Al Qur’an Melarang Orang Beriman Menganggap Rendah Sesama Manusia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemilihan Presiden 2024 tinggal beberapa hari lagi. Para kandidat sudah melewati tahapan debat Capres-Cawapres. Untuk konteks Indonesia, umat muslim sebagai warga mayoritas memiliki andil besar agar pemilu terlaksana dengan damai dan tidak memecah belah bangsa. Sebab itu, sebagai pengingat bagi kita semua, al-Quran telah jauh-jauh hari memerintahkan kepada umat beriman untuk tidak meremehkan, menjelekkan, dan merendahkan sesama. Terlebih bila motif tersebut berasal dari hanya beda pilihan calon presiden saja. Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik699) setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim (Al-?ujur?t [49]:11) Sepenggal ayat di atas telah dijelaskan oleh para mufasir terkemuka. Ibnu Asyur, mufasir kelas dunia asal Tunisia misalnya, menerangkan dalam karya tafsirnya at-Tahrir wa at-Tanwir bahwa ayat tersebut memiliki sababun nuzul atau sebab ayat tersebut diturunkan. Ada beberapa riwayat mengenai penyebab ayat di atas turun, salah satunya adalah riwayat yang menyatakan ayat di atas turun karena ada sebagian istri Nabi yang mengejek Shafiyyah binti Huyay, hanya karena istri Nabi yang satu ini berasal dari keturunan Yahudi. Lalu turunlah ayat di atas untuk menegur ejekan tersebut. Menurut Ibnu Asyur dapat dipahami tatanan kata larangan dalam ayat di atas bermakna sebuah keharaman. Artinya, haram bagi orang-orang beriman merendahkan yang lainnya. (Lihat selengkapnya at-Tahrir wa at-Tanwir Juz 26, hal 246) Di ajang pemilu seperti ini, kemungkinan mencibir antar sesama semakin terbuka. Lebih-lebih dengan bantuan media sosial di zaman sekarang, orang-orang semakin mudah untuk merendahkan orang lain yang berbeda pilihan dengannya.

Read More

Peringatan Harlah ke-101 NU Akan di Gelar Akhir Januari di Yogyakarta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-101 NU pada akhir Januari 2024 di Yogyakarta. Keputusan tersebut berdasarkan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di kantor PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2024) lalu. Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni mengatakan, peringatan Harlah ke-101 NU bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1445 H atau 28 Januari 2024. “Kita akan memperingati harlah ke-101 menurut kalender hijriah atau ke-98 menurut masehi yang kebetulan antara kalender masehi dan hijriahnya itu berdekatan. Tanggal 16 rajab, tanggal lahir NU menurut kalender hijriah itu tanggal 28 Januari, sedangkan peringatan harlah menurut kalender masehi itu kan 31 Januari,” terang Amin Said kepada media. Amin Said menyampaikan, tema Harlah Ke-101 NU adalah Memacu Kinerja, Mengawal Kemenangan Indonesia. “Filosofi tema ini adalah bahwa momentum peringatan harlah ke-101 ini harus dimanfaatkan untuk memacu kinerja jam’iyah (keorganisasian),” tuturnya. Ia menjabarkan, rangkaian kegiatan harlah akan dipusatkan di Yogyakarta, dimulai sejak Senin, 29 Januari 2024 dengan Halaqah Nasional tentang Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama, di Pondok Pesantren Krapyak KH Ali Maksum. Kegiatan selanjutnya adalah Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung di lokasi yang sama pada Selasa, 30 Januari 2024. “Dua kegiatan ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Krapyak. Jadi, Halaqah dan Konbes itu tempat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Krapyak di Yogyakarta,” tambahnya. Amin Said yang juga Ketua Steering Committee Harlah ke-101 NU itu menyampaikan, partisipan dalam Halaqah Nasional dan Konbes NU melibatkan seluruh utusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, baik jajaran syuriyah maupun tanfidziyah, serta dihadiri oleh undangan dari ulama dan tokoh masyarakat dengan total peserta diperkirakan mencapai 500 orang.

Read More

Baznas Gandeng Unusa Kolaborasi Mengadakan Penyediaan Pasokan Air Bersih di Pondok Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk menyediakan pasokan air bersih yang memadai di pondok pesantren (Ponpes). Selain itu juga mengatasi tantangan ketersediaan air bersih di lingkungan pendidikan santri di wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini melibatkan Perhimpunan Pengembangan dan Masyarakat (P3M). Unusa memiliki research center kelas dunia yang fokus untuk menangani masalah kesehatan lingkungan pesantren di Indonesia yaitu, Center for Environmental Health of Pesantren (CEHP). Salah satu produk teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh CEHP Unusa adalah UNU-Water. UNU-Water merupakan sistem filtrasi air yang mudah, murah dan menggunakan bahan dasar yang tersedia di sekitar pesantren. UNU-Water telah teruji mampu menjernihkan berbagai jenis air limbah dan air sungai sehingga layak untuk keperluan higyne sanitasi seperti mandi, mencuci, wudhu serta juga mampu untuk menyediakan air minum bagi pesantren. Sistem ini telah dipasang di beberapa pesantren di Jawa Timur sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2021. CHEP Unusa memiliki komitmen untuk menyediakan air bersih untuk sekitar 16.000 pesantren tradisional di Indonesia. Oleh karena itu, kerjasama dengan beberapa pihak perlu dilakukan sehingga seluruh pesantren tradisional di Indonesia dapat memiliki air bersih yang layak bagi santrinya. Akhir tahun 2023, tepatnya 29 Desember 2023, Unusa diundang ke Baznas dengan inisiasi oleh P3M. Hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua Baznas RI, Prof. KH. Noor Ahmad, Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, Ketua CEHP yang juga ketua LPPM UNUSA Achmad Syafiuddin, Ph.D, Direktur P3M KH Sarmidi Husna beserta tim, dan staff Baznas RI. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Baznas RI akan memanfaatkan UNU-Water untuk dipasang di beberapa pesantren di Jabodetabek. Dalam konteks keberlanjutan program, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, mengungkapkan, kerjasama ini bukan hanya mengenai pemberian bantuan, tetapi juga tentang memberdayakan Ponpes agar dapat mengelola sumber daya air bersih secara mandiri. Ini sejalan dengan visi Unusa sebagai agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam rangka memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai program kolaboratif ini, Ketua CEHP yang juga Ketua LPPM UNUSA, Achmad Syafiuddin, Ph.D, mengungkapkan pentingnya pendekatan holistik yang diusung dalam proyek ini. Beliau menekankan bahwa upaya penyediaan air bersih tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan edukasi dan pelatihan untuk memberdayakan masyarakat pesantren. Dalam konteks manajemen air, Syafiuddin menjelaskan bahwa CEHP Unusa akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat pesantren. Hal ini mencakup aspek-aspek seperti pemeliharaan sumber air, pengelolaan limbah, dan pentingnya menjaga kebersihan air yang disediakan.

Read More

Konser Amal Opick Berhasil Mengumpulkan Total Donasi Sebesar Rp808 juta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penyanyi religi Aunur Rofiq Lil Firdaus, lebih dikenal dengan Opick, sukses menggelar konser amal bertajuk “Munajat Cinta” di dua kota, Hamamatsu dan Tokyo di Jepang, pada 6-7 Januari 2024 lalu. Konser “Munajat Cinta” menjadi kali pertama pelantun “Tombo Ati” dan pencipta lagu “Dealova” itu di Negeri Sakura. Dalam konser amal tersebut berhasil mengumpulkan total donasi sebesar Rp808 juta yang akan disalurkan ke Pesantren Tahfidzul Qur’an Marhamah di Bangka, Provinsi Bangka Belitung. “Yang terpenting hari ini kita bergembira, ada shalawat, saling menasihati, saling berbagi, menginspirasi. Alhamdulillah, semoga semua bahagia dan senang,” ungkap Opick, dikutip Rabu (10/1/2024). Opick berharap konser amal tersebut selain sebagai ajang silaturahmi juga menjadi tempat bermuhasabah bagi setiap penonton yang hadir. “Pertama jadi ruang silaturahmi, itu kan pahalanya besar. Harapannya, kita semua bisa saling memperbaiki diri untuk jadi cermin kita hari ini… orang yang (ada) di depanmu adalah cerminanmu. Jadi introspeksi, muhasabah dan menghitung diri sendiri, memperbaiki diri,” terangnya. Selama konser, Opick membawakan beberapa lagu andalannya seperti “Ya Maulana”, “Rapuh”, “Bila Waktu Tlah Berakhir” dan “Alhamdulillah”. Selain menyanyikan lagu-lagu religi, “Munajat Cinta” juga diisi dengan dakwah, shalawat dan doa untuk Palestina, juga pesan-pesan bagi para WNI, terutama minoritas Muslim di Jepang. “Sederhana saja bila kamu menemukan Allah, kamu akan memenangkan Allah dalam pertempuran hari-harimu. Menangkan Allah dalam suka dukamu, dalam sepi dan bisingmu, temukan Allah, maka kau akan menemukan segalanya. Kalau kau kehilangan Allah, maka kau kehilangan segalanya meskipun kamu dalam tanda kutip sukses. Tanpa Allah, kau sia-sia,” katanya.

Read More

Santri Memiliki Peranan Sangat Penting Untuk Bangun Pendidikan Berkualitas di Tanah Air

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua sebelum banyak bermunculan sekokah Islam lain nya di Tanah Air. Pesantren telah menjalankan peran penting dalam membangun pendidikan berkualitas melalui peran aktif santri. Santri, sebagai tulang punggung pesantren, memiliki peran yang signifikan dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan tradisi pesantren. Anisaul Koiriyah, salah satu santri berbakat dari pondok pesantren Khozinatul Ulum Pusat Blora berbagi pengalamannya tentang pentingnya pendidikan pesantren dan peran aktif santri dalam membangun pendidikan berkualitas. “Pendidikan Pesantren merupakan sistem pendidikan yang menjadi slah satu alternatif saat ini, perpaduan dua hal sekaligus, yaitu pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan umum sekaligus. Pendidikan karakter yang menurut saya kerap kali tidak bisa di temukan atau didapat di sekolah umum,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (8/1/2024). Pesantren juga menjadi tempat bagi para santri untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Anisa menambahkan di dalam pesantren santri tidak hanya diajarkan nilai-nilai agama dalam menghadapi masalah-masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Di pesantren tidak semata-mata hanya diajarkan ilmu umum, tapi juga memberikan peluang kepada santri untuk membentuk keterampilan santri melalui kegiatan-kegiatan yang sekiranya dapat menarik minat bakat dari para santri seperti pelatihan kewirausahaan, kegiatan daurah bahasa arab dan inggris, jurnalistik, public speaking melalui kegiatan khitobah. Peran santri dalam menjaga dan memperkuat tradisi pesantren juga sangat penting. sebagai seorang santri sangatlah memiliki tanggung jawab yg besar dlam mencerdaskan kehidupan bangsa apalagi dalam mengembangkan sistem pendidikan yg berkualitas di Indonesia(atau lingkungan sekitar).

Read More

Kolaborasi BMH-PT Visi Inklusi dan Yayasan Raudhatul Makfifin Hadirkan Mesin Produksi Alquran Braille

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kebahagiaan menjadi milik tiga pihak dalam sesi serah terima mesin produksi Alquran Braille dari BMH kepada Yayasan Raudhatul Makfufin yang juga didukung oleh PT Visi Inklusi di Kampung Buaran, Tangerang Selatan, Banten. Ketua Yayasan Raudhatul Makfufin, Ade Ismail mengaku bersyukur dengan bantuan mesin produksi Alquran Braille itu. “Atas nama keluarga besar yayasan, kami sampaikan terimakasih kepada BMH dan PT Visi Inklusi yang telah memberikan bantuan mesin produksi ini kepada yayasan kami,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Ahad (7/1/2024) Laznas BMH sendiri menggandeng Yayasan Raudhatul Makfufin karena kiprah panjang dalam hal ini, sejak 1983. “Laznas BMH yakin yayasan ini mampu menguatkan amanah umat terhadap epngadaan mesin produksi ini. Terlebih yayasan ini telah konsisten dalam produksi Alquran Braile sekian lama,” terang Dirut Laznas BMH, Supendi.

Read More

Alumni UNM Berikan Inovasi Baru Pemberdayaan UMKM Lewat Aplikasi Menara Masjid

Jakarta — 1miliarsantti.net : Karya alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali membuat inovasi penting dengan merilis fitur terbaru pada Aplikasi Menara Masjid. Fitur ini khusus dikembangkan untuk mendukung program Baznas Microfinance Masjid (BMM), sebuah inisiatif pemberdayaan modal bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan skema pinjaman tanpa bunga (Qardhul Hasan). Peluncuran BMM telah diresmikan oleh Wakil Presiden RI Maruf Amin dan saat ini telah berhasil diterapkan di beberapa masjid di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari upaya Bank Zakat Mikro yang digulirkan oleh BAZNAS, bertujuan untuk mendayagunakan dana zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya dalam bentuk pembiayaan permodalan dan pengembangan usaha. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad mengatakan, BMM menjalankan prinsip al-Qardh, di mana pembiayaan tidak menarik keuntungan dalam bentuk bagi hasil, margin, atau istilah lain sejenis. Hal ini memberi keberlanjutan dan keamanan bagi para penerima manfaat untuk menjalankan usaha mereka dengan tenang. “Para penerima manfaat dapat dengan tenang menjalankan usahanya,” terang Noor Achmad, dalam keterangan tertulis yang diterima 1miliarsantri.net, Sabtu (6/1/2024). Aplikasi Menara Masjid ini kata Noor Achmad, telah menjadi andalan Baznas sebagai aplikasi nasional, kini telah diperbarui dengan fitur Microfinance Masjid untuk mendukung implementasi BMM. Sementara itu, alumni Universitas Nusa Mandiri (UNM), Muhammad Romadona selaku Founder Menara Masjid mengatakan dengan menggunakan aplikasi Menara Masjid dan fitur Microfinance Masjid, diharapkan memudahkan monitoring pelaporan dan pengelolaan program Microfinance di masjid.

Read More

Dua Mahasiswa UINSA Raih Penghargaan Deans List dari Buffalo State University Amerika

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dua mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) tercatat sebagai peserta MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) 2023 dan kembali meraih penghargaan Dean’s List. Mereka adalah Jennie Nabilah dan Dewinta Zahwa Nabila. Mereka berdua meraih penghargaan Dean’s List hasil kuliah satu semester di Buffalo State University, Amerika. MOSMA adalah program beasiswa yang diadakan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Kementerian Keuangan. Program ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk mengikuti kuliah selama satu semester di luar negeri. Dean’s List adalah penghargaan yang diberikan oleh Dekan Fakultas di Buffalo State University kepada mahasiswa berdasarkan kualitas kinerja akademik mereka. Untuk bisa mendapat penghargaan ini, mahasiswa harus memperoleh nilai rata-rata semester 3,5 atau lebih. Mereka juga harus menyelesaikan studi minimal 12 SKS. ”Saya sangat bersyukur bisa lolos MOSMA dan mendapat negara tujuan Amerika. Sehingga saya bisa mempelajari matematika dengan tools baru di sana, terlebih saya adalah satu-satunya mahasiswa yang mempelajari matematika di Buffalo State,” terang Jennie Nabilah melalui pesan singkatnya, Kamis (4/1/2024). Jennie Nabilah adalah mahasiswa semester 5 program studi Pendidikan Matematika di UINSA. Dia mengaku sangat antusias mempelajari matematika di Amerika. Menurutnya, belajar di kelas Applied Statistics dan Mathematical Biology, memberikan kesan bahwa matematika sebetulnya dekat dengan kehidupan manusia. Matematika juga relevan dengan kehidupan, tidak hanya pada periode ini, tapi juga bisa memperhitungkan hal-hal ilmiah di periode mendatang. ”Saya sangat menyukai mata kuliah Mathematical Biology. Saat itu saya menggunakan software bercampur sedikit coding untuk membuat pemodelan matematika tentang populasi makhluk hidup dari manusia hingga penyebaran virus seperti covid-19. Saya kagum! Ternyata matematika bisa seberkembang ini,” tutur Jennie.

Read More

Masjid Al Akbar Surabaya Memiliki Galeri Sarung yang Bisa Dijadikan Tempat Nyangkruk

Surabaya — 1miliarsantri.net : Jika anda berkunjung ke Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), kini masjid tersebut memiliki “Galeri Sarung” yang merupakan kolaborasi antara BUMM (Badan Usaha Milik Masjid/MAS) dengan official store Behaestex untuk menempatkan galeri di area Masjid Al-Akbar Surabaya atau di samping Menara 99m. “Selain memperluas jaringan retail untuk produk Sarung BHS dan Sarung Atlas, kami mendirikan galeri itu untuk memudahkan masyarakat Surabaya dan sekitarnya, untuk mencari produk Sarung BHS dan Sarung Atlas,” terang Manager Marketing PT Behaestex, Nur Yahya, Ahad (31/12/2023). Selain itu, pihaknya mendirikan Galeri Sarung di Masjid Al-Akbar Surabaya karena MAS merupakan salah satu masjid terbesar di Jawa Timur yang banyak dikunjungi jamaah dari berbagai daerah, bahkan pengunjung dari luar negeri. “Produk yang tersedia di Galeri Sarung terdiri dari brand Sarung BHS dan Sarung Atlas dari berbagai kelas produk sarung tenun, seperti BHS Cosmo, BHS Infinity, BHS Excellent, BHS Royal, BHS Signature, dan BHS Masterpiece,” ungkapnya. Selain sarung, BHS juga menjual produk baju muslim, songkok, baju jacquard batik, serta merchandie Sarung BHS, sedangkan produk Sarung Atlas juga menjual berbagai motif sarung tenun, baju muslim, songkok, dan sarung junior.

Read More

P3M dan DJP Resmikan Tax Center Pesantren Untuk Memperkuat Literasi Pajak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Musyawarah (P3M) bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Timur meresmikan Tax Center Pesantren untuk memperkuat literasi pajak di lingkungan pesantren. Peresmian dilakukan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Kepala Kanwil DJP Jakarta Timur Muhammad Ismiransyah; Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti; serta Direktur P3M KH Sarmidi Husna di Kantor P3M, Jalan Cililitan Kecil III, Jakarta Timur, pada Kamis (28/12/2023) lalu. Direktur P3M KH Sarmidi Husna menjelaskan, Program Tax Center Pesantren ini bermula dari persoalan pajak yang dihadapi beberapa pesantren yang mulai memiliki usaha. “Banyak pesantren yang memiliki usaha, dan jika usahanya menghasilkan lebih dari 500 juta rupiah, akan kena pajak PPN dan PPH. Masalah timbul ketika usaha itu berada di atas tanah pesantren yang belum wakaf,” terang Kiai Sarmidi kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (30/22/2023). Menanggapi persoalan tersebut, P3M bersama Kanwil DJP Jakarta Timur berupaya menjembatani solusi agar pesantren mendapatkan literasi pajak dengan baik. “Ini akan menjadi pusat konsultasi pajak untuk membina pesantren terkait perpajakan,” jelasnya. Dengan adanya Tax Center Pesantren, Kiai Sarmidi mengatakan bahwa pihaknya juga siap untuk melakukan sosialisasi ke pesantren-pesantren untuk memberikan literasi dan pemahaman perpajakan. “Kami siap keliling pesantren bangaimana santri itu yang nanti calon wajib pajak bisa kita sadarkan dari awal, millennial, sini pemahaman mengenai pajak baik untuk dirinya sendiri, maupun ketika berorganisasi paham dengan pajak,” ucapnya. Kepala Kanwil DJP Jakarta Timur Muhammad Ismiransyah mengatakan bahwa pendirian tax center di lingkungan pesantren merupakan hal baru.

Read More