Mengenal Dokter Kamal, Arsitek Lantai Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Tapi karena diperintah oleh Raja Arab, akhirnya ia berangkat kembali ke Yunani untuk menemui perusahaan yang menguasai gunung yang ada batu marmernya tersebut. Dia bertemu CEO perusahaan dan menyampaikan niatnya untuk membeli kembali separo sisa batu marmer dari gunung tersebut.
Namun apa yang terjadi, menurut CEO, bahwa batu marmer sudah habis karena sudah dibeli semua oleh orang lain. Dokter Kamal penasaran siapa perusahaan yang membelinya. Ia bertanya kepada sekretaris perusahaan yang menjual batu marmer tersebut, namun jawabannya tidak tahu karena pembeliannya dilakukan sudah lama.
Namun, sekretaris tersebut berjanji akan mencari data di filenya untuk mengetahui alamat perusahaan yang membeli separo dari sisa batu marmer di gunung Yunani tersebut dan segera melaporkan kepada Dr Kamal setelah menemukan datanya.
Setelah ketemu data filenya, sekretaris perusahaan tersebut meyampaikan kepada Dr Kamal bahwa perusahaan yang membeli itu adalah perusahaan di Saudi Arabia.
Dalam kondisi penasaran, kemudian ia kembali terbang ke Saudi Arabia untuk mencari perusahaan tersebut. Dan akhirnya bertemu perusahaan yang dicari. Dr Kamal ditemui oleh direktur Teknik.
Namun saat ditanya tentang pembelian batu marmer dari Yunani tersebut, direktur Teknik mengatakan merasa sudah lupa karena pembeliannya dianggap sudah terlalu lama. Namun direktur Teknik mencoba menghubungi bagian Gudang dan dijelaskan bahwa batu marmer yang dibeli beberapa tahun lalu dari Yunani masih ada semua dan belum terpakai. Subhanalloh.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

