Rasulullah Tidak Menerima Makanan Yang Bersumber Dari Zakat dan Sedekah
Kita tentu sering menemukan makanan atau minuman yang dibiarkan begitu saja. Tidak diketahui siapa pemiliknya. Namun, karena begitu membutuhkannya (haus atau lapar), acap kali kita langsung mencicipinya tanpa sepengetahuan dari sang pemilik makanan atau minuman tersebut. Hal seperti ini juga merupakan perbuatan yang tidak dihalalkan, karena perbuatan itu sama dengan mencuri.
Allah SWT dan Rasul-Nya sudah memperingatkan kita untuk selalu berhati-hati dengan makanan yang tidak halal. Sebab, sekecil apa pun makanan atau minuman yang dikonsumsi dan tidak jelas kehalalannya, hal itu dapat mencegah seseorang dari wanginya bau surga. (HR Muslim).
Ahmad bin Hanbal pernah ditanya, “Apa yang bisa melembutkan hati?” Beliau menjawab, “Makanan yang halal.” Makanan yang halal sangat memengaruhi corak dan isi hati seseorang. Jika tubuh manusia dibentuk dari sumber yang halal, maka hatinya akan berkembang penuh kelembutan. Sebaliknya, makanan dari sumber yang tidak halal akan membuat hatinya keras dan mati.
Karena itu, kita patut berhati-hati akan makanan dan minuman yang tidak halal. Rasulullah SAW menyampaikan, “Sungguh akan datang suatu masa, yaitu seseorang tidak lagi peduli darimana dia mendapatkan harta, apakah jalan halal atau haram.” (HR Bukhari). (yat)
Baca juga :
- DPP SPEK Sampaikan Belasungkawa atas Gempa Flores–NTT M7,7
- Update Gempa Flores-NTT M7,7: Korban Tembus 51 Jiwa, Ribuan Warga Masih Mengungsi
- BREAKING NEWS: Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Sumatera Utara, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami
- BREAKING NEWS: Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
- Jumat Sehat, Bersih & Berkarya, MTs dan SMP Islam Al-Huda Peringati HUT Pramuka ke-65


