Proses Islamisasi Bentuk Kebudayaan di Minangkabau

Dengarkan Artikel Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Doktor ilmu sejarah Universitas Indonesia (UI), Akmal Sjafril, menjelaskan, dakwah Islam sejak berabad-abad silam sudah membentuk kebudayaan masyarakat Minangkabau. Dia membangi proses islamisasi di Minangkabau dalam empat babak.

“Setiap babak tersebut memiliki kontribusi yang penting bagi terwujudnya Alam Minangkabau sebagaimana yang kita saksikan pada masa kini,” kata Akmal dalam INSISTS Saturday Forum (INSAF), dikutip Jumat (17/11/2023).

Meski demikian, masuknya Islam ke Alam Minangkabau dengan sengaja tidak dimasukkan ke dalam empat babak di atas. Ada faktor hal itu tidak dimasukkan. Pertama, sulit menentukan waktu pasti kapan proses dakwah Islam menyebar di Minangkabau. Kedua, nyaris mustahil memastikan tokoh pembawa Islam untuk pertama kalinya ke wilayah itu.

“Pergaulan internasional sudah merupakan kelaziman sejak dahulu, dan para pedagang dari berbagai wilayah, dari India sampai Malaka, telah memasuki wilayah Minangkabau sejak dahulu,” ujar Akmal.

  1. Surau
    Babak pertama memberikan kontribusi signifikan dengan memanfaatkan surau, yang sudah ada sejak jaman pra-Islam, sebagai pusat-pusat pendidikan Islam. Islamisasi berkembang sangat masif, karena surau adalah tempat berkumpulnya para pemuda dan tempat bermalamnya anak laki-laki.

“Dengan demikian, dapat dipastikan tak seorang pun pemuda Minangkabau yang tidak mengenal Islam,” ujar Akmal.

  1. Peran Kaum Paderi
    Kaum Paderi berperan meneguhkan komitmen masyarakat Minangkabau terhadap Islam, yaitu dengan membasmi kemaksiatan. Meski perang saudara yang dihasilkan membawa akibat yang sangat dahsyat, diakhiri dengan kekalahan Kaum Paderi yang malah meneguhkan kekuasaan Belanda, namun perjuangan mereka telah menginspirasi masyarakat Minangkabau untuk kembali memurnikan kehidupan mereka agar sejalan dengan ajaran Islam.

“Meski demikian, Kaum Paderi belum menyentuh persoalan-persoalan adat,” ucap Akmal.

  1. Peran Kaum Mudo
    Kaum Mudo berperan besar dalam membawa gagasan-gagasan baru yang dibawanya dari luar Alam Minangkabau. Meski di antara gagasan-gagasan baru itu juga ada yang tidak sejalan dengan Islam, misalnya Ahmadiyah dan komunisme, namun proses itu sangat penting bagi kemajuan masyarakat.

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca