PC ISNU Kota Malang Bantu Tangani Problem Masyarakat

Malang — 1miliarsantri.net : Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) berkomitmen untuk bersama-sama memajukan Kota Malang dan turut menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat. Sebagai bentuk dari komitmen tersebut ISNU meluncurkan platform ISNU-Star. Peluncuran ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan pengurus baru ISNU tahun khidmat 2024 – 2028 yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Kependidikan, Universitas Negeri Malang beberapa waktu lalu. Pelantikan dilakukan Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D. ISNU-Star menghubungan pakar NU dari berbagai keilmuan untuk berkolaborasi, memberikan solusi bagi permasalahan umat Islam di Indonesia. Di dalam platform tersebut akan ditemukan direktori profil pakar-pakar ISNU Kota Malang lengkap dengan kontribusi mereka dalam keilmuan maupun kemasyarakatan. Selain itu, platform ini juga menyediakan ruang berdiskusi antar pakar, termasuk ruang diseminasi pemikiran dan pengetahuan. “ISNU ingin berontribusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Masyarakat. Ada judi online, ketimpangan ekonomi, kenakalan remaja, dan banyak masalah-masalah lagi yang ada di Masyarakat,” ujar Ketua baru ISNU Kota Malang, Dr. Alfin Mustikawan. Sebagai badan otonom yang menaungi cendikiawan NU, ISNU memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Terlebih jika mengingat NU merupakan organisasi massa terbesar di Indonesia. Alfin berharap ISNU Star membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada melalui penyediaan pakar dan penelitian yang relevan. ISNU star merupakan salah satu program unggulan dibawah kepemimpinan Alfin. Dengan slogan “ISNU digdaya, berkhidmah untuk umat” dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut percaya bahwa keberadaan ISNU akan berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan Kota Malang dan juga Indonesia.

Read More

Itjen Kemenag Evaluasi Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kota Metropolis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Inspektorat Jenderal Kementerian Agama terus mendorong agar layanan Pendidikan Keagamaan Non Formal (PKNF), semacam Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) menjadi tempat Pendidikan Keagamaan terbaik untuk mendidik karakter dan kapasitas keagamaan generasi bangsa. Hal tersebut disampaikan Inspektur Wilayah II, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori, saat mengunjungi para auditor dalam rangka tugas Evaluasi Pendidikan Keagamaan Non Formal (PKNF) di Kankemenag Jakarta Timur, pada Rabu (4/9/2024)). “Tantangan MDT di kota Metropolis seperti Jakarta, sangat kompleks dari mulai animo santri belajar di madrasah, penguatan kelembagaan, pemenuhan sarana prasarana, kualitas pendidik dan tenaga kependidkkan, kurikukum dan pembelajaran hingga pendanaan,” terang Ruchman. Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) berharap agar Tim Evaluasi PKNF mampu melihat penyelenggaraan MDT secara komprehenshif, agar masyarakat terpenuhi akses dan mutu pendidikan non formal ini. Ruchman tidak lupa memberi apresiasi kepada jajaran Kemenag Jaktim, di tengah anggaran MDT yang sangat terbatas, tetap semangat berkontribusi mengembangan MDT agar tetap eksis dan menjadi pendidikan alternatif bagi anak-anak usia pendidikan dasar dan menengah. Tim Evaluasi PKNF yang turun ke Kankemenag Kota Jakarta Timur bertugas mulai tanggal 25 Agustus s.d 4 September 2024 dengan Pengendali Teknis (Dalnis) Akhmad Hariyanto, Ketua Tim: Betty Setyawati, Anggota Diah Ayu Perwitasari dan Rodhiatus Sholihah. Tim diterima Kepala Kankemenag Kota Jaktim Zulkarnain, Kasi Pdpontren Sapto Udiono dan sejumlah JFU dan JFT pada Seksi Pdpontren.Tim akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah MDT, yaitu Addiniyah Duren Sawit, MDT Jauharul Wathan Jatinegara, MDT Baitul Hadi Pulogadung, dan MDT Nahdlatul Wathan Cakung Jakarta Timur.

Read More

Kesetaraan Ibadah Wanita Terlihat Saat Berhaji

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kesetaraan sebagai nilai yang diarusutamakan oleh manusia modern dan agenda emansipasi tampak jelas dalam praktik ibadah haji. Jamaah haji laki-laki dan perempuan memiliki kewajiban yang sama, yakni melaksanakan wukuf di Arafah dan Muzdalifah, mabit dan lempar jumrah di Mina, thawaf, sa’i, dan tahallul. Selain itu, menarik untuk menilik kesetaraan pada aspek-aspek lain yang ada dalam lingkup haji. Nuansa Setara Pada saat haji tahun ini 2024, banyak dilihat dan dierasakan secara langsung nuansa kesetaraan antara laki-laki dan perempuan yang begitu kuat dan nyata di setiap aspeknya. Pertama, dalam kepanitiaan haji, hampir di setiap bidang atau tusi terdapat petugas laki-laki dan perempuan. Di tusi lansia, misalkan, bukan hanya petugas laki-laki an, akan tetapi juga petugas perempuan menggendong atau mengangkat lansia yang tak sanggup berjalan dan tak ditemukan alat dorong. Hanya saja bedanya, petugas perempuan hanya menggendong lansia perempuan alias nenek-nenek dan tidak menggendong lanisa laki-laki alias kakek-kakek. Sedangkan petugas laki-laki menggendong lansia laki-laki dan lansia perempuan. Tim Sektor 2 Madinah, Amin Hidayatullah dan Idham Khalid, menggendong lansia nenek-nenek dan lansia kakek-kakek. Bahkan yang digendeong Amin Hidayat tanpa pandang bulu, ada yang bertubuh kurus dan kecil dan ada yang bertubuh besar dan tinggi. Semua diangkut tanpa merasa berat. Amin Hidayat merasa takjub sendiri, kok bisa menggendong lansia yang gede dan tinggi di Madinah. Padahal waktu di tanah air menggendong istri sendiri saja tidak kuat atau sempoyongan. Mungkin ini fadhilah (keutamaan) dari Allah dan syafaat Rasulullah. Di bagian transportasi pun ada petugas laki-laki dan perempuan. Para petugas perempuan dan laki-laki mengatur lalu lintas dan menertibkan jamaah haji yang mau masuk ke bus-bus yang terparkir di terminal bus shalawat di samping Masjidil Haram Mekah. Tukang parkir dan kerja-kerja pengaturan lalu lintas bus-bus di terminal yang biasanya identik sebagai pekerjaan laki-laki, tak berlaku bagi petugas haji. Sedangkan bidang-bidang yang lain, seperti bagian konsumsi, pembimbing ibadah, akomodasi, linjam (perlindungan jamaah) dari kalangan militer dan kepolisian, tim kesehatan dari para dokter, seksi khusus Masjid Nabawi, dan lainnya sudah tentu terdapat petugas laki-laki dan perempuan, lantaran termasuk kerja-kerja yang sudah biasa dikerjakan oleh laki-laki maupun perempuan Kedua, dari Arab Saudi sendiri, jika dibandingkan ketika haji pada 2003 dan tahun ini 2024, telah terjadi transformasi yang cukup signifikan terkait kesetaraan laki-laki dan perempuan. Saat ini, 2024, keamanan Arab Saudi terdapat laki-laki dan perempuan, pelayan toko-toko baik toko sajadah dan prafum maupun stand-stand kartu dan pulsa handpond. Beberapa kali terlihat perempuan mengendarai mobil melintas di depan Masjid Nabawi. Perubahan ini tak bisa lepas dari pengaruh kebijakan yang diterapkan oleh MBS (Muhammad bin Salman) yang terkenal sebagai putra mahkota Arab Saudi yang getol mengarus utamakan pemahaman moderat dan progresif Islam dalam rangka menyongsong 2030. Yang paling terharu ialah semua jamaah haji baik laki-laki maupun perempuan diberi kesempatan ziarah ke raudhah, kuburan Rasulullah SAW. Raudhah adalah salah satu tempat mustajab (mudah dikabulkan doa-doa yang dipanjatkan). Ada waktu-waktu tertentu untuk ziarah bagi jamaah haji laki-laki, dan ada waktu-waktu tertentu bagi jamaah haji perempuan. Pembagian waktunya saya lihat cukup adil dan sama, jika pagi hari sampai sore untuk perempuan, maka malam hari untuk laki-laki atau kadang berselang seling antara jamaah haji laki-laki dan perempuan. Jamaah haji laki-laki yang ziarah berkomunikasi dan dikordinir oleh seksus Nabawi laki-laki, dan jamaah haji perempuan dikoordinir oleh seksus Nabawi perempuan. Muhammad dari Kalimantan, salah satu tugasnya ialah memohonkan tasrih ziarah raudah ke Daker Madinah, mengkomunikasikan kepada Seksus Nabawi serta kadang sampai mengantar jamaah haji yang akan ziarah ke raudhah. Ketika mengantar jamaah haji perempuan, seksus Nabawi sudah memegang tasrih yang kemudian diserahkan kepada pihak keamanan perempuan raudhah. Berkomunikasi dan mengatur serta menertibkan jamaah perempuan berbaris secara seksama untuk antri. Ziarah raudah, kuburan Rasulullah, diberikan sekitar 15 sampai dengan 20 menit. Cukup untuk shalat sunnah dua rakaat, doa, dan bahkan baca surah Yasin secara tartil dan cepat. Fasilitas ziarah raudah, kuburan Rasulullah SAW dari pihak Madinah, Arab Saudi, ini menjadikan stigma bahwa Wahabi Arab Saudi mengharamkan ziarah kubur mendadak ambrol, rontok, dan tidak sekestrim yang diasumsikan.

Read More

Beberapa Kebijakan Kontroversi MBS

Riyadh — 1miliarsantri.net : Tak hanya rencana pembangunan bioskop di Makkah, di bawah kepemimpinan Mohammed bin Salman (MBS), Arab Saudi telah menerapkan sejumlah kebijakan yang dianggap kontroversial oleh berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri. Pangeran MBS membongkar aturan-aturan konservatif Arab Saudi yang telah berjalan selama bertahun-tahun. Keputusan Arab Saudi untuk mengizinkan penjualan alkohol kepada diplomat non-Muslim, menurut dua sumber, adalah yang terbaru dalam serangkaian reformasi yang ditujukan untuk menampilkan citra yang lebih terbuka dan moderat. Walaupun, sampai saat ini kebijakan tersebut masih belum pasti. Setidaknya ada tujuh kebijakan kontroversial Arab Saudi yang telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir di bawah Putra Mahkota MBS: Pada April 2018, “Black Panther” merupakan film pertama yang ditayangkan di Arab Saudi dalam 35 tahun ketika negara tersebut mencabut larangan yang diberlakukan pada bioskop oleh para ulama pada 1970-an. Riyadh mengatakan pihaknya berencana untuk membuka lebih dari 300 bioskop pada tahun 2030. Namun, seperti halnya acara TV, film di bioskop juga akan menjalani seleksi dan penyensoran ketat untuk menghindari penggambaran seks, agama, atau politik. Pada Juni 2018 lalu, Arab Saudi juga mencabut larangan mengemudi bagi kaum perempuan yang telah berlaku selama puluhan tahun, satu-satunya larangan semacam itu di dunia yang membuat kaum perempuan bergantung pada kaum pria untuk mobilitas. Sejak 2018, ribuan wanita telah bekerja di belakang kemudi, beberapa di antaranya menjadi mekanik dan pengemudi taksi. Namun, euforia yang diciptakan oleh langkah tersebut dirusak oleh tindakan keras besar-besaran terhadap banyak aktivis perempuan yang sebelumnya berkampanye untuk mencabut larangan tersebut. Pada 2019 Arab Saudi mengizinkan perempuan yang berusia 21 tahun untuk mengajukan paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari wali laki-laki, seperti suami, ayah, atau kerabat laki-laki lainnya. Langkah ini menandai pelonggaran signifikan terhadap sistem perwalian yang kontroversial, di mana laki-laki menjalankan otoritas hampir total atas perempuan. Dalam upaya untuk mengurangi ketergantungannya pada pendapatan minyak dan mendiversifikasi ekonomi, Arab Saudi pada September 2019 mulai membuka diri terhadap pariwisata, yang disebut “minyak putih”, untuk pertama kalinya. Hingga saat itu, Arab Saudi hanya mengeluarkan visa untuk peziarah Muslim, pekerja ekspatriat, atau, mulai pada 2018, orang-orang yang menghadiri acara olahraga dan budaya. Pangeran Mohammed setahun sebelumnya telah mengumumkan proyek pariwisata besar-besaran untuk mengubah 50 pulau dan serangkaian situs di Laut Merah menjadi resor mewah. Kendati demikian, wisatawan yang melanggar aturan negara tentang pakaian sopan berisiko dikenai denda berat. Telah lama dilarang, pria dan wanita yang bukan mahram dalam beberapa tahun terakhir telah diizinkan untuk berbaur di depan umum. Wanita juga diizinkan memasuki stadion sepak bola untuk menonton pertandingan untuk pertama kalinya pada 2018 dan sekarang juga dapat menghadiri konser bersama pria. Mereka juga tidak perlu lagi takut kepada para penjaga moralitas publik yang membawa tongkat untuk mandi bersama di beberapa pantai, dan aturan tentang penggunaan jubah abaya telah dilonggarkan. Kaum perempuan, yang sebelumnya hanya terbatas pada segelintir karier, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, kini juga dapat bergaul dengan kaum pria di tempat kerja. Jutaan wanita telah memasuki pasar kerja sejak 2016, menjadi bankir, penjual sepatu, pemilik bisnis, dan petugas perbatasan, di antara profesi lainnya. Pada 2019 lalu, Sarab Saudi juga mengeluar izin pada sektor hiburan dan mengizinkan musik di negara itu. Dengan izin itu, pertunjukan live musik dan acara komedi (stand up comedy) diperbolehkan dilakukan di kafe dan restoran di seluruh Kerajaan Saudi. Pada 2022, Kerajaan Arab Saudi bahkan menjadi tuan rumah festival musik terbesar di Timur Tengah. Festival ini akan berlangsung antara 16-19 Desember. Hal ini menjadi bagian dari inisiatif yang diluncurkan oleh proyek Spirit of Saudi Arabia di bawah kementerian pariwisata.

Read More

Dubes RI Bahas Promosi Bersama Produk Indonesia- Mesir

Mesir — 1miliarsantri.net : Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf didampingi Atase Perdagangan, M. Syahran Bhakti S. beserta staf melakukan pertemuan bisnis dengan KADIN Provinsi Fayoum. Dalam pertemuan yang dilakukan di kantor Kadin Fayoum baru baru ini, Magdi Taha Mohamed Gaballah, Ketua KADIN Fayoum, menyambut hangat kehadiran Duta Besar dan delegasi KBRI Kairo serta berharap pertemuan penting ini memberi manfaat bagi kepentingan perekonomian dan perdagangan kedua negara. Duta Besar RI, Lutfi Rauf menerangkan, hubungan dan kerja sama perdagangan RI-Mesir dalam 1 (satu) dekade terakhir dinilai cukup positif, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan Indonesia-Mesir pada tahun 2023 sebesar USD 1,51 miliar. Komoditas perdagangan kedua negara selama ini saling melengkapi tidak saling bersaing. Indonesia mensuplai minyak sawit dan turunannya, biji kopi, kakao, kertas, briket arang, sabun, tuna, sarden kalengan, benang dan produk potensial lainnya. Adapun Mesir mensuplai ke Indonesia diantaranya fosfat, kurma, jeruk, molases, anggur, stroberi, dan tanaman herbal. Magdi Taha, Ketua KADIN Fayoum, menyampaikan pihaknya sangat terbuka untuk bekerjasama dengan KBRI Kairo dan para pelaku usaha Indonesia termasuk KADIN di Indonesia. KADIN Fayoum menawarkan promosi bersama produk Indonesia dan produk Mesir, kerjasama KADIN Fayoum dengan KADIN di Indonesia. Duta Besar RI menyambut gagasan ini dalam upaya perluasan selebar-lebarnya akses pasar produk Indonesia dan juga produk Mesir, hal ini sejalan dengan kesepakatan Joint Trade Committe (JTC) yang telah dilakukan pertemuan perdana di Jakarta, 31 Juli 2024 lalu. Magdi juga menawarkan peluang investasi di bidang pariwisata bagi para pelaku usaha Indonesia untuk dapat berinvestasi di kawasan wisata Danau Qarun Fayoum. Selain itu, pertemuan ini juga membahas peluang ekspor-impor produk Mesir dan Indonesia serta mengaktifkan skema imbal dagang antara produk potensial kedua negara.

Read More

Petinju Inggris Ditinggal Sponsornya Ketika Mengucap Syahadat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Petinju profesional Inggris, Jake Henty baru-baru ini membagikan kisahnya yang menyentuh hati tentang perpindahan agamanya ke Islam. Melalui sebuah podcast, Jake Henty mengungkapkan tantangan yang dihadapi usai menjadi seorang mualaf. “Islam sangat membantu dalam tinju, dari ajaran kedisiplinannya. Sebelum bertanding aku selalu shalat dan itu membuatku lebih percaya diri. Aku berusaha semampuku dan menyerahkan semuanya pada Allah,” terang Jake dalam podcast Da Bridge Official, dikutip Sabtu (31/8/2024). Dalam pengakuannya, petinju yang berasal dari Sidcup, Kent, Inggris ini kehilangan sponsor setelah memeluk Islam. Meski begitu Jake tetap berkomitmen pada keyakinan barunya itu. “Saya belum pernah mendapatkan cinta dan dukungan sebesar ini ketika saya menjadi seorang Muslim.” kata Jake dikutip dari MM News. Petinju muda ini memiliki karir amatir yang luar biasa sebelum menjadi seorang profesional. Ia menandatangani kontrak dengan Frank Warren dan Queensberry Promotions.

Read More

3 Guru Besar UGM Terbitkan 12 Seri Buku Kuliner Indonesia

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada meluncurkan 12 buku seri kuliner yang ditulis oleh tiga Guru Besar. Ketiga orang Guru Besar yang berasal dari FTP tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, dan Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Peluncuran buku seri kuliner diharapkan tidak hanya memperkaya kajian dunia akademik tetapi juga memperkuat identitas kuliner Indonesia di tingkat nasional dan internasional. Dekan FTP UGM Prof. Eni Harmayani mengatakan peluncuran 12 buku menambah dari 3 buku seri kuliner yang sudah diluncurkan sebelumnya. Menurutnya buku ini sebagai milestone atau tonggak sejarah penting bagi dunia pangan di Indonesia. “Saya kira ini adalah karya monumental yang menjadi saksi sejarah warisan kuliner Indonesia. Buku ini tidak hanya meluncurkan satu karya, tetapi 15 karya monumental yang menyimpan kekayaan tradisi dan budaya kuliner Indonesia,” terang Eni Harmayani setelah peluncuran Buku Pesona Cita Rasa Indonesia, Kamis (29/8/2024) di auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Prof. Murdijati Gardjito mengatakan kekayaan kuliner Indonesia patut diapresiasi melalui pendokumentasian lewat publikasi buku. Ia menjelaskan bahwa buku pertama dalam seri ini membahas makanan pokok yang memberikan asupan gizi terbesar dalam tubuh. Buku seri pertama berhasil mencatat ada 208 jenis resep makanan pokok di Indonesia yang tidak hanya berbahan dasar beras, tetapi juga jagung, pisang, labu kuning, sagu, dan bahan-bahan lainnya. “Keanekaragaman pangan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan keterbatasan bahan pangan, karena pilihan makanan pokok kita sangat beragam,” jelasnya. William Wirjaatmadja Wongso, selaku konsultan gastronomi dan konsultan kuliner Indonesia, menyatakan bahwa karya-karya keanekaragaman pangan dan kuliner ini adalah sebuah mahakarya tentang budaya kuliner Indonesia secara akademis. Menurutnya penting untuk penerjemahan buku ini agar dunia internasional dapat memahami betapa kayanya kuliner nusantara. Namun, ia juga menggarisbawahi tantangan dalam mendidik praktisi budaya kuliner di Indonesia, terutama di tingkat SMK. “Kita lemah dalam pendidikan praktisi budaya kuliner. Sangat jarang kita menemukan juru masak Indonesia yang menguasai masakan tradisional, sehingga buku-buku ini harus dimiliki oleh sekolah-sekolah SMK agar generasi muda dapat belajar dan memahami keragaman kuliner Indonesia,” tambahnya. Prof. Dr. Dra. Marwanti, M.Pd., salah satu pembahas lainnya yang merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Vokasi Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta, menguraikan bahwa makanan memiliki berbagai macam fungsi, baik dalam aspek fisiologi, kesehatan, sosial, budaya, politik, diplomasi, maupun pengembangan pariwisata. “Buku ini tidak hanya menawarkan resep, tetapi juga cerita dan makna mendalam bagi masing-masing daerah di Indonesia. Bahasa yang digunakan juga mudah dimengerti, sehingga buku ini asik dan membuat pembaca hanyut dalam cerita sejarah makanan dari berbagai daerah,” ujarnya.

Read More

Banyak Anak Putus Sekolah karena Masuk Pesantren, Kok Bisa?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Faktor budaya menjadi salah satu penyebab tingginya anak putus sekolah di Cianjur, Jawa Barat. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut, jika orang tua tidak bisa menyekolahkan anaknya, mereka akan memasukkan anak-anak mereka ke pondok pesantren. “Budaya yang berkembang di Cianjur itu orang tua ketika tidak mampu memasukkan anaknya ke sekolah formal, mereka kemudian memasukkan anak ke ponpes (pondok pesantren), sementara di ponpes ya sebenarnya dia (anak) bersekolah, belajar ilmu agama, kitab kuning, Alquran, hadits, fikih,” terang Anggota KPAI Aris Adi Leksono, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/8/2024). Meski bagi persoalannya sebagian pondok pesantren salafiyah tidak terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga para santrinya menjadi anak putus sekolah. “Ponpes ini kadang tidak menyelenggarakan pendidikan formal, sehingga anak di pesantren murni belajar tentang salafiyah, ilmu agama dan mereka di situ tidak terdaftar dalam dapodik, sehingga mereka terdata sebagai anak yang putus sekolah,” tambah Aris Adi Leksono. Faktor lain tingginya anak putus sekolah di Cianjur karena anak-anak lebih memilih bekerja membantu orang tua. Anak-anak juga mengalami perundungan di sekolah sehingga memilih untuk tidak sekolah. “Jarak sekolah terutama SMP yang terlalu jauh yakni 8 kilometer dari tempat tinggal, dan kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan,” lanjutnya.

Read More

Pengurus PCINU Malaysia Resmi Dilantik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia masa khidmat 2024-2026 resmi dilantik di Dewan Melor Garden, Lot 1676, Jalan Abim Seksyen 8, Bandar Baru Bangi, Kajang, Selangor, Malaysia, Sabtu (24/8/2024) lalu. Pelantikan ini dilakukan oleh Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali. Kiai Moqsith menegaskan pentingnya kesiapan para pengurus PCINU dalam melayani dan mengurus warga NU yang berada di Malaysia. “Pengurus PCINU harus siap sedia membantu dan mengurusi warga NU di Malaysia. Jangan sampai pengurus PCINU malah menjadi urusan NU,” tegasnya. Struktural PCINU Malaysia 2024-2026 dipimpin oleh Kiai Abdul Bari sebagai Rais Syuriyah dan H Muhammad Hakim sebagai Ketua Tanfidziyah. Baca Juga PCINU Malaysia Inginkan Pemisahan Tegas Fungsi Syuriyah dan Tanfidziyah Dalam sambutannya, Kiai Abdul Bari menyoroti pentingnya keragaman dalam organisasi. Menurutnya, perbedaan-perbedaan dalam organisasi, apalagi PCINU, merupakan sunnatullah dan rahmat Allah. Perbedaan itu laksana bangunan, ada dinding, tiang, dan sebagainya, tapi dengan perbedaan tersebut lahirlah sebuah bangunan yang indah dan kokoh. Oleh sebab itu, ia menekankan kepada pengurus agar bertanggung jawab memainkan peranannya di masing-masing posisi. “Kami berharap PCINU Malaysia ke depan memiliki tanggung jawab sebagai the right man on the right place, dengan sadar posisi dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada masing-masing. Banom, lembaga, dan PCINU harus saling berperan memberikan citra baik NU di Malaysia,” terang Kiai Abdul Bari.

Read More

Program Sekolah Bisnis Pesantren Upaya Pemberdayaan Masyarakat

Bogor — 1miliarsantri.net : Serikat Ekonomi Pesantren menginisiasi Sekolah Bisnis Pesantren. Pembukaan program ini telah diresmikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said di Aula PP Al Kaukab, Bogor, Kamis (22/8/24) lalu. Hadir dalam pembukaan ini antara lain pengasuh Pesantren Al Kaukab Bogor KH Khoerul Huda Basyir, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren Ahmad Tazakka, Sustainibility Director PT. Donone Indonesia Karyanto Wibowo, Ketua RMI PCNU Bogor Kyai Abdul Basyit dan beberapa pejabat Bank OCBC Syariah. Basnang Said menyambut baik penyelenggaraan Sekolah Bisnis Pesantren. Menurutnya, semangat dari program ini sejalan dengan program unggulan Menteri Agama, yaitu Kemandirian Pesantren. “Ini semangatnya sama ya dengan program unggulan kami, Kemandirian Pesantren,” terang Basnang kepada 1miliarsantri.net, Senin (26/8/2024). Basnang menambahkan, sekolah Bisnis Pesantren merupakan manifestasi salah satu fungsi pesantren menurut Undang-undang No 18 tahun 2019, yakni pemberdayaan masyarakat. “Sekolah Bisnis Pesantren ini sangat relevan dengan fungsi pesantren sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat,” imbuh Basnang Basnang berharap program ini dapat menyentuh ke daerah lain di luar Bogor. Sehingga, ekonomi pesantren semakin kuat. “Saya harap program ini bisa dikembangkan juga diluar Kabupaten Bogor bahkan hingga luar Jawa Barat,” tutur Basnang

Read More