Beberapa Cara Agar Khatam Qur’an Selama Ramadhan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ramadhan disebut juga dengan bulan nya Al-Qur’an, di mana Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk umat manusia. Dan didalam bulan Ramadhan, banyak orang berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah dengan menggelar Tadarus Qur’an. Menggiatkan berbagai amal shaleh pada Ramadhan merupakan sunnah Rasulullah, termasuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Seperti tertuang dalam hadist Rasulullah yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an, عن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ، ومِيَمٌ حرْفٌ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح . “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, No. 6469). Setiap masuk Ramadhan, umat Islam berusaha untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Namun, dalam mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu bulan ada batasan yang perlu diperhatikan. Rasulullah SAW misalnya, melarang untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam durasi waktu yang terlalu cepat sehingga terburu-buru saat membacanya. Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah Saw., beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari) “Mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari, ditakutkan pembacanya tidak bisa memahami dan menghayati kandungan dari Al-Qur’an,” Selain itu, menjaga konsistensi bacaan Al-Qur’an hingga khatam di bulan puasa terbilang susah-susah gampang. Meski begitu tak lantas menyurutkan Anda untuk dapat mengkhatamkan Al-Qur’an saat Ramadhan. Berikut beberapa tips khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama. Mushaf khataman adalah mushaf Al-Qur’an yang dicetak dalam bundel per juz secara terpisah. Satu juz berisikan 11 lembar atau 22 halaman. Tetapkan target, misalnya 1 hari dibaca 1 juz sehingga dalam sebulan akan khatam. Mushaf Al-Qur’an terdiri dari 30 juz yang panjangnya bervariasi, jadi target yang harus dicapai adalah membaca 1 juz setiap hari.

Read More

KH Anang Rikza : Tiga Manfaat Al Qur’an Bagi Kehidupan Kita

Semarang — 1miliarsantri.net : Bacaan wajib setiap Muslim adalah Alquran. Kitab suci ini memuat pedoman yang menjadi acuan setiap orang menjalani hidup sekaligus menjadi bekal untuk kehidupan di akhirat. Pengasuh Pondok Modern Tazakka Jawa Tengah KH Anang Rikza Masyhadi menjelaskan tiga fungsi Alquran, diantaranya : Pertama adalah sebagai petunjuk Hal ini dijelaskan dalam ayat yang menyebut Ramadhan sebagai waktu penurunan Alquran, شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h, wa mang kāna marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullāha ‘alā mā hadākum wa la’allakum tasykurụn. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (al-Baqarah: 185). “Maksudnya, Alquran menjadi penerang. Karena dicerahkan Alquran, kita jadi tahu ini boleh dan lainnya tidak,” terang kiai peraih Ph.D dari Universitas Suez Canal Mesir tersebut. Kedua, Alquran sebagai penjelas Selain mencerahkan, Alquran juga menjelaskan manfaat melakukan apa yang diperintahkan. Misalkan mendirikan sholat, berfungsi untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. وَأَقِمِ الصَّلوةَ إِنَّ الصَّلوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ Wa aqimish shalaata innash shalaata tanhaa ‘anil- fakhsyaa-i wal munkar.

Read More

Penataan Jiwa Sangat Diperlukan agar Ramadhan Bisa Kita Jalani Dengan Sukses

Surabaya — 1miliarsantri.net : Mufti Mesir, Dr Syauqi Alam menyampaikan penjelasan tentang salah satu kunci sukses di bulan suci Ramadhan. Dia mengatakan, penataan jiwa adalah hal yang sangat diperlukan selama bulan Ramadan. “Orang-orang yang mengenal Allah menikmati berbagai kebahagiaan dan merasakan manisnya kehidupan dunia dalam hati mereka,” kata dia dilansir laman Masrawy. Allah SWT berfirman:وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ yang artinya : “Dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.” (QS. Muhammad ayat 6) Berdasarkan ayat tersebut, Syauqi Alam menuturkan, hal itulah yang Allah SWT sediakan untuk mereka sebagai ganjaran yang besar di akhirat kelak. Mufti Mesir juga menyampaikan, mereka yang berjuang di jalan Allah menghadapi rintangan dan tantangan yang menghalangi mereka dalam meraih kebahagiaan tersebut atau setidaknya menikmati embusan kebahagiaan itu. “Hidup di dunia ini hanyalah medan ujian dan cobaan. Maka orang yang berhasil dan selamat adalah orang yang mengikuti jalan penataan jiwa. Sementara yang gagal dan binasa adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya,” tuturnya.

Read More

Beberapa Amalan Yang Sering Dilakukan Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Umat Islam sedang berbahagia dengan datang nya bulan Ramadhan 2024 yang penuh berkah bagi orang-orang yang berpuasa dengan ikhlas, beriman dan bertakwa. Imam Al Ghazali bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan enam amalan yang disunahkan saat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Amalan yang disunahkan pada saat berpuasa di bulan Ramadhan ada enam. Yaitu mengakhirkan waktu sahur, menyegerakan waktu berbuka dengan kurma atau air sebelum mendirikan sholat Maghrib, dan tidak menggosok gigi sesudah zawwal (matahari tergelincir). Kemudian, memperbanyak sedekah, memperbanyak membaca atau mengkaji (tadabbur) Alquran, dan beritikaf di masjid, terutama pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan. Itikaf pada sepuluh malam yang akhir ini menjadi kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Jika sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan tiba, Rasulullah SAW selalu lebih giat beribadah kepada Allah SWT di masjid. Rasulullah SAW juga memerintahkan kepada para istri beliau melakukan hal serupa di dalam rumah. Sebab, pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan itu ada suatu malam yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT, yaitu malam Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Itikaf memiliki ketentuan-ketentuan yang khusus. Pada saat sedang beri’tikaf, Nabi Muhammad SAW biasanya tidak akan beranjak dari posisi itikaf beliau kecuali ada keperluan-keperluan yang sangat mendesak, seperti buang air besar atau air kecil, memperbarui wudhu, dan yang sejenis lainnya. Wallahu a’lam. Mengenai perintah melaksanakan puasa Ramadhan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Read More

Hikmah Berpuasa Adalah Melawan Keangkuhan Diri

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Puasa Ramadhan datang kembali. Marhaban ya Ramadhan! Setiap muslim, betapapun kadang atau sering berbeda awal memulai puasa atau shaum Ramadhan, jangan lupa tujuan berpuasa yakni menjadi insan yang semakin bertaqwa. Tidak perlu bertengkar karena perbedaan. Lebih-lebih yang berpotensi menghilangkan makna, hakikat, dan fungsi utama berpuasa. Sungguh merugi, bila berpuasa diwarnai perselisihan yang dapat merusak puasa itu sendiri. Bukankah setiap muslim diajari tasamuh atau toleransi dalam perbedaan. Bila berbeda keyakinan beragama saja mampu bertoleran, kenapa dalam perbedaan praktik beribadah sesama Muslim mesti berselisih yang mengarah konflik. Jika muslim sedang berpuasa diajak bertengkar, bukankah Nabi mengajarkan agar menahan diri, “inni sha’imun”. Aku sedang berpuasa! Bukankah perbedaan itu hikmah. Tapi ada tantangan bagi umat Islam sedunia. Bagaimana ke depan mencari ijtihad solutif bagi seluruh Dunia Muslim untuk memberi kepastian tentang disepakatinya kalender Hijriyah Islam global tunggal. Malu rasanya di era abad ilmu pengetahuan dan hadirnya kalender Masehi yang telah lama jadi rujukan pasti, kaum muslim sejagad masih berkutat pada ketidakpastian dalam penentuan kehadiran bulan baru. Sungguh umat Islam masih belum beranjak maju ke tingkat peradaban tinggi berbasis ilmu pengetahuan yang memberi kepastian optimum. Seraya meninggalkan ketidakpastian dalam menentukan awal Ramadhan, Idul Futri, dan Idul Adha! Kembali ke puasa Ramadhan. Setiap tahun dia hadir bersama kaum muslimun. Adakah puasa rutin pertahun itu telah menjadikan insan muslim makin bertaqwa sebagaimana tujuan berpuasa “la’alakum tattaqun” (QS Al-Baqarah: 183). Orang bertaqwa memiliki seluruh sifat kebaikan dan keutamaan, yang mengantarkan dirinya menjadi insan paling mulia di sisi Tuhan (QS Al-Hujarat: 13). Puasa akan menjadi mikraj ruhani tertinggi menuju taqwa bilamana puasanya menurut Imam Al-Ghazali mencapai tingkatan khawas al-khawas, yakni puas khusus bagi orang yang khusus. Itulah puasa tingkat istimewa! Puasa istimewa mampu menaklukkan hawa nafsu dan segala keangkuhan diri yang merasa serba digdaya untuk tetap menjadi insan biasa. Insan bertaqwa itu tawadhu atau rendah hati, tidak menjadi manusia yang angkuh diri, sebagaimana salah satu ciri hamba kekasih Tuhan (ibadurrahman), yaitu: “Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam” (QS Furqan: 63). Tuhan melarang manusia angkuh diri atau sombong. Allah berfirman, yang artinya “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ” (QS Luqman : 18). Sombong itu perangi iblis, sebagaimana digambarkan Tuhan, yang artinya, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur maka ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS Al-Baqarah : 34). Manusia sombong sabda Nabi, cirinya dua yakni merasa diri paling benar dan suka merendahkan orang lain (HR Muslim). Dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan relasi kemanusiaan semesta mereka yang sombong merasa paling digdaya, paling benar, dan paling baik melebihi yang lain. Pihak atau orang lain dianggapnya lemah, buruk, salah, sesat, dan sederet sifat negatif lainnya. Dalam beragama pun merasa “semuci”, paling benar dan suci sendiri. Padahal Tuhan mengingatkan, yang artinya “Maka, janganlah menganggap diri kalian suci, Dialah (Allah) yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa di antara kamu” (QS Al-Najm: 32). Mereka yang angkuh atau sombong diri, sering dengan mudah menegasikan orang lain. Dirinyalah pejuang kebenaran sejati. Orang lain termasuk sesama seiman dianggap pengecut, lembek, dan pengkhianat hanya karena berbeda pandangan dan cara dalam perjuangan kehidupan yang tidak sejalan dengan dirinya. Pihak lain di luar dirinya diposisikan menjual-belikan kebenaran, bahkan kompromi dan membenarkan kemunkaran, karena tidak berkesesuaian dengan pandangannya. Dalil Al-Quran dan Hadis Nabi pun dengan mudah dipakai menstigma pihak lain.

Read More

Aktivis dan Mantan Pastor itu Mengucapkan Syahadat Dibimbing Ulama AS Onar Suleiman

New York — 1miliarsantri.net : Aktivis hak asasi manusia ternama asal Amerika Serikat (AS) Shaun Jeffrey King akhirnya memeluk Islam menjelang Ramadhan kali ini. Ia mengucapkan syahadat bersama istrinya Rai King. Aksi itu pertama kali ditampilkan dalam siaran langsung yang dibagikan oleh Profesor Khaled Beydoun yang berbasis di AS di Instagram pada Senin (11/3/2024). Dalam video yang kemudian beredar luas di dunia maya, Shaun King dan Rai King dibimbing mengucapkan dua kalimat syahadat oleh imam kenamaan AS Omar Suleiman. Belum ada penjelasan resmi atas alasan pasangan King memeluk Islam. Kendati demikian, dalam pembacaan syahadat tersebut King mengenakan keffiyeh khas Palestina. Sedangkan Omar Suleiman juga merupakan imam keturunan Palestina. Shaun King (44 tahun) tenar setelah memimpin sejumlah gerakan melawan kebrutalan polisi di AS selepas kuliah dan saat menjabat sebagai pastor. Ia juga ikut dalam gerakan Black Lives Matter yang kemudian mendunia. Akibat aktivismenya, Shaun King kerap jadi sasaran media-media konservatif di Amerika. Belakangan, ia kencang mengkritisi Israel melalui akun media sosialnya. Akun Instagram-nya sempat diblokir pada Senin (25/12/2023). King yang memiliki enam juta pengikut di situs milik Meta, memposting pesan video melalui akun Instagram temannya yang mengumumkan bahwa dia dinonaktifkan oleh platform media sosial tersebut. Ia mengutuk apa yang disebutnya sebagai genosida dan kejahatan-kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel dalam kampanye militernya di Jalur Gaza.

Read More

Bunuh Diri Bukan Jawaban dan Sangatlah Dosa Besar Pertanggung Jawaban Kelak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kasus bunuh diri empat keluarga secara bersamaan dengan cara melompat dari lantai 22 sebuah apartemen, di Penjaringan, Jakarta Utara membuat banyak orang sedih tentang bunuh diri yang kian menjadi tren di masyarakat. Mereka menjadikan bunuh diri sebagai jawaban terakhir menghadapi masalah hidup. Padahal tindakan tersebut sangat dilarang oleh agama. Ahli tafsir Alquran, Prof Quraish Shihab dalam bukunya “Menjawab ?… Soal Keislaman Yang Patut Anda Ketahui” menyebut oranh yang melakukan bunuh diri mereka berstatus sebagai Muslim yang ‘ashin (Durhaka) jika mereka seorang beragama Islam. Status mereka yang melakukan bunuh diri tetap memeluk Islam atau tidak kafir dan musyrik. Maka mendoakan orang yang mati karena bunuh diri tidak dilarang. Karena yang dilarang hanyalah mendoakan bagi orang-orang musyrik. Adapun bunuh diri, kata Prof Quraish tidak mengakibatkan kemusyrikan. Prof Quraish yang merupakan penulis dari Tafsir Al-Misbah ini menegaskan bunuh diri sangat menyalahi agama. Menghilangkan nyawa sejatinya merupakan urusan Allah SWT karena manusia bukan pemiliknya. Allah SWT, lanjut Prof Quraish merupakan pemilik alam raya ini dan seisinya. Termasuk nyawa dan jiwa manusia adalah milik Allah SWT. Nyawa tidak boleh dipisahkan dengan jasad kecuali atas izin Allah SWT. Apa yang dimaksud nyawa tidak boleh dipisahkan kecuali atas izin Allah? Prof Quraish mencontohkan ketika seseorang sedang kondisi perang membela kebenaran atau melaksanakan sanksi hukum. Melakukan bunuh diri bukan solusi tepat bahkan sangat dilarang agama. Setiap masalah harus dihadapi dengan kepala dingin dan tidak tergoda oleh bisikan syetan. Karena Allah memberikan ujian sesuai kemampuan manusia itu sendiri.

Read More

Program Senyum Ramadan, MIN 4 Ende Bagikan Paket Sembako

Ende — 1miliarsantri.net : Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah. Bulan suci yang sangat dinanti-nantikan segenap umat Islam seluruh dunia, bulan yang penuh rahmat, di dalamnya segala aktivitas ibadah dan muamalah yang baik dan bermanfaat bagi sesama manusia mendapatkan ganjaran pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahuwata’ala. Pada bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa dan didalamnya ada peringatan Nuzulul qur’an, turunnya wahyu pertama “Qur’an” kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam. Puasa Ramadan merupakan salah satu dari rukun Islam yang wajib dijalankan oleh semua Umat Islam yang telah baligh dan berakal. Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah, banyak cara dalam menyambut bulan yang mulia ini diantaranya yang di lakukan oleh Madrasah Ibtidaiah Negeri ‘MIN’ 4 Ende, dengan melaksanakan Kegiatan Program Senyum Ramadan yang digagas oleh Kepala Sekolah MIN 4 Ende St. Hadijah. MIN 4 Ende Gelar kegiatan senyum Ramadan dengan membagikan paket sembako kepada orangtua peserta didik dan masyarakat sekitar Madrasah, Senin, (11/03/2024). Program senyum Ramadan merupakan hasil kolaboratif antara madrasah, guru dan paguyuban orangtua wali siswa dalam menyambut bulan berkah ini, pembagian sembako dilaksanakan di halamam sekolah MIN 4 Ende. Kepala MIN 4 Ende St. Hadijah menuturkan, “Program Senyum Ramadhan merupakan bakti dan kepedulian madrasah terhadap masyarakat sekitar dalam mengawali puasa ramadhan dengan memberikan paket sembako kepada 20 orang janda, 20 paket untuk orangtua wali siswa serta 35 paket sembako untuk siswa.”

Read More

Pro Kontra Pedoman Pengeras Suara Masjid Selama Ramadhan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala mengatur penggunaan pengeras suara saat beribadah hanya diperbolehkan menggunakan pengeras suara dalam ketika Ramadhan. Sejumlah pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) memberi tanggapan untuk hal tersebut. “Sebenarnya saya pribadi tidak setuju ya, karena kan Ramadhan itu harus dimeriahkan dan disambut dengan gembira. Dengan pengeras suara itukan menjadi syiar dan dakwah bagi orang yang di masjid untuk didengarkan atau diikuti orang yang di sekitar masjid,” ungkap Ketua DKM Masjid Jami Al Hidayah Ciputat Timur, Jauhar Miftahussurur. Sementara, penasihat DKM Musala Al Ittihad, Kota Depok, Sudjana (53) juga menjelaskan hal yang serupa, bahwa pengeras suara luar dapat dimaksimalkan untuk panggilan – panggilan sholat dan meramaikan sholat berjamaah menjadi maksimal. Pengeras suara itu juga dapat dimaknai sebagai gairah untuk memakmurkan musala/masjid yang ada di lingkungan sekitarnya. Untuk diketahui, Surat Edaran pengeras suara terbit pada 18 Februari 2022. Edaran ini antaran lain mengatur volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus desibel). Khusus terkait syiar Ramadan, edaran ini mengatur agar penggunaan pengeras suara di bulan Ramadan baik dalam pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarrus Alquran menggunakan Pengeras Suara Dalam. Untuk takbir pada saat Idulfitri dapat dilakukan dengan menggunakan pengeras suara luar hanya sampai pukul 22.00 dan dapat dilanjutkan dengan menggunakan pengeras suara dalam. Pedoman yang diterbikan oleh Kemenag merupakan upaya untuk meningkatkan ketentraman, ketertiban, dan keharmonisan seluruh masyarakat.

Read More

Seperti Inilah Gambaran Populasi Umat Penghuni Surga Menurut Hadits

Surabaya — 1miliarsantri.net : Allah SWT memberikan anugerah yang besar dan rahmat-Nya kepada umat Islam di akhirat kelak. Salah satu karunia Allah yang diberikan kepada umat Muslim adalah terkait populasi mereka di surga dibandingkan umat-umat yang lain. Diriwayatkan dari Abdullah bin Masud RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepada kami, “Apakah kalian rela seandainya menjadi seperempat penduduk Surga?” Kami menjawab, “Ya”. Kemudian beliau SAW bersabda, “Apakah kalian rela seandainya menjadi sepertiga penduduk Surga?” Kami menjawab, “Ya”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Demi yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesungguhnya aku berharap agar kalian menjadi separuh dari penduduk Surga. Karena surga itu tidak dimasuki kecuali oleh jiwa yang beriman. Tidaklah keadaan orang-orang Islam yang berada di tengah-tengah orang kafir melainkan seperti sehelai bulu putih pada lembu hitam atau seperti sehelai bulu hitam pada lembu merah.” (HR. Bukhari) Dalam riwayat lain, yang diriwayatkan dari Buraidah bin Al Hasib Al Aslami RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: أهْلُ الجنَّةِ عِشرونَ ومائةُ صفٍّ ثمانونَ منها من هذهِ الأمَّةِ وأربَعونَ من سائرِ الأممِ

Read More