Selo Grobogan Istimewa, tak Bisa Diambil Belanda Setelah Diponegoro Ditangkap
Selo merupakan wilayah peninggalan Ki Ageng Selo, leluhur raja-raja Mataram. Ki Ageng Selo merupakan keturunan dari Bondan Kejawan, anak Raja Majapahit terakhir, yang dibuang ke Tarub, Grobogan.
Itulah alasan yang membuat Selo tak bisa diambil oleh Belanda setelah pemimpin Perang Jawa Diponegoro ditangkap. Untuk Selo, Surakarta menguasai tanah seluas 100 cacah. Sedangkan Yogyakarta mendapat tanah seluas 50 cacah.
Di makam Ki Ageng Selo disimpan api abadi yang merupakan api dari langit. Api petir yang ditangkap oleh Ki Ageng Selo. Yogyakarta dan Surakarta mengambil api dari Selo untuk upacara tahunan di keraton. (jeha)
Baca juga :
- Piala Dunia FIFA 2026: Brazil Ditahan Imbang Maroko 1-1, Hingga Menit 80
- Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 dan Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Kuningan
- Masjid Out Of The Box: Dari Gagasan Menuju Pusat Peradaban dan Pemberdayaan Umat
- Piala Dunia FIFA 2026: Tabel Lengkap Pertandingan di Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat
- Piala Dunia FIFA 2026: 17 Jam Lagi Mexico Jadi Pusat Perhatian Dunia
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


