Menebang Pohon dan Mencari Kayu Bakar Menjadi Alternatif Bertahan Hidup Para Warga Jalur Gaza

Dengarkan Artikel Ini

Gaza — 1miliarsantri.net : Meski saat ini hampir sebagian besar warga Jalur Gaza berada dalam ancaman zionis Israel, namun tak menyurutkan warga Jalur Gaza untuk memiliki kreativitas dalam menghadapi situasi sulit seperti yang terjadi. Mereka memiliki ribuan cara untuk bertahan hidup meski zionis Israel memberlakukan blokade total.

Lumrah melihat pemuda, anak-anak, bahkan orang tua berkeliaran di jalanan untuk mencari kayu bakar. Memanfaatkan kayu bakar hanyalah satu cara dari ribuan cara warga Gaza bertahan hidup. Tapi yang pasti, mereka tidak pernah mengeluh.

Di dalam pemakaman tua Ansar di kota Deir al-Balah, puluhan pemuda berpindah dari satu pohon ke pohon lain sambil membawa kapak dan gergaji, dengan tujuan menebang sebanyak mungkin cabang pohon tua.

Mereka mencari pohon tua yang sudah mati lalu ditebang menggunakan kapak atau geregaji. Hal itu terpaksa dilakukan untuk kebutuhan memasak roti.

Sejak dini hari, banyak warga Gaza berkeliaran di jalan mencari kayu dan dedaunan kering untuk digunakan memasak roti.

Abdullah Abu Khalil misalnya, ketika sedang menebang batang pohon dengan kapak, dia datang dari kamp Nuseirat ke pemakaman di Deir al-Balah ini. Dia menempuh jarak lebih dari 10 kilometer dengan sepeda untuk mengumpulkan kayu bakar dan menebang pohon. Pekerjaan Abu Khalil bisa dianggap mengandung banyak risiko.

“Saya jatuh dari pohon dan terkena risiko patah. Pekerjaan kami juga sangat melelahkan, dan kami juga terkena pemboman Israel saat bekerja. Kami menebang pohon untuk menyalakan api, memasak roti, membuat teh dan makan, berbuka puasa, dan makan siang,” ungkapnya.

Pasca pengeboman terus menerus yang dilakukan zionis Israel secara otomatis membuat mayoritas toko roti sudah tutup dan sulit membeli dari sedikit toko roti yang buka karena padatnya orang. Hal itu akhirnya memaksa sebagian besar warga terpaksa harus membeli tepung dan membuat roti dengan menggunakan kayu bakar.

“Jika kami tidak datang untuk mendapatkan kayu bakar, kami akan mati kelaparan. Kami Ingin Memberi Makan Anak-anak kami,” tutunya.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca