Rencana Konferensi Ulama se-Asia Tenggara Direspons Positif Pemerintah
Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah memberikan apresiasi terhadap rencana Konferensi Ulama Asia Tenggara yang digagas Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Acara ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 26-28 Juli 2024, bertepatan dengan peringatan 49 tahun berdirinya MUI.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi Dakwah MUI KH Ahmad Zubaidi, Jumat (19/7/2024), dimana dia mengatakan, sebagai bentuk apresiasi, pada 26 Juli 2024, para peserta Konferensi Ulama se-Asia Tenggara akan diterima oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden RI.
“Pada Jumat 26 Juli 2024 kita akan diterima oleh Wakil Presiden di Istana Wapres untuk seluruh peserta Konferensi Ulama se-Asia Tenggara yang berjumlah 105 orang,” terang Kiai Zubaidi.
Diberitakan sebelumnya, Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menginisiasi pembentukan dai se-Asia Tenggara untuk mengikat persaudaraan. Pembentukan asosiasi tersebut ditargetkan terbentuk melalui forum Konferensi Ulama se-Asia Tenggara yang akan dihelat pada 26-28 Juli 2024 di Jakarta sebagai rangkaian agenda Milad ke-49 MUI.
Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menyampaikan, pembentukan asosiasi dai se-Asia Tenggara itu juga sebagai upaya penguatan dakwah dan keulamaan di Asia Tenggara.
“Tentu kita akan mempertemukan para ulama dan dai, mengikat persaudaraan dengan kuat. Kita membincangkan penguatan dakwah dan keulamaan di ASEAN sekaligus kita membuat wadah atau asosiasi dakwah se-ASEAN,” kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (13/7/2024).
Kiai Cholil menekankan, pembentukan Asosiasi Dai se-Asia Tenggara itu juga untuk memperkuat ikatan keulamaan dan gerakan keumatan menjadi satu. Hal itu juga dalam rangka memperkuat regional, ekonomi, ketahanan, dan pemikiran.
Kiai Cholil menuturkan, para peserta yang telah mengkonfirmasi telah ada dari 10 negara. Sementara, satu lagi negara ASEAN yang hingga kini belum memberikan konfirmasi hanya Timor Leste.
Kiai Cholil menyampaikan, MUI ingin menyatukan para dai se-Asia Tenggara bisa bersatu di tengah keberagaman. Sebab, umat Muslim di Asia Tenggara ada yang menjadi mayoritas dan minoritas.
“Umat Muslim di Asia Tenggara sangat beragam karena ada yang mayoritas, bahkan ada negara Islam seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Tapi ada Muslim yang minoritas seperti di Thailand, Kamboja, dan Vietnam,” ungkapnya.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


