Piala Dunia FIFA 2026: 17 Jam Lagi Mexico Jadi Pusat Perhatian Dunia

Mexico — 1miliarsantri.net | Hampir delapan tahun setelah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (USA) dipercaya menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026, panggung sepak bola terbesar di dunia akan memulai perhelatannya pada 11 Juni. Sebuah momen bersejarah yang memecahkan berbagai rekor kini siap menyatukan miliaran pasang mata dari seluruh penjuru dunia. Di tengah gelombang antusiasme yang melanda planet ini, Meksiko berdiri tepat di pusat perhatian. Di hadapan publiknya sendiri, El Tri akan memikul harapan dan kebanggaan sebuah bangsa saat menghadapi Afrika Selatan dalam laga pembuka yang sarat tekanan dan gengsi. Sebuah pertemuan yang menghadirkan nuansa deja vu, mengingat kedua tim juga saling berhadapan pada tahap yang sama di edisi 2010.

Read More

Iran Tunjukan Sikap Menantang Rencana Blokade Selat Hormuz oleh Angkatan Laut AS

Teheran, Iran – 1miliarsantri.net | Sikap tegas Iran menantang rencana Trump memblokade Selat Hormuz paska perundingan yang buntu antara utusan Iran dengan Amerika Serikat yang berlangsung di Islamabad, Pakistan. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah gagalnya perundingan di Islamabad, Pakistan, yang diikuti dengan rencana Washington melakukan blokade di Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi global. Pembicaraan damai yang gagal disikapi oleh Presiden AS, Trump pada hari Minggu 12/04/2026.  Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mulai memblokade Selat Hormuz dan mencegat kapal-kapal yang telah membayar tol kepada Iran, sebagaimana ditulis oleh iranintl.com.

Read More

Perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel Memasuki Hari ke-26, Simak Timeline Lengkapnya

Timeline Perang Iran vs Amerika & Israel 2026: 26 Hari yang Mengubah Timur Tengah, Dari “Epic Fury” hingga Ancaman Perang Regional Timur Tengah — 1miliarsantri.net: Konflik besar antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari 2026 dan berkembang menjadi salah satu eskalasi militer (perang) paling berbahaya dalam sejarah modern Timur Tengah. Serangan udara, rudal balistik, pembunuhan tokoh penting, hingga ancaman penutupan jalur minyak dunia membuat situasi berubah cepat dari hari ke hari. Berikut timeline lengkap hari ke-1 hingga hari ke-26 yang menggambarkan bagaimana perang ini berkembang secara dramatis. Timeline Perang Iran vs Amerika & Israel 2026 Hari ke-1 — 28 Februari 2026 Operasi “Epic Fury” Dimulai, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Perang dimulai dengan operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel bernama Epic Fury. Dalam 12 jam pertama, hampir 900 target dihantam serangan udara dan rudal di berbagai wilayah Iran, termasuk di ibu kota Tehran. Target utama meliputi fasilitas militer, peluncur rudal, sistem pertahanan udara, hingga pusat komando IRGC. Dalam serangan awal ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama puluhan pejabat senior. Iran langsung membalas dengan puluhan rudal balistik ke Israel, menghantam wilayah Tel Aviv dan Haifa. Rudal juga diarahkan ke Pangkalan AS di Bahrain, Qatar, UAE, Kuwait, dan Arab Saudi. Korban sipil pertama jatuh di kedua pihak. Hari ke-2 — 1 Maret 2026 Serangan Balasan Iran Membesar, Korban Sipil Meningkat Tajam Iran meluncurkan gelombang rudal besar ke Israel. Sebuah rudal menghantam shelter di Beit Shemesh, menewaskan sembilan warga Israel dan melukai puluhan lainnya. Serangan balasan AS-Israel berlanjut ke infrastruktur komando Iran. Korban sipil Iran meningkat drastis, termasuk insiden tragis di Minab yang menewaskan sekitar 170 orang, sebagian besar anak-anak. Kelompok Hezbollah mulai aktif membantu Iran dengan serangan roket ke Israel utara, menandai konflik mulai meluas secara regional. Hari ke-3 — 2 Maret 2026 Selat Hormuz Ditutup, Dunia Terancam Krisis Energi Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Harga minyak global langsung melonjak tajam.

Read More

Kedubes AS di Kuwait Diserang Drone Iran, Jet Tempur F-15 Jatuh — Dua Pilot Amerika Berhasil Diamankan Polisi Kuwait

Kuwait — 1miliarsantri.net: Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan drone dan rudal yang diduga diluncurkan Iran. Serangan ini terjadi bersamaan dengan jatuhnya pesawat tempur F-15 milik Angkatan Udara Amerika Serikat di wilayah utara Kuwait, memicu kekhawatiran global akan pecahnya perang terbuka berskala regional. Menurut laporan terbaru, serangan rudal Iran menghantam kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait sebagai bagian dari serangan balasan atas operasi militer Amerika Serikat dan sekutunya.

Read More

Seruan Aksi Jum’at untuk Palestina: Bersatu Lawan Blokade dan Genosida di Gaza

Aksi Jum’at untuk Palestina Edisi 32: Seruan Persatuan Membela Gaza Jakarta – 1miliarsantri.net: Aksi Jum’at untuk Palestina edisi ke-32 kembali digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, pada 28 November 2025. AWG menyerukan masyarakat Indonesia bersatu menuntut penghentian blokade dan genosida di Gaza. Simak informasi lengkapnya di sini. Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina kembali digelar oleh Aqsa Working Group (AWG) dalam Aksi Jum’at untuk Palestina edisi ke-32. Dengan mengusung tema, “Bersatu Lawan Zionis Israel, Stop Blokade dan Genosida Gaza Sekarang Juga,” aksi ini menjadi wujud kepedulian masyarakat Indonesia atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Jalur Gaza. Melalui aksi pekan ini, AWG menyerukan agar bangsa Indonesia semakin memperkuat solidaritas, bergerak bersama, dan menuntut dibukanya blokade yang diberlakukan Zionis Israel terhadap Gaza. Selain itu, AWG juga menegaskan pentingnya penghentian tindakan genosida yang telah merenggut lebih dari 69.000 nyawa rakyat Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak. Waktu Pelaksanaan

Read More

8 Dekade Pengeboman Hiroshima-Nagasaki, Jepang, Apa Saja yang Masih Terkenang?

Bekasi – 1miliarsantri.net: Perang Dunia II yang ditandai dengan dijatuhkannya bom atom di dua kota Jepang, “Hiroshima dan Nagasaki.” Kejadian ini berlangsung pada bulan Agustus 1945. Artinya, peristiwa ini terjadi tepat 80 tahun yang lalu. Catatan Sejarah menyebutkan bahwa pada 6 Agustus 1945, pesawat B-29  milik Amerika Serikat “Enola Gay”, menjatuhkan bom atom ‘Little Boy’ di Hiroshima yang menewaskan sekitar 140 ribu orang. Tidak berhenti disana, tiga hari kemudian tepatnya 9 Agustus bom kedua dijatuhkan di Nagasaki dan menewaskan lebih dari 75 ribu orang. Akibat kejadian ini, Jepang menyerah tanpa syarat enam hari setelahnya yaitu pada tanggal 15 Agustus 1945 yang secara tidak langsung menandai berakhirnya Perang Dunia Kedua. Hiroshima Bak Neraka 6 Agustus 1945, tepat pukul 80.15 pagi waktu setempat, Amerika Serikat menjatuhkan bom ke salah satu kota di Jepang, yaitu Hiroshima. Tiga hari setelahnya, Amerika Serikat kembali mengebom wilayah Selatan Kota Nagasaki. “Saat itu Hiroshima seperti neraka, dan itu neraka yang diciptakan oleh manusia”. Apa yang terjadi di Hiroshima Setelah Perang Dunia Kedua? Satu tahun setelah memasuki Perang Dunia II tepat pada 7 Desember 1941, serangan mendadak diluncurkan oleh Angkatan Udara Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour, Hawaii hingga menewaskan lebih dari 2.400 orang.

Read More

Indonesia ‘Gagap’ Memasuki Perang Dagang Global Amerika Serikat

Saguling Kabupaten Bandung Barat – Babak baru klaim Presiden Trump atas keberhasilannya dalam negosiasi dengan Presiden Prabowo Subianto, mendapat reaksi sejumlah pihak yang menilai ini langkah blunder membuat bumi Indonesia diserahkan sepenuhnya untuk dieksploitasi Paman Sam. Sementara Indonesia masih dibebani pajak tinggi 19% saat Neraca Perdagangan Indonesia Surplus. HM Ali Moeslim kembali menyoroti kebijakan tersebut dalam sebuah catatan yang cukup tajam, sekaligus mengingatkan Pemerintahan Prabowo Subianto tentang bentuk penjajahan gaya baru dalam bentuk perang dagang global dengan tema : Indonesia ‘Gagap’ Memasuki Perang Dagang Global Amerika Serikat. Ali Moeslim mengajak kita membandingkannya dengan Politik Perdagangan Luar Negeri Dalam Islam. Tarif Dagang Adalah Daya Tawar Negara, Catatan Kritis Kesepakatan Indonesia Dan Amerika Serikat There Is No Such Free Lunch KAUM MUSLIM terpecah menjadi lebih dari lima puluh negara negara kecil yang terserak membentang luas dari bagian utara Prancis sampai ke bagian selatan yakni Madagaskar, membentang dari bagian barat yakni Maroko sampai bagian timur yakni Merauke. Negeri-negeri muslim tersebut kini sebagian besarnya tidak lagi dijajah secara fisik oleh para penjajah seperti Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, Italia maupun USA, namun saat mereka para penjajah itu pergi, mereka menyimpan atau memelihara para penguasa negeri negeri muslim tersebut untuk “menjamin” kepentingan mereka para penjajah itu tetap berjalan di negeri “jajahan” yang ditinggalkannya, “there is no such free lunch” (tidak ada makan siang gratis). Nampak jelas Indonesia “gagap” memasuki babak perang dagang global yang diinisiasi oleh Donald Trump sejak kembali menjabat sebagain presiden USA mulai januari 2025, kemudian pada april 2025 mengumumkan kebijakan “liberation Day tariff” menyasar 20 negara di dunia termasuk Indonesia. Sungguh mencengangkan di tengah surplusnya perdagangan Indonesia dengan USA pada periode awal tahun ini (Januari – Pebruari 2025) justru tarif dagangnya naik menjadi 32%, walaupun akhirnya diturunkan menjadi 19% tapi dengan syarat syarat.

Read More

Tarif Dagang Adalah Daya Tawar Negara, Catatan Kritis Kesepakatan Indonesia Dan Amerika Serikat

Cimahi – 1miliarsantri.net: Kesepakatan perdagangan antara Amerika dan Indonesia yang diklaim oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui media sosial miliknya Truth Social, mengejutkan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri. Ada yang memuji diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, namun ada juga yang menyesalkan kesepakatan tersebut yang disinyalir merugikan posisi Indonesia. Berikut, 1miliarsantri.net menyajikan sebuah catatan kritis yang ditulis oleh HM Ali Moeslim dalam perspektfi Islam dengan judul : “Tarif Dagang Adalah Daya Tawar Negara.” Kesepakatan Perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat BENAR sebuah ungkapan “the beggars can’t be chooshers”, pengemis tidak bisa menjadi pemilih, berarti bahwa seseorang yang berada dalam posisi yang dibutuhkan atau meminta sesuatu dari orang lain tidak boleh pilih-pilih atau menuntut tentang apa yang mereka terima. Mereka harus berterima kasih atas apa pun yang ditawarkan kepada mereka. Baca juga : Presiden Prabowo Tegaskan Proyek Giant Sea Wall Akan Tetap dimulai Dengan Kekuatan Nasional Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (15/7) mengklaim telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Indonesia.Kesepakatan ia klaim tercapai setelah berbicara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Satu-satunya detail yang diungkapkan Trump tentang kesepakatan tersebut adalah AS hanya akan mengenakan tarif impor atas produk Indonesia sebesar 19%, turun dari 32% sebelumnya. Tarif 19% Tidak Gratis Dinikmati Indonesia Namun, tarif 19 persen itu tidak gratis untuk bisa dinikmati Indonesia. Ada beberapa syarat yang harus dipatuhi Indonesia bila ingin menikmati tarif itu;

Read More