Keutamaan Nisfu Sya’ban Rasulullah SAW Sujud Cukup Lama

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW di sejumlah riwayat hadits menunjukkan besarnya keutamaan malam Nisfu Syaban. Di malam tersebut, Rasulullah SAW mengerjakan amal ibadah dalam waktu yang lama, sehingga membuat heran istri beliau, Aisyah RA. Hal tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA. Berikut bunyi haditsnya: عن أم المؤمنين عائشة – رضي الله عنها – قالت: ” قَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ اللَّيْلِ يُصَلِّي فَأَطَالَ السُّجُودَ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ قَدْ قُبِضَ، فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ قُمْتُ حَتَّى حَرَّكْتُ إِبْهَامَهُ فَتَحَرَّكَ، فَرَجَعْتُ، فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُودِ، وَفَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ، قَالَ: ” يَا عَائِشَةُ أَوْ يَا حُمَيْرَاءُ ظَنَنْتِ أَنَّ النَّبِيَّ خَاسَ بِكِ؟ “، قُلْتُ: لَا وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ وَلَكِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ قُبِضْتَ لِطُولِ سُجُودِكَ، فَقَالَ: ” أَتَدْرِينَ أَيَّ لَيْلَةٍ هَذِهِ؟ “، قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: “هَذِهِ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَطْلُعُ عَلَى عِبَادِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِلْمُسْتَغْفِرِينَ، وَيَرْحَمُ الْمُسْتَرْحِمِينَ، وَيُؤَخِّرُ أَهْلَ الْحِقْدِ كَمَا هُمْ “ Dari Aisyah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bangun pada suatu malam mendirikan sholat dan sungguh lama sujudnya sehingga aku menyangka beliau telah wafat. Melihat itu, aku bangun untuk menggerakkan ibu jari beliau, dan bergerak. Kemudian aku kembali.” Setelah Rasulullah mengangkat kepala dari sujudnya dan selesai sholat, beliau bertanya, “Wahai Humaira (Aisyah), apakah engkau menyangka Nabi telah mengkhianatimu?” Lalu Aisyah menjawab, “Tidak, demi Allah Ya Rasulullah. Akan tetapi aku menyangka engkau telah tiada karena terlalu lama sujud.” Kemudian Rasulullah bertanya, “Tahukah kamu, malam apa ini?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Rasulullah SAW bersabda, “Malam ini adalah malam Nisfu Sya’ban. Sesungguhnya Allah SWT melihat kepada hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban dan memberi ampunan kepada mereka yang memohon ampunan, memberi rahmat kepada mereka yang meminta rahmat dan mengakhirkan mereka yang menyimpan dendam.” (HR Al Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman)

Read More

Beberapa Fadhilah dan Keutamaan Rahasia Surah Yasin

Surabaya — 1miliarsantri.net : Surat Yasin merupakan salah satu surat dalam Alquran yang memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan dalam ajaran Islam. Bahkan, surat Yasin disebut sebagai Qalbil Quran atau jantungnya Alquran. Surat Yasin sering dibaca untuk mendapatkan berkah, perlindungan, dan pahala dari Allah SWT. Keutamaan Surat Yasin didasarkan pada hadis-hadis yang menyebutkan tentang keutamaannya, seperti mendatangkan rahmat, ampumam, dan pertolongan dari Allah SWT bagi yang membacanya dengan baik dan ikhlas. Karena itu, orang-orang yang mau meninggal atau sudah meninggalkan pun kerap dibacakan surat Yasin, seperti dalam acara Yasinan atau Tahlilan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Lalu apa saja rahasia yang ada di balik jantungnya Alquran ini? Surah Yasin adalah inti dari kitab suci Alquran. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik Ra, Nabi Muhammad SAW bersabda: إِنَّ لِكُلِّ شَىْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس َمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ Artinya: “Setiap sesuatu ada jantungnya (qalbu). Jantungnya Alquran adalah surat Yasin. Siapa yang membaca surat Yasin, Allah menulis baginya pahala seolah-olah ia telah mengkhatamkan sepuluh kali Alquran.” (HR Darimi dan Tirmidzi). Jantung adalah bagian penting dari tubuh manusia. Organ ini melakukan pekerjaan yang sangat penting. Persamaan ini menunjukkan betapa pentingnya Surat Yasin. Dengan mengingat hal ini, kita dapat dengan mudah berasumsi seberapa besar manfaat Surat Yasin sebagai inti dari Alquran. Terdiri dari 83 ayat, surat Yasin diturunkan di Makkah. Surat Yasin mempunyai manfaat yang berbeda-beda, khususnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut 7 keutamaan atau rahasia surat Yasin sebagai jantungnya Alquran: Di dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca (surat) Yasin pada malam hari dengan mengharap keridaan Allah maka diampuni dosa-dosanya,” (HR At Thabrani dan Al-Baihaqi). Dakam hadits lain juga dijelaskan, عن أبي هريرة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (من قرأ سورة يس في ليلة ابتغاء وجه الله غُفر له في تلك الليلة). Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa pun yang membaca Surat Yasin pada waktu malam untuk mengharap wajah Allah (ridha Allah), maka mendapat ampunan di malam tersebut.” (HR. Ad Darimi) Seorang muslim, baik perempuan maupun laki-laki, pasti pernah melakukan kesalahan sepanjang hidupnya. Meskipun menyadari kesalahan masa lalu, dia akan kembali membuat kesalahan. Namun, Allah SWT merupakan Maha Pengampun. Dia akan mengampuni dosa-dosa hambanya yang melakukan tobat yang tulus. Surah Yasin adalah surat terbaik dalam Alquran, yang memberikan jaminan pengampunan atas dosa-dosa yang dilakukan. Pembacanya harus beriman kepada rahmat Allah dan Dia akan melimpahkan nikmat-Nya. Dari Anas, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Yasin, maka ia seakan-akan telah membaca Alquran sebanyak sepuluh kali” (HR Tirmidzi). Dalam hadis ini sudah jelas isyarat pahala yang melimpah. Siapapun yang membaca surat Yasin akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengkhatamkan Alquran. Inilah rahasia yang dimiliki Surat Yasin. Karena itu, umat Islam hendaknya menghafal Surat Yasin untuk dibaca berkali-kali dalam sehari kapan pun kita punya waktu luang. Surah Yasin akan membawa kenyamanan saat detik-detik kematian. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika seseorang sedang sekarat, hendaknya membacakan Surat Yasin untuknya.”

Read More

Asal Muasal Lima Perkara Jadi Obat Hati

Surabaya — 1miliarsantri.net : Masyarakat Indonesia tidak terlalu asing dengan lagu “Tombo Ati” atau “Obat Hati” yang biasanya populer menjelang atau ketika Ramadhan. Lagu yang terkesan syahdu dan sejuk ini ternyata memiliki asal yang bisa dilacak dan penjelasan yang cukup bermakna dan bermanfaat. Di Indonesia, terkhusus di Jawa, lagu ini populer sebagai ajaran Sunan Bonang atau Raden Maulana Makhdum Ibrahim di Tuban, Jawa Timur (1465-1525 M) yang kemudian diajarkan pada murid-muridnya dan masyarakat sekitar sebagai media dakwah saat itu. Syair lagu ini jika dilacak asal usulnya, ditemukan bahwa ajaran ini ditemukan dalam kitab Majmu’ Rasa’il Ibnu Rajab yang merupakan kumpulan risalah Ibnu Rajab al-Hanbali (1335-1393 M). Selain dalam karya Ibnu Rajab, ajaran ini juga ditemukan sebagai nasehat Ibrahim al-Khawash (wafat 903 M) yang dikutip dalam kitab Dzam al-Hawa karya Ibnu Jauzi (1116-1201 M), nasehat ini juga diberikan oleh Yahya bin Mu’adz ar-Razi (830-871 M) yang ditulis dalam karyanya, kitab Dzam Qaswat al-Qalb. Nasehat ringkas dan mendalam dalam untaian syair ini menjadi populer di masyarakat Islam di pulau Jawa, lalu dipopulerkan secara lebih luas karena dilagukan dalam bahasa Indonesia oleh Opick pada tahun 2005. Hingga kini, lagu ini masih terus populer dengan kreasi baru dan di-cover oleh banyak orang di media sosial. Ini membuktikan bahwa mengajarkan kebaikan dengan media lagu atau syair menjadikan ajaran itu menjadi lebih mudah diingat dan tersimpan dalam memori jangka panjang. Lima Obat Hati Pertama, Membaca Al-Qur’an dan Maknanya (Qiraat Al-Qur’an bi at-Tadabbur) Membaca Al-Qur’an dengan makna terjemah yang direnungi (tadabbur) menjadi lebih bermakna dan menghidupkan hati. Jika Hanya dengan membaca saja mampu menguatkan batin seseorang, membaca setiap ayat dengan perlahan dan perenungan akan menjadikan seseorang setidaknya paham dengan makna umumnya dan tidak sekedar membacanya dengan singkat. Kedua, Mendirikan Shalat Malam (Qiyam al-Lail) Bangun dan memohon kepada Allah di waktu sepertiga malam merupakan terapi yang memiliki dampak positif yang kuat bagi kondisi diri seseorang. Selain karena kondisi malam hari yang lebih tenang dan lebih damai sehingga mengkondisikan diri untuk beribadah saat itu. Begitu juga karena pada waktu itu seseorang bisa memanfaatkannya sebagai waktu untuk berdoa dan memohon ampunan, dimana waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang tepat untuk berdo’a. Ketiga, Berkumpul dengan Orang-orang Baik (Mujalasat ash-Shalihin)

Read More

Terkait Konsumsi Laron Bagi Umat Islam Terdapat Dua Pendapat Berbeda

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pada musim hujan biasanya banyak laron keluar dari sarangnya dan mengerubungi lampu di rumah. Sebagian masyarakat terganggu dengan kehadiran laron, sebagiannya lagi justru menjadikan laron sebagai makanan. Ada yang membuatnya menjadi rempeyek atau memakannya sebagai lauk nasi dan sambal. Bagaimana hukum memakan laron dalam Islam? Untuk menentukan halal atau haramnya binatang bisa melihat nash Alquran dan hadits sebagai hukum yang pertama dan utama dalam Islam. Selanjutnya, bisa mempelajari keterangan dan pembahasan dari para ulama mengenai binatang itu. Apabila itu termasuk hewan yang diharamkan, maka jelas hukumnya. Sehingga apabila dikonsumsi, kendati dinyatakan memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi, serta baik untuk kesehatan, tetap terlarang. “Karena banyak riwayat dan nash yang tegas melarang kita mengonsumsi bahan atau makanan yang haram,” demikian dikutip dari laman MUI, Kamis (22/2/2024). Namun ada pula ulama dan Imam Madzhab yang menyatakan bahwa laron itu memiliki struktur tubuh yang dapat dianalogikan sama dengan belalang sehingga bisa dikategorikan halal mengonsumsinya. Jumhur ulama menyatakan, binatang-binatang yang tidak punya darah mengalir di tubuhnya, “Maa laa daama lahu sailun” maka umumnya dianggap suci. Tapi untuk dimakan, maka terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang berpendapat membolehkannya dan juga melarangnya. Tetapi dalam hal ini tetap berlaku kaidah yang bersifat umum, yaitu apabila sifatnya membahayakan bagi manusia, maka tentu menjadi terlarang. Dengan demikian hukum mengonsumsinya pun menjadi haram.

Read More

Beberapa Tips Ubah Diri Jadi Pribadi Lebih Baik saat Ramadhan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ramadhan 1445 H diperkirakan akan jatuh pada 11 Maret 2024. Namun, dalam menetapkan awal Ramadhan, umat Islam di Indonesia menunggu hasil sidang isbat yang baru akan digelar pada 10 Maret 2024. Ramadhan merupakan bulan mulia yang sarat akan keberkahan namun juga penuh tantangan. Rasulullah SAW bersabda, “Ketika bulan Ramadhan dimulai, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup dan setan dirantai” (Sahih Al-Bukhari). Bagi generasi muda, Ramadhan adalah bulan penuh tantangan dan cobaan. Karena ibadah puasa dikerjakan berbarengan dengan aktivitas harian. Sehingga menempatkannya dalam posisi yang menarik, yaitu berada pada titik dalam hidup di mana terdapat pertarungan sengit antara nafsu dan kebiasaan baik yang ingin dibangun. Momen di mana iblis dikurung dan kita dapat benar-benar mendiagnosis dosa-dosa, umat Islam harus berusaha membangun kebiasaan-kebiasaan baik sebagai pengembangan diri di bulan Ramadhan. Agar ibadah dibulan suci Ramadhan nanti bisa dilaksanakan dengan baik, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan manfaat Ramadhan: Seseorang yang mengharapkan pahala, maka ia harus berniat melakukan perbuatan yang mendatangkan keridhaan Allah Ta’ala. Tanamkan niat itu ketika Anda sedang berpuasa, shalat, membaca Al-Qur’an, berbagi dengan orang lain dan sebagainya, demi Allah dan ridha-Nya. Nikmati waktu sahur bersama keluarga dan jadikan momen ini sebagai tradisi untuk berkumpul. Pastikan Anda makan dan minum saat sahur. Nabi SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur terdapat keberkahan.” (Sahih Bukhari). Nah, bila Anda termasuk orang yang sulit bangun dari tempat tidur, siasati dengan menyiapkan sebotol air di samping dipan dan setel alarm. Bila sebelumnya Anda kerap mendengarkan musik, saat Ramadhan sebaiknya ganti kebiasaan itu dengan mendengarkan murrotal atau tausiyah ringan dalam bentuk podcast.

Read More

Perbanyak Shalawat dan Puasa Sunnah Agar Meraih Keutamaan di Bulan Sya’ban

Jakarta — 1miliarsantri.net : Puasa dibulan suci Ramadhan 2024 akan berlangsung pada Maret-April. Bila dihitung mundur, sekitar 20 hari lagi umat Islam akan mulai menjalankan puasa Ramadhan 2024. Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat, berkah, dan penuh ampunan dari Allah SWT. Bulan ini sangat istimewa karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an pada malam lailatul qadr, malam terbaik daripada seribu bulan. Karena bulan istimewa, penting kiranya bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri sebelum memasukinya, yaitu pada bulan Rajab dan Sya’ban. Sebab, dua bulan ini mempunyai banyak keutamaan dan manfaat, salah satunya menyiapkan bekal untuk Ramadhan. ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679). Bila pada bulan Rajab semua amal saleh dilipatgandakan, begitu pula dosa. Sementara bulan Sya’ban juga memiliki beberapa keutamaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rajab adalah bulannya Allah, Sya`ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”. Abu Bakar Al-Balkhi berkata, “Bulan Rajab adalah bulan menanam. Bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen hasil tanaman”. Mengutip laman Istiqlal.or.id, Selasa (20/2/2024), Sya’ban adalah bulan bagi umat Islam mempersiapkan diri dan pemanasan sebelum menghadapi Ramadhan. “Sebagai bulannya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, menghadiahkan shalawat di bulan Sya’ban kepada junjungan kita Nabi paling mulia adalah sebuah kewajiban. Dengan meninggikan nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kita mengikuti perintah Allah yang telah meninggikan nama Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam “warafa’na laka dzikrak”,” ungkap Wakabid Sosial dan Pemberdayaan Umat, Prof Sri Mulyati. Dia menambahkan, dengan perbanyak shalawat di bulan pemilik bulan tersebut, kita berharap Nabi Muhammad akan senang dengan kita, insyaAllah kita mendapatkan syafaatnya. Jika Nabi senang, maka insyaAllah Allah akan meridlai kita. Artinya, membaca shalawat adalah salah satu anjuran amalan di bulan Sya’ban. Amalan ini ditegaskan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki karena turunnya ayat tentang anjuran bershalawat untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu surat Al Ahzab ayat 56: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦

Read More

Kisah Ikaf Seorang Pemuda yang Kelamaan Menjadi Jomblo

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam (SAW) adalah teladan bagi umat Islam. Segala perilaku Rasulullah SAW sehari-hari diharapkan dapat diikuti oleh kaum muslimin. Walaupun tidak semua yang dijalankan Rasulullah SAW layak dan pantas untuk orang beriman, karena ada kekhususan tertentu yang tidak mungkin berlaku untuk umatnya. Salah satunya dalam hal menikah. Rasul SAW memiliki istri lebih dari empat. Sedangkan umat Islam, diberikan batasan beristri maksimal empat orang. Hal ini ditegaskan dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 3. وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِّنَ النِّسَاۤءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْاۗ “Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.” (QS. An-Nisa ayat 3). Dalam keterangan ayat di atas, umat Islam hanya diperbolehkan menikahi perempuan maksimal empat orang, tidak boleh lebih. Karena menikah lebih dari empat istri adalah kekhususan yang diberikan Allah kepada Rasulullah SAW. Namun demikian, dalam hal lainnya, umat Islam disunnahkan mengikuti perilaku keseharian Rasulullah SAW, termasuk dalam hal menikah. Beliau membenci umat Islam yang sudah mampu, namun enggan untuk menikah. beliau mengecam umat yang demikian itu seperti Rahib Nasrani, atau temannya setan. Berkenaan dengan hal ini, Rasulullah pernah menegur seorang anak muda yang bernama Ikaf bin Bisyr At-Tamimi. Dalam keterangan lain disebutkan namanya Ikaf bin Khalid. Suatu hari, Ikaf bin Bisyr Al-Tamimi yang berusia sangat muda, namun dikenal sebagai anak yang kaya raya, ditemui oleh Rasulullah yang sedang bersama sejumlah sahabat di Masjid Nabawi. Rasulullah bertanya kepada Ikaf, “Hai Ikaf, apakah engkau sudah beristri?” Ikaf menjawab, “Belum, wahai Rasulullah.” “Apakah kamu tidak punya hamba sahaya perempuan?” tanya Rasulullah sekali lagi. “Tidak punya, wahai Rasulullah,” jawab Ikaf lirih.“Bukankah engkau punya banyak harta?” tanya Rasulullah lebih jauh. “Benar, wahai Rasulullah,” jawab Ikaf. “Kalau begitu, engkau termasuk temannya setan. Sekiranya engkau di kalangan orang-orang Nasrani, engkau adalah rahib mereka. Sunah kami adalah menikah.” “Seburuk-buruknya kalian adalah orang yang membujang dan sehina-hinanya orang mati di antara kalian adalah orang yang membujang. Apakah kalian ingin bergabung dengan setan?”

Read More

Terdapat Enam Golongan Yang Dilaknat Allah SWT dan Rasul-nya

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Dalam Islam laknat Allah SWT yang ditujukan untuk hamba menunjukkan bahwa, perilaku tertentu tersebut merupakan dosa besar. Pelakunya pun mendapat posisi terendah di hadapan-Nya. Dalam Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Madani, Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan sebagai berikut: كُلُّ ذَنْبٍ كَانَتْ عُقُوْبَتُهُ اللَّعْنَةَ فَهُوَ مِنْ كَبَائِرِ الذُّنُوْبِ “Setiap dosa yang hukumannya adalah mendapatkan laknat, maka dia termasuk dosa besar. Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dan Imam Hakim. Dalam riwayat tersebut diungkapkan enam golongan manusia yang dilaknat oleh para Nabi dan Allah SWT. Dilansir dari kitab Nashaihul Ibad yang diterjemahkan Abu Mujaddidul Islam Mafa dan diterbitkan Gitamedia Press, 2008, Rasulullah SAW bersabda: سِتَّةٌ لَعنتُهم ولَعَنَهم اللهُ -وكلُّ نبيٍّ مُجابٌ-: الزائدُ في كِتابِ اللهِ، والمُكذِّبُ بقَدَرِ اللهِ، والمُتسلِّطُ بالجبروتِ ليُعِزَّ مَن أذلَّ اللهُ، ويُذِلَّ مَن أعَزَّ اللهُ، والمُستحِلُّ لحُرُمِ اللهِ، والمُستحِلُّ من عِتْرَتي ما حرَّم اللهُ، والتاركُ لسُنَّتي “Enam orang yang akan saya laknat, dilaknat juga oleh Allah dan oleh setiap Nabi, yakni orang yang tidak diterima doanya yaitu orang yang menambahi isi kitab Allah. Orang yang mendustakan qadar Allah. Penguasa yang zalim yang menindas dengan sewenang-wenang sehingga memuliakan orang yang dihinakan Allah dan menghinakan orang yang dimuliakan Allah. Orang yang menghalalkan perbuatan yang diharamkan di Tanah Haram (Tanah Suci) Allah. Orang yang menghalalkan perbuatan terlarang terhadap keturunan dan kerabatku. Orang yang berpaling dari sunnahku. Sesungguhnya Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat nanti dengan pandangan kasih sayang.” (Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi al-Banteni) Golongan manusia yang akan dikutuk oleh Nabi Muhammad SAW, Allah SWT, dan para Nabi yang lain itu ada enam.

Read More

Penyuluh Agama Ikut Hadir Meminimalisir Angka Kenakalan Remaja

Banda Aceh — 1miliarsantri.net : Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Aceh mengajak seluruh penyuluh agama Islam (PAI) di provinsi paling barat Indonesia itu untuk berperan meminimalisasi kenakalan remaja yang sedang marak di Aceh. Ketua IPARI Aceh Evi Sri Rahayu mengatakan PAI perlu aktif menjaga ketertiban dan ketentraman dalam masyarakat. Hal ini penting agar aktivitas masyarakat lancar tanpa khawatir dengan gangguan akibat kenakalan remaja. “Kalau keadaan kondusif, masyarakat mudah melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial,” terang Evi dalam keterangan diterima 1miliarsantri.net, Sabtu (17/2/2024). Dalam sebulan terakhir, kata dia, isu kenakalan remaja dan geng motor meresahkan masyarakat di Tanah Rencong, khususnya di Kota Lhokseumawe, Banda Aceh, dan Kabupaten Aceh Besar. Bahkan, sempat terjadi aksi perkelahian dan pembacokan. Menurut dia, mereka tidak terlahir sebagai anak-anak dengan sifat nakal, namun karena pergaulan tidak terbatas dan mudah terpengaruh, sehingga mereka terjebak dalam lingkungan yang tidak positif. Oleh karenanya, kata Evi, masih sangat potensial para remaja itu dibina sesuai persoalan masing-masing, sehingga kembali menjadi remaja yang produktif dan bermanfaat bagi bangsa. “Kalau bisa, arahkan mereka ke kegiatan olahraga yang punya efek positif bagi mereka,” tegas Ketua Tim Penyuluh Agama Islam Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh itu.

Read More

Al Qur’an Memberikan Ciri Pemimpin yang Diridhai Allah SWT

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Alquran telah memberikan pencerahan tentang pemimpin. Salah hikmah tentang pemimpin yakni Surat al-Baqarah ayat 124: وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ Wa iżibtalā ibrāhīma rabbuhū bikalimātin fa atammahunn(a), qāla innī jā‘iluka lin-nāsi imāmā(n), qāla wa min żurriyyatī, qāla lā yanālu ‘ahdiẓ-ẓālimīn(a). Artinya: “(Ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “(Aku mohon juga) dari sebagian keturunanku.” Allah berfirman, “(Doamu Aku kabulkan, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.” Hamka dalam Tafsir Al Azhar Jilid 1 mengatakan banyak pelajaran yang diambil dari ayat tersebut. Menurut Hamka, Allah SWT akan memberikan jabatan yang mulia dari seseorang termasuk kepada Rasulnya setelah melalui ujian berat seperti yang dialami Nabi Ibrahim alaihissalam. Allah SWT mengangkat Ibrahim sebagai imam bagi manusia setelah lulus melalui berbagai ujian di antaranya menentang ayahnya sendiri yang menyembah berhala. Imam, kata Hamka, ialah orang yang teladani baik berkenaan dengan agama, ibadah dan akhlak. Dalam ayat tersebut, Ibrahim juga memohon agar jabatan imam diberikan kepada orang yang dipilih Allah SWT namun dari kalangan anak-cucunya. Allah SWT mengabulkannya namun tak akan diberikan kepada anak cucunya yang zalim. Menurut Hamka kebaikan budi pekerti, ketinggian agama dan kebaikan ibadah bukan karena keturunan. Mereka yang naik sebagai pemimpin yang mampu melewati ujian sebagaimana yang dialami Nabi Ibrahim alaihissalam. Hamka mengatakan dari ayat tersebut dapat ditarik pelajaran bahwa menjadi pemimpin yang diridhai Allah SWT tidak mudah. Sebelum menjadi pemimpin harus mampu melawan ujian berat sebagaimana yang dialami Nabi Ibrahim. Imam Al Mawardi dalam bukunya tentang politik Islam berjudul al-Ahkamu Sulthaniyyah. Berikut syarat dan kriteria pemimpin idaman dalam Islam. Ini meliputi Islam, baligh, dan berakal. Maka, orang kafir tidak boleh dipilih menjadi pemimpin, orang-orang mukmin. Orang yang tidak berakal, baik karena masih kecil atau karena hilang akalnya, tidak boleh memegang kekuasaan dan yang semisalnya sama sekali.

Read More