Fatwa MUI Boikot Produk Afiliasi Israel Dinilai Berhasil

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Ukhuwah, KH Arif Fahrudin mengungkapkan sejumlah data terkait aksi boikot terhadap produk-produk afiliasi Israel dalam Forum Ukhuwah Islamiyah yang digelar Komisi Ukhuwah MUI di Jakarta Barat, Rabu (31/7/2024) lalu. Menurutnya, aksi boikot yang telah dilakukan masyarakat Indonesia efektif. “Berdasarkan data, kita bisa melihat boikot yang dilakukan masyarakat jelas efektif, terbukti dengan tergerusnya penjualan sejumlah perusahaan yang diyakini terafiliasi dengan Israel,” terang Kiai Arif kepada 1miliarsantri.net, Senin (5/8/2024). Hasi survei lembaga riset pemasaran Compas.co.id sepanjang periode 19 Mei-15 Juni 2024 menyebutkan bahwa sales value 156 dari 206 brand yang diyakini terafiliasi Israel menurun, sebaliknya manufaktur dalam negeri justru meningkat. Total jumlah produk terjual (sales quantity) dari 206 merek terafiliasi Israel di Indonesia merosot tiga persen dibanding dua pekan sebelumnya, dan dari 6.884.802 jumlah produk terjual, turun ke angka 6.673.745 produk. MUI sendiri telah mengeluarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 83 Tahun 2023, yang kemudian disusul dengab Fatwa No. 14/Ijtima’ulama/VIII/2023. Dalam fatwa ini, MUI mengimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam untuk memprioritaskan produk dalam negeri dan memboikot produk Israel. Menurut Kiai Arif, fatwa MUI terbaru tersebut telah berhasil menggerakkan konsumen untuk beralih mengkonsumsi produk yang tidak terafiliasi Israel dan efeknya mendongkrak penjualan produk-produk dalam negeri. Berlanjutnya boikot produk terafiliasi Israel diharapkan akan menghasilkan efek yang lebih besar, apabila diiringi dengan penguatan produk nasional, yang bisa dilihat dengan peningkatan penjualan. Menurutnya, penguatan produk nasional akan memiliki banyak efek positif, karena meningkatnya konsumsi produk lokal akan menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian dalam negeri, seiring juga dengan meningkatnya daya saing produk Indonesia di pasar internasional. “Ini artinya, konsumen dapat berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi,” sambung Kiai Arif. Dengan memprioritaskan produk lokal yang bebas dari afiliasi Israel, tambah dia, maka keuntungan mayoritasnya akan beredar di Indonesia, di mana para pengendali serta pemegang posisi-posisi kunci pada perusahaan adalah WNI, bukan orang asing. “Boikot harus tetap berlanjut, tidak boleh kendor,” tegasnya sambil mengingatkan bahwa konsumen Muslim harus mewaspadai manuver perusahaan asing terafiliasi Israel yang masih berusaha kuat membelokkan persepsi publik dengan berbagai cara, termasuk melakukan kampanye hitam atas produk lokal untuk mematahkan efektivitas gerakan boikot. Tidak hanya memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel, menurut Kiai Arif, masyarakat Indonesia hendaknya juga memboikot produk atau perusahaan multinasional asal Prancis. Pasalnya, Prancis telah mengabaikan hak asasi manusia, termasuk hak umat Islam untuk menjalankan ajaran agamanya dengan benar. Seperti diketahui, pada September tahun lalu, Menteri Olahraga Prancis, Amelie Oudea-Castera, mengonfirmasi hijab dilarang untuk semua tim Prancis di Olimpiade yang sedang berlangsung sekarang, di bawah prinsip-prinsip sekularisme Prancis, yakni laicite. Kebijakan tersebut dikritik oleh Kantor HAM PBB dan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Read More

Kisah Abu Bakar Menjadi Ahli Surga

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq Radhiyallahu Anhu adalah orang yang paling utama di antara seluruh manusia di dunia ini selain para nabi. Abu Bakar dipastikan termasuk ahli surga. Baginda Rasulullah SAW memberi kabar gembira bahwa Abu Bakar adalah ahli surga. Bahkan, dikatakan akan menjadi pimpinan kaum tua yang akan masuk surga. Semua pintu surga akan memanggil namanya dan menyampaikan kabar gembira kepadanya. Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang yang paling dahulu masuk surga di kalangan umatku adalah Abu Bakar.” Meskipun demikian, Abu Bakar juga berkata, “Alangkah bahagianya, jika aku menjadi sebatang pohon yang akhirnya ditebang.” Abu Bakar juga berkata, “Alangkah bahagianya, jika aku menjadi rumput yang dimakan hewan.” Kadangkala Abu Bakar juga berkata, “Alangkah bahagianya, jika aku menjadi sehelai bulu di badan seorang mukmin.” Suatu ketika, Abu Bakar pernah berada di dalam sebuah kebun dan melihat seekor burung yang sedang berkicau. Sambil menarik napas berat, Abu Bakar berkata, “Wahai burung, alangkah beruntungnya hidupmu. Kamu makan, minum, dan beterbangan di antara pepohonan, tetapi di akhirat tidak ada hisab bagimu. Alangkah bahagianya, jika Abu Bakar menjadi sepertimu” (dari kitab Tharikhul Khulafa). Sayyidina Rabi’ah Aslami Radhiyallahu anhu bercerita, “Suatu ketika pernah terjadi kesalahpahaman antara aku dan Abu Bakar. Dia berbicara kasar kepadaku sehingga aku tersinggung. Ketika dia menyadari kesalahannya, dia berkata kepadaku, ‘Ucapkanlah kata-kata kasar kepadaku sebagai balasan’. Namun, aku menolaknya.” Abu Bakar berkata lagi, “Kamu harus mengucapkannya. Jika tidak, akan aku adukan kepada Rasulullah SAW.” Sementara, Rabi’ah Aslami tetap tidak menjawab apa pun. Lalu, Abu Bakar bangun dan pergi meninggalkanku. Ketika itu, beberapa orang dari kabilahku (Banu Aslam) yang menyaksikan kejadian tersebut berkata, “Orang ini aneh sekali. la sendiri yang bersalah dan ia sendiri yang mengadukannya kepada baginda Rasulullah SAW.”

Read More

Kisah Imam Malik dan Imam Syafii

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada ulama yang memegang pandangan bahwa rezeki datang dengan sendirinya. Dengan kata lain, seorang Muslim akan dikejar rezeki selama bertakwa kepada Allah SWT. Pendapat itulah yang dipegang oleh Imam Malik, salah satu imam mazhab dari empat mazhab yang populer. Imam Malik berpandangan, rezeki itu datang tanpa sebab, kecuali karena keimanan kepada Allah SWT. Dasar pendapat Imam Malik terkait datangnya rezeki ini adalah hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab RA. Berikut haditsnya: عَنْ أَبِي تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا Diriwayatkan dari Abu Tamim Al Jaisyani, dia mendengar Umar berkata bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, yang pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Ahmad) Pandangan Imam Malik itu terbukti dalam sebuah kisah yang terjadi antara dirinya dan Imam Syafii. Untuk diketahui, Imam Syafii memiliki pendapat sebagai berikut: لولا غدوها ورواحها ما رُزقت. أي أنه لا بد من السعي. “Jika bukan karena pergi dan pulangnya itu, tidak akan mendapat rezeki.” Artinya, Imam Syafii menekankan bahwa untuk mendapatkan rezeki maka perlu berupaya. Suatu kali, Imam Syafii yang merupakan murid dari Imam Malik, melihat seorang pria tua yang sedang membawa sekantong kurma muda yang tampak berat untuk dibawanya. Lalu Imam Syafii membantu pria tersebut dengan membawakan sekantong kurma itu. Setibanya di rumah pria tersebut, Imam Syafii diberikan oleh pria itu beberapa kurma sebagai imbalan atas bantuan yang telah diberikan.

Read More

Israel Klaim Tewaskan Mohammed Deif

Dhoha — 1miliarsantri.net : Menyusul kematian Ismail Haniyeh pada Rabu (31/7/2024), secara tiba-tiba, The Israel Defence Force (IDF) secara resmi mengumumkan kematian Mohammed Deif, Komandan Tertinggi Brigade Izzuddin el-Qassam, Kamis (1/8/2024). Padahal, dalam pada serangan dua pekan lalu, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pernyataan tersebut tidak dikeluarkan IDF. “Setelah memperoleh informasi intelijen, kami pastikan kematian Mohammed Deif, komandan Qassam, sayap militer gerakan Hamas, dalam serangan dua pekan lalu di Gaza,” tulis IDF dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (5/8/2024). Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan, kematian Deif menandakan kemajuan besar dalam upaya menghabisi Gerakan Hamas sebagai organisasi militer dan pemerintahan dan tercapai sudah tujuan perang Gaza. Tetapi, kabar ini langsung dibantah Hamas. Anggota Biro Politik Hamas, Ezzat Rasyaq, menegaskan bahwa konfirmasi dan penegasian informasi tentang Syahidnya siapapun pemimpin Qassam adalah otoritas internal Qassam dan Hamas. “Dan apa yang belum diumumkan secara resmi dari kedua otoritas itu, maka informasi yang beredar di media atau pihak lain tidak bisa dibenarkan,” jelas Rasyaq. Pada 14 Juli 2024 lalu, tentara Zionis Israel melakukan pembantaian di Mawasi, barat kota Khan Younis yang menyebabkan gugurnya 90 warga Palestina dan terluka nya 300 yang lain, termasuk puluhan anak-anak dan perempuan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat it mengatakan operasi Mawasi menargetkan Deif dan wakilnya, Rafi’ Salamah. “Tetapi sampai sekarang belum dipastikan kematian mereka berdua,” kata Netanyahu. Merespons pernyataan tersebut pada waktu itu, Khalil el Hayah, Wakil Ketua Hamas di Jalur Gaza membantah kabar tersebut. Dia menegaskan Netanyahu hanya berharap pepesan kosong, kemenangan palsu. “Saya katakan ke Netanyahu, Mohammed Deif sekarang mendengar dan menertawakan kebohongan-Kebohongan Anda,” kata dia sembari menyatakan Netanyahu berupaya menggagalkan perundingan pergantian tahanan, menghentikan perang, dan membebaskan sandera, dari operasi-operasi itu. Deif adalah salah satu pendiri sayap militer Hamas, Brigade Qassam, pada 1990-an dan telah memimpin pasukan tersebut selama lebih dari 20 tahun. Dia juga disebut-sebut sebagai tokoh kunci yang merencanakan aksi bom bunuh diri yang menyebabkan kematian puluhan warga Israel. Israel mengidentifikasi dia dan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, sebagai arsitek utama serangan 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 1.139 orang di Israel selatan dan memicu perang di Gaza. Pada pagi 7 Oktober, Hamas mengeluarkan rekaman suara langka Deif yang mengumumkan operasi Al-Aqsa yang menandakan serangan itu sebagai balasan atas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, situs tersuci ketiga umat Islam. Deif, 58, jarang berbicara atau tampil di depan umum. Jadi ketika saluran TV Hamas mengumumkan bahwa dia akan berbicara pada tanggal 7 Oktober, warga Palestina di Gaza tahu bahwa sesuatu yang signifikan sedang terjadi.

Read More

Qotzman Bukan Syahid, Ternyata Penghuni Neraka

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dakwah Rasulullah Muhammad SAW selama di Madinah tidak sepi dari rongrongan kaum musyrikin Quraisy. Perang Uhud merupakan salah satu bukti nyata provokasi orang-orang kafir itu yang tidak ridha akan syiar Islam. Dalam pertempuran ini, pasukan Muslimin berjumlah sekitar tujuh ratus orang. Rasulullah SAW memimpin langsung mereka. Sementara itu, kaum musyrikin yang bertolak dari Makkah mencapai tiga ribu orang. “Kalah” jumlah tak berarti surutnya semangat jihad. Bahkan, tekad para sahabat Nabi SAW semakin kuat untuk melawan musuh-musuh Allah. Mati syahid menjadi sebuah kerinduan; melindungi Rasul SAW menjadi sebuah dorongan hati yang kuat. Salah seorang yang berangkat ke medan pertempuran dari Madinah ialah Qotzman. Ia ikut dalam kubu Muslimin. Pasukan Muslimin hampir saja berhasil merebut kemenangan. Namun, sekelompok yang ditugaskan untuk berjaga-jaga di atas bukit melalaikan tugasnya. Alhasil, sejumlah prajurit musyrikin yang dipimpin Khalid bin Walid (waktu itu belum menjadi Muslim) berhasil menyerang balik Rasulullah SAW dan para sahabat beliau. Barisan Muslimin pun panik dan porak poranda. Bahkan, Nabi SAW mengalami luka-luka pada wajah beliau. Tak sedikit sahabat yang gugur. Ketika pertempuran Uhud benar-benar usai, Muslimin menderita kekalahan. Sementara, kaum musyrikin kembali ke Makkah dengan rasa puas karena dendam sejak Perang Badar telah terlampiaskan. “Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman.”, kata salah seorang sahabat. Sebab, Qotzman ditemukan telah ikut gugur dengan luka-luka yang banyak di sekujur tubuhnya. Mendengar perkataan itu, Nabi Muhammad SAW menjawab, “Sungguh, dia itu adalah golongan penduduk neraka.”

Read More

Kisah Syahidnya Abu Ubaidah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketika pada zaman sahabat Rasulullah SAW pernah dilanda wabah daulah Islam. Ketika itu, episentrum sebaran penyakit mematikan tersebut berada di Amawas, suatu kota sebelah barat Baitul Makdis, Palestina. Muhammad Husain Haekal dalam buku biografi tentang Umar bin Khattab menjelaskan, wabah tersebut terus menjalar ke Syam (Suriah) dan bahkan Irak. Tiap orang yang tertular tak lama kemudian akan meninggal dunia. Sebulan lamanya wabah tersebut menyeruak. Total korban jiwa mencapai 25 ribu orang. Basrah di Irak menjadi kota dengan jumlah korban terbanyak. Sapuan epidemi juga tiba di kompleks barak tempat tinggal tentara Muslimin di Syam. Jenderal Khalid bin Walid ikut terdampak. Sebanyak 40 orang anaknya meninggal dunia setelah terjangkit penyakit itu. Kala itu, Muslimin sedang konfrontasi dengan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium). Namun, para jenderal Romawi memilih pasif, alih-alih memanfaatkan “kesempatan” saat pasukan Islam diserang wabah. Sebab, mereka pun tak mau terimbas epidemi yang sama. Khalifah Umar bin Khattab menyadari bahaya sebaran wabah yang kian menjadi. Saat itu, sahabat berjulukan al-Faruq ini beserta rombongannya dalam perjalanan dari Madinah menuju Suriah (Syam). Turut bersama sang khalifah adalah Abu Ubaidah bin Jarrah, Yazid bin Abi Sufyan, dan Syurahbil bin Hasanah. Khalifah Umar baru saja tiba di Sar, dekat Tabuk, ketika tiga tokoh tersebut memberitahukan kepadanya ihwal kian merebaknya wabah Amawas. Mendengar keterangan mereka, Umar merasa khawatir. Ia lantas memimpin musyawarah untuk menentukan sikap: apakah meneruskan perjalanan ke Syam atau balik ke Madinah. Sebagian mendesak agar perjalanan dilanjutkan. Sebagian yang lain meminta Umar untuk kembali saja ke Kota Nabi. Keesokan harinya, usai memimpin shalat subuh Umar berseru, “Saya akan kembali ke Madinah, maka ikutlah kalian pulang.” Namun, keputusan Umar itu didebat Abu Ubaidah. Salah satu jenderal terbaik kaum Muslimin ini mengatakan, dirinya tak mau meninggalkan pasukannya yang masih ada di barak di Syam. “Wahai Umar, kita akan lari dari takdir Allah?” tanya Abu Ubaidah, retoris. “Ya, lari dari satu takdir Allah menuju takdir Allah juga,” jawab Umar. Saat keduanya sedang beradu argumen, datanglah Abdurrahman bin Auf. Ia lantas mengingatkan kepada mereka berdua ihwal sabda Rasulullah SAW: “Jika ada wabah di suatu kota, janganlah kalian masuk. Kalau kalian sedang ada di dalamnya, janganlah kalian lari keluar.” Mendengar nasihat itu, Umar semakin merasa yakin. Ia dan para pengikutnya lantas beranjak pulang.

Read More

Peraturan Pemerintah Hapus Praktik Sunat Perempuan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menetapkan dalam Pasal 102 menghapus praktik sunat perempuan. Berikut bunyi Pasal 102: Upaya Kesehatan sistem reproduksi bayi, balita, dan anak prasekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (1) huruf a paling sedikit berupa: a. Menghapus praktik sunat perempuan. b. Mengedukasi balita dan anak prasekolah agar mengetahui organ reproduksinya. c. Mengedukasi mengenai perbedaan organ reproduksi laki-laki dan perempuan. d. Mengedukasi untuk menolak sentuhan terhadap organ reproduksi dan bagian tubuh yang dilarang untuk disentuh. e. Mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat pada organ reproduksi. f. Memberikan pelayanan klinis medis pada kondisi tertentu. Hukum Sunat Perempuan Dalam Islam Ulama kharismatik, Buya Yahya Zainul Maarif yang akrab disapa Buya Yahya dalam sebuah kajian di Channel Youtube Al-Bahjah TV menjelaskan hukum khitan atau sunat bagi perempuan.

Read More

Kelompok Amanah Latih Teman Tuli di Aceh Jadi Pramusaji

Banda Aceh — 1miliarsantri.net : Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) melatih penyandang disabilitas untuk menjadi pramusaji (waiter-waitress) di cafe atau restoran. Kegiatan itu digelar di Ivory Coffee, Banda Aceh pada 29 Juli sampai dengan 1 Agustus 2024. Program tersebut dibuka oleh Kepala Balai Pelatihan Vokasi Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Rahmad Faisal. “Kegiatan hari ini sangat luar biasa karena kita ada perbedaan sedikit. Kita melatih bagi teman-teman tuli,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Ahad (4/8/2024). Menurut Rahmad, para penyandang disabilitas memerlukan perhatian dari semua pihak. Hal itu sesuai amanat undang-undang yang menyatakan bahwa mereka juga berhak mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang layak. Sama halnya seperti warga negara lain, warga disabilitas diharapkan dapat bekerja untuk menghidupi diri dan keluarganya. Untuk itu, mereka harus memiliki kemampuan yang sama, sesuai dengan kebutuhan di perusahaan-perusahaan. “Dan, kita sendiri sangat mengapresiasi AMANAH yang mempunyai ide untuk teman-teman tuli ini biar mereka nanti ke depannya bisa lebih survive untuk kehidupannya. Jadi, mereka bisa bekerja dan memiliki keahlian di bidang tersebut,” tutur Rahmad. Lebih dari 20 peserta mengikuti pelatihan pada hari pertama yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Mereka mendapatkan pengetahuan mengenai standar operasional prosedur (SOP) dalam hal pelayanan di cafe atau restoran. Penyampaian materi dari para mentor ahli dibantu dengan penerjemah bahasa isyarat sehingga mudah ditangkap para peserta. Rangkaian kegiatan juga diselingi games yang interaktif sehingga para peserta tidak bosan. Program talent class kali ini bisa membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran. Bagi BPVP Banda Aceh, kegiatan itu menambah realisasi disabilitas yang mengikuti pelatihan kerja dengan target dua persen dari total peserta tahun ini. Rahmad mengeklaim target tersebut berhasil dilampaui berkat bantuan AMANAH. Lebih dari itu, ia mengakui materi pelatihan kali ini merupakan hal yang baru dilakukan di Banda Aceh bahkan untuk Provinsi Aceh secara keseluruhan.

Read More

Ismail Haniyeh merupakan seorang pejuang Palestina yang menentang penjajahan

Teheran — 1miliarsantri.net : Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh telah gugur sebagai syuhada usai dibunuh militer zionis Israel di Teheran, Iran, Rabu (31/7/2024) lalu. Umat Islam seluruh dunia berduka atas wafatnya Ismail Haniyeh, seorang pejuang Palestina di ranah politik yang menentang penjajahan dan ketidakadilan penjajah. Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan kabar gembira kepada umat Islam yang berjuang yang syahid di jalan Allah SWT. Mereka akan mendapatkan hadiah surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah dijelaskan enam hadiah untuk Muslim yang wafat dengan jalan syahid. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنْ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنْ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ (رواه الترمذي وابن ماجه) “Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya akan diampuni sejak awal kematiannya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur, diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik dari dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya.” (HR Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah). Dalam hadits lain dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menyangkal orang yang mati syahid bukan hanya orang yang terbunuh saat berperang di jalan Allah SWT. Sebab, jika yang syahid hanya orang yang terbunuh saat berperang maka hanya sedikit jumlahnya. حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ قَالُوا فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ ابْنُ مِقْسَمٍ أَشْهَدُ عَلَى أَبِيكَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ قَالَ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ (رواه مسلم) Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari ayahnya dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian?”

Read More

Cara Mandi Taubat untuk Pelaku Dosa Besar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, memberikan nasihat penting bagi mereka yang telah melakukan dosa besar. Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian publik, beliau menekankan pentingnya mandi taubat sebagai langkah awal untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa dosa besar mencakup berbagai tindakan yang sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Beberapa contoh yang disebutkan antara lain zina, aborsi, fitnah, dan kebohongan yang berdampak fatal bagi orang lain. Beliau menegaskan bahwa pelaku dosa-dosa tersebut perlu segera melakukan mandi taubat. “Segeralah mandi taubat. Basuhi seluruh rambutnya, kemudian sholat sunnat dua rakaat dengan baca disitu Astagfirullahaladzim Seratus kali,” terang Nasaruddin Umar. Prosedur mandi taubat yang dianjurkan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal ini meliputi beberapa langkah penting. Pertama, membasuh seluruh rambut dan tubuh. Kedua, melaksanakan sholat sunnah dua rakaat. Ketiga, membaca istighfar (Astagfirullahaladzim) sebanyak 100 kali. Keempat, dilanjutkan dengan membaca “Ya tawwab, ya ‘afuw, ya ghafur” sebanyak 100 kali. Terakhir, membaca surat Al-Fatihah. Nasaruddin Umar menekankan bahwa rangkaian ibadah ini memiliki riwayat atau dasar dalam ajaran Islam. Beliau berharap dengan melakukan mandi taubat ini, Allah SWT akan meringankan beban perasaan orang yang telah melakukan dosa besar.

Read More