Sejarah Sutowijoyo Dibelokkan Penjajah dan Akan Segera Diungkap Fakta Kebenarannya
Nilai kecintaan tersebut terlihat dari loyalitas masyarakat pada saat itu, bukan hanya harta yang akan diserahkan! Bahkan Peguron Agung, Mesigit Bumi Arum, Ulama dan Santri, masyarakat setempat yang tidak seluruhnya beragama Islam, rela mempersembahkan nyawanya untuk mewujudkan cita-cita bersama sebagai masyarakat pribumi yang merdeka.
Salah satu tokoh masyarakat Majasto yang menolak disebutkan namanya, mengungkap, Perihal “Perang Jawa” tentu bukanlah perang Agama, namun menyangkut kehormatan dan harga diri suatu bangsa yang hendak menegakkan kedaulatan.
“Memang Wong Jawa sejak berabad-abad dicatat dalam sejarah, sangat anti pati penjajahan! Termasuk para Wong Majasta,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Selasa (27/06/2023)
Terlebih lagi Ibunda Pangeran Dipanegara yakni Raden Ayu Mangkarawati berdarah pribumi Majasta, Putri dari seorang Ulama setempat yang tidak lain masih keturunan Ki Ageng Majasta (dalam naskah dicatat dengan nama Ki Ageng Para Ampelan) tentu merupakan hal yang lazim bila dukungan masyarakat pribumi Majasta terbilang bersih dari kepentingan politis. Artinya dukungan dahsyat tersebut sangatlah tulus atas azas sebagai sesama anak pribumi Majasta.
“Sampai suatu hari paska penangkapan Pangeran Dipanegara, kemudian Peguron Agung Bumi Arum Majasta dan Masjidnya dibakar. Dihancurkan sehancur-hancurnya oleh Kolonial dibantu antek-anteknya. Sungguh tragis dan berdarah-darah!,” sambungnya.
Tak hanya itu! Dibalik hitam kelamnya sejarah Peguron Agung Bumi Arum Majasta, dalam naskah juga diriwayatkan banyak para Begal bertobat dan minta di ajari Sholat dengan harapan diperbolehkan ikut perang melawan Penjajahan. Semboyannya: “Jika kami mati dalam peperangan, semoga dosa kami sudah terampuni dan meraih sahid.”
Hingga saat ini, berbagai macam misteri sejarah masih menyelimuti adanya peranan penting Ki Ageng Sutowijoyo ini sebelum terbentuk nya Kerajaan Mataram Kuno.
“Semua bukti sejarah yang sudah dibelokkan oleh Penjajah waktu itu, akan kami buka bulan Suro nanti, disertai adanya acara arak-arakan Pusaka Mbah Sutowijoyo dan beberapa peninggalan lain nya akan kami tampilkan kepada masyarakar dan kami berharap kebenaran sejarah ini bisa terungkap,” pungkasnya. (yus)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


