Mengenal Dokter Kamal, Arsitek Lantai Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Dengarkan Artikel Ini

Jakarta — 1miliarssntri.net : Bagi umat Islam yang sudah menunaikan ibadah haji ataupun umroh, tentu sering bertanya tentang lantai di masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengapa tidak terasa panas saat cuaca sangat panas? Terutama jamaah yang sedang menunaikan ibadah tawaf mengelilingi Ka’bah di siang hari dengan panas yang sangat terik, kaki kaki para jamaah tetap tidak merasa kepanasan.

Lantai yang bisa menahan panas tersebut, karena memang didesain sejak awal untuk para jamaah agar saat ibadah tidak merasa terganggu. Arsitek yang mendesain lantai tidak panas ini adalah, ilmuan asal Mesir. Namanya Dr.Muhamad Kamal Ismail. Dr.Kamal ini yang memiliki marmer dingin, kubah listrik dan payung megah yang berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Dr Kamal adalah anak muda dan lulusan termuda di sekolah setingkat SMA di Mesir. Dalam sejarah Mesir, dia anak muda yang terdaftar dalam sekolah teknik kerajaan pertama yang kemudian di sekolahkan ke Eropa. Ia memperoleh tiga gelar dokter di bidang arsitektur Islam.

Selain itu, ia juga anak termuda yang mendapatkan sel nil dan pangkat besi dari raja. Dr Kamal, menikah di usia 44 tahun, dan istrinya melahirkan anak laki-laki, namun tidak lama kemudian istrinya meninggal dunia.

Setelah ditinggal istrinya, Dr Kamal memilih menyendiri dn memfokuskan beribadah kepada Allah. Ia hampir menghabiskan usianya 100 tahun untuk melayani dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Apa yang dilakukan Dr Kamal ini jauh dari sorotan media massa. Ia asalah Insinyur pertama yang melakukan perencanaan pelebaran dua masjid suci di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Yang juga mengagumkan, saat bekerja untuk dua masjid suci tersebut, ia menolak untuk mendapat cek pembayaran dari raja arab, Abdullah Abdul Aziz bin Saud maupun dari perusahaan bin laden atas desain arsitekturnya. Ia hanya bilang,” Untuk apa saya menerima bayaran untuk sebuah pekerjaan saya di dua masjid suci, bagaimana saya nanti kalau menghadap Allah kalau untuk dua pekerjaan di masjid suci ini saya menerima bayaran.”

Dokter genius ini, adalah sosok yang menemukan bahan batu marmer yang bisa dipakai untuk melapisi lantai yang ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi agar lantai tersebut bisa menjadi lebih dingin sehingga membuat jamaah yang tawaf tidak merasa kepanasan.

Batu marmer ini dideteksi doctor genius ini adanya hanya di gunung kecil di Yunani. Di gunung gunung lain tidak ada.

Ia kemudian berangkat menuju Yunani untuk menandatangani kontrak pembelian batu marmer separo dari gunung tersebut. Meskipun marmer yang dibeli itu jumlahnya adalah separo dari satu gunung di Yunani, namun pemanfaatnya hanya untuk Masjidil Haram.

Usai melakukan pembelian, Dr Kamal kembali ke Mekkah dan memulai melakukan pembangunan.

Namun setelah selesai menuntaskan pembangunan di Masjidil Haram, Doktor genius ini diminta Raja Arab untuk melakukan pelapisan bahan marmer yang sama di Masjid Nabawi di Madinah. Setelah mendapat tugas dari Raja, ia merasa bingung karena bahan batu marmer itu hanya ada satu di gunung di Yunani dan separonya sudah dia beli.

Tapi karena diperintah oleh Raja Arab, akhirnya ia berangkat kembali ke Yunani untuk menemui perusahaan yang menguasai gunung yang ada batu marmernya tersebut. Dia bertemu CEO perusahaan dan menyampaikan niatnya untuk membeli kembali separo sisa batu marmer dari gunung tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *