Sejarah Sutowijoyo Dibelokkan Penjajah dan Akan Segera Diungkap Fakta Kebenarannya
Sukoharjo – 1miliarsantri.net : Pada saat itu ada seorang wali yang bernama Ki Ageng Sutowijoyo yang juga merupakan murid Sunan Kalijaga. Bermula dari pertemuan dengan Sunan Kalijaga saat dirinya melarikan diri dari kerajaan berakhir dengan ditugaskannya untuk menyebarkan agama Islam di bukit Maja Asto yang kini menjadi tempat pemakamannya.
Ia membangun masjid yang juga ada di daerah tersebut dan menjadi peninggalan bersejarah. Sebuah peninggalan yang menjadi bukti dari adanya jejak penyebaran agama Islam di sana.
Ada sebuah prasasti di gapura masjid yang diperkirakan sesuai dengan tahun pembangunannya yaitu pada tahun 1587-1653 Masehi.
Bahkan, pembangunan masjid ini dijadikan sebagai tempat untuk melakukan dakwah memberikan pengetahuan tentang Islam kepada penduduk desa.
Meskipun berlangsung secara perlahan, selain hanya ada sedikit penduduk yang memeluk agama Islam juga karena keterbatasan pengetahuan mereka tentang Islam sebelumnya.
Dakwah yang dilakukannya adalah dengan selalu mengingatkan untuk menjadi orang yang menegakkan keadilan dengan amar ma’ruf nahi munkar.
Makam Ki Ageng Sutawijaya merupakan peninggalan sejarah yang jadi jejak adanya penyebaran Islam di Desa Majasto. Berada di sebuah bukit batu yang makamnya hanya memiliki kedalaman yang dangkal, tidak membuat makam menimbulkan bau tidak sedap.
Berdasar catatan naskah, Peguron Agung – Bumi Arum Majasta, yang berada di wilayah Desa Majasta, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, ternyata memberikan sumbangsih yang sangat luar biasa untuk perjuangan, bukan hanya Pangeran Dipanegara tatkala melawan penjajah, yang kemudian perjuangan tersebut kita kenal dengan sejarah “Perang Jawa.” (1825-1830) tapi juga konon sekaligus dijadikan nya Padepokan bagi mereka yang ingin mempelajari ilmu Persaudaraan dan Kecintaan Pada Sang Khalik.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


