Para Pengungsi di Jalur Gaza Harus Menghadapi Bencana Kelaparan
Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia, Cindi McCain, mengatakan, orang-orang di Gaza menghadapi ancaman kematian kelaparan hanya beberapa mil dari truk-truk penuh makanan. Krisis kelaparan dapat dicegah jika pasokan yang cukup dan akses aman ke semua yang membutuhkan dapat disediakan.
Menurut penilaian Program Pangan Dunia, semua penduduk Gaza menghadapi “krisis atau tingkat keamanan pangan yang lebih buruk,” sementara lebih dari 500 ribu orang menghadapi “bencana,” didefinisikan sebagai kekurangan pangan yang parah.
Pada Desember 2023, organisasi “Human Rights Watch” menyebut Israel menggunakan kelaparan sebagai “alat perang” di Gaza. Israel dengan sengaja menghalangi pengiriman air, makanan, dan bahan bakar.
Koordinator Bantuan PBB, Martin Griffith, mengatakan, bencana kelaparan hampir terjadi dan penyakit menyebar di tempat pengungsian yang padat. Orang-orang menghadapi tingkat keamanan pangan yang tertinggi yang pernah tercatat.
Menurut laporan Financial Times, rak-rak toko kelontong di Jalur Gaza kosong dari semua barang kecuali beberapa bahan makanan dasar seperti daging kaleng, kacang, dan keju. Hampir tidak ada yang memiliki pendapatan, membuat harga-harga lebih tinggi dari kemampuan mereka.
Makanan segar seperti telur dan susu sekarang jarang dan harganya tinggi, dengan harga satu baki telur (30 butir) mencapai 90 shekel (24 dolar) sebelum turun menjadi sekitar 50 shekel (13,36 dolar), masih tiga kali lipat dari harga sebelum perang. Sementara harga susu sekitar 12 shekel per liter (3,21 dolar), dua kali lipat harga sebelum perang.
Anderson mengatakan bahwa tingkat kelaparan “semakin buruk seiring bergerak ke utara,” dengan kemungkinan terjadinya kelaparan segera di daerah utara yang hancur, di mana sekitar 300 ribu orang masih belum menerima bantuan secara signifikan.
Dia mengatakan, sulit mendapatkan izin dari Israel untuk mengirimkan bantuan ke utara. Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazarini, menjelaskan, banyak pengungsi mendekati truk bantuan untuk mengambil makanan langsung tanpa harus menunggu distribusi, dan ketika Israel memperbolehkan distribusi, truk-truk sudah hampir kosong. (zul)
Baca juga :
- Piala Dunia FIFA 2026: Korea Selatan Imbangi Meksiko 0-0 Babak Pertama
- Thomas Tuchel: Pemain Timnas Inggris Perlihatkan Karakter Tim Sebenarnya di Babak Kedua, Inggris 4-2 Kroasia
- Tasmi Al-Qur’an Rumah Tahfidz Al-Qur’an Opung (RTO), Dalam Munaqosyah Semester Santriwan dan Santriwati
- INFO LOKER DKI Jakarta 2026: Program Padat Karya dengan Gaji Setara UMP Rp5,7 Juta per Bulan
- MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi: Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


