikan, yang perlu dinegosiasikan. Kami sedang dalam proses melakukan hal itu,” ungkap Blinken. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan akan berkunjung ke Washington minggu depan dan berpidato di depan sidang gabungan Kongres AS pada 24 Juli. Biden berharap untuk bertemu dengannya, tergantung pada pemulihan presiden dari COVID-19, kata Gedung Putih pada hari Kamis. Blinken, ketika ditanya tentang kunjungan Netanyahu, mengatakan Washington ingin membawa kesepakatan gencatan senjata ke tahap penyelesaian. Dia menambahkan bahwa sangat penting ada rencana yang jelas untuk apa yang akan terjadi selanjutnya dan bahwa diskusi dengan Netanyahu kemungkinan akan berpusat pada hal itu. Israel bersumpah untuk membasmi Hamas setelah pejuang kelompok tersebut membunuh 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang dalam serangan 7 Oktober, menurut perhitungan Israel. Setidaknya 38.848 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel sejak saat itu, menurut otoritas kesehatan Gaza. (ris) Baca juga :

Read More

Siapa Niruban Balachandran Diduga Kuat Broker Pertemuan 5 Nahdliyin-Presiden Israel?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lawatan liar yang dilakukan lima Nahdliyin ke Israel hingga bertemu dengan Presiden negara Zionis itu, Isaac Herzog, menuai kontroversi di tengah gempuran mematikan terhadap puluhan ribu warga Gaza, Palestina. Sumber kuat menyebutkan sebelum isu ini mencuat ke permukaan, kunjungan tersebut tidak terlepas dari sosok Niruban Balachandran. Menurut sumber tersebut, Niruban lah yang diduga kuat menjadi broker keberangkatan lima intelektual Nahdliyin itu. Dikutip dari laman resmi Itrek dan sejumlah sumber, berikut ini sejumlah fakta seputar Niruban dan keterikatannya dengan Indonesia: Lantas siapa Niruban Balachandran? Pertama, Niruban adalah sosok penting di balik dialog dan pemahaman antara warga Israel dan Indonesia. Pakar kebijakan luar negeri dan praktisi perdamaian. Niruban telah aktif dalam mendukung dan mempromosikan hubungan antara Israel dan Indonesia selama bertahun-tahun. Untuk memperkuat hubungan antara warga Israel dan Indonesia. Kedua, sebelum bergabung dengan East-West Center, Niruban memimpin portofolio pemberian dana hibah lingkungan global Charles Stewart Mott Foundation di Flint, Michigan. Ketiga, Niruban membentuk kemitraan dan kolaborasi dengan organisasi-organisasi seperti Pabrik Perdamaian, Nas Daily Global, dan sejumlah lembaga di Indonesia, memperluas jangkauan dan dukungan untuk memajukan dialog lintas agama dengan umat Islam Indonesia. Keempat, Niruban adalah seorang pembuat perubahan yang diakui dalam gerakan pembangunan perdamaian global, dengan afiliasi di U.S. Institute of Peace, Varieties of Peace Network, dan Harvard Divinity School’s Religions & the Practice of Peace Alumni Leadership Network. Kelima, dia adalah Truman Security Fellow dan dinobatkan sebagai Pemimpin Generasi Penerus Keamanan Nasional oleh New America Foundation. Tulisannya telah dipublikasikan di Yale Global, The Jerusalem Post, Tablet, dan The Jakarta Post, di antara media-media bergengsi lainnya. Keenam, Niruban Balachandran adalah Petugas Pemantau Proyek di Bank Dunia, di mana portofolionya mencakup program-program sosial, perkotaan, pedesaan, dan ketahanan bencana di Indonesia. Dia bekerja di Bank Dunia di Indonesia selama 7 tahun, memimpin program-program pembangunan desa, tata kelola pemerintahan, dan perlindungan lingkungan. Ketujuh, sebagai warga negara Amerika Serikat yang lahir dan dibesarkan di Los Angeles, kariernya telah berlangsung selama lebih dari satu dekade di bidang pengembangan kapasitas, penelitian ilmu sosial, kebijakan luar negeri, dan pembangunan internasional di Cina dan Asia Tenggara. Kedelapan, Balachandran adalah pemenang Innovation Challenge dari Bank Dunia dan The International Society for Human Ethology’s Linda Mealey Award. Beliau banyak dipublikasikan di jurnal ilmiah dan media di seluruh dunia, dan fasih berbahasa Inggris, Indonesia, Mandarin, dan Prancis. Beliau mengenyam pendidikan di Amerika Serikat dan Inggris, dan pernah menempuh pendidikan di Rutgers dan LSE. Sebelumnya, foto lima aktivis atau intelektual nuda NU bersama Presiden Israel, Isaac Herzog viral di media sosial. Kelima orang tersebut berasal dari sejumlah lembaga di bawah naungan PBNU, seperti Fatayat NU, Pengurus Pusat (PP) Pagar Nusa NU, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten. Mereka adalah Sukron Makmun, Zainul Maarif, Munawir Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania. Dua nama terakhir merupakan pengurus Fatayat NU. Foto mereka bersama Presiden Israel tersebut diunggah oleh Zainul Maarif melalui akun facebooknya @zenmaarif pada 8 Juli 2024 lalu. Meskipun foto tersebut telah dihapus, tapi ada nitizen yang sempat melakukan tangkap layar. Dalam foto itu, Zainul Maarif memberikan keterangan sebagai berikut: “BERBINCANG LANGSUNG DENGAN PRESIDEN ISRAEL Saya bukan demonstran, melainkan filsuf-agamawan. Alih-alih demonstrasi di jalanan dan melakukan pemboikotan, saya lebih suka berdiskusi dan mengungkapkan gagasan. Terkait konflik antara Hamas-lsrael, dan relasi Indonesia-lsrael, saya bersama rombongan berdialog langsung dengan Presiden Israel, Isaac Herzog (yang duduk dengan dasi biru) di istana Sang Presiden. Semoga hasil terbaik yang dianugerahkan untuk kita semua.” Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan pertemuan lima orang warga NU (nahdliyin) dengan Presiden Israel Isaac Herzog tidak mewakili PBNU sebagai organisasi. “Kami sudah mendapatkan konfirmasi dengan lembaga-lembaga terkait di bawah PBNU bahwa lembaga-lembaga yang personelnya berangkat itu sama sekali tidak tahu menahu, tidak ada mandat kelembagaan. Sehingga yang dilakukan oleh anak-anak tempo hari itu adalah tanggung jawab pribadi dan tidak terkait dengan lembaga,” tegas Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/7/2024). Gus Yahya, sapaan akrabnya, menekankan berbagai kebijakan yang sifatnya hubungan kerja sama dengan lembaga lain baik dalam lingkup nasional maupun internasional harus melalui PBNU pusat. Ia menambahkan ketetapan tersebut merupakan ketetapan yang sudah lama diterapkan, bahkan sejak periode kepengurusan sebelumnya. Secara prinsip, kata Gus Yahya, PBNU telah menyerukan kepada seluruh warga dan kadernya bahwa pihaknya tidak akan mengadakan kerja sama apapun yang tidak bertujuan untuk membantu rakyat Palestina. (rid) “Bahkan, kalau ada pengurus daerah yang mengundang pejabat nasional harus lewat PBNU. Maka semua yang tidak lewat kelembagaan, organisasi tidak akan mengambil tanggung jawab,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Zainul Maarif: Temui Presiden Israel, Kami tidak Dapat Duit dari Situ

Jakarta — 1miliarsantri.net : Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Zainul Maarif, yang baru saja dipecat dari PWNU DKI Jakarta karena pergi ke Israel, menegaskan, dia tidak menerima keuntungan finansial setelah bertemu dengan Presiden Isaac Herzog pada 3 Juli 2024 lalu. Zainul menegaskan hal tersebut untuk menjawab dugaan bahwa ia mendapatkan keuntungan besar atas kunjungannya ke Israel. “Secara finansial tidak sama sekali. Justru, awalnya itu kan harus ada asuransi, harus ada visa, toh. Itu awalnya malah disuruh bayar itu visa sama asuransi,” terang Zainul saat ditemui 1miliarsantri.net di Jakarta Timur, Sabtu (20/7/2024). Meski demikian, Zainul kemudian menyampaikan bahwa kunjungannya ke Israel justru berisiko tinggi. Akhirnya, dia pun tidak dikenakan biaya asuransi dan visa. “Risikonya tinggi kok malah kami disuruh beli asuransi? Maka kemudian, alhamdulillah itu, asuransi dan visa kami bebas. Nah, tapi kemudian tidak ada take home pay, tidak ada, kami tidak dapat duit dari situ,” ungkapnya. Jika berisiko tinggi mengapa Zainul Maarif tetap berkunjung ke Israel? Dia mengaku berkunjung ke Israel karena sangat ingin pergi ke Masjidil Aqsa. Selain itu, dia sangat ingin melakukan penelitian langsung ke Israel. “Saya punya gairah spiritual untuk datang ke Masjidil Aqsa, kemudian gairah intelektual untuk mengetahui kondisi di sana secara riil, tidak hanya membaca, tapi melihat,” jelas Zainul. Sebelumnya, foto Zainul Maarif bersama empat intelektual muda NU lainnya viral di media sosial. Dalam foto itu, mereka bertemu dengan Presiden Israel. Setelah foto itu beredar luas, Zainul Maarif pun mendapatkan kecamatan dan kritikan dari masyarakat Indonesia. Imbas kunjungannya ke Israel ini, Zainul pun diberhentikan sebagai pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta. Tidak hanya memecat Zainul Maarif, PWNU DKI Jakarta juga memberhentikan tiga pengurus lainnya yang bekerjasama dengan Israel, yaitu Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI, Mu’ti Ali Qusyairi, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh. “Kami pengurus PWNU dari jajaran Syuriah dan Tanfidziyah sudah melakukan rapat memutuskan bahwa beberapa orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam keberangkatan anak NU ke Israel itu diberhentikan dari kepengurusan lembaga Basul Masail PWNU DKI Jakarta,” pungkas Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Maarif. (rid) Baca juga :

Read More

Anggaran Makan Gratis Rp 7.500, Airlangga: Setiap Daerah Berbeda-beda

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons soal anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipangkas menjadi Rp7.500 per anak, dengan mengatakan besaran anggaran tersebut akan berbeda setiap daerah. “Tentu setiap daerah berbeda dan teknis (program) akan dibahas ke depan,” ucap Airlangga pada 1miliarsantri.net, Sabtu (20/7/2024). Ia juga menegaskan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis sudah ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 sebesar Rp71 triliun. Untuk teknis implementasinya, pemerintah akan membahas lebih lanjut. “Pertama program makan gratis sudah dianggarkan dalam RAPBN sebesar Rp 71 triliun. Teknisnya akan dibahas lebih detail lagi,” lanjutnya. Pada kesempatan lain, Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka menyebut belum ada kepastian soal pemangkasan anggaran Makan Bergizi Gratis yang menjadi programnya dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto ke depan. “Kata siapa, tunggu kepastiannya dulu,” kata Gibran saat ditanya soal pemangkasan anggaran program makan bergizi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/7/2024). Ia juga meminta media massa untuk tidak memberitakan hal yang belum pasti. “Ditunggu dulu, jangan memberitakan hal-hal yang belum pasti,” ucapnya Mengenai anggaran, ia menilai besaran Rp15.000/porsi sudah ideal dan sudah diujicobakan di beberapa tempat. Dengan besaran anggaran tersebut, pihaknya juga sudah melibatkan banyak ahli gizi. Meski demikian, pihaknya terbuka jika ada masukan dari orang tua murid, murid, maupun guru soal program tersebut. “Termasuk Solo hari Senin ada uji coba makan siang gratis. Nanti saya ajak ya,” tutup Gibran. (wink) Baca juga :

Read More

Shabana Mahmood, Wanita Muslim Pertama di Pengadilan Kerajaan Inggris

Jakarta — 1miliarsantri.net : Anggota Parlemen Inggris, Shabana Mahmood dilantik sebagai Lord Chancellor wanita Muslim pertama di Pengadilan Kerajaan Inggris. Secara hukum, Lord Chancellor adalah menteri luar negeri untuk urusan kehakiman dan menteri Kerajaan yang bertanggung jawab atas administrasi pengadilan dan bantuan hukum di Inggris dan Wales. Sambil mengucapkan sumpah dengan Al-Qur’an, Mahmood mengungkapkan rasa terima kasih dan komitmennya. Ia merefleksikan awal perjalanannya dari seorang gadis muda di Small Heath, Birmingham, yang bekerja di toko pojok milik orang tuanya hingga perannya saat ini. “Menjadi yang ‘pertama’ adalah sebuah keistimewaan sekaligus beban. Melakukan hal ini dengan benar dapat membuka pintu bagi generasi mendatang, menunjukkan bahwa hak kepemilikan tanah yang paling tua sekalipun dapat dijangkau oleh kita semua,” kata Mahmood, dikutip Dawn, Sabtu (20/7/2024). Memimpin upacara tersebut, Dame Sue Carr, Ketua Hakim perempuan pertama, menyoroti berbagai elemen bersejarah dalam acara tersebut. “Hari ini menandai ‘tiga kali pertama’: Lord Chancellor pertama yang mengambil sumpah berdasarkan Al-Quran, Lord Chancellor wanita pertama, dan pertama kalinya Ketua Mahkamah Agung wanita mengambil sumpah Lord Chancellor. Tonggak sejarah ini mewakili evolusi berkelanjutan dari konstitusi kita untuk mencerminkan masyarakat yang dilayaninya.” kata Dame Sue Carr. Mahmood dikenal publik karena advokasinya yang cerdas dan pengetahuannya yang mendalam tentang etika profesional. Ia juga tercatat sebagai Lord Chancellor pertama yang bisa berbicara bahasa Urdu. Dalam upacara pelantikan tersebut, Mahmood berjanji akan terus membela supremasi hukum internasional dan menegakkan hak asasi manusia. Ia juga mengatakan bahwa peradilan harus membuat keputusan “tanpa tekanan politik dan pengaruh yang tidak semestinya”, dan berjanji untuk menjadi “juara supremasi hukum” selama acara di Royal Courts of Justice. Shabana Mahmood menjadi anggota parlemen untuk Birmingham Ladywood sejak 2010. Kemudian pada pemilu 2024, Mahmood kembali terpilih usah mengalahkan kandidat pro-Palestina dan independen Akhmed Yakoob dengan selisih kurang dari 3.500. Ia juga menjadi menteri sekaligus anggota parlemen perempuan Muslim pertama di Inggris, bersama Rushanara Ali dan Yasmin Qureshi. Sebelum itu, Mahmood pernah menjabat sebagai Menteri Bayangan untuk Penjara, Menteri Bayangan untuk Pendidikan Tinggi, serta Sekretaris Keuangan Bayangan untuk Departemen Keuangan. Selain dikenal sebagai ahli etika profesional, publik mengenal Mahmood sebagai pengacara yang selalu mendukung hak-hak Palestina. Sejak 2010, Mahmood aktif menyerukan pengakuan atas negara Palestina. Ia merupakan anggota dari Labor Friends of Palestine and the Middle East. (jeha) Baca juga :

Read More

Salah Satu Amalan ini Yang Dianggap Bid’ah Kaum Salafi

Surabaya — 1miliarsantri.net : Salah satu amalan yang diperdebatkan adalah ngalap berkah (tabarruk). Di kalangan salafi, amalan seperti ini adalah bidah. Sementara di kalangan mayoritas Sunni, amalan semacam ini bukan termasuk bidah. Berkah (idiartikan dengan tambahnya kebaikan (ziyadah al-khair). Sedangkan tabarruk bermakna mencari tambahnya kebaikan atau ngalap barokah (thalab ziyadah al-khair). Demikian para ulama menjelaskan. Masyarakat kita seringkali mendatangi orang-orang saleh dan para ulama sepuh dengan tujuan tabarruk. Para ulama dan orang saleh memang ada barokahnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اَلْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ “ Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Berkah Allah bersama orang-orang besar di antara kamu.” (HR Ibn Hibban (1912), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (8/172), al-Hakim dalam al- Mustadrak (1/62) dan al-Dhiya’ dalam al-Mukhtarah (64/35/2). Al-Hakim berkata, hadits ini sahih sesuai kriteria al-Bukhari, dan al-Dzahabi menyetujuinya.) Mengutip Buku Pintar Berdebat dengan Wahabi, karangan LBM NU Jember, Al-Imam al-Munawi menjelaskan dalam Faidh al-Qadir, bahwa hadits tersebut mendorong kita mencari berkah Allah subhanahu wa ta’ala dari orang-orang besar dengan memuliakan dan mengagungkan mereka. Orang besar di sini bisa dalam artian besar ilmunya seperti para ulama, atau kesalehannya seperti orang- orang saleh. Bisa pula, besar dalam segi usia, seperti orang-orang yang lebih tua. Dalam sebuah diskusi di Masjid At-Taqwa, Denpasar Bali, ada peserta yang bertanya, “Bagaimana Islam menanggapi orang-orang yang melakukan ziarah ke makam para wali dengan tujuan mencari berkah?” Di antara amal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah ziarah makam para nabi atau para wali. Baik ziarah tersebut dilakukan dengan tujuan mengucapkan salam kepada mereka atau karena tujuan tabarruk (ngalap barokah) dengan berziarah ke makam mereka. Maksud tabarruk di sini adalah mencari barokah dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara berziarah ke makam para wali. Orang yang berziarah ke makam para wali dengan tujuan tabarruk, maka ziarah tersebut dapat mendekatkannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak menjauhkannya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang berpendapat bahwa ziarah wali dengan tujuan tabarruk itu syirik, jelas keliru. Ia tidak punya dalil, baik dari Alquran maupun dari hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Al-Hafizh Waliyyuddin al-’Iraqi berkata ketika menguraikan maksud hadits: “Sesungguhnya Nabi Musa berkata, “Ya Allah, dekatkanlah aku kepada tanah suci sejauh satu lemparan dengan batu.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, seandainya aku ada disampingnya, tentu aku beritahu kalian letak makam Musa, yaitu di tepi jalan di sebelah bukit pasir merah.” Ketika menjelaskan maksud hadits tersebut, al-Hafizh al-’Iraqi berkata: “Hadits tersebut menjelaskan anjuran mengetahui makam orang-orang saleh untuk dizarahi dan dipenuhi haknya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menyebutkan tanda-tanda makam Nabi Musa yaitu pada makam yang sekarang dikenal masyarakat sebagai makam beliau. Yang jelas, tempat tersebut adalah makam yang ditunjukkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam.” (Tharh al-Tatsrib, [3/303]). Pada dasarnya ziarah kubur itu sunnah dan ada pahalanya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا “Dulu aku melarang kamu ziarah kubur. Sekarang ziarahlah.” (HR Muslim). Dalam satu riwayat: كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً “Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (HR Hakim) Di sini mungkin ada yang bertanya, adakah dalil yang menunjukkan bolehnya ziarah kubur dengan tujuan tabarruk dan tawasul? Sebagaimana dimaklumi, tabarruk itu punya makna keinginan mendapat berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan berziarah ke makam nabi atau wali. Kemudian para nabi itu meskipun telah pindah ke alam baka, namun pada hakikatnya mereka masih hidup. Dengan demikian, tidak mustahil apabila mereka merasakan datangnya orang yang ziarah, maka mereka akan mendoakan peziarah itu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Para nabi itu hidup di alam kubur mereka seraya menunaikan shalat.” (HR al-Baihaqi dalam Hayat al- Anbiya’) Sebagai penegasan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang telah wafat, dapat mendoakan orang yang masih hidup, adalah hadits berikut ini : Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Hidupku lebih baik bagi kalian. Kalian berbuat sesuatu, aku dapat menjelaskan hukumnya. Wafatku juga lebih baik bagi kalian. Apabila aku wafat, maka amal perbuatan kalian ditampakkan kepadaku. Apabila aku melihat amal baik kalian, aku akan memuji kepada Allah. Dan apabila aku melihat sebaliknya, maka aku memintakan ampun kalian kepada Allah.” (HR al-Bazzar, [1925]). Karena keyakinan bahwa para nabi itu masih hidup di alam kubur mereka, kaum salaf sejak generasi sahabat melakukan tabarruk dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam setelah beliau wafat. Hakikat bahwa para nabi dan orang saleh itu masih hidup di alam kubur, sehingga para peziarah dapat bertabarruk dan bertawassul dengan mereka, telah disebutkan oleh Syaikh Ibn Taimiyah berikut ini: “Tidak masuk dalam bagian ini (kemungkaran menurut ulama salaf) adalah apa yang diriwayatkan bahwa sebagian kaum mendengar jawaban salam dari makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam atau makam orang-orang saleh, juga Sa’id bin al-Musayyab mendengar adzan dari makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada malam-malam peristiwa al-Harrah dan sesamanya. Ini semuanya benar, dan bukan yang kami persoalkan. Persoalannya lebih besar dan lebih serius dari hal tersebut. Demikian pula bukan termasuk kemungkaran, adalah apa yang diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang ke makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu mengadukan musim kemarau kepada beliau pada tahun ramadah (paceklik). Lalu orang tersebut bermimpi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan menyuruhnya untuk mendatangi Umar bin al-Khaththab agar keluar melakukan istisqa’ dengan masyarakat. Ini bukan termasuk kemungkaran. Hal semacam ini banyak sekali terjadi dengan orang-orang yang kedudukannya di bawah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan aku sendiri banyak mengetahui peristiwa-peristiwa seperti ini.” (Syekh Ibn Taimiyah, Iqtidha’ al-Shirath al-Mustaqim, juz. 1, hal. 373). Kisah laki-laki yang datang ke makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam di atas, telah dijelaskan secara lengkap oleh al-Hafizh Ibn Katsir al-Dimasyqi, murid terkemuka Syekh Ibn Taimiyah, dalam kitabnya al-Bidayah wa al-Nihayah. Beliau berkata: “Al-Hafizh Abu Bakar al-Baihaqi berkata, Abu Nashr bin Qatadah dan Abu Bakar al-Farisi mengabarkan…

Read More

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Kembali Terobos Al-Aqsa

Yerussalem — 1miliarsantri.net : Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir kembali melakukan provokasi dengan memasuki halaman Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Sejumlah negara mengecam tindakan itu serta tindakan parlemen Israel menolak pendirian negara Palestina. Kantor berita WAFA melansir, didampingi sejumlah besar petugas polisi Israel, Ben-Gvir berkeliling halaman timur Al-Aqsa, yang merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam. Menteri juga memasuki masjid pada 21 Mei tahun lalu dan menyatakan bahwa Israel “berkuasa” atas lokasi tersebut. “Saya senang bisa mendaki Temple Mount, tempat terpenting bagi umat Israel,” kata Ben-Gvir selama kunjungannya pada 2023 ke Al-Aqsa, yang juga dikenal sebagai Temple Mount oleh orang Yahudi. Berdasarkan pengaturan status quo, non-Muslim boleh mengunjungi situs di Kota Tua Yerusalem, namun tidak diperbolehkan untuk beribadah. Namun, pengunjung Yahudi semakin menentang larangan tersebut, sesuatu yang dianggap sebagai provokasi oleh warga Palestina, karena khawatir Israel bermaksud mengambil alih situs tersebut. Qatar telah mengecam “dalam istilah yang paling keras” atas “penyerbuan Masjid Al Aqsa dan persetujuan Knesset terhadap rancangan undang-undang yang menolak pembentukan negara Palestina” yang dilakukan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Qatar memperingatkan konsekuensi dari “kebijakan eskalasi” Israel di wilayah pendudukan Palestina, yang mencakup perluasan “siklus kekerasan regional dan melemahnya upaya untuk mencapai solusi dua negara” terhadap konflik. Mereka juga mengatakan bahwa upaya berulang kali untuk mengubah “status quo agama dan sejarah Masjid al Aqsa bukan hanya serangan terhadap warga Palestina, tetapi juga terhadap dua miliar Muslim di seluruh dunia”. Kementerian Luar Negeri Prancis juga mengecam resolusi parlemen Israel yang menolak pembentukan negara Palestina dengan alasan bahwa hal itu akan menimbulkan “bahaya eksistensial” bagi negara tersebut. “Kami menyatakan kekecewaan kami atas diadopsinya sebuah resolusi oleh Knesset kemarin yang menolak prospek pembentukan negara Palestina, bertentangan dengan resolusi yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB,” ucap kementerian itu dalam sebuah pernyataan, menggunakan istilah Ibrani untuk parlemen Israel. Mereka juga mengutuk kunjungan provokatif Menteri Keamanan Itamar Ben-Gvir ke kompleks Masjid Al-Aqsa. “Tindakan tidak bertanggung jawab ini mengancam akan semakin mengganggu stabilitas kawasan,” lanjutnya. Kementerian tersebut menegaskan kembali “kebutuhan mendesak” untuk berupaya mencapai solusi dua negara dan pembentukan negara Palestina “yang hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan”. Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataannya mengutuk “provokasi” yang dilakukan Menteri Keamanan Itamar Ben-Gvir di kompleks Masjid Al-Aqsa. “Israel harus menghentikan tindakan seperti itu, yang akan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan,” katanya. Mereka menambahkan bahwa resolusi parlemen Israel yang menolak hak atas negara Palestina adalah “batal demi hukum” dan hanya menunjukkan ketidakpedulian Israel terhadap hukum dan perjanjian internasional. “Pembentukan Negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan berkesinambungan secara geografis berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, merupakan persyaratan hukum internasional.” Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir saat ini merupakan salah satu menteri kabinet Benjamin Netanyahu yang paling lantang menyuarakan penjajahan Palestina. Ia sejak muda merupaka seorang radikal sayap kanan. Aljazirah melaporkan, ia seorang pemukim di Kiryat Arba – salah satu pemukiman paling radikal di Tepi Barat yang diduduki, yang semuanya ilegal menurut hukum internasional. Ben-Gvir pernah dihukum karena menghasut rasisme, menghancurkan properti, memiliki materi propaganda organisasi “teror”. Ia juga mendukung organisasi teror kelompok Kach terlarang milik Meir Kahane, yang ia ikuti ketika ia berusia 16 tahun. Pada 1995, ia terekam mengancam Perdana Menteri Yitzhak Rabin selepas aksi unjuk rasa menolak Perjanjian Oslo. Sebulan setelah ancaman itu, Yitzhak Rabin meninggal ditembak seorang ekstremis sayap kanan Israrel. Sejak menjabat sebagai menteri pada 2022, ia berulang kali melakukan penerobosan dan provokasi dengan merangsek Masjid al-Aqsa. Tindakannya memicu aksi serupa dari kelompok sayap kanan. Kerap kali, dalam jumlah puluhan sampai ratusan, mereka merangsek ke Masjid al-Aqsa ditemani aparat keamanan Israel. Aksi-aksi itu dinilai sebagai upaya penguasaan Kompleks Masjid al-Aqsa yang akan berujung pada penghancuran bangunan-bangunan bersejarah Muslim di lokasi itu seperti Kubah Batu yang menandai lokasi miraj Rasulullah SAW. Aksi-aksi provokasi di Masjid al-Aqsa itu juga jadi salah satu alasan para pejuang Palestina di Gaza melancarkan operasi Topan al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 lalu. Belakangan, Ben-Gvir getol menolak gencatan senjata, bahkan setelah genosida Israel di Gaza menewaskan lebih dari 38 ribu jiwa. Ia mengancam akan membubarkan kabinet dan menjatuhkan pemerintahan Netanyahu bila kesepakatan gencatan senjata tercapai. (zul/AJ) Baca juga :

Read More

Rencana Konferensi Ulama se-Asia Tenggara Direspons Positif Pemerintah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah memberikan apresiasi terhadap rencana Konferensi Ulama Asia Tenggara yang digagas Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Acara ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 26-28 Juli 2024, bertepatan dengan peringatan 49 tahun berdirinya MUI. Hal ini disampaikan Ketua Komisi Dakwah MUI KH Ahmad Zubaidi, Jumat (19/7/2024), dimana dia mengatakan, sebagai bentuk apresiasi, pada 26 Juli 2024, para peserta Konferensi Ulama se-Asia Tenggara akan diterima oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden RI. “Pada Jumat 26 Juli 2024 kita akan diterima oleh Wakil Presiden di Istana Wapres untuk seluruh peserta Konferensi Ulama se-Asia Tenggara yang berjumlah 105 orang,” terang Kiai Zubaidi. Diberitakan sebelumnya, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menginisiasi pembentukan dai se-Asia Tenggara untuk mengikat persaudaraan. Pembentukan asosiasi tersebut ditargetkan terbentuk melalui forum Konferensi Ulama se-Asia Tenggara yang akan dihelat pada 26-28 Juli 2024 di Jakarta sebagai rangkaian agenda Milad ke-49 MUI. Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menyampaikan, pembentukan asosiasi dai se-Asia Tenggara itu juga sebagai upaya penguatan dakwah dan keulamaan di Asia Tenggara. “Tentu kita akan mempertemukan para ulama dan dai, mengikat persaudaraan dengan kuat. Kita membincangkan penguatan dakwah dan keulamaan di ASEAN sekaligus kita membuat wadah atau asosiasi dakwah se-ASEAN,” kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (13/7/2024). Kiai Cholil menekankan, pembentukan Asosiasi Dai se-Asia Tenggara itu juga untuk memperkuat ikatan keulamaan dan gerakan keumatan menjadi satu. Hal itu juga dalam rangka memperkuat regional, ekonomi, ketahanan, dan pemikiran. Kiai Cholil menuturkan, para peserta yang telah mengkonfirmasi telah ada dari 10 negara. Sementara, satu lagi negara ASEAN yang hingga kini belum memberikan konfirmasi hanya Timor Leste. Kiai Cholil menyampaikan, MUI ingin menyatukan para dai se-Asia Tenggara bisa bersatu di tengah keberagaman. Sebab, umat Muslim di Asia Tenggara ada yang menjadi mayoritas dan minoritas. “Umat Muslim di Asia Tenggara sangat beragam karena ada yang mayoritas, bahkan ada negara Islam seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Tapi ada Muslim yang minoritas seperti di Thailand, Kamboja, dan Vietnam,” ungkapnya. Oleh karena itu, kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok Jawa Barat ini, Asosiasi Dai se-Asia Tenggara itu bisa menyatukan persaudaraan sesama Muslim. “Insya Allah dalam kegiatan pertemuan ulama tersebut mengundang se-ASEAN dan ulama Indonesia tingkat pusat sebanyak 100 orang,” tuturnya. Lebih lanjut, Kiai Cholil menuturkan, dalam forum pertemuan tersebut juga akan membincangkan mengenai Wasathiyatul Islam, penyebaran Islam Wasathiyah, penyamaan persepsi, dan mengharmoniskan gerakan dakwah yang konstruktif dan perdamaian di ASEAN. Kiai Cholil menerangkan, pihaknya telah mempersiapkan acara tersebut dengan baik. Sekaligus, para peserta dalam forum tersebut juga akan menghadiri acara puncak Milad ke-49 MUI di Jakarta. Kiai Cholil berharap, Islam bisa menjadi solusi penyelesaian masalah di setiap negara ASEAN, baik itu di negara mayoritas Muslim maupun minoritas Muslim. “Sudah berkordinasi dengan Kemenlu RI dan berkordinasi dengan Duta Besar RI yang ada di negara ASEAN. Insya Allah akan berjalan dengan baik karena persiapannya sudah berjalan dengan baik,” tutupnya. (rid) Baca juga :

Read More

Mahasiswa Indonesia dipercaya Jadi relawan pembagian takjil Masjid Al-Azhar Kairo

Kairo — 1miliarsantri.net : Masjid Al-Azhar Al-Sharif Kairo menggelar Ifthar Jama’i (buka puasa) seluruh Wafidin (Mahasiswa/mahasiswi asing dalam rangka puasa Asyura’ 10 Muharram 1446 Hijriyah. Kegiaran ini digelar di Pelataran Masjid Al-Azhar Al-Sharif pada Selasa,( 16/7/2024.) Dalam kegiatan ini, mahasiswa dan mahasiswi Indonesia dipercaya menjadi relawan untuk membantu membagikan 5000-6000 takjil gratis dari pihak Masjid Al-Azhar Al-Sharif. Ini merupakan salah satu Bagi mahasiswa Indonesia, kepercayaan yang diberikan pihak Al-Azhar Al-Sharif menjadi relawan sangat membanggakan, karena tidak semua mahasiswa asing memperoleh kepercayaan. Ada alasan mengapa mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang terpilih, menurut penuturan Dr. Ali Hammam, selaku penanggung jawab dari seluruh kegiatan di Masjid Al-Azhar Al-Sharif, karena “Mahasiswa dan mahasiswi Indonesia memiliki akhlak yang baik, tutur kata yang lembut, ikhlas membantu dan memiliki etos kerja yang baik.” Menteri Koordinator 1 PPMI Mesir Ahmad Hadziq Akmal, selaku penanggung jawab dari kegiatan pembagian takjil yang ditunjuk oleh PPMI Mesir memgucapkan “Alhamdulillah, kami PPMI Mesir selalu dipercaya oleh pihak Masjid Al-Azhar untuk membantu acara buka puasa bersama antar mahasiswa asing di Masjid Al-Azhar. Dimulai dari Bulan Ramadhan, hari Arafah, kemudian sekarang buka puasa bersama hari Asyura. Harapannya semoga bisa menjaga nama baik Indonesia dan senantiasa menyambung silaturahmi dengan pihak Al-Azhar Al-Sharif” . (rif) Baca juga :

Read More