Teori Relativitas Umum Einstein Diuji di Skala Terbesar Selama 11 Miliar Tahun

Dengarkan Artikel Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Teori relativitas umum Albert Einstein kembali mendapatkan pembuktian. Kali ini dari hasil pengamatan evolusi kosmik selama 11 miliar tahun menggunakan Dark Energy Spectroscopic Instrument (DESI).

Dengan hasil ini, ilmuwan membuktikan bahwa teori relativitas umum Einstein adalah resep terbaik untuk memahami gravitasi, bahkan pada skala kosmologis yang sangat besar. Ilmuwan Ishak-Boushaki dan timnya University of Texas di Dallas menggunakan data dari DESI untuk membuktikan teori relativitas umum Einstein.

Dikembangkan pada 1915, teori relativitas umum telah menjadi landasan utama pemahaman manusia tentang gravitasi selama lebih dari satu abad. Teori ini membantu kosmolog memodelkan evolusi alam semesta, mulai dari masa-masa awal hingga saat ini.

Namun, sebagian besar pengujian teori ini dilakukan pada skala kecil seperti sistem tata surya. Instrumen DESI memberikan tantangan besar dengan menguji teori Einstein pada skala kosmologis yang luas. Pengujian ini menggunakan data dari hampir 6 juta galaksi dan quasar, serta melacak evolusi alam semesta sejak berusia sekitar 3 miliar tahun.

Analisis jutaan galaksi dari data DESI membuktikan bahwa cara galaksi-galaksi ini berevolusi dan berkelompok selama miliaran tahun konsisten dengan prediksi Einstein.

Sejak Einstein memperkenalkan teori relativitas umum lebih dari seabad lalu, para peneliti terus mencari skenario di mana teori ini mungkin gagal. Namun, hingga saat ini, belum ada uji coba di skala sejauh jarak terbesar di alam semesta.

Struktur kosmik dan perubahan yang terjadi seiring waktu menjadi cara ampuh untuk menguji gravitasi. Sebab, gravitasi adalah kekuatan yang membentuk galaksi dari fluktuasi kecil distribusi materi di alam semesta awal.

Dengan data DESI yang telah memetakan hampir 6 juta galaksi selama 11 miliar tahun terakhir, Ishak-Boushaki dan timnya membandingkan hasil ini dengan prediksi teori gravitasi, baik milik Einstein maupun teori-teori modifikasi kontemporer.

Hasilnya? Tidak ada penyimpangan dari prediksi gravitasi Einstein. Meski terdapat beberapa ketidakpastian pengukuran, bukti kuat menunjukkan bahwa relativitas umum tetap menjadi teori yang paling akurat untuk menjelaskan keadaan alam semesta.

Analisis ini juga memberikan petunjuk penting tentang energi gelap, kekuatan misterius yang dianggap mempercepat ekspansi alam semesta. Einstein sendiri pernah menyisipkan konstanta kosmologis dalam teorinya, yang menyerupai peran energi gelap. Namun, hasil DESI sebelumnya menunjukkan bahwa energi gelap mungkin tidak konstan dan berubah seiring usia alam semesta.

“Fakta bahwa relativitas umum sesuai dengan data, tetapi energi gelap tidak konsisten dengan konstanta kosmologis, membuka banyak kemungkinan baru tentang apa yang sebenarnya data ini ungkapkan,” ujar Ishak-Boushaki, dilansir dari New Scientist.

DESI dipasang di Teleskop Nicholas U. Mayall di Observatorium Nasional Kitt Peak. DESI adalah instrumen canggih dengan 5.000 “mata robot.”


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca