Melihat 24 tahun Perjalanan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama
Jakarta — 1miliarsantri.net : Meski saat ini Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) genap berusia 24 tahun yang dideklarasikan pada Jumat 19 November 1999 di Surabaya. Akan tetapi, ISNU baru berhasil dibentuk dan dilembagakan tahun 2012, setelah disahkan di Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010 silam. Artinya, secara kelembagaan usia ISNU saat ini yakni 11 tahun.
Menurut AD/ART Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasil Muktamar Ke-34 NU Tahun 2021, ISNU adalah badan otonom yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada kelompok sarjana dan kaum intelektual.
Sebelumnya, sebagaimana termaktub dalam NUPedia, ISNU bernama Forum Silaturahmi Sarjana NU (FOSSNU) yang dirintis dari Jawa Timur sejak tahun 1996.
Dalam kutipan deklarasi ISNU pada tahun 1999, dijelaskan bahwa berdirinya ISNU dilatarbelakangi oleh banyaknya kelompok terpelajar di lingkungan NU yang belum teroganisasi dengan baik.
Kaum terpelajar NU terkesan lepas dari akar rumput dan para ulama. Padahal, tercapainya kemaslahatan bersama dibutuhkan kolaborasi antara para ulama, kaum terpelajar profesional, dan pemerintah.
NU membutuhkan pemikiran dari kaum terpelajar;terdidik untuk meningkatkan kemaslahatan umat (Fadeli dan Subhan, Antologi NU: Sejarah-Istilah-Amaliah-Uswah, Surabaya: Khalista dan LTN NU Jawa Timur, 2010. h.61).
Para Ulama dalam Muktamar NU ke-29 di Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, kemudian memberikan amanah kepada PBNU untuk mengorganisasi para sarjana di lingkungan NU dengan tujuan agar para sarjana NU tidak tercerabut dari akar kulturnya dan mampu menyumbangkan pemikiran serta manfaat lainnya bagi jam’iyah atau jama’ah NU. ISNU merupakan satu-satunya organisasi ilmuwan NU.
Kemunculannya sebagai bentuk implementasi dari pasal 11 AD NU serta pasa 17 dan 18 ART NU hasil Muktamar NU di Cipasung pada 1994. Iklan native 2 Deklarator ISNU berjumlah 35 orang yang merupakan para akademisi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Ketua Umum PP ISNU periode pertama adalah Prof dr H Aboe Amar Joesoef yang sebelumnya adalah Ketua FOSSNU Jawa Timur (Fadeli dan Subhan, Antologi NU: Sejarah-Istilah-Amaliah-Uswah, Surabaya: Khalista dan LTN NU Jawa Timur, 2010. h.64)
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ISNU saat ini adalah Prof H Ali Masykur Musa atau yang akrab dengan sapaan Cak Ali. Cak Ali sebelumnya sudah pernah menjabat sebagai ketua ISNU, lalu kembali terpilih pada Kongres ISNU II di Bandung pada tahun 2018 karena dianggap memiliki kualitas dan elektabilitas tinggi. Di usianya yang masih muda, ISNU terus melakukan pengembangan dan gerakan untuk umat.
Menurut Cak Ali, ISNU sejauh ini sudah dan akan terus melakukan 3 hal, yakni konsolidasi struktural, konsolidasi jaringan, dan konsolidasi program.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


