Musala Al Fauz Berkonsep Ramah Lingkungan Diresmikan Pjs Gubernur DKI Jakarta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meresmikan Musala Al Fauz yang berlokasi di halaman Kantor Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Heru berharap tempat ibadah ini dapat dimanfaatkan oleh warga setempat. Pembangunan musala tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana, serta memberikan kemudahan bagi warga sekitar dan pegawai untuk beribadah. “Ini menjadi bagian dari perhatian Wali Kota dan Pak Camat untuk melengkapi gedung kantor kecamatan dengan sarana ibadah, yaitu musala,” ujar Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam keterangan resmi, Jumat (29/12/2023). Musala Al Fauz telah dibangun selama tiga bulan terakhir, dimana peletakan batu pertama dilakukan pada 8 September 2023. Bangunan ini memiliki luas sebesar 35 meter persegi yang dapat menampung sekitar 40 jemaat. “Musala telah dilengkapi dengan perizinan yang disyaratkan berupa izin mendirikan bangunan yang diterbitkan oleh unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Cempaka Putih,” terang Camat M Fauzi. Fauzi melanjutkan, Musala Al Fauz memiliki bentuk estetik yang diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat sekitar maupun pengunjung. Tempat ibadah ini pun di desain dengan konsep yang ramah lingkungan dengan dikelilingi pohon dan rumput.

Read More

Keseimbangan Hubungan Vertikal dengan Allah SWT dan Horizontal Dengan Sesama Makhluk

Surabaya — 1miliarsantri.net : Abu Hurairah meriwayatkan, suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Tahukan kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami adalah yang tidak memiliki dirham (uang) dan barang.” Mendengar jawaban para sahabat tersebut, Nabi SAW menimpali, “Orang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat. Tapi bersama itu dia juga pernah menghina si Fulan, menuduh si Fulan, memakan harta si Fulan, menumpahkan darah si Fulan, dan memukul si Fulan. Akibatnya, si Fulan membalas dengan mengambil sebagian kebaikannya, si Fulan yang lain juga mengambil sebagian kebaikannya. Jika semua kebaikannya habis sebelum dapat menebus semua kejahatan yang dilakukannya, maka dosa orang-orang yang menjadi korban kejahatannya itu ditimpakan kepadanya, sehingga dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim). Bangkrut merupakan hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang. Naluri manusia pasti menginginkan keberuntungan, terutama bagi yang berprofesi sebagai pebisnis. Tetapi ada yang lebih parah daripada bangkrut di dunia, yaitu bangkrut amal kebaikan di hari pembalasan yang lebih dahsyat akibatnya. Berdasarkan hadis di atas dapat dipahami, penyebab bangkrut di hari akhirat karena manusia tidak menyeimbangkan antara hubungan dengan Allah SWT (hablun min Allah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablun min an-Nas) saat hidup di dunia. Akibatnya, pahalanya ludes untuk menebus dosanya terhadap orang lain. Orang yang bangkrut hanya memikirkan hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi melupakan hubungan baik dengan sesama manusia. Padahal karakter positif telah diperlihatkan para sahabat Rasulullah SAW dalam menyeimbangkan hubungan. Kekuatan iman dan takwa mereka kepada Allah SWT, berbanding lurus dengan ukhuwah Islamiyah yang terjalin di antara mereka sehingga terwujudnya persaudaraan yang kokoh. Kesalehan orang yang bangkrut terlihat secara ritual, seperti rajin shalat, berpuasa, dan mengeluarkan zakat. Namun semangat ibadahnya itu tidak berimbang dengan tingkah lakunya dalam pergaulan. Hubungan vertikalnya kepada Allah SWT berjalan dengan baik, tetapi bermasalah secara horizontal terhadap sesama. Hal ini ditandai dengan perbuatan zalim yang ia perbuat, seperti menghina, menuduh tanpa bukti, memakan harta yang bukan miliknya, membunuh, dan melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain. Tanpa disadari, ia telah mentransfer pahala kebaikannya kepada korban kejahatannya. Semakin banyak orang yang ia zalimi, maka semakin banyak pahalanya yang terkuras. Sebagai langkah preventif, Rasulullah SAW memperingatkan umatnya untuk berhati-hati terhadap perbuatan zalim agar tidak menjadi orang bangkrut. Rasulullah SAW bersabda, “Takutlah kalian terhadap perbuatan zalim, sesungguhnya kezaliman itu kegelapan pada hari kiamat.” (HR Muslim).

Read More

Meski Mengalami Down Syndrome, Tak Menyurutkan Niat Menjadi Penghafal Al Qur’an

Jakarta — 1miliarsantri.net : Muslimah asal Yordania, Rawan Dweik, menjadi penyandang down syndrome pertama di dunia yang menghafal 30 juz Al-Qur’an. Down syndrome atau sindrom down terjadi karena kelainan kromosom genetik yang menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan fisik dan intelektual. Kondisi ini disebabkan ketika pembelahan sel abnormal menghasilkan materi genetik tambahan dari kromosom 21. Walaupun menderita sindrom down, namun Rawan Dweik mampu menghafal seluruh Al-Qur’an. Adalah Awatef Jaber, sang ibu, sosok di balik kisah inspiratif Rawan Dweik. Awatef Jaber sangat bangga dengan pencapaian prestasi putrinya yang berkebutuhan khusus. “Saya ibu Rawan (ayahnya meninggal dunia) dan saya bangga padanya. Saya mempunyai 4 anak perempuan dan satu anak laki-laki, dan anak laki-laki saya memohon agar saya diberi saudara laki-laki karena dia sendirian. Ketika saya memikirkan hal itu, saya diberkati dengan Rawan. Alhamdulillah, dia adalah anugerah dari Tuhan semesta alam; untuk meningkatkan harga diri dan kehormatan saya,” terang Rawan dikutip Kamis (28/12/2023). Setelah mengetahui bahwa Dweik memiliki kondisi khusus, Awatef, seperti ibu lainnya, patah hati dan kecewa, namun dia sangat mencintainya dan berjanji untuk mengajarinya Al-Quran. “Ketika saya melahirkannya dan mengetahui bahwa dia menderita down syndrome, seperti ibu lainnya, saya merasa terpukul dan sedih. Tapi, kemudian saya berjanji kepada Allah SWT bahwa saya akan mengajarinya membaca Al-Qur’an, dan in shaa Allah, juga akan membantunya menghafal seluruh al-Qur’an,” tutur Awatef. Sejak awal, Awatef mengetahui Rawan adalah anak yang cerdas, sehingga dia mulai dengan mengajarinya surat-surat terpendek dalam Al-Qur’an. Menurutnya, Rawan cepat mempelajari dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Ia pun akhirnya mendaftarkan Rawan ke sekolah saat berusia enam tahun. Bahkan di sekolah, Rawan bisa menjalaninya dengan sangat baik. Rawan Dweik belajar sampai kelas 7 di sekolah itu dan kemudian, atas kemauannya sendiri, ia menghentikan pendidikannya. “Rawan sangat pintar dan cerdas. Saya mulai mengajarinya surat-surat pendek dari Kitab Suci. Dia menghafalnya dengan sangat cepat. Jadi saya mendaftarkannya di sekolah ketika dia berusia 6 tahun. Tapi setelah tamat kelas 7, dia putus sekolah”, kata Awatef.

Read More

Tahun 2023 Penerima Manfaat Dompet Dhuafa Capai 2,6 Juta di 38 Provinsi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indonesia selepas pandemi berakhir, terdapat tantangan kemiskinan yang baru. Menurut Sumber Badan Pusat Statistik 2023, jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 25,90 juta orang (9,36%), menurun 0,46 juta orang (0.21%) terhadap September 2022 dan menurun 0,26 juta orang (0,18%) terhadap Maret 2022. Tingkat serapan penyaluran tahun 2023 sebesar 99,58%, Kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut Allocation to Collection Ratio, Zakat Core Principle. “Total penerima manfaat 2023 sebanyak 2.625.323 Jiwa dan total penerima manfaat sejak 1993-2022 sebanyak 33.946.523 Jiwa, dengan menyebar di 38 Provinsi se-Indonesia dan 26 Negara di Dunia,” terang Haryo Mojopahit selaku GM Komunikasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa dalam pemaparan di agenda I HitS (Indonesia Humantarian Summit) di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, (21/12/2023) lalu. Haryo menambahkan, dengan lima pilar Dompet Dhuafa, secara rinci Pilar Pendidikan dengan jumlah penerima manfaat 67.459 jiwa dengan cakupan program Institut Kemandirian, Beasiswa Aktivis Nusantara, Ekselensia School Development, ETOS ID, Sekolah Literasi Indonesia, Sekolah Guru Indonesia, Smart Ekselensia Indonesia, Beasiswa Umar Usman, Makmal Pendidikan, Beasiswa STIM Budi Bakti”. “Lalu Ekonomi dengan 10.347 jiwa dengan cakupan program Bank kangkung, Budidaya Jahe kunyit, Kampung Sejuta Anggrek, Agroeduwisata Melon Hidroponik, Breeding dan Pakan Hijauan, DD Farm, Desa Tani, IKM, Kater Macanda, Kopi Sinjai, Kopi Solok, Lesehan Macca, Zona Madina, Pilantrokopi, Kantin Kontainer,” papar Haryo. Haryo menambahkan, di pilar Kesehatan terdapat 139.881 Jiwa dengan cakupan program Aksi Layanan Sehat, Bidan Untuk Negeri, Gerai Sehat, Kampung Sehati, Kawasan Binaan, Kawasan Sehat, Pos Sehat, Pulau Sehat Indonesia, Respon Darurat Kesehatan, Aksi Kesehatan Volunteer. “Sementara itu, di pilar Sosial Kemanusiaan terdapat 2.302.124 Jiwa dengan cakupan program terdapat Layanan Mustahik, Shelter Sehati, Bagian Pemulasaraan Jenazah, Bimbingan Rohani, Dapur Keliling, Pemberdayaan Keluarga Mandiri, Pendampingan Disabilitas Mental, Recovery Bencana, Respons Bencana, Humanitarian Academic dan Aksi Sosial Volunteer,” tambah Haryo.

Read More

MUI Gelar FGD Merumuskan Strategi Dakwah Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Jelang Pemilu 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Dakwah mengadakan Fokus Group Discussion (FGD), di Aula Buya Hamka MUI Pusat, Kamis (21/12/2023). Kegiatan ini merumuskan strategi dakwah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjelang Pemilu 2024. FGD juga dimaksudkan mempersatukan manhaj (metode) dakwah pada semua agama dalam mempersatukan bangsa menjelang pemilu. Menurut Ketua MUI KH M. Cholil Nafis, situasi menjelang pemilu ini cukup menghawatirkan. Sudah mulai ada gangguan terhadap kedamaian Pemilu. Menurutnya, pintu masuk paling mudah untuk menciptakan gangguan terhadap pemilu melalui narasi keagamaan atau politisasi agama. Bahkan, fenomena gangguan melalui benturan internal umat beragama dan antar umat beragama mulai nampak. “Dengan kumpulnya tokoh-tokoh agama dan bersepakat dalam pemilu damai ini maka potensi kerawanan sosial dapat diminimalisasi,” ulasnya. Hadir dalam FGD ini Paulus C Siswantoko (Sekretaris KWI), Maylen TNI (Purn) Dr. Putu Sastra Winparta (Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa – Sabha Walaka – PHDI), Dr. Drs. Chandra Setiawan, M.M., Ph.D (Ketum MATAKIN), Pdt. Jimmy Marcos Immanuel Sormin (Sekretaris PGI), dan Prof. Dr. Philip Kuntjoro Widjaja (Ketum Permabudhi).

Read More

Ketika Alquran Bantah Klaim Yahudi Sebagai Kaum Paling Cerdas

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bangsa Yahudi kerap mengklaim diri sebagai kaum yang istimewa, unggul, dan pintar. Nyatanya tidak demikian, Alquran membantahnya berdasarkan jejak sejarah umat Yahudi dan Bani Israil. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 78: وَمِنْهُمْ اُمِّيُّوْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ الْكِتٰبَ اِلَّآ اَمَانِيَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَظُنُّوْنَ “Wa minhum umiyyūna lā ya‘lamūnal-kitāba illā amāniyya wa in hum illā yaẓunnūn(a).” Yang artinya, “Di antara mereka ada yang umiy (buta huruf), tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.” Dalam Tafsir Kementerian Agama dijelaskan, setelah kelakuan kelompok cendekia dan tokoh agama Yahudi dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, ayat-ayat selanjutnya menjelaskan kelompok lain di kalangan Bani Israil. Yaitu bahwa di antara mereka ada yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis, atau bodoh dan keras hati. Mereka tidak memahami makna dan pesan Kitab Taurat dengan pemahaman yang penuh penghayatan, kecuali hanya berangan-angan berupa kebohongan yang disajikan oleh pemuka agama mereka dan dikatakan sebagai kebenaran.

Read More

Lazisnu Kirim Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua Untuk Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) menyerahkan bantuan kemanusiaan tahap ke dua untuk Palestina melalui NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdatul Ulama (LAZISNU) sebesar Rp2.275.000.000 itu diserahkan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa kepada Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (20/12/2023). “Insya Allah kita akan terus bergerak bersama memberikan bantuan semaksimal mungkin meringankan saudara kita, tidak hanya untuk yang ada di Gaza tetapi juga yang ada di Raffah dan Jordan karena sebagian sudah berpindah ke sana, sama membutuhkan bantuan,” terang Khofiffah. Bantuan yang diberikan berasal dari hasil iuran para pimpinan wilayah, pimpinan cabang, dan pimpinan pusat Muslimat NU, sebagai bagian dari upaya untuk membantu rakyat di Palestina yang mengalami musibah kemanusiaan. Dia mengatakan bahwa tidak mudah untuk dapat memastikan bantuan yang diserahkan bisa sampai langsung kepada para korban. Namun, dengan jejaring yang dimiliki LAZISNU, bantuan-bantuan tersebut secara nyata tersampaikan melalui laporan yang diterima untuk para penerima manfaat yakni rakyat Palestina. “Muslimat secara kolektif sama hati dan pikirannya karena tidak mudah bisa memastikan bantuan sampai, terima kasih LAZISNU,” sambungnya. Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU, Habib Ali Hasan Al Bahar, menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya atas bantuan yang kembali diserahkan oleh Muslimat NU.

Read More

Misi Menyelamatkan Pohon Zaitun Berusia 2.000 Tahun di Yordania

Amman — 1miliarsantri.net : Setiap pagi petani Yordania Ali Saleh Atta menelan dua siung bawang putih dengan secangkir minyak zaitun sebelum keluar untuk memeriksa pohon zaitun kuno miliknya. “Pohon-pohon ini mewakili sejarah Yordania,” terang pria berusia 84 tahun itu, sambil memandangi pohon-pohon berusia 2.000 tahun yang batangnya berbonggol-bonggol besar dengan cabang dengan daun halus berwarna hijau pucat, dilansir di Malay Mail, Kamis (21/12/2023). Pohon zaitun adalah simbol nasional yang dicintai di Yordania. Namun, mereka juga terancam oleh perluasan kota, pembalakan liar untuk kayu bakar, dan pencabutan rumah dan kebun orang kaya untuk dekorasi. Lahan milik Atta, ayah 10 anak tersebut, berada di Al-Hashimiyya, kawasan hutan sekitar 70 kilometer barat laut Amman. “Saya telah memberikan wasiat tertulis kepada anak cucu saya bahwa setelah saya meninggal, mereka harus memeliharanya dan (hidup) dari apa yang mereka hasilkan,” urainya. Menurut Dewan Zaitun Dunia, Yordania adalah produsen zaitun terbesar kesepuluh secara global. Banyaknya pohon kuno yang bertahan ribuan tahun merupakan bagian integral dari identitas dan budaya negara ini. “Anda hampir tidak dapat mengunjungi sebuah rumah tanpa menemukan pohon zaitun di setiap kebun. Kami dibesarkan sejak kecil dalam budaya ini,” tukas Direktur Jenderal Pusat Penelitian Pertanian Nasional Nizar Haddad. Namun saat ini, katanya, keindahan pepohonan justru membahayakan mereka. “Beberapa hotel, villa, pengusaha dan perusahaan suka menambahkan sentuhan pada dekorasi mereka sehingga mereka membeli pohon tersebut dan membawanya pergi,” paparnya. Pepohonan sering kali tidak dapat bertahan dari perpindahan tersebut. Haddad menambahkan undang-undang baru bertujuan melindungi pohon zaitun. “Undang-undang Yordania yang baru melindungi pohon-pohon ini agar tidak tumbang atau ditebang, dan ada koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri, pusat kami, dan polisi untuk mencegah operasi transportasi kecuali dalam kasus yang sangat luar biasa,” ujarnya. Yordania memiliki 11 juta pohon zaitun yang mencakup 20 persen dari seluruh lahan pertanian di negara tersebut. Mereka menghasilkan 50 ribu ton zaitun dan 25 ribu ton minyak zaitun setiap tahun.

Read More

Santri Ponpes Al Wutsqo Depok Dapat Penyuluhan Kesehatan Terkait Penyakit Kulit yang Sering Menimpa Santri Pesantren

Depok — 1miliarsantri.net : Pesantren dengan konsep asrama merupakan lingkungan yang padat sehingga memiliki potensi penyebaran penyakit menular, seperti skabies atau kudis. Jika terjangkit, kondisi sangat gatal dan menular pada kulit. Penyakit skabies disebabkan oleh tungau kecil di dalam kulit. Kudis menular dan cepat menyebar melalui kontak fisik dekat dalam keluarga, sekolah, atau pasantren. Penyakit ini salah satunya disebabkan gigitan tungau atau kutu busuk. Tungau atau kutu busuk adalah serangga yang sangat kecil yang seringkali ada di tempat tidur atau kasur. Gigitannya tidak hanya bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit, tapi juga berisiko menyebabkan infeksi kulit dan reaksi alergi yang serius. Ciri-ciri gigitan tungau adalah rasa gatal, perih, hingga iritasi kulit. Pencegahan penyakit ini salah satunya dapat dilakukan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk itu, Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Kedokteran (FK) melakukan kegiatan penyuluhan PHBS sekaligus pemeriksaan kesehatan kepada para santri dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Wutsqo, Depok, Jawa Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) FKUI ini diketuai oleh Sasanthy Kusumaningtyas, S.Si, M.Biomed yang merupakan Ketua Departemen Anatomi FKUI. Kegiatan tersebut melibatkan dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa FKUI. Dosen terdiri atas dr Isabella Kurnia Liem, Deswaty Furqonita, M.Biomed dan drg Haamid Hasan Haikal. Tendik meliputi Dini Fitriyanti, M.Si, Aldila Amini Nasrul, S.Si, Amaliatu Rosyidah, S.K.M dan Rafika Bunga Sofia Aruan, S.K.M. Sementara, mahasiswa terdiri dari Firda Asma’ul Husna, M.Biomed dan Milya Urfa Ahmad, S.Si. Menurut Sasanthy, upaya peningkatan PHBS di lingkungan pesantren tidak bisa dilakukan hanya dengan satu kali penyuluhan, tetapi harus berkesinambungan. Hal itu dimaksudkan agar permasalahan kesehatan yang mengancam atau sedang dihadapi para santri dapat ditanggulangi. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan dilaksanakan secara berkelanjutan sejak bulan Agustus hingga November 2023. “Pada bulan Agustus, Tim Pengabdi melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan pertama. Lalu, di bulan September, kami kembali melakukan penyuluhan yang disertai dengan pemantauan perkembangan program dan pembentukan kader kesehatan. Hingga akhir November, kami melakukan penyuluhan sekaligus evaluasi dan pemeriksaan kesehatan kepada para santri,” terang Sasanthy dalam siaran pers yang diterima 1miliarsantri.net, Rabu (20/12/2023). Dari hasil evaluasi program tersebut, ditemukan adanya penurunan 66,7% kasus skabies atau kudis dan 72,7% kasus kutu rambut pada santri perempuan jika dibandingkan dengan angka awal.

Read More

Gus Dur Wasiatkan Kepada Generasi Muda 4 Poin Etika Demokrasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Filsuf dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Karlina Rohima Supelli menyampaikan pesan dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terkait etika demokrasi untuk anak muda. Pesan Gus Dur kepada anak muda jangan hanya gara-gara muak terhadap praktik politik yang penuh dusta dan pengingkaran demokrasi, kita bersikap acuh tak acuh. “Kepada kaum muda yang tidak kenal Gus Dur, tidak pernah bersentuhan dengan Gus Dur, bukan berarti tidak bisa belajar,” terang Karlina dalam gelaran Haul Ke-14 Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta Selatan, dikutip dari NU Online, Selasa (19/12/2023). Karlina menegaskan bahwa anak muda perlu memahami dan mengadopsi empat hal penting yang diwariskan oleh Gus Dur. Pertama, anak muda perlu meyakini kebenaran sebagai titik tolak sikap mereka. Gus Dur menekankan pentingnya kepekaan anak muda terhadap realitas di sekitarnya dan kemampuan untuk membedakan antara yang benar yang seharusnya dipertahankan, baik dalam bentuk keyakinan ideologi maupun agama. Kedua, anak muda perlu mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum membuat keputusan. Gus Dur mengajarkan bahwa pertimbangan yang matang terhadap konsekuensi tindakan dan pilihan-pilihan adalah esensial dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Ketiga, kehalusan budi dan rasa menjadi penentu apakah keyakinan yang benar dan pengetahuan yang dimiliki mampu memberikan dampak positif pada kehidupan. Gus Dur menekankan pentingnya memahami bahwa pengetahuan juga bisa menimbulkan risiko. Karena itu, diperlukan kehalusan budi dan rasa dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut.

Read More