Perlunya Diperhatikan Syarat dan Ketentuan Jamak Sholat Selama Lakukan Perjalanan Mudik Lebaran 

Jakarta — 1miliarsantri.net : Perjalanan jauh bukan penghalang meninggalkan sholat wajib lima waktu. Sebab Islam telah memberikan keringanan dalam mengerjakan sholat lima waktu sehingga tidak akan menyita banyak waktu perjalanan. Bagi para pemudik yang melakukan mudik lebaran 2024 ke kampung halaman atau nanti nya kembali ke perantauan, perlu mengetahui keringanan ini yakni sholat jamak. Sholat jamak adalah mengumpulkan dua sholat fardu dalam satu waktu dan dengan syarat tertentu menurut Saif Ahad Jami dalam Buku Pintar Sholat Wajib & Sunah Super Lengkap. Namun, Saif menjelaskan mereka yang diperbolehkan melakukan sholat jamak harus memenuhi syarat yaitu sebagai berikut: Adapun sholat-sholat yang boleh dijamak yaitu dhuhur dan ashar, maghib dan isya’. Sedangkan sholat yang tidak boleh dijamak yaitu sholat subuh serta ashar dengan maghrib. Saif menambahkan dalam pelaksanaannya sholat jamak terbagi menjadi dua yaitu jamak taqdim dan jamak takhir. Jamak taqdim yaitu mengumpulkan dua sholat tetapi pelaksanaannya dilakukan pada waktu sholat lebih dahulu. Seperti melaksanakan sholat ashar di waktu sholat duhur atau isya’ di waktu maghrib. Adapun syarat pelaksanaan sholat jamak taqdim ini yakni sholat yang pertama dikerjakan adalah sholat yang waktunya lebih dahulu. Contoh jika menjamak taqdim dhuhur dan ashar maka yang dilaksanakan terlebih dahulu yakni sholat dhuhur. Syarat berikutnya yaktu niat jamak pada sholat yang pertama baik saat takbiratul ihram atau di tengah-tengah sholat asalkan belum salam.

Read More

Zakat Berfungsi Bisa Bersihkan Harta hingga Tanggulangi Kemiskinan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Zakat memiliki tiga dimensi, yaitu membersihkan jiwa, membersihkan harta dan membersihkan berbagai macam persoalan di masyarakat. Hal ini diungkapkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. Dia menjelaskan, dimensi pertama adalah zakat memiliki fungsi untuk membersihkan jiwa atau tazkiyatun nafs manusia dari sikap terlalu mencintai harta seperti kikir, bakhil, dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya karena terlalu mencintai harta. Dimensi kedua dari zakat adalah membersihkan harta atau tazkiyatun mal. Dimensi ini membangun kesadaran bahwa setiap harta yang dititipkan kepada kita ada hak orang lain untuk ditunaikan. Sementara dimensi yang ketiga adalah untuk membersihkan dari berbagai macam persoalan atau tazkiyatun musykilat. Zakat bisa digunakan untuk membersihkan berbagai macam problematika dalam kehidupan masyarakat. “Karena itu zakat memiliki fungsi yang sangat luas untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan, apalagi jika kita kaitkan zakat itu untuk membebaskan manusia dari perbudakan,” ucapnya. Masalah perbudakan, imbuh Mu’ti, tidak hanya terjadi pada zaman jahiliyah, tetapi masalah itu tetap saja ada sampai saat ini. Perbudakan modern merupakan eksploitasi manusia oleh manusia yang lain. “Perdagangan manusia atau human trafficking masih ada berbagai macam bentuk penganiayaan atas nama rasialisme, dan sebagainya. Karena itu maka zakat kalau kita lihat dari tiga fungsi tadi harus kita upayakan,” ungkapnya.

Read More

Ciri-ciri Orang Yang Mendapat Berkah Lailatul Qadar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan keutamaannya lebih baik dari malam seribu bulan atau 83 tahun. Kemuliaan malam Lailatul Qadar dijelaskan secara runut dalam surah Al-Qadr ayat 1-5. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5). Keutamaan Lailatul Qadar dalam surah Al-Qadr inilah yang membangkitkan semangat ummat Islam untuk bertafakkur, beramal, dan memperbanyak ibadah di 10 malam terakhir bulan Ramadan. Kebiasaan umat Islam di dunia menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan degan cara beri’tikaf, anjuran yang dipraktikkan Rasulullah SAW. Lailatul qadar didapatkan oleh orang-orang terpilih yang menghidupkan malam dengan beribadah kepada Allah Ta’ala. Lalu apa ciri-ciri dari orang yang mendapatkan Lailatul Qadar? Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zaiul Ma’arif (Buya Yahya) menyebut orang yang mendapatkan Lailatul Qadar dapat dilihat dari hari-hari ke depannya. “Jika hari esok lebih bagus dari hari kemarin, itulah dia mendapatkan lailatul qadar,” terang Buya Yahya, Kamis (4/4/2024).

Read More

Belajar Kitab Sirah Nabawiyah: Baca dengan Cinta dan Catat Hal Penting

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sirah Nabawiyah merupakan rekam jejak kisah perjalanan Rasulullah Muhammad SAW dari lahir, kecil, remaja, dewasa, pernikahan, menjadi nabi, perjuangannya yang heroik, tantangan-tantangan besar yang dilalui, hingga wafatnya. Umumnya sirah nabawiyah tersaji dalam buku tebal dan mencatat nama-nama, peristiwa, dan tahun penting. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang untuk mempelajari sejarah perjalanan hidup Rasulullah SAW. Terkait itu, pendakwah Arif Nursalim atau dikenal dengan Salim A Fillah, membagikan tips dalam mempelajari Sirah Nabawiyah. Menurut Salim A Fillah, ada dua kunci utama jika seseorang ingin mempelajari Sirah Nabawiyah untuk lebih mudah memahaminya. Kunci pertama adalah belajar dengan cinta dalam mempelajari Sirah Nabawiyah. Dia mengibaratkannya dengan momen saat jatuh cinta dengan seseorang. “Orang yang mencintai akan selalu mengingat segala hal tentang orang yang dicintainya, mulai dari hal-hal kecil seperti warna jilbab hingga hal besar seperti karakter dan kesukaan,” ujar Salim A Fillah dalam salah satu kajiannya di Pro-You Channel, dikutip Rabu (3/4/2024). Demikian pula ketika seseorang mencintai kehidupan Nabi Muhammad SAW, pasti akan lebih mudah mengingat dan memahami saat membaca Sirah Nabawiyah. Otomatis rasa cinta tersebut mendorong untuk terus mengulang bacaan tentang Nabi SAW. Alhasil, mengingatnya pun jadi lebih mudah. “Membaca dengan cinta akan ada banyak yang melekat. Tentu, memori kita terbatas, kalau cinta biasanya suka ngulang-ulangi apa yang dibaca,” tambahnya. Baginya, cinta dapat membuat seseorang suka mengulang-ulang apa yang dibaca dan dipelajarinya.

Read More

Gus Baha : Awal Mula Lailatul Qadar Dikhususkan Untuk Umat Islam

Semarang — 1miliarsantri.net : Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan awal mula kemuliaan Lailatul Qadar yang dikhususkan hanya untuk umat Nabi Muhammad. Keterangan mengenai keistimewaan Lailatul Qadar sebagaimana terekam dalam Al-Qur’an surat Al-Qadar. Lailatul Qadar diperuntukkan kepada umat Islam bermula saat Nabi Muhammad berkeluh kesah atau mengadu kepada Allah soal usianya dan usia umatnya yang terbilang sangat pendek. Usia Nabi Muhammad yang pendek itu berbeda dengan usia nabi-nabi terdahulu, seperti Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, dan utusan Allah yang lainnya. “Nabi Nuh jadi nabi saja 950 tahun. Itu dapat umat 80 orang. Jadi umurnya Nabi Nuh itu 1.700 tahun. Menjadi nabi 950 tahun. Kalau Nabi Ibrahim usianya sekitar 300 tahun. Dikhitan umur 80 tahun,” urai Gus Baha dalam tayangan di Youtube Santri Gayeng, diakses Selasa (2/4/2024). Dalam pandangan Nabi Muhammad, kata Gus Baha, nabi-nabi sebelumnya yang diberikan umur sangat panjang tentu juga memiliki pahala yang sangat banyak lantaran ibadah-ibadah yang telah dikerjakan amat lama di dunia. “Nabi-Nabi terdahulu itu usianya ribuan tahun. Lalu Nabi Muhammad itu iri. Wah, kalau usianya panjang lalu beribadah seperti Nabi Nuh betapa banyak pahalanya, sedangkan usiaku hanya 63 tahun,” terang Gus Baha menyampaikan aduan Nabi Muhammad. Dari peristiwa ini, Allah kemudian menurunkan surat Al-Qadar. Surat ini secara khusus menerangkan tentang diturunkannya Al-Qur’an dan Lailatul Qadar, satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. “Saat Nabi Muhammad begitu iri, Allah menurunkan innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malâ’ikatu war-rû?u fîhâ bi’idzni rabbihim, ming kulli amr. Salâmun hiya ?attâ mathla‘il-fajr,” jelas Gus Baha.

Read More

UAH Beberkan Keberhasilan Puasa Selama Bulan Ramadhan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam, di mana momen ini dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah. Salah satu ibadah wajib Ramdhan adalah berpuasa. Tak hanya menjalankan ibadah puasa saja, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan amalan-amalan baik selama Ramadhan. Namun, bagaimana mengetahui keberhasilan dari ibadah puasa Ramadhan? Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyebut ada dua parameter dalam menentukan keberhasilan puasa Ramadhan. “Pertama saat menunaikan puasa terjadi peningkatan takwa. Saat Ramadhan berlanjut keberlangsungan takwa itu pun konsisten. Meningkat terus, dipertahankan kebaikannya dan bisa menghadirkan nilai-nilai berkualitas,” terang Ustaz Adi Hidayat kepada 1miliarsantri.net, Senin (1/4/2024). UAH menjelaskan ciri-ciri takwa secara singkat, yaitu ada peningkatan ibadah ritual pada aspek spiritual. “Bagaimana tilawah kita, istighfar kita, itu standar pertama dimensi spiritual kita yang mengantarkan pada ketaatan yang optimal terhadap Allah SWT,” jelas UAH. Sementara standar keberhasilan kedua adalah dari dimensi sosial atau interaksi dengan sesama. “Sebagai implementasi ketakwaan kita kepada Allah dalam wujud ibadah ritual nampak dalam pergaulan ibadah sosial. Shalat ketika diwajibkan maka implementasi sekaligus tanda keberhasilannya adalah interaksi yang baik dengan lingkungan sekitar,” ungkap UAH. Artinya, kata UAH, ibadah yang dijalankan daoat mencegah dari perbuatan buruk pada orang lain juga terhindar dari perbuatan maksiat atau menyimpang. Dalam sebuah hadits, Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Read More

Angkat Kehidupan Rasulullah SAW, Kreator Muslim Buat Serial Web dengan AI

Singapura — 1miliarsantri.net : Pembuat konten dan produser dari Pakistan dan Singapura memproduksi seri web pertama dengan kecerdasan buatan (AI) tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, berjudul “Muhammad: The Mercy for the Multiverse”. Serial web ini merupakan kolaborasi antara Qalbox di MuslimPro, layanan streaming hiburan video-on-demand berlangganan global untuk umat Islam, dan Qur’anscape, platform online untuk pendidikan spiritual. Deskripsi serial tersebut di MuslimPro, yang tidak menyertakan gambar visual nabi, berbunyi: “Nikmati serial animasi yang menggambarkan kehidupan Nabi Muhammad SAW, jelajahi tonggak sejarah sebelum kenabian, tantangan pasca turunnya wahyu, dan esensi kasih sayang Muhammad.” Tim proyek global dari Qur’anscape dan Qalbox tersebar di Singapura, AS, Inggris, dan Pakistan, sementara sebagian besar pekerjaan teknis dilakukan di Pakistan. Penulis skenarionya adalah Fatimah Sattar yang berbasis di Lahore, sedangkan acaranya diproduksi oleh Abbas Arslan dari Pakistan, yang merupakan CEO Qur’anscape. Serial ini disutradarai oleh Emad Khalid, salah satu pendiri agensi pembuat konten Prompt Media Lab yang berbasis di Lahore, sedangkan produser eksekutifnya adalah Junaidah Bte Said Khan, kepala Qalbox yang berbasis di Singapura. “Proyek ini menggunakan AI untuk memperkenalkan perspektif baru tentang kisah Nabi Muhammad dan narasi Al-Qur’an lainnya, yang bertujuan untuk melampaui batasan tradisional dalam hal biaya, waktu, dan konseptualisasi,” terang Arslan kepada Arab News, dikutip Ahad (31/3/2024). Dia mengatakan alasan tim memilih AI untuk serial ini adalah untuk mempelopori penggunaan AI Generatif dalam menceritakan kisah-kisah yang sangat bermakna. “AI Generatif menawarkan keuntungan unik, seperti mengubah ide manusia menjadi kenyataan dengan cepat, yang sangat penting untuk melaksanakan proyek-proyek ini secara efisien dan efektif,” kata Arslan. Kolaborasi antara Qalbox dan Qur’anscape ini merupakan yang pertama dalam genre agama. “Dengan mengintegrasikan AI, kami mampu menghidupkan narasi abadi ini dengan cara yang segar dan penuh rasa hormat. Teknologi ini memungkinkan kami menyajikan kisah-kisah yang telah disayangi dari generasi ke generasi dengan cara yang dapat diakses dan dikaitkan dengan beragam audiens saat ini,” sambungnya.

Read More

Ulama Suriah dan Beberapa Ulama Sufi Takjub Melihat Kebersihan Masjid Al Akbar Surabaya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ulama Suriah dan anggota istimewa ulama sufi dunia Syeikh Umar bin Muhammad Rajab Dieb mengapresiasi spiritualitas dan kebersihan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS). Dia juga memuji spiritualitas generasi muda. “Saya pertama kali ke Surabaya pada tahun 2010 dan saya ingin bisa ceramah di masjid yang kubahnya terlihat bagus dari jalan tol ini, akhirnya bisa terlaksana setelah 14 tahun,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (30/3/2024). Didampingi rekannya Syeikh Amir bin Muhammad Rajab, ia menilai kebesaran Islam memang sangat terlihat di Indonesia, baik di Istiqlal Jakarta, Masjid Al-Jabbar Bandung, dan Masjid Agung Makassar, termasuk MAS yang sesuai namanya yakni akbar atau besar dalam dakwah. “Yang saya apresiasi dari Masjid Al Akbar yang megah ini adalah kerja keras manajemen masjid dalam mewujudkan spiritualitas yang berkualitas dan kebersihan yang nyata. Yang penting lagi membangun spiritualitas generasi ke depan. Semuanya ada di masjid ini,” sambungnya. Dalam ceramahnya di depan jamaah, ia menekankan pentingnya memanfaatkan Ramadhan sebagai bulan yang penuh ampunan, karena Allah berfirman untuk bersegera datang pada ampunan. “Kita memasuki bulan Ramadhan yang penuh ampunan, maka tidak beruntung orang yang justru tidak mendapat ampunan, karena itu Allah dan Rasul-Nya memerintahkan dzikir agar mendapat ampunan,” katanya.

Read More

Al Quran Menjadi Petanda dari Perubahan Pola Pikir Masyarakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Al Qur’an diturunkan sebagai mukjizat untuk Rasulullah Muhammad SAW. Al Quran menjadi petanda dari perubahan pola pikir masyarakat dari yang jahiliyah menjadi masyarakat modern. Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad pada Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid At Tanwir PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa malam (26/3/2024) lalu. Al Qur’an ini berbeda dengan mukjizat-mukjizat yang diterima nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad. Dadang menjelaskan, Al Qur’an sebagai mukjizat ini mendorong manusia dalam menggunakan akal untuk mengembangkan sains. Guru Besar Sosiologi Agama ini mencontohkan, bukti dari yang dia sampaikan itu terdapat dalam Al Qur’an Surat Al Alaq ayat 1, tentang perintah untuk membaca. Membaca atau literasi ini menjadi pondasi awal untuk orang berpengetahuan. “Ayat pertama padahal itu sangat kunci dalam kehidupan ini, zaman modern seperti sekarang. Ini disuruh oleh Allah untuk membaca,” tuturnya. Perintah membaca ini tidak dikhususkan hanya kepada Nabi Muhammad, tetapi merupakan perintah yang umum untuk seluruh Umat Islam. Namun dalam praktiknya, umat Islam di Indonesia khususnya memiliki daya literasi yang rendah. Tinggi maupun rendahnya peringkat literasi, katanya, berpengaruh pada kualitas ilmu pengetahuan. Hal itu dapat disaksikan dari negara-negara modern dan maju, mereka rata-rata memiliki tingkat literasi yang tinggi.

Read More

Gus Mus : Saya Pernah Dakwah di Pusat Bramacorah hingga Lokalisasi

Semarang — 1miliarsantri.net : Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri (Gus Mus) mengisahkan pengalamannya yang unik di berbagai tempat yang menampilkan realitas sosial beragam. Salah satu pengalaman yang mencolok adalah ketika Gus Mus berdakwah di pusat rehabilitasi bagi narapidana. “Saya pernah mendatangi pusatnya bramacorah. Isinya ya mantan maling, rampok dan sebagainya. Jadi, yang baca Qur’an diambil dari luar kota, yang jadi pembawa acara juga diambil dari luar kota,” ujarnya kepada 1miliarsantri.net, Kamis (28/3/2024). Kala itu, Gus Mus harus berdakwah di hadapan para jamaah dengan perangai yang unik, termasuk ada jamaah yang membawa benda tajam. “Saya pidato itu naik meja yang hadir ada yang jongkok, ada yang duduk, ada yang berdiri di depan saya sambil membawa golok, mengawasi kalau salah bicara sedikit saja mungkin akan dibacok,” ungkapnya. Cerita lain yang tak kalah menarik adalah saat Gus Mus diundang untuk memberikan dakwah di lokalisasi. Saat ia sedang ceramah, beberapa jamaah yang hadir tampak mengenakan busana mini dan melakukan aktivitas yang tak biasa. “Pidato, tetapi hadirinnya ada yang hanya memakai kutang. Ada yang sambil mencari kutu. Wah, habis saya. Itu yang paling berkesan,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin itu. Di samping itu, Gus Mus membagikan kisah unik mubaligh dan amplop. Menurutnya, ada beberapa mubaligh yang lebih fokus pada amplop ketimbang substansi dakwah yang disampaikan. “Ada memang yang mubaligh itu konsentrasinya pada amplop pertama kali itu. Jadi, mereka banyak cerita tentang amplop itu,” tutur Gus Mus.

Read More