Kepala Media Hizbullah Mohammed Afif Tewas Akibat Serangan Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Kepala media Hizbullah, Mohammed Afif, tewas dalam serangan Israel di pusat Beirut. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh kelompok militan Lebanon. Pada Minggu (17/11/2024) kemarin, sebuah serangan menghantam markas besar partai politik Baath di lingkungan padat penduduk Ras al-Naba, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon. Kementerian Kesehatan negara mengatakan empat orang tewas, namun tidak menyebutkan nama korbannya. Mohammed Afif, salah satu dari sedikit wajah kelompok tersebut yang tersisa, terakhir terlihat pada hari Senin lalu, ketika ia memberikan konferensi pers di pinggiran selatan Beirut, tempat kelompok tersebut bermarkas. Hizbullah mengkonfirmasi Afif tewas pada Minggu malam. Sebagian besar markas besar partai Baath Suriah cabang Lebanon hancur dalam serangan tersebut, ketika tim penyelamat dan pertahanan sipil bergegas membantu sejumlah orang yang terjebak di bawah reruntuhan, Kantor Berita Nasional melaporkan, dilansir dari bbc.com, Selasa (19/11/2024). Kementerian Kesehatan mengatakan 14 orang terluka dan empat orang tewas dalam peristiwa tersebut. Partai Baath Lebanon adalah cabang dari Partai Baath Suriah, yang dipimpin oleh Presiden Bashar Al-Assad, dan sekutu lama Hizbullah. Kantor pusat partai ini terletak di persimpangan pusat sibuk yang menghubungkan Beirut bagian barat dan timur dengan pusat kota dan jalan bandara, yang melewati pinggiran selatan. Koresponden BBC di Timur Tengah, Lina Sinjab, mengatakan perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Israel memperluas serangannya ke luar pejabat militer Hizbullah. Hizbullah juga merupakan partai politik dengan perwakilan di parlemen dan menteri di pemerintahan.

Read More

Israel terus membantai warga sipil di jalur Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Para pejuang Palestina terus bertahan di medan tempur. Kelompok Perlawanan di Gaza tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah menghadapi pasukan penjajah Israel di jalur Gaza. Pertempuran terus terjadi di wilayah utara yang terkepung, terutama Beit Lahia dan Kamp Jabalia. Para pejuang juga mengintensifkan serangannya terhadap posisi tentara teroris Israel di poros Netzarim, barat daya Kota Gaza. Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, membunuh tiga tentara Israel dari jarak dekat di dekat Bundaran Abbas Kilani di utara Beit Lahia dan menembak mati tentara keempat, lapor Al-Mayadeen. Pejuang Al-Qassam menargetkan sebuah tank Merkava 4 Israel dengan peluru al-Yassin 105 di dekat Asosiasi Pembangunan Beit Lahia. Mereka juga menyerang tank lain dan buldoser militer D9 dengan senjata yang sama di dekat Asosiasi dan Bundaran Tal al-Dhahab. Di Kamp Jabalia barat, al-Qassam menghantam tank Merkava 4 ketiga dengan alat peledak Shawaz buatan lokal di Jalan Duwas. Media Militer al-Qassam merilis rekaman yang mendokumentasikan serangan langsung dan terkonfirmasi terhadap kendaraan-kendaraan Israel di utara dan barat Beit Lahia. Serangan juga dilakukan Brigade al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina, yang menghancurkan sebuah tank Merkava dengan menggunakan alat peledak Thaqib yang kuat buatan lokal, di sebelah utara Beit Lahia. Mereka juga meluncurkan rudal salvo ke arah posisi artileri Israel di situs militer Fajjeh. Tentara Israel membawa peti mati tentara Israel, saat pemakamannya di pemakaman militer Gunung Herzl di Yerusalem, 25 Oktober 2024. Israel akan menambah 600 makam lagi bagi tentara. Di Jalan al-Shima, Brigade Syuhada al-Aqsa menargetkan sebuah tank Israel dengan rudal anti-peluru kendali dan meluncurkan roket ke arah pusat komando dan kontrol di Netzarim. Dalam sebuah operasi gabungan, Brigade al-Quds dan Brigade al-Mujahidin, sayap militer Gerakan al-Mujahidin, menembakkan rentetan roket terkoordinasi ke pusat komando dan kontrol lainnya di Netzarim.

Read More

AS Tetap Kucurkan Dana Militer ke Israel

Washington — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengambil keputusan mengejutkan dengan tetap mempertahankan bantuan militer ke Israel. Kabar ini mencuat setelah pemerintahan Joe Biden menyimpulkan Israel tidak menghalangi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Meski demikian, Washington mengakui situasi kemanusiaan di wilayah Palestina masih sangat memprihatinkan dan mendesak adanya langkah-langkah tambahan dalam waktu dekat. Sebelumnya, Blinken bersama Menteri Pertahanan Lloyd Austin telah mengirim surat peringatan pada 13 Oktober kepada pejabat Israel. Mereka memberikan tenggat waktu 30 hari untuk mengatasi situasi memburuk di Gaza, dengan ancaman akan ada dampak terhadap bantuan militer AS jika diabaikan. Namun saat tenggat waktu berakhir Selasa kemarin, juru bicara Departemen Luar Negeri, Vedant Patel, justru menghindari pertanyaan apakah Israel sudah memenuhi syarat-syarat tersebut. Ia hanya menyebut Israel telah mengambil beberapa langkah dan Washington akan terus memantau perkembangannya. “Memang ada kemajuan yang kami lihat. Tapi kami masih menuntut perubahan lebih banyak. Tanpa tekanan AS, mungkin tak akan ada perubahan sama sekali,” ungkap Patel. Ia menegaskan Washington tetap mengawasi kepatuhan Israel terhadap hukum AS. Lembaga bantuan internasional mengungkap fakta berbeda. Menurut mereka, Israel gagal memenuhi tuntutan AS untuk memperbaiki krisis kemanusiaan di Gaza sesuai batas waktu yang ditetapkan. Saat didesak wartawan, Patel menolak menjelaskan mengapa AS lebih memilih menilai dari janji-janji Israel dibanding kenyataan di lapangan. Padahal sebelumnya, pejabat AS berulang kali menyebut hasil nyata sebagai tolak ukur utama. Awal bulan ini, Departemen Luar Negeri mengakui kondisi lapangan per 4 November masih jauh dari harapan. Patel hanya menyebut beberapa langkah Israel seperti membuka kembali jalur Erez, pelonggaran aturan bea cukai, dan penambahan rute bantuan ke Gaza.

Read More

PBB Kutuk Kekejaman Israel di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Di tengah serangan brutal Israel yang terus berlanjut di Gaza, pejabat tinggi PBB mengecam “kekejaman harian” yang terjadi di wilayah Palestina tersebut. Mereka menyebut tindakan ini sebagai “kejahatan internasional paling serius.” Joyce Msuya, kepala sementara badan kemanusiaan PBB (OCHA), dalam pidatonya di Dewan Keamanan menggambarkan kondisi mengerikan warga sipil yang terusir dari rumah mereka. “Mereka dipaksa menyaksikan anggota keluarga dibunuh, dibakar, dan dikubur hidup-hidup di Gaza yang kini berubah menjadi hamparan puing,” ungkapnya dengan nada prihatin. “Bagaimana bisa ada pembedaan dan tindakan pencegahan, jika lebih dari 70 persen pemukiman warga hancur atau rusak?” tanya Msuya. “Kita sedang menyaksikan tindakan yang mengingatkan pada kejahatan internasional paling mengerikan.” Pernyataan Msuya muncul di tengah kampanye Israel di Gaza utara yang ia gambarkan sebagai “versi yang lebih intens, ekstrem, dan cepat dari kengerian setahun terakhir.” Rapat Dewan Keamanan yang dihadiri Msuya membahas laporan terbaru yang didukung PBB yang memperingatkan “kemungkinan besar terjadinya kelaparan.” Bantuan kemanusiaan secara rutin diblokir, dan organisasi amal anti-kemiskinan Oxfam akhir pekan lalu menuduh Israel “menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.”

Read More

Erdogan Bongkar Rencana Israel Habisi Palestina

Riyadh — 1miliarsantri.net : Presiden Recep Tayyip Erdogan mengungkap bahwa Israel berencana menghancurkan keberadaan Palestina dan akhirnya akan menguasai seluruh wilayah Palestina melalui serangan brutalnya, yang telah menewaskan sedikitnya 44.000 warga Palestina sejak tahun lalu. “Serangan Israel yang tak henti-hentinya di Jalur Gaza dan penindasan yang meningkat terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki membuktikan ke mana situasi ini mengarah,” kata Erdogan dalam KTT luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi. Türkiye adalah penentang utama kampanye brutal Israel yang dinilai sebagai genosida terhadap warga Palestina di Gaza dan tempat lainnya. Ankara memandang Barat sebagai pendukung utama kejahatan perang yang dilakukan oleh pemerintahan Netanyahu dengan dukungan tanpa syarat mereka terhadap apa yang sebelumnya disebut Erdogan sebagai “mesin pembunuh.” Erdogan, yang membela solusi dua negara dengan batas tahun 1967 untuk konflik Israel-Palestina, mengatakan larangan parlemen Israel terhadap badan bantuan PBB untuk Palestina, UNRWA, bertujuan untuk “menghilangkan solusi dua negara dan mencegah kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka.” “Kita melihat sia-sianya solusi dua negara dengan mencari persetujuan pemerintah Israel,” tambahnya. Presiden Türkiye mengecam keras “segelintir negara Barat yang memberikan segala bentuk dukungan kepada Israel, mulai dari politik hingga ekonomi, militer hingga dukungan moral, sementara kegagalan negara-negara Muslim untuk merespons secara memadai telah membuat situasi mencapai titik ini.” “Kita harus mempertahankan upaya terkoordinasi untuk memberikan tekanan terhadap mereka yang melakukan genosida di Palestina,” kata Erdogan, menekankan bahwa perbedaan pendapat antara negara-negara Muslim “tidak boleh menjadi hambatan.” “Negara-negara Muslim harus memimpin langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghentikan Israel,” lanjutnya, mengulang seruannya untuk embargo senjata dan penghentian perdagangan dengan Israel. “Sangat penting bahwa Israel diisolasi di arena internasional sampai agresinya berakhir,” kata Erdogan. Ankara memutuskan hubungan perdagangan dengan Israel pada April dan bergabung dalam kasus dugaan genosida melawan Israel di Mahkamah Internasional (ICJ), yang diajukan oleh Afrika Selatan, atas kejahatan perangnya di Gaza. Erdogan mendesak negara-negara Muslim lainnya untuk mengikuti langkah serupa dan mengatakan Türkiye “siap menerapkan semua tindakan nyata yang akan menunjukkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar pemerintahan Netanyahu atas pendudukan wilayah Palestina yang terus berlanjut.”

Read More

Tank Israel Gempur Kamp Pengungsi Gaza, 30 Warga Sipil Tewas

Gaza — 1miliarsantri.net : Sedikitnya 30 warga Palestina tewas di Gaza akibat serangan militer Israel saat tank-tank mereka memasuki sisi barat kamp pengungsi Nuseirat dalam sebuah operasi baru. Petugas kesehatan di Rumah Sakit al-Awda di Nuseirat, Gaza tengah, melaporkan 20 orang tewas dalam serangkaian serangan udara dan darat semalam hingga Senin, termasuk serangan yang menghantam perkemahan tenda pengungsi. Di kota Beit Lahiya di utara, yang telah dikepung pasukan Israel sejak awal Oktober, tim medis menyatakan empat orang tewas dalam serangan udara Israel. Korban lain juga berjatuhan akibat serangan udara di Kota Gaza. Tim medis juga melaporkan tiga petugas kesehatan terluka di Rumah Sakit Kamal Adwan dekat Beit Lahiya akibat tembakan drone Israel. Melaporkan dari Deir el-Balah menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut telah meminta bantuan lembaga internasional untuk memberikan perlindungan mengingat intensitas serangan Israel. “Sejak dini hari, terjadi peningkatan serangan besar-besaran di Gaza utara, khususnya di sekitar Rumah Sakit Kamal Adwan dan pasar pusat di Kota Gaza. Area-area ini telah menerima perintah evakuasi baru yang dikeluarkan oleh militer Israel,” tambahnya,” ungkapnya. Sejak perang dimulai tahun lalu, setidaknya 43.603 warga Palestina tewas di Gaza akibat serangan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Serangan Israel ke wilayah tersebut dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang di Israel selatan. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menolak seruan pembentukan negara Palestina pada Senin, dengan klaim bahwa hal tersebut “tidak realistis” dan akan menjadi “negara Hamas”.

Read More

Qatar Hentikan Mediasi Hamas-Israel, Konflik Gaza Memanas

Gaza — 1miliarsantri.net : Qatar telah menghentikan upaya mediasi antara Hamas dan Israel sampai kedua belah pihak menunjukkan “kemauan dan keseriusan” untuk mengakhiri perang di Gaza. Melalui pernyataan di platform X pada minggu lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari menyampaikan bahwa Qatar telah memberitahu pihak-pihak terkait tentang keputusan ini sejak 10 hari yang lalu. Pada Sabtu, sebuah sumber diplomatik melaporkan bahwa kantor politik Hamas di Qatar “tidak lagi berfungsi sesuai tujuannya”. Namun, al-Ansari membantah laporan tersebut tidak akurat, dan menegaskan bahwa “tujuan utama kantor di Qatar adalah sebagai saluran komunikasi antara pihak-pihak yang berkepentingan”. Seorang pejabat senior Hamas mengatakan mereka mengetahui keputusan Qatar untuk menghentikan upaya mediasi, “tetapi tidak ada yang menyuruh kami untuk pergi”. Di Washington DC, seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden telah memberitahu Qatar dua minggu lalu bahwa operasi kantor Hamas di Doha tidak lagi berguna dan delegasi Hamas harus diusir. “Setelah menolak berulang kali proposal pembebasan sandera, para pemimpin [Hamas] seharusnya tidak lagi diterima di ibukota negara mitra Amerika. Kami telah menyampaikan hal ini kepada Qatar setelah Hamas menolak proposal pembebasan sandera beberapa minggu lalu,” kata pejabat senior administrasi AS tersebut. Para pejabat berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah ini. Kantor Perdana Menteri Israel tidak memberikan komentar.

Read More

Israel Larang Tahanan Wanita Palestina Kenakan Hijab

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Otoritas Israel di Penjara Damon telah melarang tahanan wanita Palestina mengenakan hijab. Layanan Penjara Israel (IPS) dilaporkan telah menyita pakaian keagamaan, termasuk hijab, niqab, dan jilbab, dan menggantinya dengan pakaian training warna abu-abu. Kebijakan ini muncul setelah penunjukan direktur penjara baru dan dikaitkan sebagai respons terhadap kejadian pada Oktober 2023. Kepala Komisi Urusan Tahanan, Qaddoura Fares, mengecam pembatasan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hak beragama tahanan dan standar kemanusiaan. Dia memperingatkan bahwa pelarangan hijab dan pakaian lainnya bisa membahayakan kesehatan tahanan, terutama menjelang musim dingin, karena para tahanan menghadapi kelangkaan pakaian hangat dan selimut yang parah. Fares menyatakan kondisi di Penjara Damon yang menahan 94 wanita Palestina semakin memburuk. Para tahanan mengalami penggeledahan harian dan penyitaan barang pribadi secara rutin.

Read More

Komunitas Muslim Ubah Peta Politik AS, Trump Kembali ke Gedung Putih

New York — 1miliarsantri.net : Peta politik Amerika Serikat mengalami perubahan dramatis dalam pemilihan presiden 2024. Komunitas Muslim Amerika mencatatkan sejarah baru dengan memberikan dukungan signifikan kepada Donald Trump, mengantarkannya kembali ke kursi kepresidenan AS. Perolehan suara elektoral Trump mencapai 295, jauh melampaui ambang batas kemenangan 270 suara. Pesaingnya dari Partai Demokrat, Kamala Harris, hanya mampu mengumpulkan 226 suara elektoral. Dominasi Trump juga terlihat dari perolehan suara populer yang mencapai 73.523.637 (50,92%), unggul dari Harris yang meraih 68.683.845 suara (47,57%). Michigan menjadi saksi kunci pergeseran suara Muslim Amerika. Negara bagian yang dikenal sebagai salah satu swing states ini memiliki konsentrasi pemilih Muslim yang besar. Kekecewaan terhadap kebijakan Partai Demokrat terkait konflik Gaza mendorong perubahan dukungan yang signifikan. “Kebijakan yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan tidak akan pernah menjadi politik yang baik.” – Aktivis Muslim Amerika, Michigan. Dearborn, kota di Michigan dengan populasi Arab-Amerika terbesar, menjadi cerminan perubahan preferensi pemilih Muslim. Konsultan politik setempat mengamati fenomena ini dengan seksama. “Harapan kami sederhana – Amerika yang lebih bersatu dan Partai Demokrat yang lebih mendengar aspirasi rakyat.” – Konsultan Politik Amerika-Lebanon, Hussein Dabajeh. Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) memberikan respons positif atas kemenangan Trump. Organisasi ini menekankan pentingnya pemenuhan janji kampanye, terutama terkait kebijakan luar negeri di Timur Tengah. “Masyarakat Amerika, khususnya komunitas Muslim yang mendukung presiden terpilih, menginginkan kebijakan yang mengedepankan perdamaian, bukan konflik. Kami berharap tidak ada lagi diskriminasi di dalam negeri dan peperangan yang tidak perlu di luar negeri.” – Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad.

Read More

Netanyahu Bahas Ancaman Iran dengan Trump

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas “ancaman Iran” dalam percakapan telepon dengan presiden terpilih AS Donald Trump pada hari Rabu lalu, sementara perang di Gaza dan Lebanon belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dalam pernyataan resmi, kantor Netanyahu menyampaikan bahwa pemimpin Israel tersebut mengucapkan selamat atas kemenangan Trump dalam pemilihan, dan keduanya sepakat untuk bekerja sama demi keamanan Israel. “Keduanya juga membahas ancaman dari Iran,” tambah pernyataan tersebut. Kelompok Hizbullah yang didukung Iran menyatakan pada hari Rabu bahwa puluhan ribu militan mereka siap berperang melawan Israel. Mereka menegaskan hasil pemilihan AS tidak akan berpengaruh pada perang di Lebanon. Pemimpin mereka memperingatkan bahwa tidak ada wilayah di Israel yang akan “bebas” dari serangan, sementara militer Israel melaporkan sekitar 120 proyektil ditembakkan melintasi perbatasan pada hari Rabu. Militer Israel juga melaporkan sebuah rudal ditembakkan ke Israel selatan dari Gaza tengah, di mana mereka telah berperang dengan kelompok Hamas yang didukung Tehran sejak militan Palestina melancarkan serangan mematikan ke Israel pada 7 Oktober 2023. Basis utama Hizbullah di Beirut selatan diserang udara Israel setelah ada peringatan untuk evakuasi. Israel dan Hizbullah telah berperang sejak akhir September, ketika militer Israel memperluas fokus perang Gaza-nya untuk mengamankan perbatasan utara dengan Lebanon. Hizbullah mulai melancarkan serangan lintas batas berintensitas rendah ke Israel tahun lalu, untuk mendukung sekutu Palestina mereka, Hamas, setelah serangan 7 Oktober. Upaya mengakhiri perang di Gaza yang dipicu serangan Hamas belum membuahkan hasil, dan perang di Lebanon telah menewaskan setidaknya 3.050 orang sejak Oktober 2023, demikian menurut kementerian kesehatan pada hari Rabu. Dalam pidato televisi yang menandai 40 hari sejak pendahulunya Hassan Nasrallah tewas dalam serangan, pemimpin baru Hizbullah Naim Qassem mengatakan: “Kami memiliki puluhan ribu pejuang perlawanan terlatih” yang siap bertempur. Pidatonya disiarkan setelah kemenangan Trump diumumkan, namun telah direkam sebelumnya. Qassem mengatakan siapapun yang memenangkan pemilihan tidak akan berdampak pada kemungkinan kesepakatan gencatan senjata untuk Lebanon. “Yang akan menghentikan perang ini adalah medan pertempuran,” katanya, mengutip pertempuran di Lebanon selatan dan serangan Hizbullah ke Israel. Hizbullah mengumumkan pada hari Rabu mereka memiliki rudal Fatah 110 buatan Iran, senjata dengan jangkauan 300 kilometer yang menurut pakar militer Riad Kahwaji merupakan “yang paling akurat” milik kelompok tersebut. Kelompok ini juga mengatakan telah menargetkan pangkalan angkatan laut dekat Haifa di Israel dengan drone dan rudal, serangan keempat ke pangkalan tersebut dalam empat minggu. Sebelumnya, Hizbullah mengatakan telah menargetkan pangkalan militer dekat bandara utama Israel yang dekat dengan pusat komersial Tel Aviv, tetapi Otoritas Bandara Israel mengatakan operasi tidak terganggu. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan udara Israel di Lembah Bekaa di Lebanon timur dan kota selatan Nabatiyeh. Koresponden media di kota timur Baalbek melaporkan serangan intensif di dalam dan sekitar kota.

Read More