Tingkatkan Literasi Keuangan, Baznas Gerilya Hingga ke Wilayah Pesisir Bekasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan target peningkatan literasi keuangan hingga melebihi 50 persen pada akhir 2023. PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) pun mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan nasional. Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji mengapresiasi fokus OJK dalam prioritas literasi keuangan tahun 2023 yang menyasar pelajar atau santri, UMKM, penyandang disabilitas dan masyarakat daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Sebagai perusahaan sistem pembayaran terdepan yang menjadi bagian Holding Danareksa, pihaknya mendukung literasi keuangan nasional. “Dalam konteks pertumbuhan masyarakat yang terus meningkat dan permintaan akan transaksi keuangan yang semakin tinggi, peningkatan literasi keuangan hingga ke wilayah pesisir sangat penting untuk menciptakan akses keuangan yang merata,” terang Ario kepada 1miliarsantri.net di Jakarta, Sabtu (21/10/2023). Meninjau data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, angka indeks literasi keuangan nasional masih di angka 49,68 persen. Hal itu menunjukkan peningkatan sebesar 9,11 persen dibandingkan dengan 2019 yang baru mencapai 38,03 persen. Dukungan Jalin dalam meningkatkan literasi keuangan melalui penyelenggaraan sosialisasi mengenai dasar layanan perbankan kepada masyarakat di pesisir Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (19/10/2023). Menurut Ario, acara tersebut merupakan langkah penting dalam merayakan Bulan Inklusi Keuangan 2023 yang berlangsung sepanjang Oktober 2023. “Terkait dengan acara ini, Jalin juga bekerja sama dengan Baznas untuk menyediakan pelayanan kesehatan gratis, bantuan sembako, dan obat-obatan kepada masyarakat di pesisir Pantai Bahagia. Kolaborasi ini juga menandai awal rangkaian perayaan HUT ke-7 Jalin yang jatuh pada 3 November 2023,” kata Ario. Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan, pemberian bantuan serta pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat merupakan bagian dari program Baznas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama keluarga rentan. Dia menyebut, kemitraan Baznas dan Jalin sebenarnya sudah terjalin dengan baik selama ini. “Hal ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan langsung maupun kesehatan gratis yang akan terus ditingkatkan,” ujar Saidah. (fat) Baca juga :

Read More

Pondok Gontor Gelar Serangkaian Acara Memperingati 100 Tahun Pendirian nya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pondok Modern Darussalam Gontor, salah satu lembaga pendidikan terkemuka di Indonesia, merayakan tonggak sejarah penting perjalanan pendidikannya memasuki usia ke-100 tahun. Dalam rangka memeriahkan momentum tersebut sekitar 10.000 alumni Gontor, santri dan wali santri Gontor akan menggelar Tasyakuran dengan melakukan “Tajammu’” (kumpul bersama), dan Jalan Sehat Monas, Ahad, 22 Oktober 2023. “Kegiatan ini merupakan momentum penting bagi kami untuk memberikan penghormatan sekaligus ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat-Nya, Pondok Gontor telah berusia satu abad lebih berkontribusi dalam dunia pendidikan di Indonesia,” terang KH Sofwan Manaf, Steering Committee sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Jakarta dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (20/10/2023). KH Sofwan menjelaskan, kegiatan “Tajammu’”, dan Jalan Sehat di Monas, Jakarta ini, merupakan rangkaian dari kegiatan Peringatan 100 Tahun Gontor yang sebelumnya sudah digelar di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, pada tanggal 27 September 2023 lalu. “Dengan spirit persatuan dan kebhinekaan NKRI, kali ini kami ingin membawa rasa syukur kami ini ke masyarakat kota Jakarta. Memadukan antara mengenang sejarah panjang Gontor dengan doa bersama di Monas dan menyongsong masa depan yang lebih baik dengan jalan sehat di Car Free Day,” jelas KH Sofwan. Rangkaian kegiatan Tajammuk dan Jalan Sehat ini akan dimulai pukul 05.30 hingga pukul 10.00 WIB, yang diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan Hymne “Oh Pondokku”. Pimpinan Pondok Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, dijadwalkan akan melepas langsung start jalan sehat dari pintu Barat Daya Monas (Patung Kuda) hingga bunderan HI dan kembali lagi ke Monas. “Tercatat, insya Allah kegiatan ini akan diikuti oleh kurang lebih 10 ribu alumni, santri dan wali santri Gontor, dari berbagai daerah. Atas nama panitia kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik,” ujar Luqman Hakim Arifin, Jubir Kepanitiaan di lokasi konferensi pers. Selain Tajammu’ dan jalan sehat, Tasyakuran Peringatan 100 tahun Gontor ini juga akan dimeriahkan dengan atraksi santri dari pelbagai pesantren alumni Gontor di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Mulai dari Marching Band, Reog Ponorogo, Debus Banten, Singa Depok, Pantomim, Hadroh, Silat, Paskibra, Pramuka, Ondel-ondel Jakarta, Tari Saman, Tari Nusantara dan lain-lain. “Meski persiapannya agak mepet, tapi kami semua sangat siap dan antusias. Ini momentum yang pas untuk bersyukur mengenang jasa para kiai dan santri, khususnya pendiri Gontor yang telah berjasa mendidik kita semua. Kami semua bangga sebagai santri,” tambah Luqman. Hadir dalam konferensi pers kegiatan Tajammu’ dan Jalan Sehat 100 Tahun Gontor di Monas, antara lain, Dr KH Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Dr AM Fachir (Mantan Wakil Menlu), Dr KH Lukman Hakim Saifuddin (Mantan Menteri Agama), Prof Dr Husnan Bey Fananie (Mantan Dubes RI untuk Azerbaijan), Ustadz Bachtiar Nasir (Ulama), Prof Asep S Jahar, Ph.D. (Rektor UIN Jakarta), H. La Ode M Safiul Akbar (tokoh muda nasional), Luqman Hakim Arifin (Wakil Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta), dan lain-lain. (rid) Baca juga :

Read More

Musim Haji 2024 Indonesia Mendapat Tambahan 20 ribu Kuota Haji

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indonesia dipastikan mendapat tambahan 20 ribu kuota haji dari pemerintah Arab Saudi untuk musim haji 2024. Hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam keterangannya usai menghadiri KTT ASEAN-GCC di Riyadh, Jumat (20/10/2023). “Kurang dari 12 jam komitmen tambahan kuota haji langsung diberikan paling tidak 20 ribu untuk tahun depan tambahannya untuk Indonesia,” ujar Jokowi yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden. Pemberian tambahan kuota haji tersebut dilakukan saat pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Arab Saudi (KAS) Mohammed bin Salman al-Saud. Jokowi menyampaikan kondisi antrean haji di Indonesia sangat panjang. Bahkan calon jamaah haji harus menunggu hingga 47 tahun. “Saat bertemu dengan Perdana Menteri Mohammad bin Salman, saya menyampaikan apa adanya bahwa antrean haji di Indonesia sangat panjang bahkan ada yang harus menunggu 47 tahun sehingga Indonesia membutuhkan tambahan kuota haji. Alhamdulillah ditanggapi sangat positif oleh Kerajaan Saudi,” terang Jokowi. Dalam keterangannya, Jokowi juga menjelaskan mengenai KTT ASEAN-GCC yang dihadirinya. Menurutnya ASEAN dan GCC sepakat untuk meningkatkan kerja sama di tengah kondisi dunia yang terbelah. Selain itu, dalam forum tersebut juga dibahas mengenai upaya penyelesaian konflik di Palestina. ASEAN dan GCC pun sepakat untuk mengupayakan penghentian kekerasan dan membuka akses secara penuh untuk dukungan kemanusiaan. “Salah satu yang dibahas terkait Palestina dan 16 negara anggota ASEAN-GCC sepakat untuk mengupayakan penghentian kekerasan. Membuka askes penuh dukungan kemanusiaan dan menegaskan kembali komitmen solusi dua negara agar kedua negara bisa hidup berdampingan secara damai,” pungkas Jokowi. (wink) Baca juga :

Read More

Sambut Hari Santri, PBNU Akan Gelar Simposium Digitalisasi Perguruan Tinggi

SURABAYA, 1miliarsantri.net – Jika dulu tantangan santri adalah melawan penjajah untuk memperjuangkan kemerdekaan, saat ini para santri harus melawan musuh yang jauh lebih besar namun tak kasat mata. Musuh tersebut adalah belum meratanya kualitas digitalisasi perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Pendidikan, Prof. Moh Mukri, dalam Webinar SEVIMA pada Jum’at (20/10). Ulama asli Lampung ini memandang bahwa penyatuan pemahaman bagi santri dan perguruan tinggi terkait digitalisasi sangatlah penting. Karena  digitalisasi adalah suatu keniscayaan di masa depan. “Digitalisasi merupakan tuntutan zaman, jadi tidak mungkin ke depan masih serba manual, ketika di kampus ingin melihat data mahasiswa tinggal klik, harus sudah kelihatan. Disamping itu, bekerja dan berkarya saat ini mutlak butuh kompetensi digital. Berdakwah pun sekarang bisa pakai berbagai media online yang semakin canggih, jadi santri harus siap dengan digitalisasi!” kata Moh Mukri di hadapan ribuan santri pemirsa Webinar SEVIMA. Menjawab tantangan digitalisasi perguruan tinggi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan hajat besar bertajuk “Simposium Transformasi Digitalisasi dan Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Menuju 5.0”. Moh Mukri menyebutkan bahwa simposium ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Santri Nasional, dan rencananya akan digelar selama beberapa hari pada sekitar pertengahan atau akhir November 2023. Dihadiri Ribuan Pejabat Tinggi Negara, Rektor, dan Akademisi NU Disampaikan Ketua PBNU Bidang Pendidikan Prof. Moh Mukri, simposium ini akan menjadi sarana diskusi bagi para pengambil kebijakan di dunia pendidikan, terutama para pejabat tinggi negara di bidang pendidikan dan teknologi digital, serta dihadiri berbagai pimpinan dan akademisi perguruan tinggi. Baik itu dari Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), serta Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa simposium ini akan diselenggarakan dengan standar maksimal, dan telah mendapat restu dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Sehingga harapannya perguruan tinggi di bawah naungan NU, serta kampus-kampus lain yang ingin mengikuti perkembangan teknologi informasi, dapat terwadahi di momentum hari santri ini. “Terlebih sebelumnya dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2023, Ketua Umum PBNU bersama para ulama NU dari penjuru negeri telah bersepakat. Bahwa program transformasi digital menjadi ikon dari agenda ‘Memenangi Masa Depan’ di forum tersebut. Simposium Digitalisasi Perguruan Tinggi di momentum hari santri ini, nantinya akan melanjutkan arahan para ulama, ” lanjut Mukri. Dalam simposium ini, para peserta akan memperoleh kesempatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif mengenai penerapan teknologi dalam pendidikan tinggi. Simposium juga dikonsep lebih dari sekadar seminar, karena akan menjadi ajang silaturahim, sarana kolaborasi, serta berbagi bimbingan dari perguruan tinggi lain yang lebih senior bagi PTNU. “Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa PTNU masih membutuhkan bimbingan dan arahan. Melalui kerjasama ini, kita dapat membangun kolaborasi yang kuat, memajukan PTNU, dan pada akhirnya, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan alam semesta,” lanjut Mukri. Senada, Ketua Pelaksana Simposium Transformasi Digital yang sekaligus Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban Dr. Luthfi Hamidi , juga menekankan bahwa rangkaian dari peringatan Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober bukan sekedar seremonial semata. Hari Santri adalah momentum sekaligus tonggak penting yang perlu dimanfaatkan perkembangan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia. Termasuk untuk digitalisasi perguruan tinggi. “Oleh karenanya melalui Simposium Digitalisasi Perguruan Tinggi, ayo kita bergandeng tangan untuk memajukan PTNU. PTNU adalah berkah bagi alam semesta, dan kita perlu membentuk santri generasi penerus yang unggul di era 5.0, terkoneksi secara global, dan mampu terus dalam berkarya dan berdakwah di dunia yang semakin digital!,” pungkas Luthfi Hamidi. (hp)

Read More

PBNU Instruksikan Pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah pada malam Jelang Peringatan Hari Santri 2023

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan seruan pembacaan satu miliar Sholawat Nariyah pada malam hari menjelang Peringatan Hari Santri tanggal 22 Oktober 2023. Seruan ini dikeluarkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui surat edaran PBNU Nomor 1034/PB.01/A.1.03.08/99/10/23 tanggal 13 Oktober 2023 ditandatangani Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib ‘Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf. Ketua PBNU H Ishfah Abidal Aziz menjelaskan terkait dengan teknis Pembacaan Satu Miliar Sholawat Nariyah. Ia mengatakan masing-masing struktur kepengurusan NU dari pusat hingga ranting mendapatkan 15 paket, di mana satu paket terdiri dari 4.444. Kemudian untuk teknis pembagiannya diserahkan kepada masing-masing struktur kepengurusan. “Teknis pembagian kami serahkan pada struktur NU, umpama PWNU Jawa Tengah 15 paket, kami serahkan sepenuhnya menjadi kewenangan PWNU. Umpama di PCNU tertentu, dalam satu majelis dibebankan satu paket, 4.444 Shalawat Nariyah setidaknya 45 orang. Satu Shalawat Nariyah 30 detik, dibutuhkan 50 menit atau satu jam, maka butuh 45 orang,” terang Ishfah kepada 1miliarsantri.net, Kamis (19/10/2023). Dia menegaskan pembacaan Shalawat Nariyah dilaksanakan secara serentak pada Sabtu (21/10/2023) malam, diawali dengan Shalat Isya berjamaah, pembacaan tawassul dan aurad, lalu pembacaan Shalawat Nariyah. “Jadi selepas shalat Isya, bukan sore jam lima, tetapi selepas melaksanakan shalat Isya berjamaah. Kami tegaskan sebagaimana surat edaran kepada pengurus wilayah, diawali dengan shalat Isya berjamaah, tentu menyediakan dengan waktu pelaksanaan shalat di masing-masing daerah,” lanjutnya. Ishfah mengungkapkan alasan mengapa satu paket terdiri dari 4.444 Shalawat Nariyah, hal tersebut berdasarkan ijazah yang diperoleh, sehingga menjadi dasar. “Umpama di PCNU A, ada sembilan majelis itu dalam satu struktur itu mewajibkan 15 paket, semua akan terdistribusikan dengan baik, dengan dasar seperti ini kami putuskan tidak ada nyicil, semua kontan dibaca bersama-sama, tawasul dilakukan secara bersama-sama selepas shalat Isya berjamaah. Saya kira menjadi dasar kita untuk menghitung, tidak ada nyicil,” tegasnya. Lebih lanjut ia mengatakan, sebagaimana surat edaran, pembacaan Shalawat Nariyah dibagi menjadi menjadi dua yaitu di struktur NU dan di luar struktur NU. Bagi yang di luar struktur NU seperti pondok pesantren, masjid, mushola, majelis taklim, memiliki kewajibannya membaca satu paket. “Kami berharap pembagian alokasi dapat dilaksanakan, dapat dimonitor untuk dilaporkan ke PBNU, kami akan rekap. Kami mohon input dan dukungan mulai dari lembaga pondok pesantren, masjid, mushola, agar 21 Oktober selepas Isya kita semarakkan dengan membaca Sholawat Nariyah,” ungkapnya. Ishfah berharap Pembacaan Sholawat Nariyah oleh masing-masing pengurus NU dipublikasikan di media. “Kita warnai media sosial dengan pembacaan Shalawat Nariyah, struktur NU dapat mempublikasikan di media, kita semarakan Shalawat Nariyah,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More

Puncak Hari Santri Akan Diadakan Apel Serentak Diseluruh Pesantren dan Kantor Kemenag

Jakarta — 1miliarsantri.net : Apel kegiatan Hari Santri tahun 2023 akan dilaksanakan secara serentak pada Minggu 22 Oktober 2023. Apel ini nantinya bakal digelar di seluruh pesantren, lembaga pendidikan keagamaan Islam dan juga Kantor Kementerian Agama setiap daerah. Pelaksanaan Apel Hari Santri 2023 ini diatur dalam Surat Edaran Sekjen Kementerian Agama No SE 25 tahun 2023 tentang Pelaksanaan Apel Hari Santri. Surat Edaran ini ditandatangani Sekjen Kemenag Nizar pada 11 Oktober 2023. Apel Hari Santri 2023 rencana terpusat di Tugu Pahlawan Kota Surabaya, Jawa Timur. Selaku Inspektur Apel Hari Santri 2023, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan rencana nya akan disiarkan langsung melalui kanal media sosial Kementerian Agama RI. “Amanat Apel Hari Santri 2023 yang akan dibacakan pada Apel Hari Santri 2023 dapat diunduh atau didownload melalui website resmi Kementerian Agama RI https://www.kemenag.go.id/ dan Aplikasi Pusaka Kemenag RI. Para peserta apel diwajibkan menggunakan sarung, atasan putih, berpeci hitam bagi laki-laki, dan untuk perempuan dapat menyesuaikan,” terang surat edaran yang dikeluarkan kemenag. Edaran juga mengatur agar para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota menginformasikan kepada Pimpinan Pesantren dan Pimpinan Pendidikan Keagamaan Islam di wilayahnya mengenai pelaksanaan Apel Hari Santri 2023. Para pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Unit Pelaksana Teknis, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, dan Kepala Madrasah juga diminta untuk mempublikasikan pelaksanaan Apel Hari Santri 2023 di website, media sosial, atau media lainnya. (rid) Baca juga :

Read More

UIN Syarif Hidayatullah Menuntaskan Likuidasi RS Haji Jakarta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akhirnya menuntaskan likuidasi Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta. Kini, rumah sakit tersebut resmi terintegrasi menjadi RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penetapan likuidasi RS Haji Jakarta dilakukan melalui Surat Dirjen Administrasi Hukum Umum a.n. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU/-AH.01.03-00518 tanggal 27 September 2023 tentang Berakhirnya Status Badan Hukum PT. Rumah Sakit Haji Jakarta (dalam likuidasi). Surat ini merespons permohonan tim likuidator maupun surat permohonan dari Notaris Ilmiawan Dekrit S., S.H., M.H. di Jakarta Nomor 009/SL.NOT/ILM/IX/2023 tanggal 14 September 2023. Surat yang ditandatangani Dirjen AHU, Cahyo Rahadian Muzhar S.H., LLM, itu memberitahukan berakhirnya status badan hukum PT Rumah Sakit Haji Jakarta (Dalam Likuidasi), berdasarkan salinan akta nomor 18 tanggal 24 Agustus 2023 yang dibuat di hadapan Notaris Ilmiawan Dekrit S. S.H., M.H., di Jakarta telah dicatat dan dihapus dari Daftar Perseroan. Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar dan manajemen RS Haji UIN Jakarta mengapresiasi Kementerian Agama RI yang mendukung penuh proses penuntasan likuidasi. Menurut Asep Saepudin Jahar, tuntasnya likuidasi menjadi momentum penting dalam peningkatan kualitas manajemen layanan kesehatan publik RS Haji ini. “Hasil likuidasi RS Haji UIN Jakarta adalah momentum penting pengelolaan manajemen secara utuh oleh UIN Jakarta,” tegas Asep Saepudin Jahar, selaku penanggung jawab proses likuidasi, di Ciputat dikutip dari laman Kemenag, Selasa (17/10/2023). Pria yang akrab disapa Asep Jahar menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan publik RS Haji Jakarta. Rumah sakit ini juga akan didorong menjadi bagian penting pengembangan riset dan pendidikan kedokteran, kesehatan, maupun bidang ilmu terkait lainnya. “Semoga ke depan RS Haji UIN Jakarta menjadi tempat layanan kesehatan bagi masyarakat secara prima. Juga, rumah sakit ini menjadi tempat belajar mahasiswa kedokteran, ilmu kesehatan dan bidang ilmu lainnya,” harapnya. Apresiasi juga disampaikan Wakil Rektor Administrasi Umum UIN Jakarta, Imam Subchi. Menurutnya, apresiasi keberhasilan likuidasi pantas disematkan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, mulai dari Menteri Agama, Sekjen Kemenag, Dirjen Pendidikan Islam, dan lainnya. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan men-support penyelesaian likuidasi, baik Menteri Agama RI, Sekjen Kemenag RI, Dirjen Pendis Kemenag, dan seluruh jajarannya,” tandasnya. Berkat dukungan Kemenag, sambungnya, proses likuidasi berjalan lancar, tuntas dalam waktu enam bulan. “Alhamdulillah, sesuai target yang telah direncanakan pimpinan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut, UIN Jakarta dan manajemen RS Haji UIN Jakarta akan menyusun langkah-langkah strategis guna mengakselerasi penyehatan RS Haji. “Ke depan, harus ada timeline langkah-langkah strategis dan aplikatif guna mempercepat proses penyehatan hingga ke arah cita cita menjadi rumah sakit yang excellent,” sebut Imam. Direktur Utama RS Haji UIN Jakarta, dr. Flori Ratna Sari, Ph.D menilai, penuntasan likuidasi RS Haji Jakarta menjadi legacy besar bersama antara Kementerian Agama RI maupun UIN Jakarta maupun para pihak yang mendukung. “Selesainya likuidasi ini selain menjadi legacy besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kementerian Agama RI setelah krisis kepemilikan bertahun-tahun,” ujarnya. Ketua SPI UIN Jakarta sekaligus bagian dari tim likuidator, Dr. Yulianti M.Si juga turut mengucapkan apresiasi pada banyak pihak atas tuntasnya likuidasi. “Ucapan terima kasih patut disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses penyelesaian likuidasi, utamanya Direktorat AHU Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, BPK RI, BPKP RI, Menteri Agama beserta jajaran, juga likuidator,” tambahnya. Flori menilai, tuntasnya proses likuidasi RS Haji merupakan momen penting dalam mengakselerasi rumah sakit ini menjadi salah satu rumah sakit berprestasi nasional dan internasional. Bahkan integrasinya menjadi bagian UIN Jakarta, memungkinkan RS ini untuk jadi terdepan dalam layanan kesehatan publik, terutama layanan kesehatan haji, sekaligus bagian dari pendidikan bidang kedokteran dan kesehatan UIN Jakarta. “Rumah Sakit Haji Jakarta merupakan aset umat yang bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, namun juga berperan sebagai Rumah Sakit Pendidikan dengan keunggulan Haji,” tandasnya. Ketua SPI Yulianti menambahkan, tuntasnya likuidasi akan secepatnya diikuti dengan penyelesaian sejumlah kewajiban sebagaimana tertuang dalam minuta RUPS Luar Biasa RS Haji UIN Jakarta. Penyelesaiannya bisa dilakukan secara bersamaan dengan peningkatan kualitas layanan sendiri. “Hal ini dapat dilakukan beriringan dengan proses integrasi secara penuh RS Haji ke dalam BLU UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sehingga peran dan pelayanan kepada Masyarakat yang diberikan oleh BLU UIN Syairf Hidayatullah Jakarta semakin paripurna,” paparnya. Upaya likuidasi RS Haji Jakarta hingga menjadi bagian dari UIN Jakarta berjalan cukup lama. Prosesnya dimulai ketika tahun 2017, kala itu Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama memberikan seluruh saham Provinsi DKI Jakarta di RS Haji Jakarta sebanyak 51% secara sukarela kepada Kementerian Agama RI (Kemenag). Pemberian saham ini menjadikan Kemenag sebagai pemilik saham mayoritas dengan prosentase kepemilikan saham sebanyak 93%. Sebelumnya, Kemenag tercatat memiliki 42% saham. Bagian kecil saham dimiliki Koperasi Karyawan (6%) dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (1%). Setahun setelahnya menjadi pemilik saham mayoritas, Kemenag melakukan Rapat Sirkuler sebagai pengganti RUPS Luar Biasa untuk melakukan likuidasi. Selain menjadikan RS Haji Jakarta sebagai unit usaha BLU, upaya ini dilakukan sebagai andil Kemenag untuk mengawasi, membina, dan mengembangkan Rumah Sakit Haji Jakarta sebagai Rumah Sakit Pendidikan seperti tertuang dalam Akta Notaris Ilmiawan Dekrit S.H, M.H. Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pernyataan Keputusan Sirkuler Pemegang Saham PT. Rumah Sakit Haji Jakarta sebagai pengganti RUPS Luar Biasa. Mengacu pada hasil rapat sirkuler sendiri, Kemenag di tahun 2020 melakukan pengalihan pengelolaan manajemen PT. Rumah Sakit Haji Jakarta (dalam likuidasi) dari Sekretariat Jenderal Kementerian Agama kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Keputusan ini dituangkan dalam KMA 459 Tahun 2020 tentang Pengalihan Pengelolaan Manajemen PT. RS Haji Jakarta (dalam likuidasi). Pengalihan pengelolaan juga ditandai dengan perubahan Dewan Komisaris dan Direksi serta pergantian Likuidator yang ditunjuk dari UIN Syarif Jakarta sesuai dengan Akta Notaris Saifuddin Zuhri, SH., MH Nomor 3 tahun 2020 tentang Pernyataan Keputusan Rapat (RUPS LB) PT. RS Haji Jakarta (dalam Likuidasi). Pergantian kepemilikan dan proses perubahan badan hukum yang berkepanjangan sejak beroperasi di tahun 1994 hingga 2023 menimbulkan berbagai berbagai problem tata kelola RS Haji Jakarta. Diantaranya pergantian direksi, pergantian kebijakan pemilik, jumlah SDM yang berlebihan, lemahnya kendali biaya disertai utang yang membesar. Perubahan regulasi kerumahsakitan yang begitu dinamis turut menambah beban yang harus dipikul RS Haji Jakarta. Dalam mengakselerasi penyehatan dan penyelesaian permasalahan RS Haji Jakarta, UIN Jakarta dan Kemenag sendiri terus berkoordinasi mencarikan langkah-langkah strategis. Berbagai langkah ditempuh…

Read More

Dewan Syariah MUI Komitmen Majukan Ekonomi Syariah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) berkomitmen memajukan Ekonomi Syariah di Tanah Air. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng berbagai stakeholder mulai dari pemerintah termasuk Bank Indonesia. Dalam kaitannya dengan pengawasan Ekonomi Syariah, DSN MUI menggelar Ijtima’ Sanawi Dewan Pengawas Syariah (DPS) ke-19, Jumat (13/10/2023) lalu. Forum tersebut dihadiri oleh sekitar 300 DPS dari berbagai bidang. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Arief Hartawan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pihaknya mendukung penuh komitmen DPS untuk memajukan Eksyar. Tak hanya itu, hubungan kerja sama antara MUI dan BI telah lama terjalin dalam membahas bidang yang sama. “Syariah secara fitrah sudah sudah termasuk kedalam green economy. Peluang besar yang perlu kita perhatikan untuk memajukan eksyar salah satunya di lingkup pesantren,”kata Arief di Hotel Grand Sahid. Bukan tanpa sebab, Arief Hartawan menilai bahwa pesantren merupakan ekosistem potensial untuk menumbuhkan geliat Ekonomi Syariah. Tercatat terdapat ribuan pesantren berdiri dari Sabang sampai Merauke. “Belakangan BI juga menyasar dalam ekosistem pesantren ini. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita optimalkan potensi dan sumber daya yang ada,” ajaknya. Selain itu, turut hadir pula Staf Ahli bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kemenkeu Arief Wibisono. Dia menyampaikan potensi kemajuan eksyar sudah ada, akan tetapi belum mampu dioptimalkan dengan baik. “Dalam beberapa survei internasional menyatakan bahwa Indonesia menduduki urutan tinggi terkait ekonomi dan pariwisata syariah. Sebetulnya ini menjadi acuan sekaligus harapan bagi kita untuk memajukan eksyar di Indonesia,” kata dia. Kendati demikian, menurutnya baik sektor konvensional maupun syariah masih memerlukan banyak perhatian. Hal ini disebabkan inklusi keuangan di Indonesia masih sangat lemah. “Program pemerintah yang mencanangkan Indonesia emas pada 2045, salah satu indikator yang didorong adalah melalui eksyar. Oleh karena itu, kemajuan tidak akan bisa terwujud tanpa adanya kerja sama dari kita semua baik MUI, Pemerintah, Bank Indonesia maupun stakeholder yang lain,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

KPU Gelar Nobar Film Kejarlah Janji, Serentak di Pondok Pesantren se Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar nonton bareng film berjudul Kejarlah Janji karya Sutradara Garin Nugroho. Rencananya, film tersebut akan diputar serentak di pesantren se-Indonesia pada 22 Oktober 2023 bertepatan dengan Peringatan Hari Santri Indonesia 2023. Hal itu disampaikan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari dalam agenda penandatanganan nota kesepahaman bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat (13/10/2023). “Kami membuat film judulnya Kejarlah Janji sudah disampaikan ke jajaran KPU se-Indonesia; baik provinsi maupun kabupaten/kota, nanti pada 22 Oktober, puncak Hari Santri, kita akan mengadakan kegiatan KPU Goes to Santri dengan nonton film Kejarlah Janji,” terang Hasyim kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Selain di pesantren, lanjut Hasyim, KPU juga akan menggelar nobar film Kejarlah Janji di seluruh perguruan tinggi se-Indonesia. Agenda ini disebut KPU Goes to Campus. “Film ini sebagai sebuah sarana KPU untuk berkomunikasi dengan pemilih untuk materi pendidikan pemilih,” lanjutnya. Hasyim mengatakan telah membuat tempat pemungutan suara (TPS) di lokasi khusus, salah satunya yang terletak di pesantren-pesantren. Para konstituen santri dan pengajar di pesantren akan disiapkan surat suara sehingga bisa melaksanakan pemungutan suara di TPS khusus pesantren. “Karena siapa tahu pada hari H nanti, santri dan ustadz tidak bisa pulang, sehingga tetap dapat menggunakan hak pilih di TPS pondok pesantren. Ini salah satu langkah kami untuk melayani pemilih di 2024 nanti,” imbuh Hasyim. Gus Yahya berpesan kepada KPU agar sistem politik yang sudah ada saat ini tidak boleh sampai gagal. “Segala sesuatu yang berlangsung dalam kerangka sistem politik kita harus berjalan dengan baik. Kalau ada kekurangan diperbaiki tapi jangan sampai membuat sistem ini gagal,” ungkap Gus Yahya. Dia mengatakan, pemilu adalah titik tolak yang paling mendasar karena keseluruhan konstruksi politik dibangun di atas pemilu. Karena itu, kepercayaan rakyat kepada sistem politik juga tergantung pada kepercayaan rakyat terhadap sistem pemilu. (wink) Baca juga :

Read More

Beberapa Agenda Lomba Hari Santri Nasional 2023

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peringatan Hari Santri 2023 dimeriahkan dengan berbagai perlombaan. Lomba tersebut di antaranya fotografi, film pendek, melukis digital wajah kiai, menulis sya’ir dan nadhom bahasa arab, serta lomba mengajar kitab kuning. Rangkaian lomba ini merupakan kolaborasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama H Umarsyah mengatakan, perlombaan dalam hari santri kali ingin terus mengedepankan semangat generasi muda dalam berkarya dan berkreasi. “Ini perayaan hari yang kesekian kalinya, tahun 2023 ada pemikiran dan keinginan untuk mengedepankan semangat di balik hari santri,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (15/10/2023). Dia menjelaskan, lomba fotografi dengan subjek potret kehidupan pesantren yang ada di Indonesia pengumpulan karya dilakukan pada 12-19 Oktober 2023. Lalu, untuk lomba melukis digital wajah kyai. Batas pengumpulan dan pengiriman karya lomba melukis digital wajah kiai ini dilakukan pada tanggal 12-19 Oktober 2023. Kemudian ada lomba film pendek tentang kehidupan di pesantren. Batas pengumpulan dan pengiriman karya untuk lomba film pendek pada 18-19 Oktober 2023. Sedangkan lomba mengajar kitab kuning pengumpulan karya pada 11-17 Oktober 2023. Lomba yang tak kalah menarik yaitu Musabaqah Qowaid Al-Fiqhiyyah yang bisa diikuti oleh berbagai kalangan. Untuk link pendaftaran yaitu http://bit.ly/Formulirharisantrinasional. Tanggal penting pada lomba ini yaitu pada tanggal 16 Oktober 2023 grand final, 18 Oktober 2023 Musabaqah, 22 Oktober pengumuman pemenang. 10 peserta terbaik yang lolos putaran grand final akan diundang ke acara puncak Hari Santri 2023 di tugu Pahlawan Surabaya. (rid) Baca juga :

Read More