Tiga Peristiwa Besar di bulan Rabiul Awal

Surabaya — 1miliarsantri.net : Bulan Rabiul Awal memiliki tempat yang istimewa dalam sejarah Islam. Meskipun tidak memiliki ibadah khusus seperti bulan Zulhijah dan Ramadan, bulan ini memiliki sejumlah momen penting. Bulan ini menawarkan umat Muslim sebuah kesempatan yang berharga untuk merenungkan kembali peran sentral Rasulullah Muhammad SAW. Rabiul Awal merupakan bulan di mana beberapa peristiwa penting terjadi, menjadikannya sebagai salah satu bulan yang penuh makna dan pelajaran bagi umat Muslim. Pertama, yang paling dikenal adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW di bulan ini. Peristiwa kelahiran ini bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan awal dari sebuah era baru bagi umat manusia. Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, membawa risalah Ilahi yang menuntun manusia dari kegelapan menuju cahaya kebenaran. Kelahiran beliau di bulan Rabiul Awal menjadi simbol awal dari pencerahan spiritual yang menyebar ke seluruh penjuru dunia, mengubah peradaban dan memberikan panduan moral serta etika yang kuat kepada umat manusia. Kedua, bulan Rabiul Awal juga menjadi saksi dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa ini tidak hanya penting dalam konteks sejarah Islam, tetapi juga dalam pembentukan masyarakat Islam yang kuat dan berdaulat. Hijrah ini menandai perubahan besar, di mana Nabi Muhammad SAW memimpin umat Muslim untuk membangun komunitas yang berdasarkan keadilan, kesetaraan, dan ketakwaan. Banyak yang salah kaprah mengira bahwa hijrah terjadi pada bulan Muharram, tetapi buku-buku sejarah yang otoritatif seperti karya Ibn Hisyam, Ibn Ishaq, dan Al-Waqidi dengan jelas menyebutkan bahwa hijrah ini terjadi pada bulan Rabiul Awal. Ini adalah salah satu momen penting yang menandai dimulainya kalender Hijriyah, sebuah sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Muslim hingga hari ini. Ketiga, Rabiul Awal juga membawa nuansa duka bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Muslim kehilangan sosok Nabi Muhammad SAW yang wafat pada tahun kesebelas Hijriyah. Wafatnya beliau menjadi momen refleksi yang mendalam, mengingatkan umat Muslim akan pentingnya menjaga dan meneruskan ajaran beliau. Kehilangan sosok agung ini bukan hanya meninggalkan kekosongan besar, tetapi juga menantang umat untuk tetap teguh dalam memegang nilai-nilai yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Warisan beliau, baik dalam bentuk ajaran agama maupun teladan kehidupan, menjadi harta yang harus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bulan Rabiul Awal, dengan segala peristiwa penting yang terjadi di dalamnya, memberikan umat Muslim peluang untuk memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan memperkuat komitmen mereka dalam mengikuti jejak beliau. Meski tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan selama bulan ini, Rabiul Awal tetap menjadi bulan yang penuh dengan spiritualitas, yang mengajak setiap Muslim untuk merenungkan kembali perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dan mengaplikasikan ajarannya dalam setiap aspek kehidupan. Dalam suasana Rabiul Awal seperti sekarang ini, umat Muslim di seluruh dunia dapat merenungkan kontribusi besar Nabi Muhammad SAW terhadap peradaban manusia dan bagaimana ajarannya terus relevan hingga hari ini. Ini adalah waktu untuk mengingat bahwa setiap tindakan dan keputusan dalam hidup kita seharusnya mencerminkan nilai-nilai yang beliau ajarkan. Rabiul Awal, dengan demikian, menjadi bulan yang bukan hanya bersejarah, tetapi juga penuh dengan pesan moral. (yat) Baca juga :

Read More

Ketakutan dan Trauma Warga di Lebanon

Gaza — 1miliarsantri.net : Pedagang bernama Alaa Fakih menceritakan dirinya sering terjaga di malam hari karena takut akan datangnya bencana lain di Lebanon. Seperti kebanyakan orang lainnya, dia trauma dengan masa lalu, dari perang saudara 1975-1990, ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut tahun 2020, hingga krisis ekonomi yang masih berlanjut dan cemas tentang masa depan. “Aku seharusnya nggak mikirin semua ini—tapi aku mikirin gimana cara lanjutkan pendidikan anakku dan kalau, misalnya, aku lagi jalan dan Tuhan melarang, terjadi ledakan. Gimana caranya jalan tanpa ada ledakan. Semua ini bikin kesehatan mentalku terganggu,” kata Fakih, 33 tahun, yang jantungnya sering berdegup kencang di malam hari saat ia menggigil. Orang-orang sekarang lebih cemas tentang kemungkinan konflik besar antara kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, dan Israel, yang sejak perang Gaza meletus pada bulan Oktober terus terlibat dalam pertempuran di perbatasan. Lebanon butuh waktu bertahun-tahun untuk bangkit dari perang tahun 2006 antara kedua musuh bebuyutan yang menewaskan 1.200 orang di Lebanon, kebanyakan warga sipil, dan 158 orang Israel, sebagian besar tentara. Puluhan tahun korupsi dan salah urus oleh para politisi berkuasa menyebabkan runtuhnya sistem keuangan pada 2019, menguras tabungan, menghancurkan mata uang, dan memperparah kemiskinan. Setahun kemudian, Beirut hancur oleh ledakan bahan kimia besar di pelabuhan yang menewaskan sedikitnya 220 orang dan begitu kuat hingga terasa sampai 250 km jauhnya di Siprus, menciptakan awan jamur di atas ibu kota Lebanon. Tekanan politik telah menghambat penyelidikan yang seharusnya menyeret orang-orang berkuasa terkait ledakan tersebut ke pengadilan. “Orang bisa menangis hanya karena hal-hal kecil, air mata langsung mengalir,” kata Fakih. Psychoanalyst Alyne Husseini Assaf bilang warga Lebanon sulit untuk memproses penderitaan yang bertubi-tubi. Ada yang menyembunyikan perasaan mereka. Ada juga yang hidup dalam penyangkalan. “Ada mekanisme pelarian dengan alkohol atau narkoba. Ada juga mekanisme di mana orang melarikan diri ke gejala psikologis dan fisik, hanya duduk di tempat tidur dan nggak mau ngapa-ngapain lagi,” katanya. Dulu, Lebanon disebut Swiss di Timur Tengah, tapi akhirnya terjerumus ke dalam perang saudara brutal pada tahun 1975. Jejak perang itu masih gampang ditemuin, kayak bangunan yang bolong-bolong peluru di area yang dulu dikenal sebagai Garis Hijau, yang membagi Beirut jadi Timur yang Kristen dan Barat yang mayoritas Muslim. Ketegangan sektarian dan ingatan akan perang masih membekas sampai sekarang. “Ada warisan psikologis yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan akan terus ada kalau orang tersebut nggak berusaha memperbaiki dirinya secara psikologis,” kata Assaf. Kadang, hanya butuh satu ledakan sonik di atas Beirut buat memicu serangan panik. Manal Syriani, ibu dari Eidan yang berusia 4 tahun, adalah contoh nyata. Traumanya dipicu oleh ingatan akan ledakan di pelabuhan. “Ga ada tindak lanjut, nggak ada keadilan, nggak ada yang ngasih tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata Syriani, yang bekerja di industri perhotelan. “Sekarang ada anak yang bergantung padaku, jadi gimana caranya aku bikin dia merasa aman? Maksudku, apa aja bisa terjadi. Dia bisa lagi main di luar, terus ada peluru jatuh, habis sudah.” Dia mencari ketenangan di gereja. “Ketenangan ini yang aku cari, inilah yang bikin aku… yang bikin aku terus semangat buat jalanin siklus yang sama, buat ngelewatin semua ini lagi.”(zul/AP) Baca juga :

Read More

Indonesia Jadi Target Utama HAQQ Network

Jakarta — 1miliarsantri.net : Di tengah meningkatnya perdebatan mengenai kepatuhan syariah dalam dunia kripto, HAQQ Network muncul dengan solusi baru yang inklusif dan sesuai prinsip Islam. Sembilan bulan setelah peluncuran mainnet, platform blockchain ini telah berhasil menarik perhatian dengan berbagai pencapaian, termasuk 1,4 juta instalasi aplikasi Haqq Wallet di perangkat iOS dan Android. Indonesia, sebagai salah satu pasar digital terbesar di dunia, menjadi fokus utama ekspansi HAQQ. Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang mencapai 8% pada tahun 2023 dan diproyeksikan mencapai $125 miliar pada 2024, HAQQ melihat peluang besar untuk membawa teknologi blockchain ke lebih banyak pengguna di Tanah Air. Visi mereka adalah menciptakan ekosistem digital yang etis, memungkinkan masyarakat Indonesia terlibat dalam perdagangan aset digital yang halal. Komitmen HAQQ terhadap inklusi keuangan terlihat dalam upayanya untuk mendukung trader Indonesia melalui platform seperti Haqqex, yang memungkinkan perdagangan aset digital di bawah pedoman syariah. Pendekatan ini selaras dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang sangat menghargai prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan keuangan mereka. “HAQQ berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat Indonesia dalam dunia keuangan digital tanpa harus mengorbankan nilai-nilai etika mereka. Kami menyediakan solusi yang memungkinkan perdagangan aset digital yang halal dan menguntungkan,” terang Co-founder HAQQ, Alex Malkov. Inisiatif HAQQ lainnya, seperti FairShare dan Firoza Finance, juga dirancang untuk memberdayakan umat Islam Indonesia dalam memenuhi kewajiban amal secara transparan dan mudah. FairShare berfungsi sebagai platform pengelola Zakat, sementara Firoza Finance menawarkan solusi likuiditas yang sesuai dengan syariah, memungkinkan investasi dalam kripto dan fiat yang memenuhi standar Islam. Didukung oleh dana ekosistem sebesar $40 juta, HAQQ telah berhasil mengembangkan 25 proyek di berbagai negara. Di Indonesia, mereka berupaya membangun komunitas pengembang dan pengguna sejak awal, dengan fokus pada inovasi lokal dalam fintech. Dukungan finansial ini bukan sekadar memberikan sumber daya, tetapi juga menciptakan ekosistem di mana teknologi keuangan yang beretika dapat berkembang. Salah satu pencapaian terbesar HAQQ adalah mendapatkan pengesahan Fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Dengan dukungan ini, Islamic Coin dari HAQQ siap menawarkan produk DeFi yang sesuai dengan syariah, memberikan jaminan kepada masyarakat Indonesia bahwa produk keuangan mereka mematuhi prinsip-prinsip Islam. Potensi besar pasar Indonesia dengan populasi Muslim yang sangat besar menjadikan HAQQ Network sebagai pemain kunci dalam transformasi digital yang beretika. Dukungan dari MUI bukan hanya meningkatkan kepercayaan pengguna tetapi juga membuka peluang lebih luas di pasar Indonesia yang sedang berkembang pesat. (wink) Baca juga :

Read More

Program 5.000 Rumah untuk Guru di Kalteng

Palangkaraya — 1miliarsantri.net : Setelah sukses merealisasikan Pembangunan 1.000 rumah guru, Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran kembali mencanangkan pembangunan 5.000 rumah guru dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo memberikan dukungan penuh terhadap program dari Gubernur Sugianto Sabran. Menurutnya pembangunan 5.000 rumah ini merupakan pengembangan signifikan dari inisiatif sebelumnya yang telah berhasil merealisasikan pembangunan 1.000 rumah guru di berbagai wilayah di provinsi ini. Pada kesempatan ini, Muhammad Reza Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo atas komitmen dan dukungannya terhadap kesejahteraan guru di provinsi ini. “Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Gubernur terhadap nasib para guru. Program pembangunan 5.000 rumah ini merupakan bukti nyata dari kepedulian beliau dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para pendidik, yang tentunya akan berdampak positif pada kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah,” ungkap Reza Prabowo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/9/2024). Menurut Reza Prabowo, penyediaan rumah yang layak bagi para guru adalah langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah. Program ini lanjutnya, tidak hanya sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi para guru dalam mencerdaskan generasi muda. “Dengan tempat tinggal yang layak dan dekat dengan lokasi sekolah, diharapkan para guru dapat mengajar dengan lebih fokus dan maksimal,” ujarnya. Pembangunan 5.000 rumah guru ini direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap, dengan prioritas diberikan kepada daerah-daerah terpencil yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perumahan. Reza Prabowo menyampaikan bahwa program ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk peningkatan kesejahteraan guru. Reza Prabowo menekankan, guru yang mengabdi di daerah-daerah tersebut seringkali menghadapi tantangan yang lebih besar, sehingga keberadaan rumah yang layak akan sangat membantu mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa para guru, terutama yang berada di daerah terpencil, mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah,” tegasnya. Lebih lanjut, Reza Prabowo menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan visi jangka panjang Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di seluruh wilayahnya. “Dengan adanya rumah bagi guru, kita tidak hanya memberikan fasilitas fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para guru untuk terus berkembang dan meningkatkan kompetensi mereka,” lanjut Reza. Program ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para guru dari luar daerah untuk mengabdi di Kalimantan Tengah. “Kami berharap, dengan adanya fasilitas perumahan yang layak, semakin banyak guru berkualitas yang tertarik untuk mengajar di sini. Ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” sambung Reza. Reza Prabowo juga menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau pelaksanaan program ini agar berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. “Kami akan memastikan bahwa program ini terlaksana dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi para guru yang membutuhkan. Transparansi dan akuntabilitas akan menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program ini,” imbuhnya. Setelah sukses merealisasikan Pembangunan 1.000 rumah guru, Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran kembali mencanangkan pembangunan 5.000 rumah guru dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Selain itu, Reza berharap agar program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru. Dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, program 5.000 rumah guru ini diharapkan dapat membawa perubahan positif yang signifikan dalam lima tahun ke depan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan guru, tetapi juga kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah, menjadikannya sebagai salah satu provinsi dengan sistem pendidikan terbaik di Indonesia. “Kami ingin Kalimantan Tengah menjadi pionir dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru. Semoga langkah ini diikuti oleh daerah lain di Indonesia sehingga tercipta pemerataan kesejahteraan dan kualitas pendidikan di seluruh negeri,” tutupnya. (wan) Baca juga :

Read More

Misteri Kalimat Alhamdulillah di Dalam Alquran

Jakarta — 1miliarsantri.net : Al-Fatihah disebut sebagai surah pembuka dari Alquran. Surah istimewa ini diletakkan pertama dalam Alquran dan menjelaskan pokok-pokok Alquran. Salah satu kalimat populer dalam Al-Fatihah yakni Alhamdulillah. Pakar Ilmu Tafsir Prof Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah mengutip pandangan Al Biqai tentang kandungan makna Alhamdulillah dalam Surah Al Fatihah. Al Biqai memerinci dengan memberikan contoh ayat Alhamdulillah yang dibaca setelah basmalah pada Surah Al-Fatihah. Ada empat surat yang dimulai setelah basmalah dengan alhamdulillah. Setiap suratnya mengisyaratkan nikmat-nikmat Allah sesuai perurutannya. Berikut penjabaran Al Biqai mengenai empat surat yang dimaksud: Ayat ini mengisyaratkan nikmat wujud di dunia dan segala potensi yang dianugerahkan Allah di langit dan di bumi serta yang dapat diperoleh melalui gelap dan terang. Di sini yang diisyaratkan adalah nikmat-nikmat pemeliharaan Allah yang dianugerahkan-Nya secara aktual dalam kehidupan dunia ini, yang puncaknya adalah Alquran sekaligus penyebutannya mewakili nikmat-nikmat pemeliharaan yang lain. Ayat ini mengisyaratkan nikmat-nikmat Allah di akhirat kelak, yakni kehidupan baru, di mana manusia yang taat memperoleh kenikmatan abadi setelah seluruh makhluk mengalami kematian. Ayat ini adalah isyarat tentang nikmat-nikmat abadi yang akan dianugerahkan Allah keak ketika mengalami hidup baru di akhirat. Quraish menjelaskan, setiap rincian nikmat yang dicakup oleh masing-masing ayat pada empat awal surat di atas adalah rincian dari keseluruhan nikmat Allah. Keempat kelompok itu dicakup oleh kandungan Alhamdulillah pada Surah Al Fatihah. Quraish berpendapat, itulah yang agaknya menjadi sebab mengapa “Alhamdulillah” pada Surah Al Fatihah tidak dibarengi dengan kalimat yang mengisyaratkan nikmat tertentu, sebagaimana halnya keempat surat yang disebutkan tadi. Ayat-ayat Surah Al Fatihah mengandung pujian dan pengajaran bagaimana memuji Allah yakni dengan mengkhususkan segala macam pujian kepada-Nya. Surah ini juga memuat pengakuan akan kemutlakan kekuasaan dan pembalasan-Nya di hari kemudian serta petunjuk bagi manusia bagaimana bermohon dan apa yang seharusnya ia mohonkan. Yakni agar diantar menuju jalan yang luas dan lurus yang pernah ditempuh oleh mereka yang sukses. Bukan jalan orang yang sesat karena tidak mengetahui kebenaran dan tentu bukan juga cara hidup mereka yang telah mengetahui kebenaran tetapi enggan menelusurinya. (yan) Baca juga :

Read More

Kisah Umar bin Khattab Saat ke Yerusalem Naik Unta Pinjaman

Jakarta — 1miliarsantri.net : Contoh-contoh kesederhanaan para pemimpin Islam yang mendapat bimbingan dari Rasulullah SAW sangat banyak. Satu di antaranya yakni kesederhanaan Umar bin Khattab RA saat menjadi khalifah atau pemimpin negara sekaligus umat Islam. Umar bin Khattab adalah contoh manusia yang berhasil menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam semua sendi kehidupannya. Setiap tindakannya senantiasa seperti yang diajarkan Rasulullah. Kehidupan Umar begitu sederhana, tawadhu, dan tidak menyombongkan statusnya sebagai seorang Khalifah. Umar selalu mengisi hari-harinya dengan mempraktikan yang dicontohkan Rasulullah. Kesederhanaan Umar sebagai seorang hamba Allah dan pengikut Rasulullah terus berlanjut bahkan kendati ia berhasil menaklukkan Bizantium dan bangsa-bangsa lainnya. Umar sedikit pun tak mengubah gaya hidupnya. Ada kisah menarik yang menggambarkan ketawadhuan Umar bin Khattab, seperti dikutip dalam buku Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Manusia karya Fethullah Gulen. Ketika Al Quds (Yerusalem) dulu berhasil ditaklukkan pasukan Islam, ternyata para pendeta yang berada di kota suci itu tidak bersedia menyerahkan kunci kota kepada panglima pasukan muslim yang telah memenangi pertempuran. Para pendeta merasa tak menemukan orang yang pantas untuk menerima kunci kota suci itu. Kabar itu pun sampai pada Umar bin Khattab. Sang Amirul Mukminin pun langsung berangkat menuju Al Quds dengan mengendarai seekor unta yang dipinjamnya dari Baitul Mal. Di sepanjang perjalanan menuju Al Quds, Umar rela bergantian mengendarai unta pinjaman dari Baitul Mal itu dengan ajudannya. Ketika unta yang dikendarai Umar hampir sampai di gerbang Al Quds, tibalah ajudan Umar bin Khattab yang memperoleh giliran mengendarai unta itu. Umar pun turun dan mempersilakan ajudannya untuk naik ke punggung unta, sementara dirinya menuntun unta itu sambil berjalan. Ajudan Umar bin Khattab pun menolak karena merasa tak bisa membiarkan Amirul Mukminin memasuki Al Quds sambil berjalan menuntun unta yang dikendarai seorang pelayan. Dalam sekejap, seisi Yerusalem pun mendadak riuh oleh orang-orang yang tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Seorang pemimpin tertinggi kekhalifahan Islam berjalan memasuki kota sambil menuntun unta yang dikendarai ajudannya sendiri. Ketika hal itu terlihat oleh para pendeta pemegang kunci kota mereka pun berujar “Memang seperti inilah sifat orang yang akan menerima kunci kota ini seperti yang telah disebutkan di dalam kitab suci kami.” Para pendeta itu pun langsung menyerahkan kunci kota Al Quds kepada Umar bin Khattab. (jeha) Baca juga :

Read More

PC ISNU Kota Malang Bantu Tangani Problem Masyarakat

Malang — 1miliarsantri.net : Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) berkomitmen untuk bersama-sama memajukan Kota Malang dan turut menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat. Sebagai bentuk dari komitmen tersebut ISNU meluncurkan platform ISNU-Star. Peluncuran ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan pengurus baru ISNU tahun khidmat 2024 – 2028 yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Kependidikan, Universitas Negeri Malang beberapa waktu lalu. Pelantikan dilakukan Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D. ISNU-Star menghubungan pakar NU dari berbagai keilmuan untuk berkolaborasi, memberikan solusi bagi permasalahan umat Islam di Indonesia. Di dalam platform tersebut akan ditemukan direktori profil pakar-pakar ISNU Kota Malang lengkap dengan kontribusi mereka dalam keilmuan maupun kemasyarakatan. Selain itu, platform ini juga menyediakan ruang berdiskusi antar pakar, termasuk ruang diseminasi pemikiran dan pengetahuan. “ISNU ingin berontribusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Masyarakat. Ada judi online, ketimpangan ekonomi, kenakalan remaja, dan banyak masalah-masalah lagi yang ada di Masyarakat,” ujar Ketua baru ISNU Kota Malang, Dr. Alfin Mustikawan. Sebagai badan otonom yang menaungi cendikiawan NU, ISNU memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Terlebih jika mengingat NU merupakan organisasi massa terbesar di Indonesia. Alfin berharap ISNU Star membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada melalui penyediaan pakar dan penelitian yang relevan. ISNU star merupakan salah satu program unggulan dibawah kepemimpinan Alfin. Dengan slogan “ISNU digdaya, berkhidmah untuk umat” dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut percaya bahwa keberadaan ISNU akan berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan Kota Malang dan juga Indonesia. Sebagai pijakan awal, pasca prosesi pelantikan pengurus baru, ISNU mengadakan sarasehan yang menghadirkan Pj. Walikota Malang, Iwan Kurniawan, ST, MM, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag, Pakar Kebijakan Publik, Fadillah Putra, M.PAff., Ph.D, Guru Besar UM dan Dewan Pakar bidang Pendidikan PC Muslimat NU Kota Malang, Prof. Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd, Pengusaha Nasional asal Sawojajar, Malang, Arie Aripin, serta Wartawan TimesIndonesia yang juga Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji. Sarasehan yang menghadirkan berbagai komponen ekonomi, sosial dan politik kota Malang ini bertujuan untuk membahas kolaborasi antara ISNU, masyarakat dan pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan Malang yang sejahtera. Selain itu sarasehan yang diadakan kepengurusan baru ISNU ini juga berusaha untuk merumuskan rencana strategis pengembangan Kota Malang dan menjawab tantangan jaman. Diharapkan akan lahir rekomendasi-rekomendasi yang yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah dan dijadikan pedoman bagi ISNU dalam menjalankan program programnya. (aci) Baca juga :

Read More

Tentara Israel Ditahan Usai Memburu Warga Arab di Yerusalem

Gaza — 1miliarsantri.net : Polisi Israel mengumumkan bahwa seorang tentara cadangan yang “dalam misi” untuk menembak seseorang yang “berasal Arab” telah ditangkap setelah menembaki korban di Yerusalem. Dalam pernyataan polisi, insiden ini terjadi “pada malam Jumat” bulan lalu, tanpa menyebutkan tanggal spesifik, ketika tersangka berusia 34 tahun itu meninggalkan rumahnya “dengan senjata yang dia bawa sebagai bagian dari layanan cadangannya.” Tersangka “sedang dalam misi untuk mencari korban yang berasal Arab” di sebuah taman di barat Yerusalem. Ketika tersangka mengidentifikasi korban potensial, dia memaksa orang tersebut untuk duduk di bangku di pinggir jalan dan mulai menginterogasinya sambil menodongkan senjata ke tubuhnya,” tambahnya. “Setelah tersangka yakin bahwa orang tersebut memang berasal Arab, dia mengarahkan senjatanya dan mencoba menembak. Namun, korban berhasil melarikan diri tanpa cedera.” Tersangka ditangkap beberapa hari kemudian dan memberi tahu pihak berwenang bahwa “dia menembakkan senjata untuk menakut-nakuti korban,” tambah pernyataan itu, sambil menegaskan bahwa “dakwaan diharapkan akan diajukan terhadapnya dalam beberapa hari mendatang.” Insiden semacam ini relatif jarang terjadi di Yerusalem, meskipun pada bulan Juni, polisi Israel mengatakan seorang pria Palestina terluka parah dalam insiden penembakan di Kota Tua Yerusalem timur yang dianeksasi, saat “pertengkaran” antara tentara Israel yang sedang tidak bertugas dan warga Palestina. (zul) Baca juga :

Read More

Itjen Kemenag Evaluasi Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kota Metropolis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Inspektorat Jenderal Kementerian Agama terus mendorong agar layanan Pendidikan Keagamaan Non Formal (PKNF), semacam Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) menjadi tempat Pendidikan Keagamaan terbaik untuk mendidik karakter dan kapasitas keagamaan generasi bangsa. Hal tersebut disampaikan Inspektur Wilayah II, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori, saat mengunjungi para auditor dalam rangka tugas Evaluasi Pendidikan Keagamaan Non Formal (PKNF) di Kankemenag Jakarta Timur, pada Rabu (4/9/2024)). “Tantangan MDT di kota Metropolis seperti Jakarta, sangat kompleks dari mulai animo santri belajar di madrasah, penguatan kelembagaan, pemenuhan sarana prasarana, kualitas pendidik dan tenaga kependidkkan, kurikukum dan pembelajaran hingga pendanaan,” terang Ruchman. Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) berharap agar Tim Evaluasi PKNF mampu melihat penyelenggaraan MDT secara komprehenshif, agar masyarakat terpenuhi akses dan mutu pendidikan non formal ini. Ruchman tidak lupa memberi apresiasi kepada jajaran Kemenag Jaktim, di tengah anggaran MDT yang sangat terbatas, tetap semangat berkontribusi mengembangan MDT agar tetap eksis dan menjadi pendidikan alternatif bagi anak-anak usia pendidikan dasar dan menengah. Tim Evaluasi PKNF yang turun ke Kankemenag Kota Jakarta Timur bertugas mulai tanggal 25 Agustus s.d 4 September 2024 dengan Pengendali Teknis (Dalnis) Akhmad Hariyanto, Ketua Tim: Betty Setyawati, Anggota Diah Ayu Perwitasari dan Rodhiatus Sholihah. Tim diterima Kepala Kankemenag Kota Jaktim Zulkarnain, Kasi Pdpontren Sapto Udiono dan sejumlah JFU dan JFT pada Seksi Pdpontren.Tim akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah MDT, yaitu Addiniyah Duren Sawit, MDT Jauharul Wathan Jatinegara, MDT Baitul Hadi Pulogadung, dan MDT Nahdlatul Wathan Cakung Jakarta Timur. Kankemenag Jaktim Zulkarnain dan Kasi Pontren Sapto Udiono menyambut baik Tim Itjen, dan siap pro aktif memberikan data-data yang diperlukan untuk evaluasi dan mendampingi turun langsung ke MDT. Jumlah MDT Kota Jaktim sebanyak 154 lembaga di 10 Kecamatan denhan jumlah santri sebanyak 5.680 orang. “Masalah-masalah pendataan MDT dengan aplikasi, IJOP, dan keterbatasan Bu bantuan MDT masih kami hadapi, namun kita tetap semangat,” pungkas Sapto Udiono, Kasi Pontren Jaktim. (Iin) Baca juga :

Read More

RS Medistra Diduga Batasi Dokter-Perawat Berhijab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setelah polemik kebijakan larangan berhijab Paskibraka Nasional 2024, ternyata masih saja ada lembaga yang melarang penggunaan hijab di instansi mereka. Teranyar, adalah lembaga medis Rumah Sakit Medistra di Jakarta Selatan. Dugaan pembatasan jilbab untuk perawat dan dokter umum itu terungkap setelah surat protes dilayangkan salah satu dokter spesialis yang bekerja di Medistra, Dr dr Diani Kartini, SpB Subsp.Onk (K) beredar di jagat maya. Surat yang tertulis 29 Agustus 2024 dan ditujukan kepada direksi RS Medistra tersebut berbunyi demikian: “Selamat Siang Para Direksi yang terhormat. Saya Ingin menanyakan terkait persyaratan berpakaian di RS Medistra. Beberapa waktu lalu, asisten saya dan juga kemarin kerabat saya mendaftar sebagai dokter umum di RS Medistra. Kebetulan keduanya menggunakan hijab. Ada pertanyaan terakhir di sesi wawancara, menanyakan terkait performance dan RS Medistra merupakan RS internasional, sehingga timbul pertanyaan Apakah bersedia membuka hijab jika diterima. Saya sangat menyayangkan jika di zaman sekarang masih ada pertanyaan rasis. Dikatakan RS Medistra berstandar internasional tetapi mengapa masih rasis seperti itu? Salah satu RS di Jakarta selatan, jauh lebih ramai dari RS Medistra, memperbolehkan semua pegawai baik perawat, dokter umum, spesialis, dan subspesialias menggunakan hijab. Jika RS Medistra memang RS untuk golongan tertentu, sebaiknya jelas dituliskan saja kalau RS Medistra untuk golongan tertentu sehingga jelas siapa yang bekerja dan datang sebagai pasien. Sangat disayangkan sekali dalam wawancara timbul pertanyaan yang menurut pendapat saya ada rasis. Apakah ada standar ganda cara berpakaian untuk perawat, dokter umum, dokter spesialis, dan sub spesialis di RS Medistra? Terimakasih Atas perhatiannya.” Dikonfirmasi dikonfirmasi awak media, dr Diani membenarkan bahwa surat tersebut memang dia tulis dan telah serahkan salinan halusnya (soft copy) kepada RS Medistra. “Memang benar itu tulisan keberatan saya ke manajemen Medistra,” kata dia. Surat tersebut, kata dia, semata ditulis dengan harapan Medistra lebih membuka terkait dengan persoalan hijab untuk perawat dan dokter. Dia mengaku, Medistra telah menghubunginya dan dirinya pun telah memberikan masukan terkait. Tetapi dia menegaskan tak tahu lagi apa langkah Medistra ke depannya merespons kasus ini. Dr Diani pun bersikap keras menyikapi kebijakan yang rasis tersebut. Bahkan, dia memutuskan keluar langsung setelah menyerahkan surat protes tersebut ke pihak Direksi Medistra. “Dan saya juga langsung keluar tidak bekerja di Medistra lagi setelah peristiwa itu, tepatnya Sabtu 31 Agustus 2024,” ungkapnya. Dia menambahkan, selama ini dan sejauh yang dia ketahui memang kebijakan larangan berhijab diberlakukan untuk perawat dan dokter umum, sementara untuk dokter spesialis dan subspesialias bebas mengenakan hijab. Diskriminasi ini yang dia tentang keras. “Ini saya yang tidak setuju, mengapa ada perbedaan?,” lanjutnya. Terkait kebijakan tersebut, beberapa bulan dr Diani telah mempertanyakannya ke pihak manajemen yang mengesankan jawabannya boleh. Ternyata, saat ada wawancara dokter umum beberapa waktu lalu masih ada pertanyaan tentang membuka hijab. “Itu kan wawancara yang tidak bermutu,” kata dia. Padahal, menurut dr Diani, RS Medistra adalah rumah sakit umum yang tidak terkait dengan golongan tertentu misal RS Kriten, Katolik, Hindu, dan lainnya. Jika demikian, pertanyaan seputar hijab pun bisa dimaklumi, sekalipun tetap saja tak patut. Tak heran, kata dr Diani, sejumlah perawat RS Medistra terlihat lepas hijab selama bekerja tetapi mereka kembali mengenakannya setelah pulang dinas. Seakan tak ada pilihan lain, karena pihak RS memberlakukan kebijakan rasis Tak sedikit perawat yang memilih keluar akibat tak nyaman dengan aturan larangan hijab Medistra. “Ya karena mungkin tidak ada pilihan lain. Cari kerja juga tidak mudah kan?,” ujar dia. Dr Diani pun membandingkan RS Medistra dengan RS lainnya baik swasta atau milik pemerintah. Di RSCM misalnya, semua perawat diperkenankan berhijab. Bahkan informasi yang dia terima di RS Budha Tzhu Chi sekalipun, perawat Muslimah diizinkan untuk mengenakan hijab. Sebab bagaimanapun, kata dia, tak ada hubungannya jilbab dengan kerja-kerja kemedisan. Jilbab tak mengganggu pekerjaan sama sekali, meski ada aturannya model jilbab seperti apa yang mesti dikenakan. “ “Saya rasa pakai jilbab ya tidak masalah sebagai dokter dan perawat. Bahkan teman-teman pun operasi juga memakai hijab,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More