Kemenag Siapkan Program Besar untuk Perkuat Peran Masjid: Dari Pusat Ibadah hingga Pemberdayaan Umat

Masjid
Dengarkan Artikel Ini
  • Manajemen dan tata kelola masjid yang transparan dan akuntabel.
  • Regenerasi remaja masjid sebagai kader penerus yang kreatif dan inovatif.
  • Digitalisasi sistem kemasjidan, mencakup database masjid, aplikasi pelayanan, hingga platform donasi digital.
  • Pemberdayaan ekonomi umat melalui sinergi program kewirausahaan berbasis komunitas masjid.

Tak hanya itu, Kemenag juga tengah menyusun blueprint pengembangan masjid nasional. Dokumen ini akan menjadi panduan jangka panjang yang mencakup pemutakhiran profil masjid, penetapan ikon kemasjidan, hingga pemetaan penerima bantuan agar tepat sasaran.

Upaya lain yang tak kalah penting ialah produksi film dokumenter sejarah masjid dan pengenalan Mars Masjid sebagai simbol semangat kebangkitan kemasjidan di Indonesia.

“Semua langkah ini adalah bagian dari upaya menghadirkan masjid yang lebih inklusif, profesional, dan berdaya. Dengan perencanaan yang jelas dan dukungan semua pihak, kami optimistis masjid bisa kembali menjadi pusat peradaban umat Islam,” tegas Nurul.

Masjid Sebagai Ruang Hidup dan Pusat Literasi

Tak hanya pemerintah, berbagai organisasi keagamaan juga ikut menyuarakan pentingnya peran strategis masjid dalam kehidupan masyarakat modern. Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU, Hamzah Sahal, menilai bahwa masjid perlu dilihat lebih luas dari sekadar tempat ibadah.

Hamzah mendorong berbagai inisiatif yang memperkuat peran tersebut, mulai dari penerbitan kembali buku-buku sejarah kemasjidan, produksi dokumenter, hingga peninjauan status hukum tanah wakaf masjid.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca