Ketika Kenduri di Kraton Tiba-tiba Bubar
Namun, penghulu itu menolak berdoa. Ia menyatakan hanya bersedia menghadiri kenduri, tetapi tidak mau berdoa, lalu menyarankan kepada Sultan Agung agar menunjuk khatib yang berdoa.
Megapa Penghulu Keraton menolak memimpin doa? “Duh Gusti, jika saya yang memimpin doa, hidangan hajat Gusti pasti tidak bisa disantap,” kata Penghulu Keraton kepada Sultan Agung.
Sultan Agung menolak saran menunjuk khatib memimpin doa. Sultan Agung hanya menginginkan penghulu yang memimpin doa kenduri hari itu.
Penghulu Keraton melihat Sultan Agung marah. Oleh karena itu, ia pun segera memulai memimpin doa.
Baru mendapat sahutan sekali amin dari yang hadir, terdengar suara berisik dari ambengan. Mendapat dua amin, ambengan bergerak-gerak, dan pada sahutan amin ketiga, suara dari ambengan semakin riuh.
Nasi telah menjadi beras lagi, ingkung menjadi ayam hidup lagi, ikan hidup lagi, besek bambu jadi bambu batangan lagi, membuat yang hadir pada kaget. Sultan Agung pun dibuat kaget karenanya.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


