Alumni Kedokteran Unisba Turun ke Pesantren Atasi Problem Kesehatan

Bandung — 1miliarsantri.net : Lingkungan pesantren, masih memiliki masalah terkait kondisi kesehatan. Karena, hingga saat ini masih tinggi angka kejadian penyakit menular di pesantren terutama yang berhubungan dengan pola hidup bersih dan sehat. “Selain itu, sarana dan prasarana milik pesantren dan fasilitas kesehatan yang masih sangat minimal. Sehingga kami menginisiasi dan memfasilitasi para dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) agar dapat mengamalkan ilmunya melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM),” terang Ketua Tim PKM FK Unisba, Dr R Anita Indriyanti, dr MKes kepada 1miliarsantri.net, Ahad (25/8/2024). Anita menjelaskan, PKM kali ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Alumni FK Unisba Wilayah Priangan Timur sebagai Upaya Kontribusi Peduli Pesantren Sehat di Lingkungannya’. Kegiatannya, digelar di Pondok Pesantren Sabilunnajat, Kec Rancah, Kab Ciamis, Ahad (18/8/2024) pekan lalu. Anita mengatakan, PKM ini pun digelar mengacu pada data bahwa Unisba yang sudah berhasil mencetak sebanyak 1.630 dokter. Berdasarkan survei tahun 2023, di wilayah Priangan Timur yang terdiri dari kota Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar dan Pangandaran sudah terbentuk ikatan alumni yang beranggotakan 41 orang dokter. “Sedangkan wilayah Jabar dengan jumlah pesantrennya yang mencapai sekitar 9.310 pesantren. Daerah yang memiliki jumlah pesantren terbanyak di Jabar adalah Kabupaten Tasikmalaya 1.344 pesantren, Kabupaten Garut dengan 1.055 pesantren,” paparnya. Menurutnya, tujuan dilaksanakna PKM adalah untuk mengatasi banyaknya permasalahan yang timbul di lingkungan pesantren. Terutama, kondisi kesehatan pesantren yang masih tinggi angka kejadian penyakit menular terutama yang berhubungan dengan pola hidup bersih dan sehat, sarana dan prasarana milik pesantren dan fasilitas kesehatan yang masih sangat minimal. Sehingga, bisa menginisiasi dan memfasilitasi para dokter alumni FK UNISBA untuk dapat mengamalkan ilmunya.

Read More

PCINU Jepang Rayakan Kemerdekaan HUT RI di Pesantren Pertama

Ibaraki — 1miliarsantri.net : Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI ke-79 berlangsung meriah di Jepang. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang mengadakan peringatan di Pesantren NU At-Takwa, Koga, Ibaraki, Jepang, Sabtu (17/8/2024) lalu. Kegiatan diawali dengan upacara bendera dan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan. Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua PCINU Jepang Achmad Gazali. Dalam amanah nya dia menyampaikan tentang hakikat kemerdekaan yang belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh sebagian rakyat Indonesia, mengingat ketimpangan yang ada di depan mata. Pada kesempatan itu, Gazali menjelaskan, saat ini PCINU Jepang memiliki sejumlah proyek pengembangan sarana ibadah, pendidikan Islam, hingga unit usaha di Jepang, seperti masjid, pondok pesantren, dan badan usaha milik PCINU yakni Nine Stars. “Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jepang telah mengembangkan masjid, pesantren, dan badan usaha milik PCINU yaitu Nine Stars,” terang Gazali, Sabtu (24/8/2024). Gazali juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa Indonesia program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang turut andil dalam menyiapkan rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan RI oleh PCINU Jepang. Usai upacara bendera, acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang dimeriahkan lebih dari 40 diaspora di Jepang. Rangkaian perlombaan kemerdekaan RI di Jepang terdiri dari lomba balap kelereng, lomba memasukkan sumpit ke dalam botol, lomba makan kerupuk, lomba tarik tambang dan lomba estafet air.

Read More

Kereta Gantung Jabal Al Noor Bakal Dioperasikan

Mekah — 1miliarsantri.net : Bayangkan pemandangan menakjubkan Makkah dari ketinggian, sementara Anda meluncur dengan nyaman menuju tempat yang menjadi saksi bisu awal mula Islam. Inilah yang akan segera menjadi kenyataan berkat proyek ambisius Arab Saudi untuk membangun kereta gantung menuju Gua Hira di puncak Jabal Al Noor. Direncanakan rampung pada 2025, fasilitas modern ini akan membawa pengunjung melintasi udara sejauh 4 kilometer dari Masjidil Haram ke gua bersejarah yang terletak di ketinggian 634 meter. Perjalanan yang dulunya penuh tantangan kini berubah menjadi pengalaman memukau, menggabungkan kenyamanan teknologi dengan kekhusyukan ibadah. Namun, kereta gantung ini hanyalah awal dari transformasi besar-besaran kawasan Makkah. Bayangkan sebuah distrik budaya yang menghadirkan kembali suasana masa lalu, lengkap dengan tiga museum baru di Jabal Omar. Semua ini akan menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan Islam yang tak ternilai. Jangan lupakan pula Distrik Budaya Jabal Thor yang akan hadir sebagai area terpadu, menawarkan berbagai fasilitas modern tanpa menghilangkan nuansa sejarahnya yang kental. Semua ini merupakan bagian dari visi Arab Saudi untuk menciptakan pengalaman ziarah yang lebih mendalam dan bermakna. Fawaz Al-Muhrej, CEO Samaya Investment Company yang menangani proyek ini, memastikan bahwa persiapan akhir sedang giat dilakukan. Beliau menjanjikan bahwa kereta gantung akan siap menyambut para peziarah tepat waktu pada 2025. Jabal Al Noor sendiri memiliki keunikan tersendiri. Bentuknya yang menyerupai punuk unta menjadikannya mudah dikenali dari kejauhan. Di puncaknya, Gua Hira yang mungil namun sarat makna menanti untuk dieksplorasi. Tempat yang mampu menampung lima orang ini menyimpan momen sakral ketika wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Read More

Gaza Kehabisan Tempat Pemakaman

Gaza — 1miliarsantri.net : Situasi mencekam di Gaza kini semakin memprihatinkan. Para penggali kubur bekerja bak tukang batu di pemakaman Gaza, menumpuk balok semen menjadi persegi panjang yang rapat, berdampingan, untuk kuburan yang baru digali. Lebih dari 10 bulan sejak perang Gaza dimulai, begitu banyak jenazah berdatangan ke pemakaman di Deir el-Balah sehingga para pekerja, yang bekerja di bawah terik matahari, nyaris kehabisan ruang untuk memakamkan mereka. “Pemakaman ini sudah sangat penuh sehingga kami sekarang menggali kuburan di atas kuburan lain, kami menumpuk jenazah dalam beberapa tingkat,” ujar Saadi Hassan Barakeh, pemimpin tim penggali kubur. Barakeh, 63 tahun, telah memakamkan orang meninggal selama 28 tahun. Dalam “semua perang di Gaza,” ia mengaku “belum pernah melihat yang seperti ini.” Sebelumnya, Barakeh juga mengawasi pemakaman di pemakaman Ansar yang berdekatan, yang luasnya mencapai 3,5 hektar. Namun kini “pemakaman Ansar sudah penuh sepenuhnya. Terlalu banyak yang meninggal,” katanya, dengan pakaian berlumuran tanah akibat menggali kuburan. Ia kini hanya menangani pemakaman Al-Soueid, dengan luas 5,5 hektar. Namun bahkan dengan satu pemakaman alih-alih dua, ia bekerja “setiap hari, dari pukul enam pagi hingga enam sore.” “Sebelum perang, kami hanya memiliki satu atau dua pemakaman per minggu, maksimal lima. Sekarang, ada minggu-minggu di mana saya memakamkan 200 hingga 300 orang. Sungguh tidak bisa dipercaya,” ungkapnya, mengenakan topi doa putih yang senada dengan janggutnya yang panjang. Jumlah korban tewas di Gaza yang mencapai lebih dari 40.000 dalam lebih dari 10 bulan perang, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dijalankan Hamas, membebani penduduknya serta pemakaman-pemakamannya. Barakeh menjadi saksi langsung tragedi-tragedi ini setiap hari. Dengan cangkul di tangan, ia memberi semangat kepada 12 pekerjanya saat mereka mempersiapkan dan menutup puluhan kuburan setiap hari. Namun di malam hari, beberapa gambaran sulit dilupakan. “Saya tidak bisa tidur setelah melihat begitu banyak tubuh anak-anak yang rusak dan perempuan yang meninggal. Saya memakamkan 47 perempuan dari satu keluarga,” imbuhnya. Serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang mengakibatkan kematian 1.198 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP dari angka resmi Israel. Militan juga menyandera 251 orang, 111 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 39 yang menurut militer telah meninggal.

Read More

Tokoh NU dan Muhammadiyah Berkumpul Saling Sharing Jaga Perdamaian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Hukama Muslimin (MHM) memberi kesempatan kepada ratusan pengunjung Islamic Boof Fair (IBF) untuk belajar dari Muhammadiyah dan NU dalam mewujudkan perdamaian. Dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini pada 4 Februari 2024 menerima Zayerd Award for Human Fraternity atas peran dan kontribusinya, termasuk dalam mendorong perdamaian. Acara ini dikemas dengan Talk Show bertajuk ‘Peran Lembaga Keagamaan dalam Mendukung Perdamaian Dunia, Belajar dari Pengalaman NU dan Muhammadiyah. Hadir sebagai narasumber: Prof Dr Abdul Mu’ti, M.Ed (Sekretaris Umum Muhammadiyah), KH Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), dan Prof Dr M Quraish Shihab, MA (Anggota dan Pendiri MHM). Sebagai moderator, Ustadz M Arifin, MA. Baik Prof Mu’ti maupun KH Uil Abshar, keduanya mengapresiasi inisiatif MHM memberi kesempatan Muhamamdiyah dan NU berbagi pengalaman dalam mendukung kedamaian. Sebagai pembicara pertama, Prof Mu’ti memaparkan pengalaman dan kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung perdamaian di berbagai negara. Misalnya, di kawasan Thailand Selatan (masyarakat Pattani) dan Filiphina (Bangsa Moro). Muahmmadiyah berusaha agar di sana terbentuk kedamaian sehingga masyarakatnya terbebas dari ketakutan, antara lain dengan adanya jaminan bahwa identitas mereka tidak hilang, jaminan kebebasan mereka untuk menjalankan ibadah, dan jaminan kedaulatan atas identitas mereka. “Muhammadiyah juga terlibat dalam proses perdamaian di Afrika Tengah, bekerja sama dengan lembaga Katolik di Italia,” ungkap Prof Mu’ti. Menurut Prof Mu’ti, Muhammadiyah bersama mitra lembaga dunia secara rutin, setiap dua tahun sekali, juga menggelar forum perdamaian dunia. Forum ini terus berusaha menyuarakan semangat dan solusi perdamaian. Sehingga, tercipta ruang dialog yang lebih tulus dalam menciptakan perdamiaan. “Untuk Palestina, Muhammadiyah mendirikan dua sekolah untuk pengungsi Palestina. Namanya, sekolah Muhammadiyah, seluruh muridnya warga Palestina. Muhammadiyah juga mendirikan sekolah dan layanan kesehatan untuk pengungsi Rohingnya,” sebut Prof. Mu’ti. Dalam konteks Indonesia, lanjut Prof Mu’ti, upaya Muhammadiyah dalam menciptakan perdamaian dilakukan dengan membangun generasi cinta damai. Muhammadiyah juga mengembangkan amal usaha yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, serta melakukan layanan pendidikan kesehatan, dan layanan sosial lainnya. “Jika ormas Islam tidak terlibat dalam proses ini, saya kira Indonesia tidak akan bisa menjadi negara yang aman dan damai, dan bahkan masyarakatnya bahagia walaupun secara ekonomi sebagian dari mereka tidak beruntung,” tegasnya. Ditambahkan nya, ini bisa tercipta karena ada peran ormas sosial keagaman yang secara sukarela ikut bertanggung jawab dalam membangun kesejahteraan masyarakat dan membentuk masyarakat yang rukun. Sementara itu Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla dalam paparannya menekankan bahwa salah satu isu tentang perdamaian yang paling urgen adalah perdamaian dalam negeri. Menurutnya, selalu menjaga perdamaian di Indonesia dan perdamaian dalam tubuh umat Islam adalah tantangan terbesar yang harus dijawab dengan baik. Menurut KH Ulil, kunci sukses transisi politik di Indonesia, dari era otoriter menuju era terbuka dan demokratis, salah satunya karena sumbangan kelompok Islam, baik NU, Muhammadiyah, Persis, Jamiatul Khair, Nahdlatul Wathan, Mathlaul Anwar, Al-Wasliyah, dan lainnya. Kesuksesan dan kestabilan negara ini terjadi kerena peran umat Islam di Indonesia. Kyai Ulil lalu berbagi pengalaman kunjungannya ke Pakistan. Menurutnya, kondisi politik di negara muslim di kawasan anak benua India, baik Pakistan maupun Bangladesh, kurang menggembirakan, antara lain karena terjadinya ketidakstabilan politik dan kehidupan sosial. “Kita bersyukur, Indonesia sekarang menikmati kestabilan, hubungan sosial yang cukup damai. Ini semua dalam pandangan NU, jelas ada kaitan dan kontribusi umat Islam,” paparnya. Lantas, dari mana kontribisi umat Islam dalam membangun kedamaian dan kestabilan sosial? Pertama, terkait model pemahaman keagamaan yang dikembangkan ormas Islam di Indonesia. Menurutnya. pemahaman keagamaan yang dikembangkan umat Islam di Indonesia itu mendukung perdamaian, bukan pemahaman keagaman yang memicu konflik atau pertengkatan dalam tubuh umat Islam sendiri ataupun antara umat Islam dan umat lain.

Read More

10 Universitas Islam Swasta Terbaik di Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagai calon mahasiswa, memilih perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam menentukan masa depan akademis. Universitas Islam Swasta (UIS) menawarkan alternatif yang tak kalah kompetitif dibandingkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). UIS memberikan kualitas pendidikan yang tinggi, fasilitas memadai, serta lingkungan akademik yang mendukung pengembangan diri baik dalam aspek akademis maupun spiritual. Universitas Islam Swasta memiliki keunikan tersendiri dengan integrasi antara pendidikan umum dan nilai-nilai Islami. Meski statusnya swasta, standar yang diterapkan sejalan dengan ketentuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Hal ini menjadikan UIS sebagai pilihan yang layak bagi mereka yang menginginkan pendidikan berkualitas dengan dasar keagamaan yang kuat. Berikut Daftar 10 Universitas Islam Swasta Terbaik di Indonesia : Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sebagai UIS terbaik di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berada di bawah naungan organisasi Islam Muhammadiyah. Kampus ini menawarkan berbagai program studi dari berbagai fakultas, seperti Teknik, Pertanian, Psikologi, Kedokteran, dan Program Pascasarjana. UMM dikenal dengan kualitas akademisnya serta lingkungan yang mendukung pengembangan karakter Islami. Universitas Islam Indonesia (UII) Universitas Islam Indonesia (UII) yang terletak di Yogyakarta, menduduki peringkat kedua dalam daftar ini. UII memiliki akreditasi A dan menawarkan delapan fakultas yang beragam, dari Hukum hingga Ekonomi. UII dikenal sebagai salah satu pionir dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia dengan fokus pada integritas akademik dan moral. Universitas Islam Malang (Unisma) Universitas Islam Malang, atau Unisma, menempati urutan ketiga. Berdiri sejak tahun 1981, Unisma lahir dari inisiatif para tokoh Islam yang berkomitmen terhadap pendidikan. Kampus ini menawarkan berbagai fakultas yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman, menjadikannya salah satu UIS paling dihormati di Indonesia. Universitas Muslim Indonesia Makassar

Read More

Itjen Kemenag Evaluasi Menyeluruh Pemetaan dan Penataan Guru Madrasah

Semarang — 1miliarsantri.net : Pemetaan dan penataan guru menjadi masalah krusial pada Pendidikan Madrasah. Membutuhkan kerjasama antar unit, dikelola secara sistematis dan data yang akurat.Hal ini dikatakan Inspektur Wilayah II, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI Ruchman Basori, saat memberikan pembekalan Tim Evaluasi Pemetaan dan Penataan Guru Madrasah Itjen Kemenag, pada Rabu (14/08/2024) lalu. Ruchman berharap kehadiran Itjen akan membantu mengurai benang kusut terkait pemetaan dan penataan guru Madrasah. “Tim harus berangkat dari basis data, melakukan diskusi mendalam dengan para pihak dan membuat point-point penting sebagai hasil dari evaluasi”, terang Doktor Manajemen Kependidikan UNNES saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Senin (19/8/2024). Ruchman menambahkan hasil evaluasi Tim Itjen, diharapkan dapat menjadi acuan bagi Kementerian Agama, dalam menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui optimalisasi sumber daya guru di Jawa Tengah dan daerah lainnya di Indonesia.Tim Evaluasi Pemetaan dan Penataan Guru Madrasah, turun ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dari mulai tanggal 14-20 Agustus 2024. Wawan Saepul Bahri sebagai Pengendali Teknis, Yulianti Rini Fadilah sebagai Ketua Tim, Kholiddin dan Dessy Putri Ardian sebagai Anggota. Pengendali Teknis Tim Evaluasi Pemetaan dan Penataan Guru Madrasah Wawan Saepul Bahri, mengatakan tujuan evaluasi pemetaan dan penataan guru Madrasah adalah untuk meninjau efektivitas program redistribusi guru di madrasah-madrasah negeri se-Jawa Tengah, yang telah dilaksanakan sebelumnya. Melalui upaya komprehensif ini, Wawan berharap dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari inisiatif penataan ulang tenaga pendidik (guru), memastikan bahwa setiap madrasah negeri memiliki tenaga pendidik (guru) yang memadai, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan. Wawan yang merupakan Auditor Ahli Madya pada Inspektorat Wilayah II, berharap dapat menjawab pertanyaan mendasar apakah proses penempatan dan pengaturan guru-guru madrasah selama ini sudah tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan riil. Tim Evaluasi Itjen ke Kanwil Jateng diterima langsung Kepala Bagian Tata Usaha Wahid Arbani didampingi oleh Ketua Tim Bidang Madrasah Agus Mahasin dan Ketua Tim Kepegawaian Sugianto.Wahid Arbani berharap hasil evaluasi dapat memberikan masukan berharga untuk penyempurnaan kebijakan penataan guru madrasah, di Jawa Tengah.

Read More

Unair Kukuhkan 8.732 Mahasiswa Baru

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Airlangga (Unair) kembali mengukuhkan putra-putri terbaik bangsa menjadi Ksatria Muda Airlangga. Jumlah mahasiswa yang dikukuhkan sebanyak 8.732 mahasiswa baru (maba) pada program pendidikan sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya. Pengukuhan berlangsung meriah di Airlangga Convention Center, Kampus MEER-C. Rektor UNAIR, Prof Dr Moh Nasih SE MT Ak menyampaikan bahwa mahasiswa Unair harus belajar dengan serius dan sebaik mungkin agar bisa menjadi pemimpin hebat di masa depan. “Anda adalah putra putri terbaik bangsa ini, gunakan kesempatan menjadi mahasiswa UNAIR sebaik-baiknya. Kita semua yakin jika anda belajar dengan baik hari ini, maka anda akan menjadi pemimpin-pemimpin hebat di hari esok,” ucap Nasih. Bergabung menjadi bagian Ksatria Airlangga dan bisa belajar di salah satu universitas terbaik di dunia merupakan kesempatan yang tidak semua orang miliki. Oleh karena itu, mahasiswa baru UNAIR harus bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari ilmu sebanyak-banyaknya. “Barangsiapa yang ingin di dunia dan di akhirat bahagia, maka kuncinya adalah ilmu pengetahuan. Kunci untuk sukses adalah bagaimana kita memperoleh sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan,” tambah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR itu. Berkarakter HEBATHEBAT merupakan karakter yang harus dimiliki oleh seluruh mahasiswa UNAIR. Salah satu karakter HEBAT adalah humble (rendah hati). Ksatria Airlangga harus menjadi pembelajar sejati yang memiliki sikap rendah hati dan terbuka untuk menerima berbagai pengetahuan baru .“Jadilah pembelajar sejati, pembelajar yang humble, karena dengan kerendahan hati, anda akan menjadi orang yang terbuka kepada ide-ide baru, pengetahuan baru, pengalaman baru, sehingga ilmu yang diberikan oleh dosen akan mampu anda terima dengan baik,” imbuhnya.

Read More

Rutinitas Olahraga Cegah Serangan Jantung Saat Padat Bekerja

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan pentingnya rutinitas olahraga di tengah kepadatan bekerja guna mencegah terjadinya serangan jantung. Seseorang yang tidak berolahraga rutin karena sudah merasa lelah bekerja justru rentan terkena berbagai penyakit. “Kalau orang kerja keras yang terjadi adalah kecapekan, habis itu mereka tidak olahraga bahkan bisa sampai setahun nggak pernah olahraga nah itu yang membuat bahaya kesehatan, tidak ada aktivitas fisik. Jadi pekerja keras harus tetap tahu cara untuk sehat, work life balance-nya harus diusahakan,” jelas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Mega Febrianora secara daring di Jakarta, belum lama ini. Ia menambahkan seseorang yang memilih tidak berolahraga rutin karena merasa sudah mendapatkan perasaan letih dari aktivitas pekerjaannya justru rentan terkena berbagai penyakit selain serangan jantung, seperti diabetes dan obesitas. Mega menerangkan olahraga yang benar tidak sekadar aktivitas fisik yang memberikan perasaan letih atau berkeringat, namun harus memberikan kenaikan denyut jantung. Oleh karena itu, segala aktivitas fisik selama bekerja sudah pasti tidak dapat dikategorikan sebagai olahraga. Ia menyebutkan pula total durasi aktivitas olahraga sebaiknya dilakukan paling sedikit 150 menit selama satu minggu, dengan rata-rata durasi berkisar 20 menit setiap hari yang diikuti dengan kenaikan denyut jantung. “Jadi meskipun sudah lelah bekerja, tetap harus berolahraga untuk menjaga dari sisi kardiovaskuler, muscle, otak dan olahraga kan juga mengurangi reaksi stres oksidatif,” imbuhnya.

Read More

Penderita Penyakit Jantung Wajib Konsul Dokter Jika Ingin Mendaki Gunung

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bagi para pencinta alam, mendaki gunung adalah aktivitas yang mengasyikkan. Namun, bagi penderita penyakit jantung, aktivitas fisik yang berat seperti mendaki gunung perlu dilakukan dengan hati-hati. Sebelum memutuskan untuk menaklukkan puncak, sangat penting bagi penderita jantung untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Hendry Yoseph Nainggolan, Sp.JP, FIHA mengatakan seorang dengan penyakit jantung perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan ahli sebelum melakukan aktivitas fisik yang berat seperti naik gunung. “Saran saya sebaiknya, sebelum melakukan aktivitas fisik berat tertentu, misalnya naik gunung. Kalau ingin naik gunung kan nggak mendadak, pasti direncanakan. Jadi menurut saya, sebelum melakukannya, pastikan dulu konsultasi ke dokter jantung,” terang Hendry, Sabtu (18/8/2024). Dia mengatakan, dalam ilmu kardiologi, dokter jantung akan menilai banyak hal saat pemeriksaan. Pertama, dokter akan melihat secara echocardiography. Dokter juga akan melihat bagaimana kondisi struktur jantung pada saat pasien datang berkonsultasi. Kedua, dokter akan melakukan serangkaian tes, misalnya yang paling sederhana adalah melakukan uji latih jantung. Pemeriksaan ini dilakukan guna menilai seberapa besar kapasitas fungsional pasien tersebut walau sudah dipasangi stent di pembuluh jantungnya. “Sehingga dari data-data ini bisa disimpulkan bolehnya beraktivitas sejauh dan seboleh apa. Meski merasa tak ada keluhan dan sudah pasang stent, ini adalah aktivitas yang berisiko ya. Jadi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu,” sambung Hendry.

Read More