Kisah Naga Yang Menjelma Menjadi Seorang Pemuda Gagah di Grobogan
Grobogan — 1miliarsantri.net : Aji Saka, raja Medang Kamulan, kerajaan di wilayah Grobogan sekarang, menyuruh anaknya untuk bertarung dengan buaya putih di laut selatan. Anak Aji Saka ini lahir dalam wujud naga dari sebuah telur.
Ketika ia bertarung dangan buaya putih, laut selatan bergolak. Hal itu membuat Ratu Laut Selatan, Nyi Loro Kidul keluar dari istananya.
Ia mendapati penyebab alam bergolak. Seekor nada telah bertarung dengan buaya putih dan berhasil mengalahkannya.
Buaya putih adalah penjelmaan dari Dewata Cengkar, raja Medang Kamulan yang suka menyantap manusia. Setelah dikalahkan oleh Aji Saka, ia tinggal di laut selatan dalam wujud buaya putih.
Nyi Loro Kidul bersyukur buaya putih telah dikalahkan oleh seekor naga yang bernama Jaka Linglung. Maka, Jaka Linglung pun dijamu di istananya.
Setelah dinikahkan Nyi Blorong, barulah ia dibolehkan pulang. Setelah bisa mengalahkan buaya putih, sebenarnya Jaka Linglung masih memiliki tugas mencari istri ayahnya.
Tapi Nyi Loro Kidul telah mengatakan bahwa Ny Loro Kidullah istri Aji Saka, maka ia pun segera pulang ke Medang Kamulan. Sebagai naga, seharusnya ia bisa terbang.
Namun kenyataannya, ia tidak bisa terbang. Bisa jadi gara-gara ia lahir dari sebutir telur ayam. Jika ia lahir dari sebutir telur elang, pasti ia akan bisa terbang.
Maka, ia pulang ke Medang Kamulan melalui alam bawah, yaitu dari dalam tanah. Risikonya, ia tidak bisa melihat terang lokasi Medang Kamulan, sehingga harus sering muncul ke permukaan tanah untuk melihat arah.
Bekas kemunculannya di permukaan menjadi sumur-sumur berair asin. Sumur-sumur itu ada di banyak tempat, di setiap tempat ia muncul ke permukaan. Ada di Jono, ada di Bleduk Kuwu, dan sebagainya.
Sumur-sumur itu di kemudian hari, menjadi sumber pendapatan bagi penduduk. Oleh penduduk setempat, air asin yang ada si sumur-sumur itu digunakan untuk membuat garam.
Nama Jaka Linglung diberikan kepadanya karena ia seperti orang linglung saat pulang dari laut selatan. Harus selalu muncul ke permukaan bumi untuk mencari arah.
Di istana, kedatangannya disambut Aji Saka. Lalu ia dihadiahi mahkota emas, sisik di badannya juga dilapis emas. Ekor, gigi, dan taringnya juga dilapis emas.
Cupu astagina, yaitu air bertuah, disimpan di ekornya. Cupu astagina ini bermanfaat untuk menghidupkan kembali naga yang mati.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


