Survey Menunjukkan 50 Persen Gen-Z Aktif Boikot Produk Pro Israel

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebuah studi baru-baru ini di Turki mengungkap bahwa Generasi Z atau Gen Z paling tinggi berpartisipasi dalam memboikot merek-merek yang mendukung Israel. Persentasenya adalah sebanyak 50 persen. Studi komprehensif itu dilakukan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Istanbul, Departemen Pemasaran yang dipimpin oleh Pofesor Süphan Nasir dan asisten peneliti Merve Kır. Menurut laporan tersebut, dari 1.384 tanggapan valid dari total 1.545 peserta, 50 persen Generasi Z secara aktif atau sebagian memboikot merek yang ditargetkan. “Sementara Generasi Y menunjukkan tingkat partisipasi sebesar 40 persen. Sebaliknya, partisipasi Generasi X dan Baby Boomers hanya berkisar 20 persen,” ungka Nasir seperti dikutip dari Daily Sabah, Kamis (25/1/2024). (Iin)

Read More

LaNyalla : Mubaligh Wajib Sampaikan ke Umat, Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memaparkan peran penting Mubaligh terhadap umat. Mubaligh merupakan orang yang menyampaikan ajaran Islam, baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karenanya, Mubaligh menjadi ujung tombak bagi umat dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Termasuk, pesan-pesan keagamaan terkait bagaimana kita sebagai umat Islam ikut andil membangun bangsa dan negara. Sebab, kata LaNyalla, mencintai Tanah Air juga merupakan bagian dari iman. LaNyalla mengutip Kiai Baha’udin Nursalim atau akrab dipanggil Gus Baha yang mengatakan bahwa terdapat Hadist Nabi yang menyatakan bahwa memikirkan kemaslahatan umat, bangsa dan negara, itu nilainya setara dengan ibadah selama 60 tahun. “Oleh karenanya, saya sampaikan terima kasih kepada Ikatan Mubaligh Indonesia (IMI) Kota Surabaya yang masih memikirkan tentang penguatan sistem bernegara Indonesia, khususnya sebagaimana dirumuskan para pendiri bangsa kita,” ungkap LaNyalla kepada 1miliarsantri.net, Selasa (23/1/2024). Menurut LaNyalla, peran yang diambil oleh para Mubaligh dalam membangun bangsa dan negara dari perspektif teologis merupakan hal yang lumrah. Sebab, Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk menjaga bumi dari kerusakan. Sebab pada hakikatnya, Senator asal Jawa Timur itu menyebut kita tidak punya hak memiliki bumi ini. “Maka, kita wajib menjaga dari kerusakan dan tindakan yang melampaui batas. Oleh karena itu, membahas dan membicarakan tentang sistem bernegara atau aturan main dalam menjalankan negara menjadi sangat penting,” tutur LaNyalla. Berbicara aturan main, LaNyalla menyebut tentu saja kita akan membahas konstitusi atau Undang-Undang Dasar yang merupakan payung hukum tertinggi di semua negara, termasuk Indonesia. Hal ini menurutnya merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk menjaga bumi dari kerusakan. “Karena sejatinya, nilai-nilai spiritualisme tidak boleh dikalahkan oleh nilai-nilai materialisme,” tegas LaNyalla. Pada kesempatan itu, LaNyalla menegaskan bahwa ia tak memiliki agenda politik untuk terlibat dalam pemenangan salah satu calon presiden dalam kontestasi Pemilu Langsung yang tengah berjalan. Satu-satunya agenda yang diusung LaNyalla adalah mengalahkan mazhab individualisme, pragmatisme dan materialisme yang telah menyusup ke dalam sistem bernegara di Indonesia, sejak Undang-Undang Dasar 1945 diubah atau diamandemen pada tahun 1999 hingga 2002 yang lalu.Ini penting untuk didengarkan dan dipahami,” kata LaNyalla menjabarkan. LaNyalla melanjutkan, sebagai sebuah bangsa, Indonesia telah memiliki sistem bernegara tersendiri. Sistem yang paling sesuai dengan watak asli bangsa Indonesia yang super majemuk. “Sistem yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Sistem tersebut bukanlah nilai-nilai barat yang liberal dan individualistik serta kapitalistik. Tetapi sayangnya, sistem itu kita buang dan kita ganti pada saat Reformasi, hanya karena penyimpangan yang dilakukan Orde Baru,” papar LaNyalla.

Read More

Sertifikat Halal Diterbitkan BPJPH Untuk 252.490 Pelaku Usaha Jatim

Surabaya — 1miliarsantri.net : Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per 3 Januari 2024 telah menerbitkan 252.490 sertifikat halal untuk pelaku usaha di Jawa Timur (Jatim). Sekitar 98,52 persen di antaranya Industri Kecil dan Menengah (IKM). Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, sertifikasi ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk masuk ke dalam industri halal. Mengingat potensi pasar halal global terus tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan produk halal di sektor makanan, fesyen, farmasi, kosmetik, pariwisata, media, rekreasi, serta keuangan syariah. Khofifah juga terus mendorong percepatan pelaksanaan sertifikasi halal. Baik oleh BPJPH maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta lembaga lainnya. “Jika proses sertifikasi halal dioptimalkan, maka produk-produk halal dari Jatim akan bisa memberikan support lebih signifikan bagi pemenuhan kebutuhan unggas tidak hanya pada saat musim haji tapi juga Umrah saat Ramadan,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Selasa (23/1/2024). Sertifikasi halal adalah salah satu upaya untuk membawa Jatim menjadi pusat industri halal di Indonesia. Ia bahkan optimistis Jatim akan menjadi pusat Halal Value Chain (HVC) pada masa mendatang. “Kami berupaya mendorong pembentukan pusat-pusat halal (Halal Center) yang berfungsi sebagai lembaga pendampingan halal bagi industri. Khususnya IKM dan lembaga yang menghasilkan rekomendasi teknologi dalam pengembangan industri halal,” imbuhnya.

Read More

Bupati Sambas Harapkan Pembangunan Masjid Harus Sejalan dengan Pembangunan Keumatan

Sambas — 1miliarsantri.net : Bupati Sambas, Kalimantan Barat Satono menjelaskan bahwa dengan terus hadir dan berdirinya masjid di sejumlah daerah juga harus sejalan dengan pembangunan keumatan. “Harapan saya masjid yang dibangun bukan untuk bermegahan. Tapi yang terpenting masjid yang dibangun nanti bisa betul-betul bermanfaat bagi pembangunan umat dan peningkatan SDM, ” ujarnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/1/2024). Ia juga mengajak kepada seluruh warga untuk dapat memakmurkan masjid baik itu shalat maupun kegiatan keagamaan yang lain sehingga ke depan akan melahirkan generasi yang alim, berakhlak karimah, taat serta berbakti kepada orang tua bangsa dan negara. “Pesan saya kepada seluruh masyarakat untuk dapat memakmurkan masjid bukan hanya dengan shalat tapi dengan kegiatan lain seperti Taman Pendidikan Alquran (TPQ). saya yakin dengan mengajarkan ilmu agama kepada usia dini Insyaallah akan lahir generasi yang alim, berakhlak karimah , yang taat serta berbakti kepada orang tua, bangsa dan negara,” imbuhnya. Sebelumnya Bupati Sambas Satono meletakkan batu pertama Pembangunan Masjid Jami’ Baiturrahman di Desa Pancur, Kecamatan Tangaran.

Read More

Kemenag Ajak Baznas Turut Serta Menangani Kerusakan Lingkungan

Bandung — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) mengajak Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk turut serta dalam menangani kerusakan lingkungan. Salah satunya dengan melakukan pengelolaan zakat dan wakaf untuk mendukung peninkatan kualitas lingkungan. Ajakan ini disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur pada Rapat Koordinasi Lembaga Amil Zakat Rumah Zakat, di Bandung, Jawa Barat. “Krisis lingkungan cepat atau lambat akan memengaruhi manusia. Ini yang harus dipetakan. Kontribusi kita ada di mana? Menurut saya, isu humanitarian ada kaitannya dengan lingkungan,” terang Waryono kepada 1miliarsantri.net, Sabty (20/1/2024). Rapat Koordinasi LAZ Rumah Zakat ini turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS Mokhamad Mahdum, Ketua Umum Dewan Pengurus Humanitarian Forum Indonesia M. Ali Yusuf, Ketua Umum Forum Zakat Bambang Suherman, dan Chief Excecutive Officer Rumah Zakat, Ivan Nugraha. Waryono menjelaskan, pentingnya isu lingkungan bisa menjadi dasar dalam pengelolaan zakat dan wakaf karena memiliki dampak besar dalam keberlangsungan hidup manusia. Ia mencontohkan bagaimana petani tidak nyaman bertani karena faktor kekeringan air, di satu sisi ia mengisahkan warga yang terdampak banjir bandang akibat penebangan hutan. “Pengelolaan zakat dan wakaf juga perlu memiliki program berdampak baik terhadap lingkungan,” sambungnya.

Read More

PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1445 Hijriah jatuh Pada Senin 11 Maret 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal 1 Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi jatuh pada Senin, 11 Maret 2024. Keputusan tersebut berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. “Di wilayah Indonesia tanggal 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Senin Pahing, 11 Maret 2024 M,” demikian bunyi surat Majelis Tarhih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang diterima di Jakarta, Jumat (19/1/2024) Surat ketetapan tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas dan Atang Solihin. Berdasarkan surat itu, PP Muhammadiyah memandang pada hari Ahad, 29 Syakban 1445 H, bertepatan dengan 10 Maret 2024, ijtimak menjelang Ramadhan 1445 H terjadi pada pukul 16:07:42 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta (¢ = -07° 48′ LS dan l= 110° 21′ BT ) = +00° 56′ 28” (hilal sudah wujud). Pada saat matahari terbenam, ahad, 10 Maret 2024, di wilayah Indonesia bulan berada di atas ufuk (hilal sudah wujud) kecuali di wilayah Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Majelis Tarjin dan Tajdid PP Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal 1445 H dan 1 Zulhijah 1445 H.

Read More

Harlah Muslimat NU Dihadiri 150 Ribu Jamaah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bakal mengadakan peringatan hari lahir (harlah) ke-78 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (20/1/2024). Kegiatan yang berisi doa bersama ini rencananya akan dimulai pukul 00.00 dan dihadiri oleh 150 ribu Muslimat NU dari dalam dan luar negeri serta warga NU, ANSOR, Fatayat NU, PERGUNU, dan elemen Banom, lajnah dan lembaga NU lainnya. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak para kader Muslimat NU di seluruh daerah untuk sama-sama menyukseskan agenda tersebut. “Ini agenda kita bersama. Mari, kita bersama sama menyukseskan dengan hadir dan kita niatkan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa dan negara yang kita cintai ini,” terang Khofifah kepada 1miliarsantri.net, Kamis (18/1/2024). Khofifah mengungkapkan, 150 ribu warga dengan 2995 armada bus itu hanya anggota Muslimat NU, belum jajaran NU dan Banom lainnya yang hadir dari berbagai provinsi di Indonesia. Sebanyak 34 Pengurus Wilayah (PW) dan 534 Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU siap menghijaukan Stadion GBK. Selain itu, perhelatan ini juga akan dihadiri PCI Muslimat NU yang mengkonfirmasi hadir dari 11 negara, antara lain, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, Jerman, Inggris, Jepang, dan wilayah lainnya. Dengan total ratusan ribu jamaah tersebut, acara ini diharapkan menjadi momentum besar yang melibatkan seluruh jajaran Muslimat NU serta elemen NU dan Banom, lembaga dan perangkat lainnya. “150 ribu itu dari jamaah Muslimat NU saja yang berasal dari seluruh Indonesia ditambah dari Muslimat NU Cabang Istimewa di luar negeri seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan, Tiongkok, Jerman, Saudi Arabia, Mesir, Inggris,” papar dia. Harlah ke-78 Muslimat NU ini mengangkat tema “Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Menguatkan Ketahanan Nasional”.

Read More

Baznas Lombok Timur Salurkan Infaq Kemanusiaan Palestina Sebesar Rp 1.026 Miliar

Mataram — 1miliarsantri.net : Pemerintah dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Timur menyalurkan infaq kemanusiaan Palestina sebesar Rp1,026 miliar pada BAZNAS RI di Jakarta, Senin (15/1/2024). Ketua BAZNAS RI KH Noor Achmad mengapresiasi pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Lombok Timur akan komitmennya mendukung masyarakat Palestina. “Kami ucapkan terima kasih, kami akan menyampaikan komitmen dari masyarakat Kabupaten Lombok dan menyalurkan bantuan sebesar Rp1 miliar ini bagi masyarakat Palestina,” ujar Kiai Noor secara daring. Dalam waktu dekat, kata Kiai Noor, tim BAZNAS akan kembali ke Mesir untuk melanjutkan penyaluran bantuan yang bekerja sama dengan lembaga filantropi Mesir yaitu Mishr Al-Kheir, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat, Egyptian Red Crescent Society (ERCS). BAZNAS juga akan bekerja sama dengan Hayatun Karimah, lembaga kemanusiaan yang diinisiasi oleh Presiden Mesir, untuk penyaluran bantuan. “Dengan kerja sama ini, penyaluran bantuan kita kepada saudara-saudara kita di Palestina akan lebih mudah. Karena sekarang ini satu-satunya pintu yang dibuka hanya melalui Pintu Rafah, Mesir. Hingga saat ini alhamdulillah bantuan masyarakat Indonesia untuk Palestina masih mengalir,” jelasnya. Menurut Kiai Noor, BAZNAS berkomitmen akan menyalurkan bantuan untuk Palestina dalam tiga tahap yakni pada tahap tanggap darurat, pemulihan, dan rekonstruksi.

Read More

Pertama Kali Wali Kota Laurel Amerika Dijabat Seorang Wanita Muslimah

New Jersey — 1miliarsantri.net : Politikus muslimah kembali mencatat prestasi di kancah politik Amerika Serikat. Fauzia Janjua, seorang muslimah keturunan Pakistan-Amerika mengukir sejarah dengan menjabat sebagai wali kota Mount Laurel di New Jersey, AS. Upacara pengambilan sumpah nya di Aula Kotapraja pada pekan lalu. Anggota majelis Carol Murphy, perwakilan negara bagian New Jersey, memberikan sumpah jabatan kepada Janjua. “Saya merasa terhormat menjadi wali kota wanita Pakistan dan Muslim pertama dalam sejarah Mount Laurel. Ini adalah kebanggaan bagi saya dan seluruh komunitas Pakistan,” ucap Fauzia Janjua, Senin (15/1/2024). Fauzia Janjua merupakan keturunan Pakistan yang lahir di AS setelah migrasi ayahnya pada tahun 1970-an. Dalam pidato pelantikan, Fauzia menyatakan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat. Dia menyebut komitmen tersebut menyulut gairah dalam hidupnya. “Komitmen saya terhadap pelayanan masyarakat telah menjadi gairah seumur hidup, berfokus pada pengajaran tahanan dan anak-anak yang kurang mampu,” ungkapnya.

Read More

Kisah Ummi Salamah Sukses Jualan Jamu Akar Jawi hingga Merambah ke Mancanegara

Semarang — 1miliarsantri.net : Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam memajukan UMKM terbukti melahirkan pengusaha sukses. Salah satunya Ummi Salamah, produsen jamu Akar Jawi. Dia mendapat pembinaan dan pendampingan Rumah BUMN (RB) yang dikelola PT Semen Gresik sebagai anak usaha SIG di Rembang, Jawa Tengah. Ummi Salamah, warga Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, merintis usaha Akar Jawi pada 2011 dengan membuat masker wajah untuk mengatasi jerawat pada mukanya. Berbekal ilmu dan pengalaman meracik bahan alami saat masih kuliah Jurusan Farmasi Jamu di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta, Ummi Salamah mencoba meracik masker untuk perawatan wajahnya. “Pertama-tama saya buat untuk keperluan sendiri. Tapi ternyata teman dan tetangga banyak yang minat. Dari situ saya mulai buat lebih banyak untuk dijual. Bahkan sampai masuk supermarket di Yogyakarta. Pada 2013 karena terkendala izin, masker wajah produksi kami tidak boleh dipasarkan di toko besar. Akhirnya, saya berinovasi membuat minuman berbahan rempah tradisional dengan modal Rp200 ribu saat itu,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Ahad (14/1/2024). Ummi Salamah mengungkapkan, resep minuman rempah diperoleh dari ibu mertua yang berprofesi sebagai penjual jamu, kemudian disesuaikan dengan selera “lidah” masyarakat Rembang. Pada awalnya, Ummi Salamah menjalankan usaha Akar Jawi untuk mengisi waktu luang. Sampai pada 2020, dia mendapat informasi tentang RB Rembang dan memutuskan untuk bergabung. “Awalnya saya titip produk untuk dijual di RB Rembang, syukurlah hasil penjualannya memuaskan. Saya juga dapat pendampingan pemasaran, pembukuan, membuat database pelanggan, sampai diajak ke pameran-pameran yang menambah pengalaman dan membuat produk saya dikenal luas. Bahkan produk minuman rempah Akar Jawi yang diikutsertakan dalam pameran Tong Tong Fair di Belanda pada 2022 lalu habis terjual,” tambahnya. Keseriusan dalam mengembangkan usaha membuahkan hasil. Saat ini, Akar Jawi telah jauh berkembang. Dibantu oleh 3 karyawan dalam proses produksi dan pemasaran di rumah produksi “Omah Jamu Iqtaja”, Akar Jawi telah memproduksi beragam varian minuman rempah, meliputi kunyit asem, jahe merah, kunyit, kunyit putih, temu lawak, jahe sereh, dan wejeh (jamu pelancar ASI).

Read More