Dilematis Susahnya Menghafalkan Al Qur’an Untuk Menjadi Suatu Kewajiban
Surabaya — 1miliarsantri.net : Al-Quran adalah kalamullah (firman Allah SWT). Di dalamnya terkandung 6236 ayat, 114 surat dan terbagi dalam 30 juz. Banyak orang yang berusaha menghafalkan firman Allah tersebut, namun tak banyak yang menghafalkan semuanya. Penyebab kegagalan karena sulitnya melafalkan dan mengingat apa yang telah dihafalkan.
Karena persoalan ini, akhirnya banyak yang mundur, mereka tak sanggup menghafalkannya. Tentu nya mereka yang menghafalkan Al-Quran hanya sedikit. Dan mereka yang sanggup menghafalkan Al-Quran, mereka itulah orang-orang yang terpilih (mukhtar). Maka bersyukurlah bagi mereka menjadi hamba terpilih untuk menjaga firman Allah tersebut.
Menghafalkan Al-Quran itu sesungguhnya mudah. Yang sulit itu adalah menjaganya. Dalam waktu singkat, bacaan Al-Quran bisa dihafalkan, tetapi setelah sekian waktu hafalan itu akan hilang. Hal ini disebabkan, minimnya murajaah atau mengulang-ulang hafalan Al-Quran yang sudah dihafalkan.
Dalam Al-Quran, Surah Al Qomar, Allah SWT menunjukkan bahwa Al-Quran itu telah Allah mudahkan, maka siapakah yang mau menghafalkan dan memahaminya untuk dijadikan pelajaran.
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqad yassarnal-qur’âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-qur’an untuk didingat. Maka adakah orang yang mau pelajaran (mengingatnya)?” (QS. Al Qomar ayat 17).
Tidak hanya satu kali, Allah SWT mengulang ayat ini pada surat yang sama sebanyak 4 kali, yakni ayat 17, 22, 32, dan 40. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT sangat ini memberikan penjelasan kepada manusia yang mau mengambil pelajaran (hikmah) bahwa menghafalkan Al-Quran itu tidaklah sulit.
Begitu inginnya, Allah memberikan gambaran kepada manusia tentang banyaknya orang-orang yang memiliki ‘kekurangan’ namun sanggup menghafalkan Al-Quran. Contohnya, ada anak yang mengalami down syndrome tetapi hafal Al-Quran.
Ada ada yang netra (tak bisa melihat), sanggup menghafal Al-Quran. Ada pula seorang pemuda yang tuna wicara, namun saat membaca Al-Quran suaranya begitu merdu.
Ada pula seorang nenek yang sudah berusia lanjut mencapai 80 tahun, namun sanggup menghafalkan Al-Quran.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


