MUI : Baca Surat Al Fatihah Diiringi Musik, Pelanggaran Syariat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam (SBPI), KH Jeje Zaenudin turut merespon viralnya artis pentolan Band Dewa 19, Ahmad Dhani. Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik yang tersebar di media sosial, Dhani membacakan Surat Al Fatihah diiringi nada musik. Kyai Jeje mengingatkan bahwa berseni jangan sampai melanggar norma-norma syariat. Apalagi terjerumus kepada praktik yang bisa dipersepsi dan ditengarai sebagai penodaan dan penistaan kitab suci. “Saya menduga mungkin niat awalnya baik, ingin membacakan surat Al Fatihah. Tetapi sangat disesalkan tempatnya, acara, dan tatacaranya justru bertentangan dengan kemuliaan dan kesucian Al Quran, yaitu membacakan surat Al Fatihah dengan menyesuaikan nada lagu dan diiringi musik,” ungkap Kyai Jeje dalam keterangannya, Selasa (1/10/2024). Kyai Jeje menjelaskan, dalam permasalahan ini sudah ada fatwa yang tegas dari para ulama, seperti Syekh Abdullah bin Baz dan Mufti Darul Ifta Al Mishriyah. Syekh bin Baz dan Mufti Darul Ifta mengharamkan menjadikan Al Quran sebagai lagu diiringi musik atau dilakukan dengan nada tangga musik. Oleh karena itu, Kyai Jeje meminta rekaman yang sudah dipublikasi itu ditarik. Kemudian Ahmad Dhani sepatutnya mengklarifikasi dan meminta maaf.

Read More

3 Cara Ikhtiar Nabi Muhammad Menyembuhkan Penyakit

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan beberapa tips untuk menyembuhkan sakit yang diderita seseorang. Doa ini juga bisa diterapkan pada anak atau anggota keluarga yang lain. Berikut ini sejumlah cara menyembuhkan anak yang sakit berdasarkan hadits Rasulullah Muhammad SAW. Cara Pertama Hadits riwayat Aisyah RA, yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa memohon perlindungan kepada Allah SWT untuk anggota keluarganya. Beliau mengusap dengan tangan kanannya (di atas bagian yang sakit). Lalu beliau SAW membaca doa berikut ini: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشفه وأنتَ الشَّافِي لا شِفَاءَ إلا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا Latin: Allahumma robbinnaas adzhibil ba’sa wasyfihi wa anta asy- syaafii laa syifaa a illa syifaa uka syifaa an la yughoodiru saqoman Terjemahan: “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” Cara Kedua Cara ini adalah untuk menyembuhkan bagian tubuh yang sakit dengan meletakkan tangan di area yang sakit. Adapun langkah pertama, yaitu meletakkan tangan di area yang sakit, kemudian ucapkan bismillah tiga kali, lalu ucapkan doa di bawah ini sebanyak tujuh kali: أعُوذُ باللهِ وَقُدْرَتِهِ مِن شَرّ ما أَجِدُ وَأَحَاذِرُ

Read More

Warga Satu Desa di Jombang Berangkat Umrah Bareng

Jombang — 1miliarsantri.net : Sebanyak 35 warga Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang berangkat umrah bareng. Mereka berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (29/9/2024). Tangis haru pun mewarnai keberangkatan para tamu Allah tersebut. Warga satu desa ini kompak mewujudkan impiannya ke Rumah Allah setelah mereka menabung selama 5 tahun. Keberangkatan umrah ini bukanlah hal biasa, sebab mayoritas dari mereka bukanlah berasal dari kalangan berduit. Para jamaah yang umrah ini kebanyakan dari keluarga sederhana yang dengan tekad kuat dan niat berhasil mengumpulkan biaya sedikit demi sedikit. Proses pengumpulan dana ini dikoordinir oleh pengurus organisasi masyarakat (ormas) di desa tersebut. Menurut Nur Mahmudi, salah seorang jamaah umrah, dirinya dan warga lain setiap hari menyisihkan uang mulai Rp10 ribu, Rp50 ribu, hingga Rp100 ribu. “Setiap minggu, uang yang terkumpul dari masing-masing dusun akan disetorkan kepada bendahara desa untuk disimpan di bank,” tutur Nur Mahmudi. Setelah lima tahun menabung, warga yang telah mencapai target dana akhirnya bisa berangkat umrah bersama. Dia mengatakan, ada lebih dari 200 orang yang mengikuti program tabungan umrah di desanya. Ibadah umrah massal satu desa ini ternyata bukan kali ini saja. Sebelumnya, tahun lalu, ada 56 warga juga telah berangkat umrah melalui program ini.

Read More

Kobarkan Api Semangat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pemikiran dan perjuangan Hadlratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari terus dikobarkan dan dikembangkan. Hal itu sebagai komitmen ulama pendiri NU untuk memperjuangkan, mempertahankan dan kini mengisi kemerdekaan Indonesia. “Bila dicermati pemikiran dan langkah perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari, sesungguhnya lebih maju dan melampaui zaman bagi kalangan santri. Karena itu, kita bertanggung jawab untuk terus merawat dan selalu mengobarkan semangatnya,” tutur KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Kiai Kikin menegaskan hal itu, terkait dengan Halaqoh Pemikiran Hadratussyaik KH. M. Hasyim Asyari di Gedung Monumen Resolusi Jihad NU, di Surabaya, Sabtu (28/9/2024) lalu. Selain Kiai Kikin, yang Ketua PWNU Jawa Timur, pembicara Riadi Ngasiran (Pemerhati sejarah dan Sejarawan NU), Kombes (Pol) Nanag Juni Mawanto (Direktur Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jatim), dan Fahrul Muzaqqi (Fisipol Unair). Hadir pada kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Ahmad Zulhilmi Ghazali, KH Abdul Hari (Wakil Rais) dan KH Achmad Saiful Chalim (Katib Syuriah PCNU Surabaya), H Roisuddin Bakri (Ketua Ikapete Jatim), H Moch Saiful Bachri (pengurus Ikapate yang juga Wakil Sekretaris PCNU Surabaya). Pada kesempatan itu, Riadi Ngasiran mengingatkan keberadaan Fatwa Djihad Kiai Hasyim Asy’ari (17 September 1945), yang ditujukan kepada masyarakat luas, terutama kaum santri dan umat Islam. Diperkuat dengan keputusan PBNU yang mengeluarkan ‘peringatan’ untuk pemerintah pada saat itu, yakni Resolusi Djihad NU di Surabaya (22 Oktober 1945). “Pada saat perang dan kondisi belum aman, masa Revolusi Fisik 1945-1945, ini telah mengeluarkan Resolusi Djihad NU di Purwokerto (hasil Muktamar NU pada tanggal 26-29 Maret 1946). Semua itu menjadi bukti andil nyata yang diberikan umat Islam pada umumnya dan Nahdlatul Ulama pada khususnya bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tutur Riadi Ngasiran, yang penulis buku Perang Sabil di Surabaya, Resolusi Jihad NU 1945, segera terbit. Diingatkan, santri yang aktivis budaya dan pemikiran ini, untuk mengenang perjuangan para ulama dan kaum santri, terutama pada saat terjadinya pertempuran 10 November 1945, didirikan Monumen Resolusi Djihad yang telah diresmikan pada 22 Oktober 2011 oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siroj. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan gambaran akan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda, khususnya di Surabaya dan secara umum generasi muda Indonesia. “Alhamdulillah, sejak 2015, tanggal 22 Oktober ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Santri Nasional,” tutur Riadi

Read More

37 Pusat Kesehatan Lebanon Berhenti Beroperasi

Gaza — 1miliarsantri.net : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa 37 dari 317 pusat kesehatan di Lebanon berhenti beroperasi menyusul serangan udara Israel sejak 23 September. Lewat unggahan di X, organisasi tersebut menekankan pentingnya melindungi fasilitas medis. WHO melaporkan bahwa kondisi tersebut telah menimbulkan kesenjangan yang signifikan dalam layanan kesehatan di seluruh negeri. Menurutnya, akses layanan kesehatan sama pentingnya dengan akses makanan, air, dan pengungsian. Media Lebanon mengindikasikan bahwa mayoritas pusat medis yang terkena dampak berada di Lebanon selatan. Sejak Senin, Israel meluncurkan serangan terluas sekaligus terparah terhadap Lebanon, yang mengakibatkan lebih dari 728 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas. Sementara itu, 2.658 orang lainnya juga terluka dan hampir 390.000 orang mengungsi akibat serangan tersebut, menurut data resmi pemerintah Lebanon. Sebelumnya diberitakan, jumlah korban tewas di Lebanon akibat serangan udara Israel sejak 8 Oktober tahun lalu telah mencapai 1.247 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Sekitar 5.278 orang terluka.

Read More

MUI Minta Ahmad Dhani dan Produser Tarik Lagu Lagu Yang Mengutip Ayat Alfatikhah Lengkap

Jakarta — 1miliarsantri.net : Salah satu pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa sangat terkejut menyaksikan sebuah video yang memperlihat seorang penyanyi laki-laki yang menjadikan ayat-ayat yang terdapat dalam surat alfatihah yang merupakan surat pertama dari 114 surat yang terdapat dalam alqur’an menjadi syair dari lagu bernuansa rock yang dia bawakan. ” Saya merasa perlu menyampaikan hal ini karena apa yang dilakukan oleh sang penyanyi sudah tentu akan mengundang pro kontra di tengah-tengah masyarakat terutama di kalangan umat islam,” terang DR Kiai Anwar Abbas dalam rilisnya, Senin (30/9/2024). Menurut Kiai Anwar apa yang dilakukan penyanyi Ahmad Dhani itu sungguh terasa sangat tidak pantas, tidak elok dan tidak tepat. “Untuk itu saya meminta kepada sang penyanyi dan sang produser serta juga kepada pihak pemerintah agar sesegera mungkin menarik dan menghapus rekaman tersebut,” tambahnya. Ia menegaskan,” Saya tidak anti terhadap seni dan kreatifitas tapi tolong sesuatu yang dianggap luhur dan suci oleh umat islam jangan diusik tapi mari sama-sama kita hormati dan muliakan.”

Read More

Gus Baha: Tahlilan Bukan Hanya Tradisi Lokal

Rembang — 1miliarsantri.net : Tradisi tahlilan, yang sering dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia saat ada orang meninggal, ternyata memiliki dukungan dari ulama-ulama besar. Hal ini diungkapkan oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha, seorang ulama terkenal dari Rembang, Jawa Tengah. Tahlilan sendiri adalah kegiatan berkumpul untuk membaca doa-doa dan ayat Al-Qur’an untuk orang yang telah meninggal. Biasanya dilakukan pada hari-hari tertentu setelah kematian, seperti hari ke-3, ke-7, dan ke-40. Banyak orang yang menganggap tahlilan hanya sebagai tradisi lokal Indonesia. Namun, Gus Baha menegaskan bahwa praktik ini sebenarnya memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. “Yang membolehkan hadiah Yasin, Fatihah, Tahlil ke mayit itu adalah orang sekaliber Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim,” jelas Gus Baha dalam ceramahnya. Ia menyebutkan dua nama ulama terkenal yang mendukung praktik tahlilan: Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Kedua ulama ini dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam sejarah Islam. Pernyataan Gus Baha ini penting karena memberikan legitimasi terhadap praktik tahlilan yang sudah lama dilakukan di Indonesia. Ini juga menunjukkan bahwa tradisi lokal bisa sejalan dengan pemikiran Islam global. Lebih lanjut, hal ini membuka wawasan bahwa ulama-ulama besar pun mendukung praktik yang sering dianggap hanya sebagai “tradisi lokal”.

Read More

Anggaran Rp7,25 Triliun untuk GTK Madrasah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Indonesia, Kementerian Agama telah mengambil langkah signifikan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp7,25 triliun untuk Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah pada tahun 2025. Keputusan ini diumumkan dalam Simposium Nasional dan Rembuk Guru 2024 yang berlangsung di Jakarta. Dirjen Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menekankan pentingnya kesejahteraan guru dalam mendorong kreativitas dan inovasi di lingkungan madrasah. Namun, beliau juga mengingatkan para guru untuk tetap realistis dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam memperjuangkan hak mereka. “Meskipun harapan kesejahteraan belum sepenuhnya terpenuhi, kami mendorong guru madrasah untuk terus mengembangkan diri dan fokus pada tugas-tugas profetik mereka,” terang Abu Rokhmad, kepada 1miliarsantri.net, Senin (30/9/2024). Thobib Al Asyhar, Direktur GTK Madrasah, mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran akan dialokasikan untuk kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Dana ini akan digunakan untuk berbagai tunjangan, termasuk Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Insentif, Tunjangan Khusus, dan BPJS Ketenagakerjaan. “Hanya kurang dari 2 persen anggaran yang digunakan untuk manajemen dan peningkatan kompetensi guru. Selebihnya difokuskan pada peningkatan kesejahteraan,” jelas Thobib. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah panjangnya daftar antrian Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk guru madrasah. Kementerian Agama sedang melakukan kajian untuk mencari solusi percepatan proses ini. Simposium yang mengusung tema “Mewujudkan Guru Bermutu dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri oleh berbagai organisasi guru, termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA), dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU).

Read More

Genosida Baru Israel di Lebanon, 1.600 Lebih Syahid

Beirut — 1miliarsantri.net : Korban akibat serangan militer Israel ke Lebanon terus menumpuk. Selain lebih dari seribu korban jiwa, ratusan ribu warga Lebanon juga kini sudah mengungsi dari wilayah yang dibombardir Zionis. Menteri Kesehatan Masyarakat Lebanon, Firas Al-Abyad mengumumkan bahwa agresi Israel yang sedang berlangsung di Lebanon pada Oktober 2023 telah mengakibatkan hilangnya 1.640 nyawa secara tragis, termasuk 104 anak-anak dan 194 perempuan. Menurut Kantor Berita Nasional, Menteri Al-Abyad memberikan laporan rinci tentang korban dan cedera akibat serangan Israel, menyoroti situasi kemanusiaan yang mendesak bagi para pengungsi karena jumlah pengungsi terus meningkat akibat serangan udara yang intensif di pinggiran selatan Beirut. Menteri melaporkan total 8.408 orang terluka, dan banyak korban masih terkubur di bawah reruntuhan. Ia juga mencatat adanya orang hilang dan jenazah yang belum teridentifikasi. Al-Abyad juga mengkonfirmasi bahwa 41 personel medis dan darurat telah kehilangan nyawa sejak awal serangan, sementara 111 lainnya menderita berbagai luka. Sejauh ini, Israel terus melakukan pemboman terhadap wilayah Dahiyeh selatan di Beirut, yang merupakan salah satu lingkungan terpadat di Lebanon. Ini adalah rumah bagi sekitar 700.000 orang. Sejak serangan udara dimulai pada hari Jumat, Israel belum berhenti membombardir wilayah itu. Aljazirah melaporkan, kebanyakan orang yang tinggal di sana telah mengungsi, sangat ketakutan dan kehilangan arah, sementara eksodus massal terus berlanjut. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, mengatakan masyarakat Lebanon adalah target baru dari kebijakan genosida penjajah Israel. Kebijakan itu dimulai tahun lalu ketika negara tersebut memulai perang di Gaza setelah serangan Hamas terhadap Israel selatan pada tanggal 7 Oktober. Pemimpin Turki mengatakan anak-anak termasuk di antara warga sipil Lebanon yang “dibunuh” oleh serangan “brutal” Israel yang dilakukan di Lebanon pekan ini. “Tidak seorang pun yang memiliki hati nurani dapat menerima, memaafkan, atau membenarkan pembantaian semacam itu,” tulisnya dalam postingan di X. “Pemerintah Israel menjadi semakin ceroboh karena dimanjakan oleh negara-negara yang menyediakan senjata dan amunisi untuk melakukan pembantaian; hal ini bertentangan dengan seluruh kemanusiaan, nilai-nilai kemanusiaan, dan hukum internasional.” Erdoğan mengatakan bahwa tergantung pada struktur global, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk mengambil tindakan cepat guna menghentikan “serangan tidak manusiawi terhadap Lebanon” yang dilakukan Israel. Dia sebelumnya menuduh Israel melakukan genosida atas perangnya di Gaza, menyerukan agar Israel dihukum di Mahkamah Internasional dan mengkritik negara-negara Barat karena mendukung serangan militer di negara tersebut. Sejauh ini genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 41.500 jiwa dan melukai 90 ribu lainnya. Kebanyakan korban adalah anak-anak. Saat ini sebagian warga Lebanon melarikan diri dari kekerasan melintasi perbatasan ke Suriah. “Lebih dari 50.000 warga Lebanon dan Suriah yang tinggal di Lebanon kini telah menyeberang ke Suriah untuk menghindari serangan udara Israel,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi dalam sebuah postingan di X. “Lebih dari 200.000 orang mengungsi di Lebanon.” Dia menambahkan bahwa operasi bantuan sedang dilakukan di kedua negara. Fatima Chahine, seorang pengungsi Suriah, tidur di pantai umum Ramlet al-Bayda di Beirut bersama keluarganya dan ratusan orang asing. “Kami hanya menginginkan tempat di mana anak-anak kami tidak takut,” katanya dilansir Aljaziah. “Kami melarikan diri dari perang di Suriah pada tahun 2011 karena anak-anak dan kami datang ke sini. Dan sekarang hal yang sama terjadi lagi.” Di pantai, para pengungsi tersebar di trotoar atau di dalam mobil yang diparkir di tepi jalan. Yang lainnya berkemah di pagoda pantai atau di atas selimut di pasir. “Kami menghabiskan lebih dari tiga jam berputar-putar antara sekolah dan tempat penampungan dan kami tidak menemukan satupun tempat yang cukup,” kata Talal Ahmad Jassaf, seorang pria Lebanon yang juga tidur di pantai bersama keluarganya. Dia mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk pergi ke tempat yang relatif aman di Suriah, tetapi khawatir tentang serangan udara di jalan antara Beirut dan Damaskus.

Read More

Ustad di Blitar Lempar Kayu Berpaku ke Santri Akibatkan Kematian

Blitar — 1miliarsantri.net : Aparat Kepolisian Resor Blitar Kota, Jawa Timur, menangani kasus kematian seorang santri sebuah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Blitar, yang diduga dilakukan oleh seorang ustad. Kepala Seksi Bagian Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar mengemukakan korban berinisial KAF (13), santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Blitar. Kasus terjadi saat ustadz melempar kayu yang terdapat paku hingga mengenai kepala korban. “Pelemparan kayu terhadap santri dilakukan oleh ustadnya, guru mengaji di salah satu pondok di Kecamatan Ponggok. Kami sudah menindaklanjuti kejadian tersebut,” terang Samsul di Blitar, Ahad (29/9/2024). Samsul menjelaskan kronologi kejadian itu setelah shalat subuh biasanya santri olahraga seperti bermain badminton, bola voli dan santri sudah diingatkan segera mandi karena ada jam kunjungan dari orangtua sekaligus persiapan shalat dhuha. Saat itu, yakni Ahad (15/9/2024) santri lain sudah bersiap mandi, namun ada salah seorang santri yang masih bandel dan tidak segera menyudahi permainan. Ustad yang mengetahui hal tersebut kemudian melemparkan kayu ke arah santri yang bandel tersebut. Saat bersamaan korban lewat dan mengenai korban. “Ustad tersebut mengambil kayu dan dilemparkan ke santri tersebut. Kebetulan korban lewat dan mengenai kepala. Bagian belakang kayu tersebut ada pakunya. Saat paku dicabut korban tidak sadar,” ungkapnya. Samsul menambahkan, korban juga langsung dibawa ke rumah sakit di Kabupaten Blitar untuk mendapatkan pertolongan, namun karena lukanya yang serius akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK). “Di RSKK mau dilakukan operasi tidak berani karena kepala mengalami pendarahan. Jika operasi pun kecil sekali untuk berhasil. Rumah sakit tidak berani mengambil risiko untuk operasi ” tuturnya.

Read More