Masjid Out Of The Box: Dari Gagasan Menuju Pusat Peradaban dan Pemberdayaan Umat

Masjid Out of The Box menghadirkan paradigma baru masjid sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat. Melalui konsep Smart Masjid 5E, Masjid Pantai Bali menjadi destinasi wisata religi, edukasi, ekonomi, dan pelestarian lingkungan di Bali.  Jakarta — 1miliarsantri.net | Dalam dialog interaktif di Radio dan TV Silaturahim, Firmansyah Dimmy menyampaikan pentingnya menghadirkan paradigma baru tentang Masjid Out of The Box di era modern. Menurutnya, masjid tidak cukup hanya dipahami sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi harus berkembang menjadi pusat peradaban yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat lintas agama. Konsep Masjid Out of The Box yang diwujudkan melalui pengembangan Masjid Pantai Bali berangkat dari semangat para Alumni ITB, UI, UGM, IPB, dan berbagai perguruan tinggi untuk mengembalikan fungsi strategis masjid sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, yang tidak hanya menjadikan masjid sebagai pusat peribadatan, tetapi juga sebagai pusat peradaban umat. Begitu pula dengan Walisongo yang membangun peradaban Rahmatan lil ‘alamin di kawasan pesisir Pulau Jawa. Dalam dialog yang dipandu oleh Presenter Muhammad Krisna, Deddy Rahman selaku Ketua Departemen Media, Komunikasi, dan Informasi YMPN menambahkan bahwa konsep Masjid Out of The Box menjadi jawaban atas tantangan zaman yang menuntut pengelolaan masjid lebih kreatif, inovatif, dan kolaboratif. Melalui pendekatan tersebut, masjid diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang berdampak luas, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu implementasi nyata konsep tersebut adalah pengembangan Masjid Pantai Bali yang digagas oleh Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) dan DKM Masjid Pantai Bali (Raudlatul Jannah), yang kini berkembang menjadi destinasi wisata religi di Pulau Bali. Masjid Pantai Bali yang berlokasi di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, dikembangkan sebagai Smart Masjid dengan konsep 5E, yaitu Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain.

Read More

Bersih Masjidku-Bersih Negeriku: Mengenang dan Meneruskan Jejak Almarhum KH Muhammad Jazir ASP

Gerakan Bersih-Bersih Masjid Jawa–Bali yang digagas oleh tokoh Jogokariyan, KH. Muhammad Jazir ASP bersama beberapa Masjid dan didukung oleh Marbot Aplikasi adalah sebuah ikhtiar kolektif untuk memuliakan rumah Allah dan negeri ini. Bali – 1miliarsantri: Kegiatan Safari Bersih-Bersih Masjid adalah simbolisasi dan implementasi sebuah gerakan membangun Indonesia agar bisa berubah lebih baik lagi, membersihkan hati, meminimalisir korupsi, merawat kebersamaan dan menjaga alam yang menjadi amanah kita sebagai Khalifah fil ard, pemimpin di muka bumi. Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi pusat kehidupan: tempat membangun kejujuran, kebersihan, keberanian, kemandirian, dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan, termasuk korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan amanah. Bersih sebagai prinsip hidup Rasulullah SAW yang memancarkan kejujuran. Kebersihan masjid adalah cermin kebersihan pengelolanya. Masjid yang bersih diharapkan akan melahirkan jama’ah yang jujur. Pengelolaan yang bersih melahirkan kepercayaan. Dan, dari kepercayaan itulah peradaban dibangun. Gerakan yang dilakukan oleh ratusan orang ini tidak berhenti pada sapu dan kain pel, tetapi menjelma menjadi gerakan moral: membersihkan niat dari pamrih, membersihkan amanah dari pengkhianatan, membersihkan dakwah dari kepentingan sempit.

Read More

Mengenal Zaman Keemasan Islam: Puncak Kemajuan Ilmu dan Peradaban

Situbondo – 1miliarsantri.net: Saat mendengar kata “zaman keemasan Islam”, rasanya seperti membuka lembaran kisah megah yang penuh cahaya. Masa di mana dunia Islam bukan hanya memimpin secara spiritual, tetapi juga menjadi poros utama ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dunia. Ini adalah masa ketika masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat riset dan pendidikan. Pada masa itu para filsuf, ilmuwan dan cendekiawan muslim duduk berdampingan dalam masjid menulis sejarah besar peradaban manusia. Di balik gemerlap peradaban itu tersimpan semangat belajar, toleransi, dan kehausan ilmu yang luar biasa. Yuk, kita kenali lebih dalam seperti apa kilau zaman yang begitu menginspirasi ini. Kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Karya-Karya Monumental Bicara tentang zaman keemasan Islam, maka tak bisa dilepaskan dari kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat pesat. Pada masa ini, para ilmuwan Muslim tidak hanya menerjemahkan karya-karya dari Yunani dan Romawi, tetapi juga menciptakan berbagai penemuan dan teori orisinal yang menjadi fondasi ilmu modern.

Read More

Dewan Masjid Indonesia Serukan ‘Qunut Nazilah’ Menyikapi Eskalasi Di Timur Tengah

Jakarta – 1miliarsantri.net: Kondisi Timur Tengah terus memanas ditandai meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan zionis israel. Konflik yang meluas telah menjadi sorotan dunia dan menimbulkan kekhawatiran mendalam. Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai organisasi yang menaungi berbagai masjid di seluruh Indonesia, memiliki peran penting dalam menyuarakan sikap umat Islam dan mendorong perdamaian. Lalu, bagaimana DMI menyikapi eskalasi ini? DMI yang diketuai DR. H.M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 telah mengambil sikap atas kondisi tersebut, dengan mengeluarkan Seruan resmi Dewan Masjid Indonesia bernomor 104.C/III/SE/PP-DMI/VI/2025, “Seruan Melakukan Qunuth Nazilah” diterbitkan di Jakarta tanggal 21 Dzulhijjah 1446H/17 Juni 2025M, ditandatangani oleh DR. H.M. Jusuf Kalla selaku Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DMI, Dr Rahmat Hidayat, SE., MT.

Read More