Kemenparekraf Fasilitasi Pelatihan Content Creator dan Digital Marketing

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan pelatihan untuk menjadi content creator serta digital marketing bagi pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi, Jawa Timur. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan jumlah pengguna internet di Indonesia pada awal 2024 telah mencapai lebih dari 215 juta orang. Angka ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan oleh pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan pendekatan digital. Di mana para pelaku ekraf harus dapat melakukan promosi produk dengan cara yang kreatif, dan membangun komunitas yang loyal. “Kami menemukan korelasi yang sangat kuat antara konten-konten yang viral terhadap penjualan yang meningkat. Hampir semua bisa menjadi konten kreator dan hari ini 100 pelaku ekraf dari Banyuwangi sedang kami ikutkan dalam pelatihan tentang content creator dan digital marketing,” ungkap Sandiaga. Dia menekankan, konten yang harus disiapkan bukan hanya sekadar viral, tapi adalah konten yang menghibur juga inspiratif. Konten yang ada aspek religi juga bisa mendongkrak penjualan bukan hanya pariwisata tapi juga produk ekonomi kreatif. “Karenanya kita tingkatkan pelatihan seperti ini sehingga mereka bisa menciptakan konten-konten yang bisa sesuai dengan algoritma yang mampu mendapatkan view yang tinggi dan engagement yang luas,” terangnya.

Read More

Buya Yahya Soroti Fenomena Gelar Spiritual dalam Masyarakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gelar “Pak Haji” telah lama menjadi simbol kehormatan di masyarakat Indonesia. Namun, fenomena pemberian gelar ini kepada mereka yang belum menunaikan ibadah haji memicu perdebatan. Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, baru-baru ini angkat bicara mengenai isu sensitif ini. Dalam ceramahnya yang viral di media sosial, Buya Yahya memaparkan dua pandangan berbeda terkait penggunaan gelar “Pak Haji”. Sebagian kalangan berpendapat bahwa gelar tersebut seharusnya eksklusif untuk mereka yang telah melaksanakan rukun Islam kelima ini. Alasannya, ibadah haji membutuhkan pengorbanan besar, baik dari segi materi maupun waktu tunggu yang panjang. “Ada yang merasa tidak adil jika orang yang belum berhaji dipanggil ‘Pak Haji’. Mereka yang sudah menunaikan ibadah haji telah mengeluarkan banyak biaya dan menunggu bertahun-tahun,” urai Buya Yahya, mengutip perspektif kelompok pertama. Di sisi lain, pandangan kedua lebih moderat. Mereka menganggap pemberian gelar “Pak Haji” kepada yang belum berhaji sebagai bentuk motivasi dan doa. “Sebagian masyarakat memandang panggilan ini sebagai harapan agar seseorang bisa segera menunaikan ibadah haji,” tambah Buya Yahya. Menariknya, fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat umum. Buya Yahya mengisahkan kejadian unik di Cirebon, di mana seseorang yang mengenakan pakaian putih langsung diasumsikan telah berhaji. “Ini menunjukkan betapa kuatnya asosiasi antara penampilan dan gelar ‘haji’ di benak masyarakat,” ujarnya. Namun, Buya Yahya mengingatkan bahwa esensi ibadah haji bukan sekadar gelar.

Read More

Nasihat Sayyidina Anas RA saat Gelap Gulita

Jakarta — 1miliarsantri.net : Syaikh Nadhr bin Abdullah Rahmotullah ‘alaih bercerita, “Pada waktu hidupnya Sayyidina Anas Rodhiyollohu ‘anhu, tiba-tiba siang menjadi gelap. Segera aku menjumpai Sayyidina Anas RA dan bertanya kepadanya, “Apakah kejadian seperti ini pernah terjadi pada zaman Baginda Nabi SAW?” Jawabnya, “Na’udzubilloh, jika angin bertiup sedikit kencang pada zaman Baginda Nabi SAW,kami segera pergi ke masjid karena takut akan terjadi Kiamat.” Sayyidina Abu Darda’ RA juga bercerita, “Jika terjadi angin ribut, biasanya Baginda Rasulullah SAW akan merasa takut dan segera pergi ke masjid.” Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi dalam kitab Fadhilah Amal menjelaskan, belakangan ini, meskipun berbagai musibah besar melanda kita, siapakah yang ingat untuk datang ke masjid? Jangankan masyarakat awam, bahkan orang-orang berilmu pun sedikit yang mempedulikannya. “Silakan menjawab masalah ini dengan merenungkannya didalam hati masing-masing,” ujar Maulana Zakariyya. (jeha)

Read More

Spanyol Siapkan Pertemuan Bilateral dengan Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, melakukan percakapan dengan rekan Bahrain-nya, Abdullatif bin Rashid Alzayani, membahas situasi di Palestina dan solusi dua negara sebagai langkah menuju perdamaian definitif di Timur Tengah. “Saya telah berbicara dengan rekan Bahrain saya, Abdullatif bin Rashid Alzayani, tentang hubungan bilateral yang erat dan situasi di Palestina. Spanyol berkomitmen pada solusi dua negara untuk mencapai perdamaian yang nyata di Timur Tengah,” ungkap Albares melalui akun resmi di media sosial X. Percakapan telepon ini terjadi beberapa hari sebelum Madrid menjadi tuan rumah pertemuan antara perwakilan negara-negara Eropa dan Arab yang membahas solusi untuk mengakhiri perang antara Israel dan Palestina. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat mendatang, dengan para menteri luar negeri dari berbagai negara Eropa dan Arab telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama yang diadakan pada 29 April di Riyadh, yang memanfaatkan acara Forum Ekonomi Dunia di ibu kota Saudi tersebut. Pertemuan sebelumnya dihadiri oleh menteri-menteri dari Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, serta beberapa menteri Eropa, termasuk Spanyol, Inggris, dan Norwegia, bersama Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan.

Read More

Ketua PBNU Minta Kurikulum Aswaja NU Segera Diluncurkan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Muhammad Faesal meminta agar Kurikulum Ahlussunnah wal Jamaah Nahdlatul Ulama yang disusun Lembaga Pendidikan Ma’arif NU bisa segera diluncurkan dan disebarkan. Hal tersebut disampaikan Faesal saat Puncak Harlah Ke-95 LP Ma’arif NU di Hotel Yuan Garden, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2024) lalu. “Kami berharap kurikulum Aswaja Nahdatul Ulama tidak boleh berhenti, (segera) luncurkan dan sebarkan karena daerah-daerah menunggu Kurikulum Aswaja Nahdlatul Ulama ini,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (23/9/2024). Ia juga meminta LP Ma’arif NU untuk mempercepat kurikulum Aswaja untuk meluruskan sejarah NU ke jalur yang benar dan mempersiapkan generasi muda yang kuat. “Kami minta segera (luncurkan) kurikulum Aswaja karena pelencengan-pelencengan sejarah sudah kita temukan. Oleh karena itu, dengan kurikulum Ahlussunnah wal Jamaah NU ini bisa mengembalikan sejarah NU kepada jalur yang benar dan paling tidak mempersiapkan generasi-generasi muda kita memiliki perisai kuat yaitu Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” jelasnya. Faesal mengharapkan kurikulum ini dapat segera diimplementasikan, disosialisasikan, dan dijalankan. Ia juga mengapresiasi LP Ma’arif NU yang selalu menghidupkan kegiatan di bidang pendidikan. “LP Maarif PBNU luar biasa, hampir setiap bulan melaksanakan kegiatan di bidang pendidikan dan pengajaran dan saya kira ini tidak boleh berhenti, percayalah kalau LP Ma’arif NU berhenti, bubar pendidikan Nahdlatul Ulama,” lanjutnya. Faesal juga mengungkapkan rasa bangganya kepada seluruh pemenang Olimpiade Sains dan Matematika. “Yang kami banggakan seluruh pemenang Olimpiade Sains dan Matematika LP Ma’arif yang sungguh sangat luar biasa,” ungkapnya.

Read More

Kiat Agar Niat Sedekah Jauh dari Riya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi mereka yang bersedekah dengan ikhlas. Namun, dalam prosesnya bisa jadi muncul godaan riya, yaitu melakukan kebaikan agar dilihat atau dipuji orang lain. Riya adalah penyakit hati yang dapat menghapus pahala sedekah. Untuk menjaga agar niat sedekah tetap murni dan jauh dari riya, berikut adalah 6 kiat yang bisa dilakukan: Langkah pertama agar terhindar dari riya adalah dengan meluruskan niat sebelum melakukan sedekah. Niatkan sedekah semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian, penghargaan, atau pengakuan dari orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan niat yang ikhlas, sedekah yang dilakukan akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT. Salah satu cara terbaik untuk menghindari riya adalah dengan menyembunyikan sedekah. Tidak semua sedekah harus dilakukan secara terbuka atau diketahui orang lain. Allah SWT memuji mereka yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi dalam Al-Qur’an: “Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Baqarah: 271). Dengan bersedekah secara tersembunyi, kita terhindar dari godaan untuk ingin dipuji atau diperhatikan oleh orang lain. Keikhlasan dalam beribadah adalah hal yang sangat penting dan memerlukan bantuan dari Allah SWT. Salah satu cara agar niat sedekah jauh dari riya adalah dengan selalu berdoa memohon keikhlasan. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan dari riya.

Read More

Kisah Al-Biruni Menghitung Keliling Bumi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menurut perhitungan modern, seperti dicatat Sigurd Humerfelt dalam “How WGS 84 Defines Earth” (2010), keliling bumi di area khatulistiwa adalah 40.075,017 km. Dengan memanfaatkan kalkulasi trigonometri, seorang saintis Muslim dari abad ke-11, al-Biruni, menemukan bahwa keliling bumi adalah 40.225 km. Angka itu bila dibandingkan dengan hasil temuan kini hanya menyimpang sekira 0,38 persen. Dengan perkataan lain, akurasi sang polymath Muslim sangat besar, yakni mencapai 99,62 persen. Al-Biruni menemukan pula radius bumi, yakni 6.339,6 km. Hingga abad ke-16 M, akademisi Eropa Barat belum mampu mengukur jarak demikian, seperti yang dilakukan Muslim genius tersebut. Maka, bagaimana metode yang diterapkan sang al-Ustadz fii al-‘Ulum (Gurunya Banyak Ilmu) untuk sampai pada hasil demikian? Heriyanto menjelaskan, pertama-tama al-Biruni—seperti halnya para ilmuwan Muslim terdahulu maupun sezamannya—berprinsip bahwa bumi ini berbentuk bulat seperti bola. Ia juga menunjukkan, planet ini berputas pada porosnya. Kemudian, al-Biruni mesti menemukan data penting, yakni jarak jari-jari bumi. Sebab, nilai pi sudah ditemukan oleh matematikawan sebelumnya, termasuk Muhammad bin Musa al-Khwarizmi (780-847). Selain itu, besaran tinggi gunung juga telah diketahui. Untuk menyederhanakan kalkulasi, bentuk bola itu dilukiskan dalam bentuk dua dimensi, yaitu lingkaran. Katakanlah, O adalah titik pusat bumi. Titik A adalah titik di permukaan Bumi yang menjadi kaki gunung yang tinggi. Titik P berarti titik puncak gunung. Titik B adalah titik di permukaan bumi yang merupakan titik singgung garis P dengan horizon bumi—titik S. Kedua titik P dan S membentuk garis PS. Titik A dan B berada pada bidang permukaan bumi yang ketinggiannya sama dengan permukaan laut (h = 0 meter). Garis AP adalah tinggi gunung. Garis OB tegak lurus dengan garis PS. Ini sesuai dengan dalil geometri, sebuah garis yang menyinggung lingkaran akan tegak lurus dengan jari-jari lingkaran yang melalui titik singgung garis tersebut dengan lingkaran (titik B).

Read More

Ahmad Soffa, Pelaku UMKM Rembang Populerkan Sirop Buah Kawista

Tuban — 1miliarsantri.net : Tren minuman kekinian dengan berbagai rasa, mendorong Ahmad Soffa (40 tahun), pegiat UMKM asal Rembang mengembangkan usaha sirop dari buah kawista. Usaha Ahmad ini didukung Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Ahmad Soffa berhasil menjual ribuan botol sirop buah kawista ke wilayah Rembang, Blora, Pati hingga Tuban, Jawa Timur. Menurut pria yang akrab disapa Soffa ini, buah kawista yang dikenal dengan aroma dan rasa uniknya, kian sulit ditemukan. “Saya melihat potensi di sini, bukan hanya dari sisi bisnis, tapi juga bagaimana menjaga warisan Rembang. Pohon penghasil buah kawista di Rembang sekarang mulai sulit ditemukan karena jarang ada pihak yang membudidayakan, sementara buah kawista adalah salah satu identitas daerah ini, dan saya ingin masyarakat tetap bisa menikmatinya,” ungkap Ahmad Soffa kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/9/2024). Soffa mengisahkan, ia memulai usaha produksi sirop kawista dengan merk Sonaya pada Agustus 2023 lalu dengan dorongan dari kerabat dekat serta orang tua. Berbekal resep turunan dari orang tuanya yang diproduksi untuk konsumsi pribadi, kini Soffa mampu menjual hingga 4.000 botol sirop kawista dalam setahun, dengan harga Rp19.000 per botol sirop. “Berawal dari produksi dengan porsi kecil 10 botol yang dijual ke kerabat, sampai akhirnya meningkat seiring permintaan kerabat dari pembeli-pembeli sebelumnya. Alhamdulillah, sekarang ada kemajuan, selain karena peran reseller juga, banyak dari orang lokal Rembang membeli dalam jumlah banyak untuk dijadikan oleh-oleh keluarga di luar kota, terutama pada momen Ramadan kemarin,” ujar Soffa. Dia menambahkan, produk siropnya dibuat dengan fokus pada kualitas dan keaslian rasa. Tanpa menggunakan bahan pengawet buatan, Soffa memastikan bahwa setiap botol sirop diproses dengan komposisi yang tepat. Ia berharap produknya dapat dinikmati masyarakat sebagai bentuk pelestarian buah khas Rembang. “Sirop kawista Sonaya diproduksi tanpa bahan pengawet pabrikan, pencampuran komposisi yang pas dengan menggunakan gula tebu premium. Saya berusaha menjaga cita rasa asli kawista setelah melalui beberapa kali eksperimen resep, agar masyarakat bisa menikmati rasa sirop kawista yang autentik,” jelas Soffa. Keberhasilan Soffa tidak terlepas dari peran Rumah BUMN Rembang PT Semen Gresik. Sejak bergabung pada bulan Januari 2024 lalu, Soffa merasakan berbagai manfaat, antara lain ilmu untuk melakukan pembukuan keuangan yang efektif, peningkatan omzet, hingga desain kemasan. Produknya juga masuk dalam program Hampers Berkah UKM Rembang pada Idul Fitri 1445 H lalu.

Read More

Erdogan Siap ‘Gempur’ PBB demi Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan akan terbang ke New York akhir pekan ini untuk berbicara di Sidang Umum PBB ke-79. Dalam pidatonya, dia diperkirakan akan menyerukan keadilan bagi Palestina, terutama Gaza yang tengah diserang Israel. Sidang tahunan ini akan menjadi panggung bagi para pemimpin negara dari berbagai penjuru dunia untuk menyuarakan pendapat mereka. Erdogan sendiri sudah 14 kali hadir dalam forum bergengsi ini. Presiden Turki itu terkenal dengan slogannya “Dunia lebih besar dari lima”, merujuk pada lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Dia kerap menekankan perlunya reformasi di lembaga internasional tersebut. Dalam pidatonya, Erdogan akan mendorong keanggotaan penuh Palestina di PBB serta pengakuan dari lebih banyak negara. Dia juga akan mendesak komunitas internasional meningkatkan tekanan terhadap Israel terkait serangan brutalnya di Gaza yang hampir genap setahun. Erdogan akan menegaskan pentingnya negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya demi perdamaian dan stabilitas kawasan. Turki selama ini memang vokal mengkritik Israel. Erdogan bahkan pernah menyamakan PM Benjamin Netanyahu dengan Adolf Hitler dan menuduh Tel Aviv melakukan genosida. Pada Mei lalu, Turki menghentikan perdagangan dengan Israel sebagai protes atas serangan di Gaza. Bulan Agustus, Ankara secara resmi bergabung dengan inisiatif Afrika Selatan untuk membawa Israel ke Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida. Di forum PBB nanti, Erdogan akan mengajak negara-negara dunia mendukung upaya meminta pertanggungjawaban Israel atas “kejahatan terhadap kemanusiaan” yang dilakukannya. Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB 2019 lalu, Erdogan sudah memperingatkan bahwa Israel berupaya “mengambil sisa-sisa Palestina”. Dia mengkritik ketidakmampuan PBB merealisasikan keputusan-keputusan yang diambil untuk menghentikan pelanggaran Israel di Palestina. Sambil menunjukkan peta perubahan wilayah Palestina sejak 1947, Erdogan menjelaskan bagaimana Palestina terus menyusut seiring ekspansi Israel selama puluhan tahun. “Israel tidak akan puas,” katanya saat itu.

Read More

Mukjizat Rasulullah: Keajaiban dalam Kesederhanaan

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah pengajian KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menyoroti keunikan mukjizat Rasulullah Muhammad SAW. Berbeda dengan para nabi terdahulu yang dianugerahi mukjizat luar biasa, Rasulullah justru diberkahi dengan keistimewaan yang lebih manusiawi. “Mukjizat Rasulullah bersifat basyariyah, artinya sangat manusiawi,” ungkap Gus Baha. Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad memiliki karakteristik yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari umatnya. Gus Baha memaparkan bahwa Rasulullah mengalami berbagai kondisi yang dialami manusia pada umumnya. Mulai dari rasa lapar, haus, sakit, hingga emosi seperti sedih dan gembira. Bahkan dalam hal ibadah, Nabi Muhammad mencontohkan cara yang sederhana dan mudah ditiru. “Ketika hendak berkhutbah, Rasulullah cukup mengambil sebatang kayu di dekatnya sebagai mimbar. Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat praktis dan sesuai dengan keseharian kita,” jelas Gus Baha. Lebih lanjut, ulama kelahiran Rembang ini menekankan bahwa kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan dakwah Rasulullah. “Agama ini menjadi lebih mudah diterima karena selaras dengan kehidupan sehari-hari umat,” tambahnya.

Read More