Imam Besar Masjid Agung Jembrana KH Fathurrahim Sharing Tentang Harmonisasi di Bali

Dengarkan Artikel Ini

Dengan demikian, pesan tentang harmonisasi di Bali dapat dibaca sebagai ajakan untuk menghidupkan fungsi sosial masjid. Pembangunan fisik tetap penting, tetapi kehadiran masjid juga diukur dari manfaatnya bagi jamaah dan lingkungan: apakah ia melahirkan keteduhan, memperkuat kepedulian, dan membantu masyarakat menghadapi perbedaan secara dewasa.

Masjid yang baru, pesan yang luas

Status Masjid Agung Jembrana yang masih dalam proses pembangunan justru memperlihatkan bahwa kontribusi sebuah masjid tidak harus menunggu seluruh bangunannya selesai. Semangat, keteladanan, dan jejaring yang dibangun para pengurus serta imamnya dapat berjalan sejak awal.

Jejak KH Fathurrahim di Jembrana juga menunjukkan perhatian terhadap penguatan pendidikan Islam dan pembangunan ekosistem keumatan. Pada 2022, ia pernah menggagas Jembrana sebagai Kota Pendidikan Islam Bali dan mendorong pengembangan fasilitas pendukung pendidikan serta pusat kegiatan Islam.

Gagasan tersebut memiliki kaitan dengan arah IGIC 2026. Panitia konferensi menekankan bahwa imam tidak hanya berperan memimpin salat, tetapi juga menjadi pemimpin moral, pendidik umat, perekat persatuan, dan duta perdamaian.

Dari Jakarta menuju kerja bersama

IGIC 2026 kemudian menghasilkan Jakarta Understanding dan membentuk The International Assembly of Mosque Imams (IAMI). Kesepahaman itu menempatkan imam sebagai aktor diplomasi keagamaan yang dapat menjadi mediator konflik, pemersatu keberagaman, penggerak pendidikan karakter, serta pelopor dialog lintas iman dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pesan tersebut membuat pengalaman dari Jembrana menjadi semakin penting. Harmonisasi tidak hanya dibicarakan di tingkat global; ia harus diterjemahkan dalam hubungan bertetangga, pendidikan, pelayanan sosial, dan cara umat berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda latar belakang.

Dari masjid yang baru diluncurkan dan masih dibangun, KH Fathurrahim membawa pesan bahwa harmoni dapat tumbuh bersama pembangunan. Masjid Agung Jembrana dapat menjadi simbol bahwa rumah ibadah bukan hanya bangunan yang diselesaikan, melainkan amanah yang dihidupkan—untuk mendidik, merawat persaudaraan, dan menyebarkan kedamaian dari Bali bagi dunia.***

Sumber : Kementerian Agama RI, Masjid Istiqlal, Aswaja Dewata, Kemenag Sulbar, dan Detik

Penulis : Thamrin Humris

Editor : Yusri Anita


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca