Menebang Pohon dan Mencari Kayu Bakar Menjadi Alternatif Bertahan Hidup Para Warga Jalur Gaza
Di sisi barat kuburan yang sama, pemuda Muhammad Abu Halawa, yang berasal dari kamp Al-Maghazi (sebelah timur kota Deir Al-Balah), sedang menebang pohon.
“Kami mencari kebutuhan hidup, yaitu gas, listrik, dan air, dan semuanya hilang karena perang. Kami datang ke pekuburan atau tempat mana pun yang terdapat kayu. Orang-orang biasa berteduh di bawah pohon. Kami mengorbankan pohon agar kami dapat hidup dan anak-anak kami dapat hidup. Kami mencari makanan untuk anak-anak kami. Kami tidak mempunyai kebutuhan hidup apa pun,” ujarnya.
Di dalam kebun anggur, sebelah barat kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah, pemuda tersebut, Abdul Hadi Al-Najri, sedang mencari sisa-sisa pohon kering untuk dikumpulkan di gerobak yang ditarik oleh seekor keledai.
“Kami telah mencapai tahap mengumpulkan kayu bakar dari jalanan, dan Tuhan mencukupi kami bagi siapa pun yang membawa kami ke tahap ini, tapi syukurlah kami menemukan kayu bakar untuk dimasak dan dipanggang sehingga kami bisa makan. Kami lebih baik dari yang lain. Orang lain tidak dapat menemukan kayu bakar dan terpaksa membelinya. Ini sangat sulit. Masyarakat tidak punya uang karena perang ini, dan kami juga membutuhkan kayu bakar dalam jumlah besar setiap hari,” ujar Al-Najri.
Berbeda dengan Bassem al-Taweel, seorang warga dari kota Deir al-Balah, dia mengumpulkan kayu dan memotongnya menjadi potongan-potongan kecil untuk membantu orang. Bassem bersama putranya menebang dahan pohon dan meletakkan di depan rumah secara sukarela, dengan tujuan untuk menyediakan kayu bakar bagi warga yang membutuhkan.
“Kami memecahkan kayu bakar, membantu orang memecahkannya, dan mengirimkannya kepada masyarakat sehingga mereka dapat mengamankan situasi mereka karena kekurangan gas dan listrik. Tidak ada alternatif selain kayu dan kayu bakar, dan ada banyak orang yang membutuhkan, dan kami berdiri bersama mereka dalam keadaan sulit ini dengan menyediakan sedikit kayu bakar. Saya bekerja sebagai sukarelawan,” ungkap Bassem. (zul/AZ)
Baca juga :
- Piala Dunia FIFA 2026: Korea Selatan Imbangi Meksiko 0-0 Babak Pertama
- Thomas Tuchel: Pemain Timnas Inggris Perlihatkan Karakter Tim Sebenarnya di Babak Kedua, Inggris 4-2 Kroasia
- Tasmi Al-Qur’an Rumah Tahfidz Al-Qur’an Opung (RTO), Dalam Munaqosyah Semester Santriwan dan Santriwati
- INFO LOKER DKI Jakarta 2026: Program Padat Karya dengan Gaji Setara UMP Rp5,7 Juta per Bulan
- MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi: Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


