Hari Santri dan “Cermin Retak” di Layar Televisi
Hari Santri tahun ini seolah berbisik lembut kepada kita semua: jangan biarkan layar kaca mengaburkan pandangan tentang kemuliaan akhlak. Dunia boleh berubah, tetapi nilai kesantrian—ketulusan, kedisiplinan, dan adab—harus tetap menjadi cahaya di tengah gelapnya arus informasi. Karena sejatinya, santri bukan sekadar orang yang mondok, tetapi mereka yang menjaga hati, pikiran, dan bangsa dari kebodohan dan kehinaan.
Dan dari cermin retak di layar televisi itu, kita belajar: tugas santri hari ini bukan hanya membaca kitab, tetapi juga menjaga nurani bangsa agar tak ikut retak. Wallahu a’lam.
Penulis: Abdullah al-Mustofa
Editor: Toto Budiman
Sumber: NU Online dan lainnya.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


