Erdogan Bongkar Rencana Israel Habisi Palestina
Riyadh — 1miliarsantri.net : Presiden Recep Tayyip Erdogan mengungkap bahwa Israel berencana menghancurkan keberadaan Palestina dan akhirnya akan menguasai seluruh wilayah Palestina melalui serangan brutalnya, yang telah menewaskan sedikitnya 44.000 warga Palestina sejak tahun lalu.
“Serangan Israel yang tak henti-hentinya di Jalur Gaza dan penindasan yang meningkat terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki membuktikan ke mana situasi ini mengarah,” kata Erdogan dalam KTT luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi.
Türkiye adalah penentang utama kampanye brutal Israel yang dinilai sebagai genosida terhadap warga Palestina di Gaza dan tempat lainnya. Ankara memandang Barat sebagai pendukung utama kejahatan perang yang dilakukan oleh pemerintahan Netanyahu dengan dukungan tanpa syarat mereka terhadap apa yang sebelumnya disebut Erdogan sebagai “mesin pembunuh.”
Erdogan, yang membela solusi dua negara dengan batas tahun 1967 untuk konflik Israel-Palestina, mengatakan larangan parlemen Israel terhadap badan bantuan PBB untuk Palestina, UNRWA, bertujuan untuk “menghilangkan solusi dua negara dan mencegah kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka.”
“Kita melihat sia-sianya solusi dua negara dengan mencari persetujuan pemerintah Israel,” tambahnya.
Presiden Türkiye mengecam keras “segelintir negara Barat yang memberikan segala bentuk dukungan kepada Israel, mulai dari politik hingga ekonomi, militer hingga dukungan moral, sementara kegagalan negara-negara Muslim untuk merespons secara memadai telah membuat situasi mencapai titik ini.”
“Kita harus mempertahankan upaya terkoordinasi untuk memberikan tekanan terhadap mereka yang melakukan genosida di Palestina,” kata Erdogan, menekankan bahwa perbedaan pendapat antara negara-negara Muslim “tidak boleh menjadi hambatan.”
“Negara-negara Muslim harus memimpin langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghentikan Israel,” lanjutnya, mengulang seruannya untuk embargo senjata dan penghentian perdagangan dengan Israel.
“Sangat penting bahwa Israel diisolasi di arena internasional sampai agresinya berakhir,” kata Erdogan.
Ankara memutuskan hubungan perdagangan dengan Israel pada April dan bergabung dalam kasus dugaan genosida melawan Israel di Mahkamah Internasional (ICJ), yang diajukan oleh Afrika Selatan, atas kejahatan perangnya di Gaza.
Erdogan mendesak negara-negara Muslim lainnya untuk mengikuti langkah serupa dan mengatakan Türkiye “siap menerapkan semua tindakan nyata yang akan menunjukkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar pemerintahan Netanyahu atas pendudukan wilayah Palestina yang terus berlanjut.”
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


