Masjid Kudus Terinspirasi Dari Al Quds Palestina

Dengarkan Artikel Ini

Bersama wali sembilan, Sunan Kudus kemudian menyidang Syekh Siti Jenar. Ajaran mistik Syekh Siti Jenar dianggap menyimpang oleh Sunan Kudus dan menyesatkan umat Islam. Sunan Kudus lalu meminta kepada sembilan wali Jawa lainnya untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Syekh Siti Jenar.

Sunan Kudus juga mendakwa dua ulama lainnya, yakni Syekh Jangkung dan Syekh Maulana. Syekh Jangkung dituduh ingin membangun masjid tanpa izin dan Syekh Maulana yang merupakan murid Sunan Gunung Jati, juga disidang karena bersebrangan paham dengan Sunan Kudus.

Pada 1546, terjadi kegemparan di Kerajaan Demak. Sultan Trenggana tewas dalam perang jihad di Jawa Timur. Selepas kepergian Sultan Trenggana, Kerajaan Islam Demak terpecah ke dalam beberapa fraksi yang ingin merebut takhta kerajaan.

Fraksi pertama dipimpin oleh Sunan Kali Jaga yang mendukung Sunan Prawata sebagai raja dan fraksi kedua di pihak Sunan Kudus yang mendukung Pangeran Jipang menjadi raja. Dalam persaingan perebutan kekuasaan ini, Sunan Prawata tewas dibunuh.

Konon, pembunuhan terhadap Sunan Prawata dilakukan atas perintah dari Sunan Kudus. Meski berhasil menyingkirkan Sunan Prawata, tetapi Pangeran Jipang tidak sempat menikmati singasananya sebagai Raja Demak.

Dia keburu tewas dibunuh Jaka Tingkir yang ingin mendirikan Kerajaan Pajang. Dalam riwayat lain yang periodenya tidak disebutkan, Sultan Trenggana terlibat perselisihan dengan Sunan Kudus. Sumber perselisihan adalah penentuan hari pertama puasa di bulan Ramadan.

Perselisihan itu membuat Sunan Kudus meninggalkan Demak. Dari Demak, Sunan Kudus pergi menuju Tajug, tempat kakeknya Kalipah Husain pernah menetap. Di sana, dia mendirikan sebuah kota baru yang diberi nama Kudus, diambil dari kata Quds atau Yerusalem.

Sunan Kudus juga membangun masjid yang diberi nama Al Aqsa. Pendirian kota suci itu tercatat pada 1549. Saat mendirikan kota baru itu, Sunan Kudus memimpikan berdirinya sebuah negara dengan sistem politik yang ideal.

Kebebasan politik yang dibangun Sunan Kudus di Yerusalem hanya berlangsung setengah abad saja. Saat Yerusalam berdiri di Tanah Jawa, Sunan Kudus merasa sangat leluasa dalam menjalankan ajaran-ajarannya.

Selain peninggalan masjid, Sunan Kudus juga meminta kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan kurban sapi dalam perayaan Idul Adha untuk menghormati masyarakat penganut agama Hindu dengan mengganti kurban sapi dengan memotong kurban kerbau, pesan untuk memotong kurban kerbau ini masih banyak ditaati oleh masyarakat Kudus hingga saat ini.

Sunan Kudus adalah Ulama dan Panglima perang Kesultanan Demak yang termasuk dalam anggota dewan Wali Songo. Nama lahirnya adalah Ja’far Ash-Shadiq. Dia adalah putra Sunan Ngudung dan Dewi Sari binti Ahmad Wilwatikta.

Pada tahun 1550, Sunan Kudus wafat saat menjadi Imam sholat Subuh di Masjid Menara Kudus, dalam posisi sujud. kemudian dimakamkan di lingkungan Masjid Menara Kudus. (hud)


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca