Dilematis Susahnya Menghafalkan Al Qur’an Untuk Menjadi Suatu Kewajiban

Surabaya — 1miliarsantri.net : Al-Quran adalah kalamullah (firman Allah SWT). Di dalamnya terkandung 6236 ayat, 114 surat dan terbagi dalam 30 juz. Banyak orang yang berusaha menghafalkan firman Allah tersebut, namun tak banyak yang menghafalkan semuanya. Penyebab kegagalan karena sulitnya melafalkan dan mengingat apa yang telah dihafalkan. Karena persoalan ini, akhirnya banyak yang mundur, mereka tak sanggup menghafalkannya. Tentu nya mereka yang menghafalkan Al-Quran hanya sedikit. Dan mereka yang sanggup menghafalkan Al-Quran, mereka itulah orang-orang yang terpilih (mukhtar). Maka bersyukurlah bagi mereka menjadi hamba terpilih untuk menjaga firman Allah tersebut. Menghafalkan Al-Quran itu sesungguhnya mudah. Yang sulit itu adalah menjaganya. Dalam waktu singkat, bacaan Al-Quran bisa dihafalkan, tetapi setelah sekian waktu hafalan itu akan hilang. Hal ini disebabkan, minimnya murajaah atau mengulang-ulang hafalan Al-Quran yang sudah dihafalkan. Dalam Al-Quran, Surah Al Qomar, Allah SWT menunjukkan bahwa Al-Quran itu telah Allah mudahkan, maka siapakah yang mau menghafalkan dan memahaminya untuk dijadikan pelajaran. وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ۝ wa laqad yassarnal-qur’âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-qur’an untuk didingat. Maka adakah orang yang mau pelajaran (mengingatnya)?” (QS. Al Qomar ayat 17). Tidak hanya satu kali, Allah SWT mengulang ayat ini pada surat yang sama sebanyak 4 kali, yakni ayat 17, 22, 32, dan 40. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT sangat ini memberikan penjelasan kepada manusia yang mau mengambil pelajaran (hikmah) bahwa menghafalkan Al-Quran itu tidaklah sulit. Begitu inginnya, Allah memberikan gambaran kepada manusia tentang banyaknya orang-orang yang memiliki ‘kekurangan’ namun sanggup menghafalkan Al-Quran. Contohnya, ada anak yang mengalami down syndrome tetapi hafal Al-Quran. Ada ada yang netra (tak bisa melihat), sanggup menghafal Al-Quran. Ada pula seorang pemuda yang tuna wicara, namun saat membaca Al-Quran suaranya begitu merdu. Ada pula seorang nenek yang sudah berusia lanjut mencapai 80 tahun, namun sanggup menghafalkan Al-Quran.

Read More

Esensi Tentang Halal bi Halal Disaat Momen Hari Raya Idul Fitri

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Abdul Muiz Ali menjelaskan tentang esensi halal bi halal yang dipraktikkan umat Islam di momen Hari Raya Idul Fitri. Dalam tradisi halal bi halal ini, umat Islam biasanya akan saling bermaaf-maafan dan berjabat tangan. Kiai Muiz menuturkan, orang yang telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan akan diampuni kesalahan dan dosanya oleh Allah. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa masa lalunya akan diampuni .” (HR Bukhari) Kiai Muiz mengatakan, kesalahan atau dosa kepada Allah SWT (haqqullah) dapat dimaafkan dengan istighfar dan memperbanyak amal ibadah. Sedangkan kesalahan sesama manusia (haqqu al-adami), Allah SWT dapat mengampuninya jika antara sesama manusia yang melakukan kesalahan sudah saling memaafkan. “Di sini sebenarnya halal bihalal itu menjadi penting bahkan harus dilakukan bagi umat muslim,” terang Kiai Muiz kepada 1miliarsantri.net, Ahad (14/4/2024). Alumnus Pondok Pesantren Sidogiri ini menjelaskan, saling memaafkan dapat dilakukan kapan saja termasuk pada saat momentum Idul Fitri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْن “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.” (QS Al A’raf ayat 199) مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ “Barangsiapa memiliki kesalahan terhadap saudaranya, baik moril maupun materil, segeralah meminta kehalalannya hari itu juga, sebelum sampai pada hari tiada dinar dan dirham. Jika hal tersebut terjadi, bila dia memiliki amal baik, amal tersebut akan diambil sesuai kadar kesalahannya.” Namun, menurut Kiai Muiz, jika dia sudah tidak memiliki kebaikan, maka ia akan ditimpakan kesalahan dari saudara yang dia salahi.” (HR Bukhari). Kiai Muiz melanjutkan, momentum halal bihalal dapat diartikan sebagai penyelesaian masalah, meluruskan benang kusut, mencairkan yang beku dan mengurai ikatan yang membelenggu.

Read More

Mengamalkan dan Sering Baca Doa ini Siang Hari Jika Ajal Menjemput Niscaya Ahli Surga

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ada bacaan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits. Riwayat ini menjelaskan keutamaan besar sebuah doa yang jika dibaca maka bisa menjadikan seorang Muslim ahli surga. Dalam riwayat Syadad bin Aus, Rasulullah SAW bersabda: سَيِّدُ الِاسْتِغْفارِ أنْ تَقُولَ: اللَّهُمَّ أنْتَ رَبِّي لا إلَهَ إلَّا أنْتَ، خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ، وأنا علَى عَهْدِكَ ووَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ، أعُوذُ بكَ مِن شَرِّ ما صَنَعْتُ، أبُوءُ لكَ بنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وأَبُوءُ لكَ بذَنْبِي فاغْفِرْ لِي؛ فإنَّه لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أنْتَ. قالَ: ومَن قالَها مِنَ النَّهارِ مُوقِنًا بها، فَماتَ مِن يَومِهِ قَبْلَ أنْ يُمْسِيَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ، ومَن قالَها مِنَ اللَّيْلِ وهو مُوقِنٌ بها، فَماتَ قَبْلَ أنْ يُصْبِحَ، فَهو مِن أهْلِ الجَنَّةِ. “Sayyidul Istighfar adalah ketika kamu berkata (berdoa), “Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Rabb-ku, Tiada Ilah kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku, sedangkan aku adalah hamba-Mu, aku akan berusaha memenuhi janji-janjiku kepada-Mu sekuat tenagaku,…” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengucapkan doa ini (Sayyidul Istighfar) pada siang hari dengan menyakini isinya, kemudian mati pada hari itu sebelum petang, niscaya dia termasuk ahli Surga. Siapa yang membacanya pada malam hari dengan meyakini isinya, kemudian dia mati sebelum datangnya pagi, niscaya dia termasuk ahli surga.” (HR. Bukhari) Lafadz doa lengkap Sayyidul Istighfar yang tercantum dalam hadits tersebut, sebagai berikut. اللَّهُمَّ أنْتَ رَبِّي لاَ إلٰهَ إلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ Latin: Allahumma anta robbii laa ilaaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’uudzu bika min syarri maa shona’tu, abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu ulaka bi dzambii faghfirlii, fa innahu laa yaghfirudz dzunuu-ba illaa anta Terjemahan: “Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Rabb-ku, Tiada Ilah kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu, aku akan berusaha memenuhi janji-janjiku kepada-Mu sekuat tenagaku, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan jelekku, aku mengakui akan nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui juga atas dosa yang pernah aku perbuat, maka ampunilah diriku, sesungguhnya tiada yang mampu mengampuni dosa kecuali Engkau ya Allah.” Nabi Muhammad SAW juga pernah memberikan pesan tentang khasiat beristighfar. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:

Read More

Benarkah Menikah di Bulan Syawal Bisa Mengakibatkan Dosa Yang Luar Biasa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ada sejumlah kepercayaan dan mitos yang telah mendarah daging dalam warisan budaya Arab di zaman jahiliyah. Salah satunya kepercayaan bahwa menikah di bulan Syawal membawa kesialan. Akibatnya, banyak dari mereka yang menghindari untuk melangsungkan pernikahan pada bulan tersebut. Bukan hanya menikah yang dihindari, bahkan wanita yang sudah menikah pun enggan untuk berhubungan intim dengan suami mereka di bulan Syawal. Mereka meyakini, melakukan hubungan intim di bulan ini merupakan perbuatan dosa yang besar. Jika kemudian dari hubungan tersebut lahir seorang anak, diyakini bahwa anak tersebut akan terkena kutukan akibat dosa orang tua mereka. Dipercaya bahwa anak yang lahir dari hubungan intim di bulan Syawal akan diliputi oleh nasib buruk, bahkan sampai pada tingkat lumpuh. Namun, datangnya Islam mengubah semua itu, yakni ketika Nabi Muhammad memilih bulan Syawal sebagai waktu untuk menikahi Aisyah RA. Aisyah berkata: “Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama di bulan Syawal. Istri Rasulullah mana yang lebih beruntung dari diriku di sisi beliau?” (Perawi berkata), “Aisyah senang menikahkan perempuan pada bulan Syawal.” (HR. Tirmidzi) Maka berdasarkan hal itu juga, pernikahan di bulan Syawal dibolehkan. Imam Nawawi menyampaikan, Aisyah RA melalui riwayatnya itu ingin merespons kultur di masa jahiliyah, sebab kala itu orang-orang Arab enggan menikah di bulan Syawal karena anggapan sial tadi. “Aisyah ingin merespons apa yang diwariskan dari masa jahiliyah, bahwa sebagian orang saat itu membenci melangsungkan pernikahan di bulan Syawal. Ini adalah kebatilan yang tidak memiliki dasar, dan merupakan salah satu peninggalan masa jahiliyah,” demikian penjelasan Imam Nawawi.

Read More

Beberapa Kebiasaan Yang Sering Dilakukan Rasulullah SAW Sebelum Tidur

Surabaya — 1miliarsantri.net : Tidur adalah bagian penting dalam kehidupan manusia. Selain untuk istirahat fisik, tidur juga merupakan momen penting untuk menjaga keseimbangan spiritual. Dalam Islam, Rasulullah Muhammad SAW telah memberikan contoh yang baik melalui sunnah-sunnah yang diajarkan sebelum tidur. Sunnah-sunnah ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga memberikan ketenangan dan kedamaian dalam jiwa. Berikut kebiasaan Rasulullah SAW sebelum tidur: Pertama, berwudhu Sebelum tidur, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk membersihkan diri dari segala kotoran dan debu dengan berwudhu. Berwudhu sebelum tidur dapat membantu membersihkan diri dari dosa-dosa kecil dan menjaga kesucian spiritual. Kemudian, dengan berwudhu dapat memberikan perlindungan dari gangguan syaitan dan mimpi buruk. Dalam hadis dijelaskan: إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ Jika engkau hendak tidur, maka berwudhulah terlebih dahulu sebagaimana kamu wudhu akan sholat, kemudian berbaringlah pada rusuk yang sebelah kanan. (HR Bukhari dan Muslim). Kedua, dzikir ayat kursiAyat Kursi merupakan salah satu ayat yang paling agung dalam Alquran. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan memberikan perlindungan dari gangguan syaitan dan melindungi seseorang hingga pagi hari. Selain itu, membaca Ayat Kursi sebelum tidur bisa membawa keberkahan dan keselamatan selama tidur, sehingga tidur menjadi lebih tenang dan nyaman. Dari Abu Hurairah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ » Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311). Ketiga, membersihkan tempat tidur Membersihkan tempat tidur sebelum tidur adalah tindakan yang menunjukkan kesadaran akan kebersihan fisik. Hal ini membantu dalam mencegah penyebaran kuman, debu, dan tungau yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti alergi dan penyakit kulit.

Read More

Idul Fitri Pengungkapan Kemenangan dan Kegembiraan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Iedul Fitri atau Idul Fitri, secara bahasa bermakna Hari Raya kembali berbuka/makan-makan. Berasal dari suku kata al Ied, berarti Hari Raya dan al Fitr bermakna berbuka/makan. Acap, kita menyangka bahwa makna Idul Ftri sebagai Hari Raya kembali suci/kembali ke kesucian. Karena kita mengira kata “Fitri” berasal dari kata “Fitrah” yang memang berarti bersih/suci. Jika ditilik dari visi misi mukmin berpuasa Ramadhan, dengan seluruh rangkaian ibadah taqarrub kepada Allah Ta’ala, yang memang bermuara penghapusan segala dosa hamba dengan raih ampunan-Nya, nampak sedikit kerancuan makna tadi dapat dimaklumi. Baiklah, mari kita beralih dari pembahasan makna kata tadi, pada yang lebih fundamental: Bagaimana mengisi bulan-bulan pasca Lebaran 1 Syawal Idul Fitri? “Saudaraku yang dikasih sayangi Allah, setelah kita semua diyakini sukses melatih fisik dan mental selama satu bulan Ramadhan, melalui ujian kejujuran dan konsistensi, pertanyaan berikut; mampukah kita menjaga kontinyuitas ketakwaan tadi, pasca lebaran?” Bagaimana tidak, selama Ramadhan, sejak Subuh sampai Magrib kita mampu menahan nafsu makan, minum dan hubungan suami istri, padahal itu semua halal bagi kita, di luar Ramadhan. Tentu kita lebih mampu lagi menahan nafsu dan menghindari zat maupun sumber dan proses mendapatkan makan, minum dan hubungan badan yang tidak halal (baca: haram) bagi kita, di 11 bulan berikutnya. Ya, sejatinya takwa itu intinya kejujuran dan konsistensi sikap hidup seorang mukmin, dalam pergaulan sosial ekonomi politik dan kebudayaan.

Read More

Pemerintah Australia Beri Isyarat Akui Palestina Sebagai Negara Merdeka

Canbera — 1miliarsantri.net : Pemerintah Australia mengisyaratkan akan mengakui Palestina sebagai negara. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong. Dia mengatakan langkah itu dapat memulai kembali proses perdamaian antara Palestina dan Israel serta menekan “ekstremisme” di Timur Tengah. “Pengakuan kenegaraan Palestina yang hanya dapat berdiri berdampingan dengan Israel, tidak hanya menawarkan peluang bagi rakyat Palestina untuk mewujudkan aspirasi mereka,” terang Wong pada rilis nya kepada media di Canberra, seperti dikutip dari Aljazirah, Rabu (10/4/2024). Dia menambahkan, hal Itu juga untuk memperkuat kekuatan untuk perdamaian, dan menekan ekstremisme. Itu akan menekan Hamas, Iran dan, proksi destruktif Iran di kawasan. “Kegagalan semua pihak selama puluhan tahun pada pendekatan ini, serta penolakan pemerintah (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu untuk terlibat dalam isu kenegaraan Palestina, menimbulkan rasa frustrasi,” lanjutnya. Pernyataannya disampaikan setelah sejumlah negara termasuk Inggris, Irlandia, Malta, Slovenia dan Spanyol juga mengungkapkan gagasan serupa. Sebelumnya dilaporkan presiden Dewan Keamanan PBB menyerahkan permohonan Otoritas Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB pada komite penerimaan negara anggota baru. Duta Besar Malta untuk PBB Vanessa Frazier mengusulkan pertemuan komite untuk mempertimbangkan permohonan itu. Frazier menambahkan pembahasan harus dilakukan bulan ini. Malta presiden Dewan Keamanan PBB untuk bulan April.

Read More

Orang Yang Mendapatkan Berkah Lailatul Qadar, Memiliki Tanda Yang Berbeda

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mubaligh Mesir Amr Khaled menyampaikan penjelasan soal tanda-tanda seorang Muslim telah mendapatkan malam Lailatul Qadar. Dia memulai pemaparannya dengan mengatakan segala bentuk kasih sayang di dunia berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal itu termanifestasi di 10 malam terakhir di mana kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya meningkat, dan secara khusus ada dalam Malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. “Cinta pertama dalam hidup Anda adalah cinta Allah kepada Anda. Dia yang memberikan pemberian yang tak terhitung sejak hari kelahiran Anda hingga saat ini, yang memberikan kepada Anda dalam satu malam lebih dari seribu bulan,” jelasnya. Alam semesta ini didasarkan pada kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah SWT berfirman: اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا “Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka).” (QS. Maryam ayat 96) Dia juga menjelaskan bahwa di antara nama-nama Allah yang indah adalah Al-Hannan Al-Mannan (Pemberi Kasih Sayang, Pemberi Karunia yang banyak). Rasulullah SAW ketika terganggu oleh sesuatu, maka akan menyebut Ya Hannan Ya Mannan (Wahai Yang Maha Penyayang, Wahai Yang Maha Memberi). Lalu, Amr Khaled menjabarkan beberapa aspek kasih sayang Allah kepada hamba-Nya pada malam Lailatul Qadar, di mana pahala amal di malam itu lebih baik dari seribu bulan. “Ini peristiwa besar yang membuat Anda merasakan bahwa Allah adalah Maha Pemurah di atas apa yang Anda bayangkan, karena hanya Pemilik Kerajaan yang dapat memberikan Anda hadiah di malam hari. Dia memberi Anda dalam satu malam apa yang tidak Anda dapatkan dalam seribu bulan,” tuturnya. Amr Khaled mengungkapkan tanda-tanda orang yang mendapat malam Lailatul Qadar itu berbeda dari satu orang ke orang lain berdasarkan latar belakang setiap orang. Ada yang sangat berjuang keras tahun lalu, ada yang kehilangan anak laki-laki atau perempuan, ada yang terbaring di rumah sakit, ada yang berpisah dengan pasangan hidupnya, dan ada yang berjuang untuk mencari nafkah. “Karena itu, pemberian di malam Lailatul Qadar sebanding dengan tingkat penderitaan yang dialami tahun sebelumnya,” urainya.

Read More

Ustadz Muhammad Taufiq AB : Dzikir Bisa Tenangkan Batin dan Hilangkan Keresahan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dzikir mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dalam kehidupan manusia. Karenanya, Ustadz Muhammad Taufiq AB mengajak jamaah untuk memperbanyak dzikir, khususnya di akhir Ramadhan. “Perlu kita ingat bersama bahwa manfaat zikir itu sangat powerful,” ungkapnya saat tausiah itikaf di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya beberapa waktu lalu. Berzikir di kala Ramadhan tentu memiliki manfaat yang luar biasa. Terlebih, bulan ini juga merupakan bulan pembersihan atau syahrul mutahar. Artinya, umat muslim menjalankan ibadah pada bulan ini dengan porsi yang meningkat daripada umumnya. “Tidak ada bulan di mana orang solat lebih banyak daripada bulan Ramadhan. Orang sedekah, membaca Al-Qur’an, menolong sesama, rata-rata lebih banyak dilakukan ketika Ramadan,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (8/4/2024). Diketahui, dzikir dapat menenangkan perasaan hati saat dalam keadaan resah, gelisah, khawatir bahkan juga stres. Dzikir merupakan cara terbaik untuk menghindari dan mengobati perasaan hati yang tak tenang untuk mengarahkan hati menjadi tenang. Ustadz Taufiq mengajak para jamaah untuk menghabiskan sisa waktu Ramadhan ini dengan beribadah. Akan tetapi, kata dia, beribadah dalam hal ini juga harus menerapkan ilmu dan adab. “Sebab ibadahnya orang berilmu dan tidak berilmu itu beda. Kita membutuhkan ilmu untuk mempelajari Al-Qur’an, untuk berzikir,” urainya. Pada akhir tausiahnya, Ustaz Taufiq juga mengajak para jamaah untuk senantiasa menyegerakan bertaubat. Secara rutin, taubat bisa dimulai dengan berzikir dan memperbaiki ibadah wajib. “Mari kita semua bertaubat, bertaubat yang rutin. Hati yang tersesat harus berzikir. Berzikir yang banyak itu penting, tetapi berzikir berkualitas juga akan lebih baik,” sambungnya. Iktikaf ini menjadi agenda rutin Unair setiap Ramadhan. Kali ini iktikaf bersama terlaksana Jumat-Sabtu (5-6/4/2024), di Masjid Ulul Azmi, Kampus MERR-C Unair.

Read More

Subhanallah,, Ini yang Dilakukan Ikan-ikan Kepada Manusia yang Berpuasa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Seluruh umat Islam di penjuru dunia saat ini sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 2024 yang sebentar lagi akan berlalu. Rasulullah SAW menyampaikan kabar gembira kepada umatnya bahwa ikan-ikan beristighfar bagi orang yang berpuasa di bulan puasa Ramadhan. Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi rahmatullah alaih dalam Kitab Fadhilah Ramadhan menyampaikan bahwa ikan-ikan akan beristighfar untuk orang-orang yang sedang berpuasa. Maksudnya, banyak makhluk yang akan mendoakan orang yang sedang berpuasa. Hal ini banyak dikemukakan dalam berbagai riwayat. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa para malaikat akan memohonkan ampunan baginya. Syekh Muhammad llyas rahmatullah ‘alaih berkata, “Memang benar bahwa ikan-ikan akan mendoakannya, karena Allah SWT telah berfirman: اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا “Sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa cinta (dalam hati) mereka. (QS Maryam Ayat 96) Sebuah hadits menyebutkan bahwa jika Allah SWT mencintai seorang hamba-Nya, maka Allah SWT akan berfirman kepada Malaikat Jibril alaihissalam, “Aku mencintai orang itu, hendaknya kamu juga mencintainya.” Lalu, Malaikat Jibril mencintai orang itu dan mengumumkan kepada penduduk langit, “Allah SWT mencintai orang itu, hendaknya kalian juga mencintainya.” Maka semua penduduk langit akan mencintainya. Kemudian kecintaan kepada orang itu akan menyebar ke seluruh bumi. Padahal, biasanya cinta itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang ada di dekatnya, tetapi cinta ini akan menyebar kemana-mana. Makhluk yang akan mencintainya bukan hanya yang tinggal di dekatnya saja, bahkan binatang-binatang yang ada di sungai pun akan mencintainya dan mendoakannya.

Read More