Emberkasi Surabaya Berangkatkan 39.228 Calon Jamaah Haji

Surabaya — 1miliarsantri.net : Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya siap memberangkatkan sebanyak 39.228 calon jamaah haji yang mayoritas berasal dari provinsi Jawa Timur (Jatim). “Calon jamaah haji Embarkasi Surabaya tahun 2024 akan tergabung dalam 106 kelompok terbang atau kloter yang diberangkatkan ke Arab Saudi menggunakan Maskapai Saudia Arabian Airlines dengan tipe pesawat Airbus 330 kapasitas 371 orang,” terang Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mufi Imron Rosyadi kepada 1miliarsantri.net, Senin (6/5/2024). Pada tahun-tahun sebelumnya, calon jamaah haji Embarkasi Surabaya menggunakan pesawat tipe Boeing 747 yang berkapasitas 450 orang. Mufi menjelaskan karena tahun ini tipe pesawatnya lebih kecil maka jumlah kloternya menjadi semakin banyak. “Kami telah menjadwalkan calon jamaah haji kloter pertama masuk ke Asrama Haji Surabaya tanggal 11 Mei 2024. Sedangkan kloter terakhir akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 9 Juni 2024,” sambungnya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jatim itu menandaskan, per hari terdapat sekitar 4 hingga 5 kloter yang masuk Asrama Haji Surabaya dan keluar berangkat ke Arab Saudi. “Kami berharap PPIH Embarkasi Surabaya bisa mengemban amanah dengan baik dan mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ungkapnya. PPIH Embarkasi Surabaya masih melakukan pendataan terhadap jamaah lanjut usia (lansia) yang memerlukan kursi roda dalam menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Read More

Mualaf Joram Van Klaveren dulu sangat membenci Islam

Amsterdam — 1miliarsantri.net : Joram Van Klaveren adalah seorang penulis buku anti Islam. Ia menjadi tangan kanan Geert Wilders, yang menyusun pesan-pesan Partai Kebebasan (PVV) yang menggambarkan Islam sebagai agama “kebohongan” dan mendorong agar Alquran dan masjid dilarang di Belanda. Tetapi itu dulu, Joram van Klaveren kini adalah seorang mualaf dan saat ini terus berupaya secara aktif membongkar mitos-mitos yang dulu pernah ia gembar-gemborkan tentang Islam “Hal-hal yang saya bantu kembangkan masih ada, mereka masih menggunakan alat yang saya berikan kepada mereka. Saya benar-benar mendengar mereka mengatakan hal-hal yang saya buat,” ungkapnya, kutip dari The Guardian pada Senin (6/5/2024). Buku anti Islam karyanya, kembali mencuat di Belanda dalam beberapa bulan terakhir, ketika PVV muncul sebagai partai dengan suara terbanyak dalam pemilu Belanda baru-baru ini, sejalan dengan lonjakan platform nativis dan populis di seluruh Eropa. “Saya berada dalam politik anti-Islam selama 12 tahun, jadi saya harus melawan narasi ini setidaknya selama 12 tahun untuk menyamakan kedudukan,” lanjut pria berusia 45 tahun itu. Dibesarkan dalam keluarga Protestan yang sangat religius di Amsterdam, Van Klaveren mengatakan kekhawatiran awalnya terhadap Islam dipengaruhi oleh gerejanya. Citra Islam di matanya semakin memburuk setelah peristiwa 11 September dan pembunuhan tragis sutradara film Theo van Gogh oleh seorang Muslim yang menggambarkan dirinya sebagai seorang jihadis, yang kemudian mendorong Van Klaveren untuk bergabung dengan partai Wilders pada 2010. Sejak itu, ia mulai aktif dalam gerakan melarang kehadiran masjid-masjid dan Alquran di Belanda. Ia juga melakukan segala cara untuk melarang sekolah Islam dan pelajaran bahasa Arab di Belanda. “Saat itu, saya pikir itu adalah hal yang baik karena kami memerangi Islam,” imbuhnya. Van Klaveren kemudian memutuskan hubungan dengan Wilders pada 2014 setelah rapat umum, di mana pemimpin PVV bertanya kepada pendukungnya apakah mereka menginginkan “lebih sedikit warga Maroko” di negara tersebut. Bagi Van Klaveren, hal itu tampaknya merupakan langkah yang terlalu jauh. “Saya berpikir, ya, saya harus keluar karena sekarang ini sudah menjadi masalah etnis,” paparnya. Dia mendirikan partainya sendiri, tetapi gagal mendapatkan satu kursi pun dalam pemilu nasional. Van Klaveren kemudian keluar dari dunia politik, dan menetapkan tujuan untuk menyelesaikan sebuah buku yang telah dia tulis bertahun-tahun sebelumnya, dan membayangkannya sebagai sebuah buku besar akademis yang akan mengungkap ancaman yang ditimbulkan oleh Islam. Demi bukunya itu, Van Klaveren terjun langsung mencari tahu lebih banyak tentang Islam. Namun semakin dia mendalami ajaran Islam, semakin membuatnya tertarik pada Islam. Hanya saja, ketertarikannya saat itu ia hempaskan karena pekerjaannya sehari-hari di sebuah stasiun radio evangelis. Lagi-lagi ketika keingin tahuannya tentang Islam mulai kembali menggelitiknya, dia harus bergulat dengan statusnya sebagai suara umat Kristen konservatif. Akhirnya hidayah Allah SWT datang. Dia lantas meninggalkan bukunya dan meletakkannya di rak buku di rumahnya. Ketika itu, tiba-tiba buku-bukunya berjatuhan ke lantai. Van Klaveren lantas mengambil sebuah mushaf Alquran yang turut jatuh. Saat ia mengambilnya, Alquran tersebut terbuka dan tepat di surat Alhajj ayat 46. “Terjemahannya berbunyi: ‘Bukan mata yang buta, tapi hati,’ dan saya berpikir: ‘Ya, ini benar-benar masalah saya. Kedengarannya seperti dongeng, tapi itu benar-benar terjadi,” tegasnya. Selanjutnya pada 2019, ia mengumumkan perpindahan agamanya ke publik. Ia sengaja mengumumkan bahwa dirinya telah menjadi seorang Mualaf sebagai kesempatan untuk meluruskan apa-apa yang telah dibuatnya di masa lalu, tentang anti Islam. “Dia bilang ‘kamu juga punya tanggung jawab. Karena kamu menghasut kebencian (terhadap Muslim)’,” kata Van Klaveren mengenang nasihat gurunya.

Read More

Begini Hukum nya Orang Dalam Keadaan Junub Menunda Mandi Wajib

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Salah satu syarat untuk beribadah seperti shalat, itikaf, thawaf, menyentuh mushaf dan lainnya adalah suci dari hadats kecil dan besar. Wudhu adalah cara untuk menghilangkan hadats kecil. Sementara untuk menyucikan diri dari hadats besar adalah dengan mandi wajib atau mandi junub. Namun, bagaimana hukumnya jika seseorang dalam keadaan junub tapi malah menunda mandi wajib? Orang dalam keadaan junub tidak harus segera mandi baik. Seperti disebutkan dalam sebuah hadits. عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ لَقِيَهُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فِى طَرِيقٍ مِنْ طُرُقِ الْمَدِينَةِ وَهُوَ جُنُبٌ. فَانْسَلَّ، فَذَهَبَ فَاغْتَسَلَ. فَتَفَقَّدَهُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم. فَلَمَّا جَاءَهُ قَالَ: أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ؟ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقِيتَنِى وَأَنَا جُنُبٌ، فَكَرِهْتُ أَنْ أُجَالِسَكَ حَتَّى أَغْتَسِلَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لاَ يَنْجُسُ. (متفق عليه “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Nabi saw bertemu dengannya di salah satu jalan kota Madinah, padahal ia masih dalam kondisi junub. Lalu ia segera pergi menghindar dan segera mandi. Rasulullah SAW pun mencari-carinya. Kemudian saat ia mendatanginya. Rasulullah SAW bersabda, ‘Kamu dari mana wahai Abu Hurairah?’ Ia menjawab, ‘Wahai Rasulullah, tadi Anda menjumpaiku saat itu dalam kondisi junub, maka aku tidak senang untuk duduk-duduk bersamamu sehingga aku mandi dahulu.’ Lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘Subhanallah, sungguh orang mukmin itu tidak najis,’” (Muttafaqun ‘alaih). Menurut Ibnu Hajar, hadits ini menjadi petunjuk bahwa orang junub boleh menunda mandi junub dari waktu wajibnya meskipun sebenarnya yang lebih baik adalah segera melaksanakannya. (Ahmad bin Ali bin Hajar al-‘Asqalani, Fathul Bari [Beirut, Darul Ma’rifah:1379 H], juz I, halaman 391). Namun perlu diketahui, diperbolehkannya menunda mandi wajib ini memiliki batasan yaitu selama waktu shalat tidak hampir habis. Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan: أن الجنب لَهُ تاخير غسل الجنابة ما لَم يضق عليهِ وقت الصلاة “Sungguh orang junub boleh mengakhirkan mandi junubnya selama waktu shalat tidak hampir habis baginya.” (Ibnu Rajab al-Hanbali, Fathul Bari, [Madinah al-Munawarah, Maktabah al-Ghuraba al-Atsriyah: 1996] juz I, halaman 345).

Read More

Jin Juga Seperti Manusia Ada yang Laki-laki dan Perempuan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Diantara makhluk ciptaan Allah SWT adalah Jin, dimana makhluk ini banyak disebutkan di dalam Alquran. Dan manusia juga sering membicarakan makhluk satu ini. Namun apakah jin juga mempunyai jenis kelamin seperti manusia? M Quraish Shihab dalam bukunya “Yang Tersembunyi Jin, Iblis, Setan & Malaikat dalam Al-Qur’an, As-Sunnah, Serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini” mengatakan beberapa ulama berpendapat bahwa jin sama seperti manusia yakni berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Surat al-Jinn ayat 6 salah satu rujukan yang diambil oleh beberapa ulama tentang jin yang juga berjenis kelamin seperti manusia. Ayat tersebut berbunyi: وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ Wa annahū kāna rijālum minal insi ya‘ūżūna birijālim minal-jinni fa zādūhum rahaqā(n). Artinya: “Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.” Dalam Tafsir Ringkas Alquran Kemenag, ayat tersebut menjelaskan ada ucapan jin bahwa ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia di antaranya adalah tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam masyarakatnya yang meminta perlindungan kepada beberapa tokoh laki-laki dari jin, tetapi jin tersebut menjadikan manusia bertambah sesat. Ada di antara orang-orang Arab apabila mereka melintasi tempat yang sunyi, mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu. Quraish menambahkan petunjuk tentang jin yang juga berjenis kelamin terdapat dalam sebuah hadits antara lain yang diriwayatkan melalui sahabat Nabi SAW, Anas Ibnu Malik ra yang berkata bahwa Nabi SAW apabila masuk ke toilet membaca: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ Allahumma Inni Audzubika minal Khubtsi wal khabaits. Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan al-khubuts dan al-Khabaits.”

Read More

Rasulullah SAW Mengajarkan Lima Doa Untuk Orang Sakit

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sakit adalah ujian yang diberikan Allah kepada manusia sebagai bagian dari kehidupan. Rasulullah SAW, sebagai utusan Allah, memberikan pengajaran yang berharga tentang bagaimana menghadapi dan berdoa untuk kesembuhan orang sakit. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya bahwa doa memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyembuhkan penyakit. Dengan memanjatkan doa-doa yang tulus dan penuh keyakinan, seseorang dapat memohon kepada Allah untuk kesembuhan orang yang sedang sakit, sekaligus mendapatkan pahala kebaikan. Berikut lima doa untuk orang sakit yang berasal dari Sunnah Rasulullah SAW: Pertama, doa untuk kesembuhan keluarga kita اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا “Hilangkanlah kesukaran atau penyakit itu, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah). Kedua, doa untuk orang sakit yang kita jenguk أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ “Hamba memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan pemilik Arsy yang Agung, semoga Dia menyembuhkan engkau.” (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi) Ketiga, doa dalam rangka ruqyah orang sakit امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.”

Read More

Ingin Terhindar dari Fitnah Manusia yang Membinasakan, Baca 3 Doa dari Alquran dan Hadits ini

Surabaya — 1miarsantri.net : Menurut KBBI, fitnah merupakan perkataan bohong yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang dan merugikan kehormatan orang lain. Bahkan disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 191, bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mengapa demikian? Fitnah memang tidak membuat seseorang kehilangan nyawanya, tetapi karena fitnah justru dapat membuat kehidupan seseorang menjadi hancur karenanya. Karena itu, agar kita terhindar dari bahaya fitnah, agar selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT. Berikut ini doa memohon perlindungan dari bahaya fitnah: Doa pertama رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ Rabbanaa laa taj‘alnaa fitnatal lilladziina kafaruu waghfir lanaa rabbanaa, innaka antal-‘aziizul-hakiim “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS al-Mumtahanah ayat 5) Doa kedua رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ، وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ Robbana la taj’alna fitnatan lilqaumizzholimina wa najjina birahmatika minal qaumil kaafirin.” Terjemah: “Ya Tuhan, jangan Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang-orang kafir.” (QS Yunus ayat 84-86). Doa ketiga اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal. Terjemah:

Read More

Rasulullah SAW Berpesan Tentang Hakikat Harta di Dunia

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW telah menyebut tanda – tanda seseorang mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak benar. Hal ini termasuk salah satu yang dikhawatirkan Rasulullah SAW sepeninggal beliau. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri RA, disebutkan sebagai berikut: عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَكْثَرَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ مَا يُخْرِجُ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ قِيلَ وَمَا بَرَكَاتُ الْأَرْضِ قَالَ زَهْرَةُ الدُّنْيَا فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ هَلْ يَأْتِي الْخَيْرُ بِالشَّرِّ فَصَمَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ يُنْزَلُ عَلَيْهِ ثُمَّ جَعَلَ يَمْسَحُ عَنْ جَبِينِهِ فَقَالَ أَيْنَ السَّائِلُ قَالَ أَنَا قَالَ أَبُو سَعِيدٍ لَقَدْ حَمِدْنَاهُ حِينَ طَلَعَ ذَلِكَ قَالَ لَا يَأْتِي الْخَيْرُ إِلَّا بِالْخَيْرِ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ وَإِنَّ كُلَّ مَا أَنْبَتَ الرَّبِيعُ يَقْتُلُ حَبَطًا أَوْ يُلِمُّ إِلَّا آكِلَةَ الْخَضِرَةِ أَكَلَتْ حَتَّى إِذَا امْتَدَّتْ خَاصِرَتَاهَا اسْتَقْبَلَتْ الشَّمْسَ فَاجْتَرَّتْ وَثَلَطَتْ وَبَالَتْ ثُمَّ عَادَتْ فَأَكَلَتْ وَإِنَّ هَذَا الْمَالَ حُلْوَةٌ مَنْ أَخَذَهُ بِحَقِّهِ وَوَضَعَهُ فِي حَقِّهِ فَنِعْمَ الْمَعُونَةُ هُوَ وَمَنْ أَخَذَهُ بِغَيْرِ حَقِّهِ كَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ Abu Said Al Khudri RA menceritakan bahwa suatu hari Nabi SAW duduk di atas mimbar dan para sahabat pun duduk di dekatnya. Lalu beliau SAW, “Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan terjadi pada kalian sepeninggalku adalah sesuatu yang Allah keluarkan untuk kalian dari berkahnya bumi.” Kemudian ditanyakan kepada beliau SAW, “Apa maksud dari berkahnya bumi?” Beliau SAW menjawab, “Perhiasan dunia.” Seseorang kemudian bertanya kepada beliau SAW, “Wahai Rasulullah, apakah mungkin kebaikan akan mendatangkan keburukan?” Rasulullah SAW kemudian diam sejenak, sampai beberapa sahabat mengira telah turun wahyu kepada beliau. Setelah itu, beliau mengusap keningnya lalu bersabda, “Di manakah orang yang bertanya tadi?” Lelaki itu berkata, “Saya.” Perawi Abu Said berkata, “Kami sempat memujinya ketika dia tiba-tiba muncul.” Beliau SAW bersabda, “Sungguh kebaikan itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan. Sungguh harta dunia ini adalah hijau dan manis. Setiap sesuatu yang ditumbuhkan pada musim semi akan mematikan atau membinasakan, kecuali pemakan hijau-hijauan, dia makan sampai lambungnya melebar. Kemudian menghadap matahari lalu buang air besar, kencing dan kembali, dan makan. Sungguh harta itu terasa manis, maka siapa yang mendapatkan kekayaan dengan cara yang benar dan meletakkan dengan cara yang benar pula, maka dia beruntung. Dan siapa yang mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak benar, maka dia ibarat orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang.” (HR. Bukhari) Matan atau isi hadits tersebut juga diriwayatkan dari sanad atau jalur lainnya. Di antaranya dari jalur Said bin Al Musayyib, dari Hakim bin Hizam, yang juga tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Read More

Dari Keturunan Siapakah Imam Mahdi Tersebut

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam hadits yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib RA, disebutkan mengenai Imam Mahdi. Hadits ini menyatakan Imam Mahdi berasal dari Ahlul Bait. Namun bagaimana penjelasannya? Apa maksud dari ahlul bait ini? عن على قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “المهدى منا أهل البيت يصلحه الله فى ليلة” رواه أحمد وابن ماجه، وصححه أحمد شاكر Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Al Mahdi adalah berasal dari golongan kami, ahlul bait. Allah memperbaikinya dalam satu malam.” (HR Ahmad, dan Ibnu Majah. Dishahihkan Ahmad Syakir) Ibnu Katsir dalam kitab ‘an-Nihayah fii al-Fitani wa al-Malahim’ menjelaskan, Ahlul Bait di sini merujuk pada pengertian bahwa Al Mahdi lahir dari keturunan Fatimah putri Nabi Muhammad SAW. Namanya pun sama dengan Nabi Muhammad, yaitu Muhammad bin Abdullah. Landasan atas penjelasan ini adalah hadits berikut: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لا تذهب -أو لا تنقضي- الدنيا حتى يملك العرب رجل من أهل بيتي، يواطئ اسمه اسمي، واسم أبيه اسم أبي. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dunia tidak akan berakhir, sampai orang Arab diperintah oleh seorang pria dari keluargaku, namanya sama dengan namaku, dan nama ayahnya nama ayahku.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Abu Daud) Setelah kehadiran Imam Mahdi, Allah SWT memperbaikinya dalam satu malam. Artinya, Allah memperbaiki urusannya dan mengangkat takdirnya dalam satu malam.

Read More

Habib Husein Ja’far Al Hadar Salah Satu Pendakwah Muda Milenial Yang Menjadikan Warisan dan Nilai-nilai Luhur dari Sang Ayah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Habib Husein Ja’far Al Hadar dikenal sebagai salah satu pendakwah muda milenial. Dia telah menjadikan warisan dan nilai-nilai luhur dari sang ayah, Habib Ja’far Al Hadar, sebagai pilar utama dalam perjalanan dakwahnya. Dalam serial dokumenter “Kisah Para Pendakwah” Episode 4, Habib Husein Ja’far berbagi pesan-pesan dan teladan sang ayah yang telah membimbingnya untuk mewakafkan umur dan mengabdikan hidupnya dalam pengembangan bangsa, agama, dan kemanusiaan. “Pesan orang tua yang paling ingat jangan bodoh karena orang bodoh ngerepotin. Makanya, seluruh keluarga disuruh belajar filsafat, kemudian wakaf umur mendedikasikan diri untuk bangsa untuk agama untuk kemanusiaan,” ungkapnya. Lulusan Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengungkapkan, sang ayah merupakan sosok yang mengabdikan hidupnya untuk dakwah tanpa mengharapkan imbalan finansial. “Ayah saya itu orang yang mewakafkan umurnya, seumur hidup kepada dakwah kebangsaan, keindonesiaan, kemudian keislaman keagamaan, kemudian toleransi dan kemanusiaan. Ayah saya belum pernah menerima gaji dari siapa pun. Beliau 40 tahun mengurus yayasan tanpa digaji tanpa apa pun, duitnya beliau keluar untuk itu. Makanya, saya sering bilang saya bukan orang baik, tapi alhamdulillah saya dididik oleh seorang ayah yang baik,” jabarnya. Habib Husein Ja’far tumbuh dikelilingi dengan bacaan orang tuanya yang beragam. Hal ini membawanya pada berbagai sudut pandang dan pemikiran, baik dari dalam maupun luar Islam. Mulai dari pemikiran Sayyid Qutb, Hasan Al Banna, hingga buku-buku moderat serta literatur agama dan filsafat lainnya.

Read More

Gaya Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar Mengakui Terinspirasi Cak Nun dan Gus Mus

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pendakwah milenial, Habib Husein Ja’far Al Hadar mengakui gaya dakwahnya yang menonjolkan unsur budaya teraebut sangat dipengaruhi oleh tokoh-tokoh inspiratif seperti Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). “Sebenarnya kalau diperhatikan corak dakwah saya itu lebih bersifat kultural sehingga lebih banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh kultural. Salah satu yang sangat berpengaruh itu adalah Emha Ainun Nadjib, Cak Nun,” ungkap Habib Husein kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (27/4/2024). Dia menambahkan bahwa sejak SD sudah mendengarkan kaset-kasetnya Cak Nun, kemudian membaca bukunya Cak Nun Surat Buat Kanjeng Nabi itu di usia yang sangat kecil, karena ayah nya memiliki buku-bukunya Cak Nun. Kehadiran di majelis-majelis Maiyah yang dipimpin oleh Cak Nun dari Jawa Timur hingga Jakarta, melalui Kenduri Cinta, juga turut memberikan pengaruh yang kuat dalam perjalanan dakwah Habib Husein Ja’far. “Kemudian saya menjadi jamaah Maiyah. Hadir di majelis-majelisnya Cak Nun itu secara intensif sejak di Jawa Timur sampai di Jakarta melalui Kenduri Cinta. Jadi itu sangat berpengaruh,” lanjutnya. Lulusan Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengaku mengagumi sosok Syekh Mutawalli Sya’rawi, seorang ulama yang terkenal dengan gaya dakwah yang memukau dan sarat makna. Habib Husein Ja’far mengagumi cara Syekh Mutawalli membangun suasana dan menyampaikan pesan-pesan spiritual dengan kata-kata yang singkat, tetapi penuh daya gedor emosional dan spiritual. “Kalau harus menyebut pendakwah saya itu dari dulu menggemari gaya dakwahnya Syekh Mutawalli Sya’rawi. Bagaimana cara beliau membangun suasana, memakai diksi-diksi, kemudian dalam tanda petik ‘menyihir’ pendengarnya itu dengan kata-katanya yang singkat padat dan betul-betul punya daya gedor emosional dan spiritual yang sangat kuat,” ungkapnya. Dalam hal penulisan, Habib Husein Ja’far mengaku banyak terinspirasi dari karya-karya para sufi seperti Sayyed Hossein Nasr, Annemarie Schimmel, dan Karen Armstrong, baik yang berasal dari kalangan Muslim maupun non-Muslim.

Read More