Sejarah Perkembangan Kopi hingga Sempat Mengalami Pelarangan
Namun umur pelarangan ini tak lama. Sultan Mesir lantas memutuskan kopi bukan minuman ilegal dan memerintahkan gubernur Makkah untuk mencabut dekrit itu.
Nasib dua dokter yang antikopi sangat mengenaskan. Setelah dekrit dicabut, ia terusir dari Makkah. Riwayat keduanya berakhir di tiang gantungan setelah ketahuan berada di posisi yang berlawanan dengan penguasa Mesir yang baru dari Bani Usmaniyah, Selim I.
Selim I, setelah menaklukkan Mesir, membawa kopi ke Konstantinopel pada tahun 1517. Minuman tersebut melanjutkan perjalanannya melalui Suriah, diterima di Damaskus (sekitar tahun 1530), dan di Aleppo (sekitar 1532), tanpa hambatan. Beberapa rumah kopi di Damaskus bahkan menjadi sangat populer pada masa itu.
Popularitas kopi yang meningkat dan, mungkin, kesadaran bahwa penyebaran minuman yang terus berlanjut dapat mengurangi permintaan akan jasanya, menyebabkan seorang dokter di Kairo mengajukan pertanyaan (sekitar tahun 1523) kepada rekan-rekannya: Apa pendapat Anda tentang minuman keras yang disebut kopi yang diminum bersama-sama dan tanpa takaran? Apakah sebaiknya diizinkan atau dilarang? Ia menyampaikan kesimpulannya sendiri bahwa kopi itu haram.
Pendapatnya didukung seorang ulama yang secara terbuka mengutuk kopi di depan jemaah masjid agung Mesir. Jamaah yang tak setuju, seperti ditulis dalam buku The Evolution of Coffee, berhamburan memenuhi kedai-kedai kopi.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


