Iran tak Takut: Kami Identifikasi Semua Target di Israel

Teheran — 1miliarsantri.net : Beredar bocoran dokumen tentang rencana Israel untuk menyerang Iran. Menurut Axios, dokumen tersebut merinci tindakan yang diambil dalam beberapa hari terakhir di beberapa pangkalan udara Israel, termasuk transfer amunisi canggih sebagai persiapan untuk serangan Iran yang akan datang. Dokumen tersebut juga berisi laporan tentang persiapan terperinci oleh unit pesawat nirawak Israel untuk serangan tersebut. Namun Iran tak gentar dengan kabar rencana Israel itu. Teheran bahkan mengaku telah memetakan semua wilayah Israel. “Kami telah mengidentifikasi semua target di Israel, dan Israel akan menerima respons yang sepadan terhadap setiap serangan terhadap Iran,” ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara dengan Saluran TV Turki NTV, yang dipublikasikan pada Sabtu (19/10/2024). Araghchi, yang berada di Turki pada Jumat dan Sabtu untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri mengenai kerja sama regional di Kaukasus, juga mengatakan kepada jaringan televisi tersebut bahwa setiap serangan Israel terhadap Iran dianggap sebagai garis merah bagi Republik Islam tersebut. “Bagi kami, setiap serangan terhadap Iran berarti melewati garis merah. Kami tidak akan membiarkan serangan semacam itu tidak terjawab. Respons yang diperlukan akan diberikan terhadap setiap serangan terhadap fasilitas nuklir Iran atau serangan serupa lainnya,” kata diplomat tinggi tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Iran menganggap AS sebagai sekutu Israel karena rezim tersebut melakukan kejahatannya di Gaza dan Lebanon dengan menggunakan senjata yang dipasok Amerika. “Bagi kami, AS bersekutu dengan Zionis dan jika perang skala besar terjadi di kawasan tersebut, AS juga akan terseret ke dalamnya, dan kami sama sekali tidak menginginkan ini,” lanjut Araghchi. Komentar Araghchi muncul saat Israel mengancam akan menyerang Iran menyusul operasi rudal Republik Islam terhadap target militer dan keamanan rezim tersebut pada tanggal 1 Oktober. Iran melakukan operasi tersebut sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh oleh Israel di Teheran pada akhir Juli, serta pembunuhan pemimpin Hizbullah Sayed Hassan Nasrallah dan komandan militer Iran Abbas Nilforoushan pada akhir September. Iran mengatakan bahwa pihaknya melakukan operasi tersebut tanpa adanya tanggapan tegas dari masyarakat internasional terhadap tindakan agresi Israel. (mel) Baca juga :

Read More

Anak India Dijuluki Anak Asia Paling Berbakat, Selesai Sekolah 9 Tahun Gelar Doktor 21 Tahun, Profesor Usia 22 Tahun

Bangalore — 1miliarsantri.net : Tathagat Avatar Tulsi yang dulunya dianggap sebagai ahli fisika jenius, kini menemukan dirinya di persimpangan jalan. Yang tak terduga, saat ini tanpa pekerjaan. Perjalanan hidupnya luar biasa sejak kecil. Tetapi baru-baru ini, perjalanannya berubah drastis dan tak terduga. Lahir pada 9 September 1987 di Bihar, kecemerlangan Tulsi mulai menjadi berita utama di usia yang sangat muda. Ia menyelesaikan pendidikan sekolahnya pada usia 9 tahun. Berikut kisah luar biasa Tathagat Avatar Tulsi. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Tathagat Avatar Tulsi telah meraih gelar B.Sc. dari Patna Science College pada usia 11 tahun. Pada saat ia berusia 12 tahun, ia telah menyelesaikan gelar M.Sc. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya untuk meraih gelar PhD dari Institut Sains India (IISc) yang bergengsi di Bangalore, yang ia selesaikan pada usia 21 tahun. Penelitian PhD-nya difokuskan pada “Generalisasi Algoritma Pencarian Kuantum.” Ia juga ikut menulis makalah penelitian dengan ilmuwan terkenal Lov Grover, meskipun makalah tersebut tidak pernah diterbitkan.Di tengah pengakuan nasional atas prestasi akademisnya, Tathagat diangkat sebagai profesor kontrak di IIT Bombay pada tahun 2010. Namun, kehidupan berubah menjadi sulit pada tahun 2011 ketika kesehatannya mulai menurun. Ia mengalami demam tinggi, yang kemudian didiagnosis sebagai alergi. Penyakitnya menandai awal perjuangannya. Pada tahun 2013, karena masalah kesehatan, Tathagat mengambil cuti selama empat tahun di Patna. Sayangnya, setelah absennya dia dalam waktu yang lama, IIT Bombay menghentikan pengabdiannya pada tahun 2019, yang secara efektif mengakhiri karier akademisnya di lembaga tersebut. Tathagat, yang pernah dianggap sebagai salah satu anak Asia paling berbakat yang mendapat julukan seperti “Superteen” oleh Science, “Physics Prodigy” oleh The TIMES, dan “Master Mind” oleh The WEEK, saat ini sedang menganggur dan mencoba membangun kembali hidupnya Kini, Tathagat Avatar Tulsi memasuki babak baru dalam hidupnya. Tak lagi di kelas, ia mengalihkan fokusnya untuk belajar hukum. Kecerdasannya yang tajam mencari peluang baru, dan banyak orang yang pernah mendapat inspirasi darinya kini mengamati dengan saksama untuk melihat masa depan akademisi yang dulu cemerlang ini. (rim) Baca juga :

Read More

Iran Ancam Balas Dendam Setelah Kematian Pemimpin Hamas

Teheran — 1miliarsantri.net : Iran menyatakan bahwa semangat perlawanan akan semakin kuat setelah tewasnya Yahya Sinwar. Pernyataan ini disampaikan oleh misi Iran untuk PBB pada Kamis, beberapa jam setelah Israel mengumumkan telah membunuh pemimpin Hamas tersebut. “Semangat perlawanan akan semakin menguat. Dia akan menjadi teladan bagi para pemuda dan anak-anak yang akan melanjutkan perjuangannya demi pembebasan Palestina,” tulis misi tersebut dalam sebuah postingan di media sosial X. Selama pendudukan dan agresi masih ada, perlawanan akan terus berlanjut, karena sang syuhada tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi.” Sebelumnyanya, militer Israel mengumumkan bahwa pasukan mereka telah membunuh pemimpin Hamas Sinwar di Rafah, Gaza selatan, setelah baku tembak dengan pemimpin militan tersebut dan dua pejuang lainnya sehari sebelumnya. “Kemarin di Tel Sultan di Rafah, Yahya Sinwar telah disingkirkan oleh pasukan tentara,” kata juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari. “Pembunuh massal Yahya Sinwar, yang bertanggung jawab atas pembantaian dan kekejaman 7 Oktober, telah disingkirkan… oleh tentara [Israel],” kata Menteri Luar Negeri Israel Katz dalam sebuah pernyataan. Militer kemudian mengonfirmasi bahwa “setelah pengejaran selama setahun,” pasukan “telah menyingkirkan Yahya Sinwar, pemimpin organisasi teroris Hamas, dalam operasi di Jalur Gaza selatan” pada hari Rabu. Pihak Hamas sendiri belum mengonfirmasi kematian pemimpin nya. (zak) Baca juga :

Read More

Tanggapan Andrew Garfield soal Palestina

New York — 1miliarsantri.net : Aktor Andrew Garfield menarik perhatian publik dalam sebuah wawancara ketika mempromosikan film terbarunya We Live in Time. Kala itu, dia vokal membahas soal Gaza, Palestina. Selama tampil di podcast “Happy Sad Confused” yang direkam secara langsung pada Kamis lalu di 92nd Street Y di New York, Garfield ditanya oleh pembawa acara Josh Horowitz “Apa yang bisa 500 orang yang bertepuk tangan ini lakukan untuk kamu?”. Aktor tersebut lantas menjawab dengan memfokuskan perhatian kepada warga Palestina di Gaza. “Saya tidak membutuhkan, saya tidak tahu, saya sangat bahagia. Kita harus mencurahkan energi kita untuk sesuatu yang benar-benar penting,” kata dia dikutip dari laman Huffington Post. Sang pembawa acara kembali bertanya, “Apa yang mungkin lebih penting saat ini?”. Garfield pun menjawab, “Mungkin nyawa warga Palestina di Gaza saat ini. Mungkin di situlah kita mencurahkan hati dan energi kita, dan siapa pun yang menderita, siapa pun yang tertindas, siapa pun yang menderita di bawah beban kengerian dunia kita saat ini, siapa pun yang tidak punya pilihan dalam menjalani kehidupan yang bermartabat. Di situlah energi kita seharusnya tersalurkan saat ini,” kata Garfield menegaskan. Tanggapan Garfield disambut tepuk tangan dari penonton saat rekaman langsung. Pada tahun lalu, aktor tersebut merupakan salah satu dari banyak pesohor yang menandatangani surat Artists4Ceasefire yang mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk memfasilitasi gencatan senjata di Gaza. Sejak Oktober 2023, lebih dari 41 ribu warga Palestina telah tewas dalam perang di Gaza. Selama wawancara di podcast itu, Garfield juga berbicara tentang kariernya, termasuk bekerja dengan mendiang aktor Heath Ledger pada 2009 dalam film The Imaginarium of Doctor Parnassus. Garfield mengatakan, dia memiliki banyak kenang-kenangan dari Ledger, terutama sepasang kacamata hitam yang dia berikan kepada Garfield setelah bintang Spider-Man itu memujinya. “Dia orang yang sangat murah hati, cantik, dan kreatif,” kata Garfield tentang Ledger. (ris) Baca juga :

Read More

Presiden Kuba Pimpin Aksi Bela Palestina

Havana — 1miliarsantri.net : Sebanyak 10 ribu orang berunjuk rasa di Havana untuk mendukung warga Palestina untuk menuntut pengakhiran agresi Israel. Mereka menyuarakan dalam sebuah aksi yang dipelopori oleh Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, menurut seorang koresponden Sputnik. “Lawan genosida di Gaza dan Lebanon, lawan upaya Israel untuk memusnahkan rakyat Palestina yang mulia, lawan impunitas kekaisaran bagi para pelaku genosida. Kuba menyampaikan tuntutan bersejarah kami, ‘Tolak filosofi penjajahan, dan filosofi perang akan berhenti,” tulis Diaz-Canel dalam unggahan di platform X. Selain presiden, aksi yang dihadiri 10 ribu orang tersebut juga dihadiri oleh Perdana Menteri Kuba Manuel Marrero dan Ketua Parlemen Esteban Lazo, serta para menteri dan pejabat tinggi pemerintah lainnya. Para peserta aksi berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana, sambil mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan “Bebaskan Palestina,” lapor koresponden Sputnik. “Kuba dan seluruh dunia menuntut pengakhiran genosida, yang tidak mungkin terjadi tanpa dukungan Pemerintah AS, dan hal ini harus diakui dan dikutuk. Tanpa dukungan AS, tidak akan pernah ada impunitas terhadap pembantaian masyarakat, anak-anak, perempuan dan para lansia serta penghancuran rumah sakit,” kata ketua Institut Persahabatan Kuba dengan Rakyat, Fernando Gonzalez, kepada Sputnik. Gonzalez meyakini bahwa AS mendorong Israel untuk “menginternasionalisasi genosida di Jalur Gaza yang sudah meluas ke Lebanon dan wilayah lain.” Kuba telah mengakui Palestina sejak 1988. Pada awal tahun ini, Kuba mendukung resolusi PBB yang menganjurkan pengakuan Palestina sebagai negara anggota PBB. (rim) Baca juga :

Read More

Andrew Garfield ‘Spider-Man’ Berani Bela Palestina

New York — 1miliarsantri.net : Andrew Garfield, aktor terkenal pemeran Spider-Man, baru-baru ini menyuarakan dukungannya untuk rakyat Palestina di Gaza. Dalam sebuah podcast, Garfield menegaskan bahwa “hati dan energi kita” harus berpihak pada mereka yang menderita di tengah perang Israel-Hamas yang mematikan di Timur Tengah, serta “siapa pun yang menderita dan tertindas.” Komentar Garfield menjadi viral di media sosial pekan ini setelah ditayangkan dalam episode terbaru podcast “Happy Sad Confused” yang dipandu Josh Horowitz pada Kamis (10/10/2024). Garfield, yang saat ini sedang mempromosikan film drama romantisnya “We Live in Time” bersama Florence Pugh, melakukan perbincangan panjang dengan Horowitz di 92nd Street Y, New York. Ini bukan pertama kalinya Garfield menunjukkan dukungan untuk Palestina. Namun, minggu ini dia mempertegas sikapnya dengan menekankan simpatinya pada mereka yang terkena dampak konflik di Palestina. Menurut AP News, konflik terkini di Gaza merupakan fase paling mematikan bagi warga Palestina dalam sejarah perselisihan Israel-Palestina. Pada Agustus lalu, PBB melaporkan bahwa 40.000 warga Palestina telah tewas selama setahun terakhir, berdasarkan data dari kementerian kesehatan Gaza. Meski sukses di Hollywood, Garfield tetap peka terhadap isu-isu global. Dalam wawancara podcast Kamis lalu, Horowitz mengajukan pertanyaan terbuka tentang kebutuhan pribadi Garfield. Garfield menjawab dengan mendesak orang-orang untuk fokus pada penderitaan warga Palestina di Gaza, menyatakan bahwa kebahagiaan pribadinya sudah lebih dari cukup. “Kamu tahu, dari semua orang di dunia, aku tidak butuh apa-apa lagi – aku sudah sangat bahagia,” kata Garfield. “Kita seharusnya menyalurkan energi kita pada sesuatu yang benar-benar penting, kau tahu? Ya, mungkin nyawa warga Palestina di Gaza saat ini. Mungkin di situlah kita harus menaruh hati dan energi kita.” Aktor tersebut melanjutkan, “Dan siapa pun yang menderita, siapa pun yang tertindas – siapa pun yang menderita di bawah beban kengerian dunia kita saat ini. Siapa pun yang tidak punya pilihan untuk hidup bermartabat. Ya – ke sanalah energi kita harus diarahkan sekarang.” Tak lama setelah perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023, Garfield bersama beberapa aktor lainnya menandatangani surat terbuka kepada Presiden Joe Biden, meminta gencatan senjata di wilayah tersebut. Aktor lain yang ikut menandatangani termasuk Joaquin Phoenix, Kristen Stewart, Oscar Isaac, Cate Blanchett, Jeremy Strong, Quinta Brunson, Ayo Edebiri, Hasan Minhaj, dan lainnya. (ris/AP) Baca juga :

Read More

Norwegia Evakuasi Diplomatnya dari Lebanon

Beirut — 1miliarsantri.net : Kementerian Luar Negeri Norwegia mengumumkan evakuasi sebagian diplomatnya dari Lebanon, setelah pengeboman terjadi di dekat kedutaan besarnya di Beirut, di tengah meningkatnya serangan udara Israel dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB. “Situasi keamanan di Lebanon masih sangat tegang dan tidak jelas. Telah terjadi pengeboman di dekat Kedutaan Besar Norwegia di Beirut. Oleh karena itu, beberapa diplomat Norwegia yang ditugaskan akan melakukan perjalanan keluar Lebanon untuk sementara waktu,” ungkap kementerian tersebut. Kantor kedutaan kini hanya memiliki kapasitas terbatas untuk membantu warga Norwegia yang masih berada di Lebanon. Pemerintah Norwegia menyarankan semua warga negaranya untuk meninggalkan Lebanon selagi masih memungkinkan, dan memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke wilayah tersebut. Duta Besar Norwegia untuk Lebanon akan tetap berada di Beirut, bersama dengan sejumlah kecil diplomat, untuk memantau situasi. Pengumuman tersebut muncul saat Israel mengintensifkan serangan militernya di Lebanon, yang menargetkan kelompok Hizbullah. Israel juga telah menyerang lokasi pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), yang menyebabkan jatuhnya korban di antara pasukan penjaga perdamaian. Sejak 23 September, serangan udara Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 korban, melukai ribuan orang, dan mendorong lebih dari 1,2 juta orang mengungsi. Meskipun ada kekhawatiran internasional tentang perang regional yang lebih luas, Israel meningkatkan konflik pada dengan melancarkan invasi darat ke Lebanon selatan pada 1 Oktober lalu, menyusul serangan intensif di Gaza dan Lebanon. (san) Baca juga :

Read More

Menteri Israel Picu Kontroversi

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan ekstrem, Bezalel Smotrich, menuai kritik setelah menyerukan ekspansi wilayah Israel hingga ke Damaskus dalam sebuah film dokumenter baru-baru ini. Dalam wawancara untuk dokumenter berjudul “In Israel: Ministers of Chaos” yang diproduksi oleh saluran layanan publik Eropa, Arte, Smotrich mengklaim bahwa Israel akan melakukan ekspansi “sedikit demi sedikit” hingga akhirnya mencakup seluruh wilayah Palestina serta Yordania, Lebanon, Mesir, Suriah, Irak, dan Arab Saudi. “Tertulis bahwa masa depan Yerusalem adalah untuk meluas hingga Damaskus,” ujarnya, mengutip ideologi “Israel Raya” yang membayangkan perluasan negara ke seluruh Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam pernyataan provokatif tersebut, menyebutnya sebagai cerminan ideologi berbahaya dan “rasis” Smotrich. Sebelumnya, Smotrich juga menyinggung konsep serupa dalam acara peringatan untuk seorang aktivis Likud di Paris. Saat berpidato di podium yang dihiasi peta Israel termasuk Yordania, dia menyatakan bahwa rakyat Palestina “tidak ada”. Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan bahwa perwakilan pemerintah di Paris tidak berencana untuk bertemu dengan Smotrich selama kunjungannya ke negara tersebut. Selain menjabat sebagai menteri keuangan, Smotrich kini memegang kekuasaan signifikan atas Tepi Barat yang diduduki Israel. Pada Agustus lalu, Smotrich menyatakan dukungannya untuk memblokir bantuan ke Gaza, dengan mengatakan: “Tidak ada yang akan membiarkan kita menyebabkan dua juta warga sipil mati kelaparan meskipun itu mungkin dibenarkan dan bermoral sampai sandera kita dikembalikan.” Akhir Februari lalu, sang menteri mengatakan bahwa negara Israel harus “memusnahkan” desa Palestina Huwwara, setelah desa tersebut mengalami serangan kekerasan oleh pemukim Israel. (zul/AP) Baca juga :

Read More

PBB Dorong Israel Hentikan Agresi Militer

Gaza — 1miliarsantri.net : Operasi militer Israel di Gaza utara telah membuat setidaknya 400.000 warga Palestina terjebak di wilayah tersebut, kata kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Tentara Israel melancarkan serangan baru di Gaza utara pada Minggu (6/10), dengan alasan bahwa operasi itu bertujuan untuk mencegah Hamas mendapatkan kembali kekuatan di wilayah tersebut. Menurut saksi mata, tubuh-tubuh korban terlihat di jalanan di seluruh kamp pengungsi Jabalia, sementara pasukan Israel menghalangi tim medis untuk mencapai area tersebut. “Setidaknya 400.000 orang terjebak di wilayah tersebut,” kata Komisioner Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini dalam sebuah unggahan di platform X. Ia juga mengatakan bahwa perintah evakuasi Israel yang terbaru “memaksa orang-orang untuk terus melarikan diri berulang kali, terutama dari Kamp Jabalia.” “Banyak yang menolak karena mereka tahu tidak ada tempat yang aman di Gaza.” Kepala UNRWA itu memperingatkan bahwa persediaan dasar di Gaza utara hampir habis. “Kelaparan semakin meluas dan mendalam kembali. Tempat perlindungan dan layanan UNRWA terpaksa ditutup. Beberapa untuk pertama kalinya sejak perang dimulai,” katanya. Lazzarini juga memperingatkan bahwa serangan Israel mengancam pelaksanaan tahap kedua kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak di Gaza utara. “Anak-anak seperti biasa, adalah yang pertama dan paling menderita,” katanya. “Mereka pantas mendapatkan yang lebih baik, mereka pantas mendapatkan gencatan senjata sekarang, mereka pantas mendapatkan masa depan.” Tahap pertama kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak di seluruh Jalur Gaza berakhir pada 15 September. Israel telah melanjutkan serangannya yang brutal di Jalur Gaza sejak serangan oleh kelompok Palestina Hamas tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera. Hampir 42.000 orang telah tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, serta lebih dari 97.300 orang lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat. Serangan Israel juga telah membuat hampir seluruh penduduk Jalur Gaza mengungsi di tengah blokade yang berlangsung, yang menyebabkan kekurangan parah bahan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Israel saat ini menghadapi gugatan genosida di Pengadilan Internasional atas tindakannya di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Tentara IDF Bertumbangan di Perbatasan Lebanon

Gaza — 1miliarsantri.net : Lagi dan lagi markas pasukan penjajahan Israel (IDF) mengumumkan kematian prajuritnya saat mencoba memasuki wilayah Lebanon. Sejauh ini, sudah 12 terbunuh akibat upaya Hizbullah mengadang masuknya tentara Israel ke lebanon. IDF pada Kamis pagi mengumumkan bahwa Sersan. Mayor Ronny Ganizate (36), dari Batalyon 5030 Brigade Alon, terbunuh saat melawan Hizbullah di Lebanon selatan. Prajurit cadangan lainnya dari Batalyon 5030 terluka parah dalam insiden yang sama dan dibawa ke rumah sakit, tambah militer. Menurut the Times of Israel, Ganizate adalah tentara Israel ke-12 yang tewas dalam serangan darat melawan Hizbullah di Lebanon dan selama operasi di perbatasan. Israel melancarkan serangan pada tanggal 23 September yang bertujuan untuk mengusir kelompok teror tersebut dari Lebanon selatan setelah setahun melakukan serangan lintas batas yang hampir terjadi setiap hari. Media Israel juga melaporkan pada Rabu bahwa pasukan penjajahan Israel mengumumkan cederanya 38 tentara mereka dalam 24 jam di sepanjang front utara di perbatasan antara Lebanon dan Palestina yang diduduki. Di lapangan, Perlawanan Islam di Lebanon berhasil menggagalkan berbagai upaya infiltrasi pasukan pendudukan Israel di berbagai titik di Lebanon Selatan sejak Selasa dini hari. Pada Rabu pukul 19.20, koresponden Al Mayadeen di Lebanon Selatan melaporkan bahwa pejuang Perlawanan berhasil menggagalkan 14 upaya serangan pasukan pendudukan Israel. Hizbullah telah melontarkan lebih dari 3.000 roket ke wilayah utara Israel – dan dalam beberapa kasus bahkan lebih jauh lagi – sejak Israel melancarkan serangannya pada tanggal 23 September. Israel mengatakan pihaknya berusaha untuk membuat situasi aman bagi sekitar 60.000 orang yang mengungsi akibat serangan Hizbullah yang sedang berlangsung sejak Oktober 2023 untuk kembali ke rumah mereka. Militer Israel mengatakan telah membongkar infrastruktur Hizbullah di sepanjang perbatasan dan membunuh ratusan pejuang Hizbullah. Mereka juga telah melakukan serangan udara lebih jauh ke wilayah Lebanon, termasuk serangan terhadap kota pesisir dekat Sidon yang menurut Lebanon menewaskan empat orang pada hari Rabu. Namun tidak disebutkan apakah keempat orang tersebut adalah warga sipil atau kombatan. Serangan terhadap Israel utara selama setahun terakhir telah mengakibatkan kematian 28 warga sipil. Selain itu, 34 tentara dan pasukan cadangan IDF tewas dalam pertempuran lintas batas dan dalam operasi darat yang dilancarkan di Lebanon selatan pada akhir September. Dua tentara tewas dalam serangan pesawat tak berawak dari Irak, dan ada juga beberapa serangan dari Suriah, tanpa ada korban luka. Hizbullah telah menyebutkan 516 anggotanya yang dibunuh oleh Israel selama pertempuran yang sedang berlangsung, sebagian besar di Lebanon tetapi beberapa juga di Suriah. 94 anggota lainnya, seorang tentara Lebanon, dan puluhan warga sipil juga tewas. Sementara itu, media Israel telah mengungkapkan bahwa meskipun Israel telah berbicara selama berminggu-minggu tentang “pengurangan” sistematis kemampuan gerakan Hizbullah, namun tentara tidak berbicara tentang sejauh mana “pengurangan” kemampuan mereka sendiri selama setahun terakhir di Gaza dan dengan di utara Israel, Middle East Monitor (MEMO) melaporkan pada hari Rabu. Menulis di surat kabar ekonomi Israel Calcalist, pakar urusan militer Yuval Azoulay menjelaskan bahwa pembunuhan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah telah menempatkan Israel semakin dekat dengan perang komprehensif dengan tentara Israel yang kelelahan setelah perang terpanjang yang berkelanjutan dalam sejarahnya. Laporan Azoulay mengkonfirmasi bahwa dalam satu tahun terakhir, tentara kehilangan lebih dari 700 tentara di Gaza, dengan jumlah korban luka yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam berbagai tingkat, tulis MEMO. Korban luka sejauh ini diperkirakan berjumlah 11.000 pasukan tempur. Sedangkan menurut departemen rehabilitasi di Kementerian Pertahanan Israel, jumlah tentara yang terluka meningkat setiap bulan sekitar 1.000 orang. Ini adalah jumlah korban luka terbesar yang pernah diumumkan tentara Israel, setara dengan 12 batalyon yang dilumpuhkan. Baik pasukan reguler maupun cadangan yang akan berperang di front utara – yang dianggap lebih sulit, lebih besar, lebih kompleks dan lebih menantang – kelelahan akibat perang tanpa akhir di Gaza, kata Azoulay. Dia menuduh eselon politik di Tel Aviv bertanggung jawab atas situasi ini, karena mereka tidak mampu mengatur strategi apa pun dalam tindakan mereka di Gaza, dan jelas mengabaikan perang gesekan di utara yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, tambah laporan itu. Lebih dari 100 tentara Israel mengancam akan berhenti bertugas di militer kecuali pemerintah berupaya menjamin gencatan senjata dan pembebasan tawanan di Gaza. Permintaan ini di tengah terus berkurangnya pasukan Israel yang tewas dan terluka di Gaza dan Lebanon. Surat tersebut, yang ditandatangani oleh 130 tentara dan ditujukan kepada para menteri Kabinet Israel dan kepala staf pasukan penjajahan Israel (IDF), termasuk tentara cadangan dan wajib militer dari berbagai unit militer, seperti Korps Lapis Baja, Korps Artileri, Komando Front Dalam Negeri, angkatan udara, dan angkatan laut. Tentara Israel bekerja di pengangkut personel lapis baja (APC) di Israel utara, Senin, 30 September 2024. – (AP Photo/Leo Correa)“Sekarang jelas bahwa melanjutkan perang di Gaza tidak hanya menunda kembalinya para sandera dari penawanan tetapi juga membahayakan hidup mereka: Sandera yang terbunuh oleh serangan IDF lebih banyak daripada mereka yang diselamatkan dalam operasi militer,” bunyi surat itu, menurut laporan Haaretz pada Rabu. “Kami, yang mengabdi dan mengabdi dengan penuh dedikasi dan mempertaruhkan nyawa, dengan ini mengumumkan bahwa jika pemerintah tidak segera mengubah arah dan berupaya mencapai kesepakatan untuk memulangkan para sandera, kami tidak akan dapat terus mengabdi.” Para prajurit menambahkan, “Bagi sebagian dari kami, garis merah telah dilewati; bagi yang lain, waktunya semakin dekat: harinya semakin dekat ketika kita, dengan hati yang hancur, berhenti melapor untuk bertugas.” (zul) Baca juga :

Read More